
Di bawah tatapan semua orang, seorang lelaki tua berambut putih berjalan masuk sambil dipapah.
Lelaki tua itu memakai kemeja kuno yang bersih, rambutnya berwarna putih, tubuhnya membungkuk, saat berjalan kaki dan tangannya terus gemetaran, sepasang matanya terlihat cekung dengan bola mata yang keruh, dia setidaknya sudah berusia 70-80 tahun.
Banyak orang terlihat kebingungan, tidak tahu siapa orang tua ini.
Tapi jika melihat dia yang memanggil Kak Avricon, seharusnya dia datang mencari Agil.
Tapi. Tidak ada satu pun yang pernah melihat Agil memiliki teman seperti orang ini!
Semua orang keluarga Avricon kebingungan.
Agil yang berada di sana juga berdiri.
Tapi Kaido dengan segera berjalan maju ke depan dan memapah orang tua itu sambil berkata dengan penuh semangat: Tuan Yosef, ke...kenapa kamu bisa datang?”
“Kaido, kamu juga di sini?” orang tua itu seperti mengenali Kaido, lalu dia mengangguk untuk menyapa.
“Tetua, untuk apa kamu datang kemari?” Kaido bertanya dengan hati-hati.
“Aku datang mencari Kak Avricon untuk merundingkan sesuatu.”
“Kak Avricon yang mana?”
“Siapa lagi, tentu saja Kak Agil.” Orang tua itu terlihat sedikit bersemangat.
Kaido membeku saat mendengar ini. Semua orang keluarga Avricon sangat terkejut.
“Tuan Toyz siapa dia?” Orang-orang mulai bertanya.
“Tuan Kaden Yosef!” Kaido menjilat bibirnya lalu berkata dengan suara rendah.
Kata-kata yang sederhana, tapi membuat orang terkejut seperti tersambar petir.
“Kaden Yosef?”
“Kenapa bisa dia?”
Jantung Christo dan Kuni hampir melompat keluar melalui tenggorokan mereka.
Nona Rinai terhuyung-huyung, hampir terjatuh di atas lantai, untung saja Remi memeganginya di sebelah.
“Bu. Bukankah dia adalah kaligrafer terkenal di Kota Azuka? Dengar- dengar juga adalah presiden Asosiasi Kaligrafi, kenapa dia bisa datang?”
“Presiden Asosiasi Kaligrafi? Kamu kira pencapaian Tuan Yosef hanya sebatas ini? Kamu salah, dia adalah orang penting sebenarnya!”
“Untuk apa dia datang mencari kakek?” Junior dari keluarga Avricon saling berbisik.
Agil yang paling kebingungan, dia berkata: Kak Yosef, kenapa kamu datang?” lalu segera berdiri untuk menyambut
Agil pernah pergi ke Kota Azuka 10 tahun yang lalu, juga pernah bertemu dengan Kaden, tapi pencapaian Kaden terlalu tinggi, tidak hanya dalam kaligrafi tapi juga dalam semua aspek yang tidak bisa ditandingi oleh keluarga Avricon, di depan Kaden dia sama sekali bukan siapa pun.
Kenapa orang besar ini datang ke rumah keluarga Avricon?
“Kak Avricon, aku lebih muda beberapa bulan darimu, panggil aku Kaden saja.”
Kaden menghela dan berkata: “Jujur saja, hari ini aku datang karena ada satu permohonan, semoga Kak Avricon bisa membantuku.”
“Apa yang bisa aku bantu?” Agil berkata tertegun.
“Tolong bantu aku mohon ampun pada Tuan Bermoth, mohon padanya untuk ampuni putra angkatku Edward dan keluarganya!”
__ADS_1
Kaden berkata dengan sangat menggebu-gebu, suaranya bahkan terdengar sedikit terisak.
“Apa?”
Semua orang terkejut, kepala mereka seperti dihajar oleh sebuah lonceng besar, terus berdengung.
Mohon pada Vincent untuk ampuni Edward sekeluarga
Apa yang dilakukan oleh Vincent?
Sampai membuat Kaden datang dari Kota Azuka untuk memohon ampun?
Semua orang keluarga Avricon tercengang.
