Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 278 Aku Bertaruh Di Dalam Pistolmu Tidak Ada Peluru


__ADS_3

“Apa?”


Pikiran semua orang seketika kosong, menatap kejadian yang sama sekali sulit untuk dicerna nalar.


Juliet, Bokudo, Master Yozoka, Vixen, Sakura...Semua orang tercengang.


Siapa yang menyangka pada saat yang begitu menentukan seperti ini, Cukong malah mengeluarkan sepucuk pistol.


Ternyata dia memiliki pistol!


Mungkin bahkan Raja Pedang pun tidak akan menyangkanya?


Tiga butir peluru menembus tubuh Vincent, dan dalam waktu sekejap darah segar mengalir keluar dari ketiga lubang.


Situasi langsung berbalik!


Pistol Cukong masih mengarah ke arah Vincent dengan tepat.


Namun untungnya pada saat-saat genting seperti itu Vincent merespon dengan cepat, dua tembakan mengenai bagian perutnya, satu peluru mengenai bahunya, sehingga bisa terhindar dari ancaman nyawa, namun meskipun demikian, luka ini cukup berat.


Vincent melirik bagian yang terluka, wajahnya langsung menjadi dingin dan menatap Cukong.


“Jangan bergerak!”


Hanya terlihat Cukong yang membentak dengan posisi yang siap menembak.


Vincent menghentikan langkahnya.


“Hehe, sudah jaman apa, Dokter Bermoth, kamu masih menggunakan ilmu bela diri? Meskipun tinjumu cepat, bukankah tidak lebih cepat dari peluruku?”


Cukong mengangkat pistolnya sambil berkata dengan wajah tersenyum kearah Vincent.


“Kalau begitu, apakah kamu bisa membunuhku dengan menembakku?” ucap Vincent dengan wajah tanpa ekspresi.


“Kamu begitu berharap aku membunuhmu?”


“Membunuhku? Sepertinya kamu tidak akan bisa melakukannya? Bagaimana kalau kita bertaruh?” ucap Vincent dengan wajah tanpa ekspresi, dia sepenuhnya mengabaikan lukanya.


“Bertaruh apa?” tanya Cukong dengan heran.


“Aku bertaruh kalau didalam pistolmu itu tidak ada peluru.” Ucap Vincent dengan tenang.


Nafas Cukong seketika tertahan, namun dia segera memulihkan ekspresinya menjadi tenang kembali, lalu tersenyum tipis dan berkata: “Boleh, kalau kamu ingin bertaruh ayo, kita lihat apakah kamu bersedia menggunakan nyawamu untuk bertaruh denganku!”


“Tidak perlu berpura-pura.” Vincent mengulurkan tangan, lalu langsung mengorek keluar peluru yang ada di bagian yang terluka dengan tangannya.


Seluruh ruangan dipenuhi bau amis darah.

__ADS_1


Namun Vincent sama sekali tidak mengerutkan alisnya.


Orang yang ada disana sampai tercengang melihatnya.


Dia bagaikan tidak merasakan apapun, mengeluarkan peluru dan membuangnya di lantai.


Clang!


Peluru jatuh di lantai dan menimbulkan suara yang nyaring.


“Peluru seperti ini adalah peluru khusus, dan pistolmu juga bukan pistol biasa, kalau kamu masih memiliki peluru dalam pistolmu, kamu sama sekali tidak akan bicara omong kosong denganku disini, melainkan langsung menembakku tanpa ragu, Cukong, kamu sudah tidak sabar untuk segera membunuhku, lalu untuk apa kamu berpura-pura disini? Untuk menakutiku?” Vincent melirik ke arah peluru dan berkata dengan tenang.


Sorot mata Cukong sekejap terlihat bingung.


Vincent melangkah maju.


“Berhenti!” Sentak Cukong.


Namun langkah Vincent sama sekali tidak terhenti.


