Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 623 Apa Hanya Pura-Pura?


__ADS_3

"Bagaimana mungkin bisa begitu?"



Jane cemas ketika mendengarnya, dia langsung mengeringkan tangannya dengan panik dan berlari keluar dari dapur.



Kiluwa juga terkejut, dia buru-buru melambaikan tangannya ke Katrina: "Bibi Katrina, tidak usah, aku tidak akan menginap disini, aku … aku punya apartemen di pusat kota!"



“Apakah kamu tidak suka dengan rumah bibi yang kumuh ini?” Katrina bicara dengan tatapan penuh kepura-puraan.



“Tidak, tidak, bagaimana mungkin? Meskipun rumah bibi tidak mewah, tapi terasa sangat nyaman disini, aku sangat menyukainya!” Kiluwa berkata dengan tergesa-gesa.



“Lihat itu, Kiluwa, dia sangat pandai bicara, karena kamu suka di sini, apa salahnya tinggal di sini selama satu malam?” Kata Katrina.



"Ini … jika Jane tidak keberatan … maka aku akan menginap di sini selama satu malam..." Kata Kiluwa malu-malu.



“Bagus, Kiluwa, kamu pergi mandi dulu dan bibi akan membereskan tempat tidurmu! Silahkan menginap disini!” Katrina berkata dengan penuh semangat.



“Bu, apa yang sedang kamu lakukan?” Jane cemas dan segera berkata: “Kamarku sudah diubah jadi kantor perusahaan, rumah kita … sudah tidak ada tempat kosong untuk Kiluwa bisa tinggal! Kalau kamu membiarkan Kiluwa menginap, di mana dia akan tidur?"



“Bukankah tidak apa-apa tidur disini?” Katrina menunjuk ke kamar di sebelah Vincent.



"Ini sudah kusiapkan untuk Vincent."



“Vincent? Hah, dia akan tidur di sofa malam ini, atau lebih baik tidur diluar sekalian, pilih saja sendiri!” Katrina menatap Vincent dengan tidak senang.



Vincent menjadi marah ketika dia mendengarnya, dia berkata dengan suara yang tegas "Bu, setidaknya Jane dan aku sudah menikah, bagaimanapun, kami adalah pasangan yang resmi, jika kamu membiarkan pria asing menginap di rumah ini, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana jadinya perasaanku?"



“Dari nada bicaramu, sepertinya kamu berencana untuk tidur diluar ya?” Katrina berkata dengan dingin dengan ekspresi muram.



Ekspresi Vincent menjadi muram juga, dia masih ingin melanjutkan bicara.



Kiluwa tiba-tiba langsung bicara: "Bibi, jangan marah, Tuan Bermoth, jangan tersinggung, bibi hanya ingin aku tinggal disini agar bisa bicara lebih lama lagi, tidak ada maksud lain, untuk masalah menginapku … Tuan Bermoth memang benar, Tuan Bermoth dan Jane sekarang sudah menikah, sangat tidak pantas untukku tetap berada disini … aku lebih baik kembali ke tempatku … "



Begitu kata-kata itu diucapkan, Katrina langsung tidak setuju, dia dengan cepat menarik Kiluwa lalu berkata dengan cemas: "Kiluwa, ini sudah sangat larut, kenapa kamu memaksakan diri untuk pulang? Dengarkan kata-kata bibi, kamu boleh menginap di kamar kiri, kuberitahu padamu, pria ini hanyalah menantu tidak berguna, dia juga akan bercerai dengan anakku sebentar lagi, tidak usah sungkan, menginap saja disini!"

__ADS_1



Ketika Kiluwa mendengarnya, ada secercah cahaya yang terlihat di matanya, tetapi ekspresinya tetap tidak berubah banyak, jadi dia berkata: "Tapi..."



“Tapi apa lagi? Apakah kamu tidak ingin menuruti kata-kata bibi? ”Katrina segera merengut dan berkata dengan nada tidak senang.



“Tidak, tidak, bibi, mana mungkin aku berani?” Kiluwa buru-buru melambaikan tangannya, dia menjawab dengan pasrah: “Okelah, karena bibi memang memaksa, kalau begitu, malam ini … malam ini aku akan mengganggu malam kalian.”



"Kamu ini, kamu terlalu merendah, cepat sini, sini, bibi akan mengambilkan selimut untukmu, kamu mandi dulu dan istirahatlah lebih cepat! "Katrina tersenyum dan berkata dengan cepat.