Tetua Avricon juga tercengang, dia segera berbalik menatap Vincent.
Tidak tahu kenapa, dia menyadari dirinya semakin tidak bisa menebak cucu menantunya ini.
“Kaden, kamu duduk dulu, duduk dan bicara pelan-pelan.”
Agil mempersilakan Kaden untuk duduk, lalu menuangkan segelas teh untuknya.
Kaden menegak tehnya, suasana hatinya sedikit membaik, tapi matanya masih sangat basah, dia menatap Vincent dan berkata: “Tuan Bermoth, aku tahu Edward dan Sangsung sudah melakukan banyak hal yang membuat orang marah dan kesal, aku mengerti dengan semua yang terjadi, mereka pantas dihukum, dosa mereka tidak bisa dimaafkan, tapi..banyak orang keluarga Borland yang tidak bersalah, Tuan Bermoth, aku mohon kemurahan hatimu, ampunilah mereka! Aku mohon.” Selesai berkata Kaden berdiri lagi, membungkukkan badan pada Vincent.
Tidak mudah bagi tubuh tuanya melakukan tindakan seperti ini.
Tapi yang lebih mengejutkan orang-orang adalah Vincent!
Rumor yang mengatakan menantu tidak berguna ini.. apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa dia bisa membuat Kaden orang besar ini menundukkan kepala padanya?
Pikiran semua orang keluarga Avricon langsung berhenti.
Rinai bergumam, ingin bertanya, tapi tidak tahu harus berkata apa.
Vincent menatapnya lalu berkata dengan tenang: “Karena kamu tahu masalah ini, seharusnya kamu juga tahu apa yang dilakukan keluarga Borland padaku? Dia adalah musuh bebuyutanku, bagaimana kamu ingin aku mengampuni dia?”
“Aku tidak memohon ampun untuk Edward atau pun Sangsung, mereka memang pantas dihukum, tapi keluarga Borland tidak boleh hancur seperti ini!” Kaden berkata dengan sangat menggebu.
“Lalu apa urusannya denganku?”
Vincent berkata dingin: “Aku bisa ampuni semua orang, tapi satu-satunya yang tidak bisa aku ampuni adalah keluarga
Borlandmu! Karena yang disentuh oleh keluarga Borland adalah aku, istriku! Dia ingin membunuh kami sekeluarga, lalu kenapa jika aku lenyapkan keluarga Borland miliknya??”
Ruangan menjadi hening saat kata-kata ini terdengar.
Akhirnya orang keluarga Avricon mengerti! Sudah sangat mengerti!
Kenapa Sandro, Sargon, Mano dan yang lainnya bisa datang kemari untuk memohon ampun dari Vincent?
Kenapa Kaden yang sudah setua ini bersusah payah terbang dari Kota Azuka ke Hansami untuk bertemu dengan Vincent!
Semuanya karena Vincent melenyapkan seluruh keluarga Borland...
Pandangan hidup Christo sudah hancur.
Kaido juga terlihat tidak percaya.
Dan di saat ini, ponsel dalam kantongnya bergetar. Kaido segera mengeluarkan dan menjawabnya.
“Tuan muda!” Kaido berkata dengan penuh hormat.
__ADS_1
“Di mana kamu?”
“Aku di rumah keluarga Avricon, Tuan muda, masalah kontrak sudah selesai.’”
Kaido berkata. “Jangan bahas kontrak dulu, cepat tinggalkan rumah keluarga Avricon, segera pulang, mengerti?” Tuan Toyz berkata dengan panik.
“Tuan muda, apa terjadi sesuatu?” Kaido bertanya tidak mengerti.
“Sudah aku bilang jangan tanya, cepat pulang!” Tuan Toyz berkata dengan nada kesal.
“Baik... Tuan muda, a...aku segera tinggalkan tempat ini, tapi muncul sedikit masalah di rumah keluarga Avricon.” Kaido menatap Vincent dan berbicara sambil sedikit menggertakkan gigi.
“Masalah apa?” Tuan Toyz bertanya.