Dan pada akhirnya, Cukong tidak bisa menahan diri lagi, segera mengangkat tangan dan memasukkannya ke dalam kantung, lalu mengeluarkan peluru cadangan yang terlihat berkilau, lalu memasukkannya ke dalam pistol dengan tergesa-gesa.


Melihat ini, semua orang langsung merespon.


Apa yang Vincent katakan benar.


Di dalam pistol Cukong ... memang tidak ada peluru.


“Aaa!!”


Terdengar suara yang terasa begitu menyakitkan dari pergelangan tangannya, diiringi suara teriakan kesakitan dari Cukong.


“Tuan Muda Rich!!”


Orang disekitar begitu panik, namun tidak ada orang yang berani mencegah.


“Bagaimana kamu menginjak temanku dulu, sekarang aku menginjakmu kembali seharusnya tidak keterlaluan bukan?” ucap Vincent dengan tenang.


Sorot matanya terlihat begitu menakutkan.


“Dokter Bermoth.. kamu tidak akan mati dengan tenang...” Cukong menggertakkan rahangnya dengan satu tangan memegang pistol sekuat tenaga, dan berusaha keras membidikkannya ke arah Vincent.


Namun detik berikutnya, tangan yang menginjak tangannya itu tiba-tiba bergeser, lalu menginjak telapak tangannya.


Tenaga Vincent begitu kuat, membuat telapak tangan beserta pistol itu remuk terinjak.


“Aaaa.. “

__ADS_1


Cukong kesakitan sampai berteriak begitu kencang, dan pada akhirnya terkapar pingsan dan tidak lagi bergerak.


“Apa?” Orang disekitar langsung tercengang sepenuhnya.


Setelah Vincent mengangkat kakinya, tangan Cukong sudah tercampur dengan remahan pistol dan remuk sepenuhnya, tulang juga serpihan daging bercampur dengan serpihan pistol, hanya melihatnya saja membuat sekujur tubuh merinding.


Namun Vincent terlihat tidak ingin melepaskan Cukong dengan begitu mudah.


Dia mengeluarkan sebatang jarum, lalu menusukkannya ke tubuh Cukong.


“Uhm..” tubuh Cukong meringkuk lalu kembali sadar.


Vincent mengangkat kakinya dengan tanpa ragu, lalu menginjakkannya di tangannya yang satu lagi.


“Jangan.. jangan...” Cukong berteriak dengan lemah, matanya penuh dengan rasa takut.


Keyakinan juga rasa percaya diri yang ada sebelumnya sudah menghilang sampai tidak tersisa.


“Tidak bisa.” Ucap Vincent dengan dingin, lalu bersiap menggunakan tenaganya.


“Dokter Bermoth, hentikan!” Juliet tiba-tiba berseru dan menghampiri segera.


Namun ucapannya sama sekali tidak berguna, telapak kaki Vincent menekan.


Plakkk...


“Aaaa...”


Suara teriakan yang begitu menyayat hati kembali terdengar dari mulut Cukong.


Kedua tangannya sudah dimusnahkan.


Wajah Juliet langsung menjadi pucat, tubuhnya bergetar hebat.


Dia sudah bisa membayangkan amarah Keluarga Rich.


Namun pada saat ini, Vincent tiba-tiba merenggangkan kakinya, dan memungut pedang kayu yang ada disamping, menodongkannya ke arah leher Cukong, lalu berkata dengan wajah datar: “Sekarang, sudah saatnya mengantar kepergianmu.”


“Apa?”


“Hentikan!”


“Hei yang bermarga Bermoth! Kamu berani?”


“Cepat hentikan!”


Terdengar teriakan histeris dari berbagai penjuru, lalu ada banyak orang yang menyerbu maju...

__ADS_1


“Dokter Bermoth, jangan!” Sakura juga maju sambil memeluk Vincent, berseru dengan kuat.


Begitu melakukannya, maka yang mati bukan hanya Cukong! Melainkan Vincent juga!


__ADS_2