Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 96 Aku Ingin Lihat Siapa Yang Berani Menyuruhnya Berlutut


__ADS_3

Begitu masuk ke dalam ruangan, Vincent berjalan ke samping meja, lalu menuangkan teh membelakangi Master Yokai dan mulai meminumnya.


"Dalam sepululh detik, kalau kamu tidak bisa memberiku alasan melepaskanmu, aku yakin begitu kembali ke kantor, kamu akan mati dengan mengenaskan." Master Yokai berkata dengan wajah tanpa ekspresi, tangannya mengepal dengan gaya seolah siap menghajar Vincent kapan saja.


Dia sudah tidak punya kesabaran untuk meladeni Vincent lagi, kalau bukan karena tidak ingin terlalu mengagetkan Keluarga Avricon, mana mungkin dia masuk?


Namun Vincent tetap tidak bicara, hanya mengeluarkan sebuah buku dari kantungnya dan meletakkannya di meja. Ada tatapan penuh rasa penasaran dalam matanya, namun dia tetap melangkah maju.


"Mengenai statusku, semoga kamu bisa merahasiakannya, karena alasan tertentu, untuk sementara aku tidak bisa membiarkan orang lain mengetahui ini, semoga kamu bisa mengerti, Master Yokai." Vincent menyeruput tehnya.


"Hah, kami pikir siapa kamu, bukankah hanya sebuah sertifikat? Mungkinkah menakutiku?"


Kendra mengangkat buku kecil itu dan meliriknya sambil berkata dengan tidak senang.


Vincent tidak bicara. Alis Kendra mengerut, setelah melihat buku itu sesaat, baru perlahan membuka buku itu. Ketika membuka halaman terakhir, nafasnya terasa tercekat.


"Kamu. datang dari mana?" Dia bertanya dengan nafas berat.


"Kota Azuka."


Vincent meletakkan gelasnya diatas meja. Tubuh Kendra langsung gemetar.


"Masih pergi?" tanya Vincent dengan datar. Ekspresi Kendra berubah, namun pada akhirnya dia menarik nafas panjang, lalu berkata dengan lirih : "Baiklah, kali ini anggap salah paham! Namun aku berharap berikutnya jangan lagi mengusik Keluarga Borland kami."


"Sebenarnya Keluarga Borland kalian yang mengusikku." Vincent menggeleng : "Kalau aku ingin menyentuh Keluarga Borland-mu, aku rasa sekarang mungkin sudah tidak ada lagi Keluarga Borland di Provinsi Hansami."


"Bicaramu besar sekali! Hanya dengan statusmu yang menjadi ketua perkumpulan pengobatan? Hanya karena kamu menang dari Hanyi? Huh, kalau hanya mengandalkan ini, mungkin masih tidak berdaya terhadap Keluarga Borland kami." Ucap Kendra dengan murka.


Keluarga Borland sudah berada di Provinsi Hansami sekian tahun lamanya, koneksi yang banyak dan rumit, membuat ketua keluarga ternama tidak berani berbuat apapun pada Keluarga Borland, hanya seorang tabib, bisa punya kemampuan sebesar apa?"


"Aku tidak senaif itu."


"Kalau begitu atas dasar apa kamu mengatakan ini?"


"Atas dasar orang yang datang dari Kota Izuno yang ada diluar itu, bukan datang karena Jane, melainkan karena aku!" ucap Vincent dengan tenang.


Tubuh Kendra gemetar, ekspresinya membatu. Ternyata.. Dokter Bermoth ini adalah Direktur Bermoth dari Grup Vallamor. Kalau begini, maka masalahnya menjadi berbeda. Bagaimana pun latar belakang kekuatan Grup Vallamor benar-benar menakutkan.


Tidak perduli obat untuk penyumbatan saluran otak atau obat rhinitis, semuanya merupakan obat baru yang cukup menggemparkan dunia, dan didalamnya tersembunyi rantai ekonomi yang begitu besar, bahkan mendapat perhatian yang besar dari atasan.


Mungkin sekarang Grup Vallamor masih belum bisa menyentuh Keluarga Borland, namun tidak perlu satu tahun, Grup Vallamor pasti bisa tumbuh sampai tahap yang tidak bisa dilawan oleh Keluarga Borland.