Kiluwa mengangguk, lalu tersenyum pada Jane, lalu dia berbalik dan berjalan menuju kamar mandi.



"Bu, kamu … apa yang sudah kamu lakukan? Ini sangat konyol!" Jane cemas dan marah, menatap Katrina dan menghentakan kakinya.



“Gadis bodoh, ibu melakukan ini untuk kebaikanmu!” Katrina berkata sambil tersenyum.



"Untuk kebaikanku? Apa yang baik dari semua ini? Apakah menurutmu aku akan baik-baik saja kalau ada Kiluwa disini?" Jane berkata dengan marah.



“Kamu tidak akan bisa mengerti niat baik dari ibu, suatu hari nati, kamu akan berterima kasih kepada ibu!” Katrina tersenyum.




Pada akhirnya, dia hanya bisa menerimanya dan marah: "Oke! Bu, kalau begitu, aku lebih baik tinggal di kantor saja!!"



Setelah selesai bicara, Jane segera keluar dari ruangan ini dengan marah, bergegas ke kantor di lorong, lalu mengunci pintunya.



“Jane!! Jane !! Cepat segera kelua!” Katrina terus menggedor-gedor pintu, tetapi pintu tetap tertutup rapat.



Jane sudah benar-benar marah kali ini.



Dia tidak bodoh, bagaimana mungkin dia tidak bisa menyadari maksud sebenarnya dari Katrina?



Menurut dirinya, Katrina hanya memperlakukannya seperti sebuah aset!



“Dasar gadis nakal! Berani kamu bersikap seperti ini pada ibumu? Kamu anak durhaka! Anak durhaka!” Katrina berkata dengan marah.

__ADS_1



"Katrina, apa yang sudah kamu lakukan? Kenapa kamu membiarkan bocah bermarga Grev itu tinggal di rumah kita ? Jane adalah seorang wanita yang sudah menikah, mungkin dia akan digosipkan oleh tetangga nantinya." Jackson berjalan mendekat dan memberi masukan.



"Kamu itu tahu apa? Apa kamu tahu Kiluwa itu setidaknya bernilau triliunan? Jika Jane menikahinya, bukankah kita tidak akan perlu khawatir lagi tentang apapun di hidup ini?" Katrina tertawa.



Jackson terkejut: "Katrina, bukankah kamu berencana untuk menikahi Jane dengan CEO Bermoth?"



"CEO Bermoth? Meskipun CEO Bermoth memang menyukai Jane, tetapi CEO Bermoth tidak pernah melakukan apa-apa, aku juga tidak tahu apakah dia ingin menikahi putri kita atau tidak! Dia suka berlama-lama, putriku jelas tidak bisa menunggu terus, aku jelas juga tidak bisa menunggu, Kiluwa ini sudah terlihat jelas bahwa dia jatuh cinta dengan Jane, kalau memang begitu, kenapa kita tidak membantunya? Kita langsung pertemukan mereka secara langsung? Dan juga biarkan CEO Bermoth menyesali perbuatannya!" Katrina tersenyum lebar.



Begitu kata-kata ini diucapkan, Jackson terdiam dan tiba-tiba sadar.



"Katrina, jadi begini rencanamu… kamu sangat pintar!"



“Tentu saja, kalau tidak, kenapa aku menikah denganmu? Idiot!” Katrina tersenyum dengan bangga.



Keduanya berdiri di depan kantor Jane, membicarakan sesuatu sambil menundukan kepala mereka.



Vincent di lain sisi, ekspresinya sangat tidak bagus.



Jika dia harus tidur di sofa, dia pasti tidak setuju, jika tidak ada jalan lain, lebih baik kembali ke Vallamor.



Dia datang ke sini bukan untuk dipermalukan.



Tetapi saat ini, dari belakang Vincent terdengar tawa sinis.



"Kenapa? Apakah sofanya tidak terlalu nyaman untuk jadi tempat tidur?"



Ketika kata-kata ini terucap, Vincent menoleh, dia melihat bahwa Kiluwa sedang menatapnya.



Dia memiliki senyum aneh di wajahnya, tatapan matanya penuh dengan penghinaan dan ejekan, melihat dirinya saat ini, ekspresinya itu tidak lagi seanggun dan setenang sebelumnya.



Vincent langsung mengerutkan keningnya saat melihat hal ini.


__ADS_1


"Apakah kamu hanya berpura-pura barusan?"


__ADS_2