“Itu Vincent yang akan dihadapi oleh keluarga Borland! Dia ada di sini sekarang, tidak tahu cara apa yang digunakan oleh Vincent, memaksa semua orang penting dan berstatus di Hansami menundukkan kepada dan bersulang padanya... Tuan Toyz, Vincent ini sangat sombong! Masih begitu kejam setelah bertindak pada keluarga Borland, apa kita harus tekan kesombongan dia dulu?” Kaido berkata.
“Apa? Ka...kamu bilang siapa di sana?” suara dari ponsel terdengar sedikit gemetar.
“Vincent Bermoth, Tuan muda, ada apa denganmu?” Kaido tidak mengerti.
“Kesombongan kepalamu! Kabur! Cepat kabur, jangan cari masalah dengan Vincent itu! Cepat kabur!” Tuan Toyz tiba- tiba berteriak dengan suara serak.
“Hah?” Kaido kebingungan.
“Aku beritahu kamu Kaido, jika kamu menyinggung Vincent! Kamu jangan bilang kamu adalah orang keluarga Toyz! Keluarga Toyz tidak ada hubungan denganmu!!” Tuan Toyz berteriak lagi, lalu langsung memutuskan telepon.
Kaido berdiri di tempat dengan kebingungan, untuk sementara tidak tahu harus berbuat apa.
Ada apa dengan Tuan muda?”
Setelah itu, Kaden tidak berbicara lagi setelah mendengar ucapan dingin Vincent.
Dia menghela napas, wajahnya terlihat tidak berdaya dan sangat sedih, dia sudah hidup setua ini, kapan pernah memohon kepada orang lain?
Tapi kali ini tidak sama!
Yang bertindak kali ini bukan hanya Vincent, masih ada seseorang lagi di balai keselamatan kota Izuno!
Bahkan orang itu sudah bertindak, lalu kenapa jika Kaden menundukkan kepala?
Sekarang... dia tidak ada cara lain lagi, hanya bisa terus menghela napas.
Tetua Avricon tidak tahan lagi.
Dia menatap Kaden, lalu menatap Vincent dan berkata: “Vincent, bagaimana kalau lupakan saja, kakek sudah setua ini masih datang kemari untuk memohon ampun pada junior sepertimu, sudah tidak mudah, anggap berikan wajah untukku saja!”
“Kakek, orang yang ingin dicelakai oleh keluarga Borland adalah cucu perempuan dan putrimu, jika bukan karena aku yang bertindak, mungkin putri dan cucu perempuanmu sudah tidak ada, kamu yakin ingin memohon ampun untuknya?” Vincent bertanya kembali.
“Ini..” Kakek Avricon tertegun, lalu dia menghela napas: “Setiap kesalahan pasti ada pemicunya, kamu hukum saja siapa pelakunya, jangan lukai yang tidak bersalah...”
“Aku tidak bisa jamin orang keluarga Borland yang lain tidak akan balas dendam karena hal ini, jadi membereskan sampai ke akar adalah pilihan terbaik.” Vincent berkata.
Kaden tiba-tiba mendongak saat mendengar kata-kata itu, dengan mata yang basah dan suara serak dia berteriak: “Tuan Bermoth, aku bersedia menjamin untuk orang keluarga Borland lainnya, aku jamin mereka tidak akan melakukan apa pun terhadap masalah ini, jika di antara mereka ada yang mengingkari, aku sendiri yang akan beri hukuman, jika Tuan Bermoth bersedia berjanji padaku untuk lepaskan orang keluarga Borland, aku Kaden bersedia melakukan apa pun untuk Tuan Bermoth tanpa syarat! Mohon Tuan Bermoth bermurah hati!”
Selesai berbicara, Kaden menekukkan lututnya, dia bermaksud untuk berlutut.
Ekspresi wajah semua orang berubah.
“Kaden, bagaimana bisa seperti ini? Dia hanya seorang bocah sembarangan saja, tidak pantas sampai kamu harus berlutut!”
Agil segera menghentikan Kaden.
__ADS_1
Tapi Kaden berlinang air mata dan berkata dengan gemetar: “Pantas, pantas...Bagaimanapun dia adalah dokter jenius Bermoth!”
Saat ini, suasana aula rumah keluarga Avricon sangat hening, tidak ada suara sedikit pun...