Hanya seorang pimpinan perkumpulan balai pengobatan Kota Izuno, Keluarga Borland sama sekali tidak akan menganggapnya, namun memiliki nama Dokter Bermoth yang begitu terkenal, Keluarga Borland pasti akan segan, apalagi Direktur Bermoth dari Grup Vallarmor... jangankan Keluarga Borland, selain Keluarga Kota Azuka, siapa yang berani mengabaikannya?

__ADS_1


"Masih mau dilanjutkan?" tanya Vincent dengan datar.


Kendra mengepalkan tangannya dengan rahang yang hampir hancur digertakkan. Namun pada akhirnya dia menghermbuskan nafas panjang.


"Kalau untuk Direktur Bermoth, Keluarga Borland kami tentu tidak akan berani untuk tidak hormat.. Direktur Bermoth, masalah ini.. sudahi saja."


"Baiklah." Vincent mengangguk : "Orang lain menghormatiku, aku juga akan menghormatinya, aku Vincent tidak masalah bertambah seorang teman, namun itu juga harus liat orang itu bisa menghargainya atau tidak."


Kendra tercengang, tiba-tiba dia merasakan sesuatu dan segera berkata : "Direktur Bermoth, mungkin kita masih bisa membicarakannya baik-baik."


"Lain kali saja, kedatanganku hari ini hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada kakekku."


Vincent berkata dengan datar lalu berjalan kearah pintu keluar.


"Direktur Bermoth! Direktur Bermoth." Kendra segera menyusul.


Setelah membereskan Kendra, maka urusan berikutnya akan mudah diselesaikan.


Orang yang diluar pasti akan terkejut melihat Kendra yang melepaskan Vincent, sehingga tidak berani sembarangan dengan Vincent.


Namun ada satu orang yang lebih sulit ditangani. Itu adalah Dakota. Dia adalah ayah angkat Kendra, bahkan datang dari Kota Azuka, kedudukkannya sungguh berbeda, dia juga sangat menyayangi Sangsung, kalau sampai dia tidak ingin melepaskannya, membereskan Kendra saja tidak cukup.


Vincent mengelus dagu dan memikirkan cara untuk membereskan orang ini. Dan tepat ketika dia baru berjalan keluar dari ruangan itu, ekspresi Vincent langsung membatu.


Seluruh orang disekelilingnya hanya melihat dengan mata membelalak besar. Tuan Besar Avricon maju ke depan dengan wajah memerah, namun malah di hadang oleh orang Keluarga Avricon.


"Beraninya kalian! Beraninya kalian menghadangku! Berani sekali kalian!" Tuan Besar Avricon berteriak dengan murka.


"Ayah, maaf!" Christo berkata dengan rahang mengetat.


"Mulai hari ini, Jane ini sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan keluarga kita, semua yang dia lakukan, juga tidak ada hubungannya lagi dengan kita, Keluarga Ifro Keluarga Borland, kalian ingin menyidang orang ini, itu adalah urusan dia dengan kalian, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Keluarga Avricon kami, tidak perduli saat Vincent keluar nanti apa hasilnya, Keluarga Avricon kami tidak akan bertanggungjawab." Nyonya Besar Avricon berkata dengan wajah tanpa ekspresi.


Ucapan yang begitu kejam, langsung menjatuhkan hukuman mati pada Jane. Nyonya Besar Avricon memang Nyonya Besar Avricon.


Dia tidak akan menendang Katrina keluar dari Keluarga Avricon, bukan karena dia tidak ingin, melainkan karena dia tidak bisa, karena perbuatannya hanya akan membuat kecewa Keluarga Avricon.


Namun berbeda dengan Jane. Bagaimana pun Jane tidak bermarga Avricon. Tuan Besar Avricon berusaha menolak, namun sama sekali tidak berguna. Karena perbuatan Nyonya Besar Avricon, tanpa disadari sudah memenangkan dukungan dari banyak anggota Keluarga Avricon.


Mereka tidak perduli pada Jane. Mereka hanya berharap Keluarga Avricon bisa melewati musibah ini dengan aman. Apa lagi, masalah kali ini Jane yang membuatnya, atas dasar apa mereka yang harus menanggung semuanya?


Justru karena ini, Tuan Besar Avricon sama sekali tidak bisa menggerakkan orang Keluarga Avricon, situasi sudah berada di dalam genggaman Nyonya Besar Avricon.


"Nyonya besar punya pasukan rupanya."

__ADS_1


"apa daya, emosi Tuan besar terlalu menggebu-gebu, kalau bukan karena ini, anggota Keluarga Avricon tidak akan begitu kurang ajar."


"Kalau dilakukan sesuai dengan cara Tuan besar, maka Keluarga Avricon akan habis hari ini, untungnya ada aku disini."


"lya, benar."


Seluruh tamu yang terhormat mulai membicarakannya, semua begitu setuju dengan cara Nyonya besar menyikapi masalah. Dakota dan gerombolannya juga ikut mengangguk.


"Adik ipar memang pengertian, tenang saja adik ipar, hari ini kakak tidak datang untuk mencari masalah dengan Keluarga Avricon, hanya ingin mendapatkan keadilan saja, sama sekali tidak ada maksud lain, masalah ini tidak ada hubungannya dengan yang lain, aku tidak akan mempersulit." Ucap Dakota.


"Kalau begitu terima kasih kakak." Nyonya Besar Avricon segera mengangguk, namun berkata lagi : "Namun Keluarga Avricon dan Borland adalah relasi, terjadi hal seperti ini, kami juga tidak bisa tinggal diam, sehingga biarkan kami membantu dengan sedikit tenaga kami! Hitung-hitung kompensasi untuk Keluarga Borland." Baru mengatakannya, Nyonya Besar Avricon langsung menatap Jane dan berkata dengan wajah tanpa ekspresi : "Nak, segera berlutut, sujud dihadapan Keluarga Borland untuk meminta maaf, kalau tidak meskipun Keluarga Borland tidak menyentuhmu, aku yang akan mematahkan kakimu dengan tanganku sendiri! Mengerti?"


Wajah Jane langsung pucat pasi.


"Ibu!" Terdengar suara Katrina dari samping, dia langsung maju dan berlutut sambil menangis dengan kencang


"Ibu, bagaimana kamu bisa berbuat seperti ini? Dia adalah cucumu!"


"Aku hanya punya cucu yang penurut dan pengertian seperti Voila, mana mungkin seperti dia yang membuat masalah seperti ini? Katrina, kamu terus membuatku kecewa, sekarang melahirkan seorang putri juga sama mengecewakannya, sebenarnya kamu ingin ibu bagaimana supaya kamu bisa menurut dan pengertian sedikit?" Nyonya Besar Avricon kesal sampai wajahnya memerah, tongkat di tangannya tidak hentinya di hentakkan.


"Ibu." Katrina hampir Kehabisan nafas karena menangis.


"Cepat berlutut." Nyonya Besar Avricon berteriak.


"Cepat berlutut, dengar tidak?" Voila juga berteriak dengan wajah puas.


"Jane, ini adalah kesempatan terakhir yang nenek dapatkan untukmu, kalau tidak berlutut juga, jangan salahkan kami!" Galac juga berkata dengan dingin.


"Cepat berlutut saja!"


"Berlutut saja!"


"Berlutut saja!"


Semua orang yang berada di sekelilingnya terus membujuknya. Ada orang Keluarga Avricon, juga ada tamu yang datang. Semua orang menekan Jane.


Jane merasakan tekanan yang begitu besar. Wajah mungilnya pucat pasi, tubuhnya tidak hentinya gemetar. Jackson menatapnya dengan putus asa. Katrina menangis dengan begitu sedih.


Pada saat ini Jane sama sekali tidak punya sandaran. Juga tidak punya harapan sedikit pun. Dia seolah jatuh ke dalam kegelapan yang tidak betepi, tidak bisa melarikan diri, hanya bisa memberontak.


Berlututlah. Mungkin, harga diriku sama sekali bukan apa-apa. Kedua mata Jane terpejam, pikirannya berputar dengan perihnya, dia berdiri dan bersiap untuk berlutut.


Namun tepat disaat ini, terdengar sebuah suara yang dingin dan kejam.

__ADS_1


"Aku ingin lihat siapa yang berani menyuruhnya berlutut!"


__ADS_2