Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 112 acara universitas marriot


__ADS_3

Vincent langsung masuk ke mobil,


Ezra melirik ke arah barisan belakang mobil dengan jantung berdebar-debar, kemudian memaksa diri untuk tersenyum


"Tuan Bermoth, selamat malam..."


"Kamu datang sendirian?"


"Bawa terlalu banyak orang akan menarik perhatian orang sana, nanti aku sulit menanganinya" Ezra tersenyum.


Sebenarnya Ezra itu sengaja tidak bawa orang, tujuannya mau membuat Vincent sadar dan mundur.


Siapa tahu Vincent malah menggelengkan kepalanya


"Tidak masalah, hanya kamu sendiri juga boleh"


"Sekarang pergi buat apa?"


"Ambil kota Izuno"


Ezra tersenyum dengan pahit. Mengambil kota Izuno? Hanya dengan 2 orang? Apakah Tuan Bermoth ini tidak gila?


Tidak bisa membantah, kemampuan medis Vincent memang bisa dibilang mencapai puncak.


Di Provinsi Etihad... tidak, seluruh Alhambra, dia tetap adalah keberadaan yang tidak bisa tersaing.


Tapi, area abu-abu bukan rumah sakit, orang-orang jahat itu juga bukan pasien, kamu tidak bisa menang hanya dengan kemampuan medis.


Ezra juga pernah melihat Vincent beraksi, dia percaya Vincent itu punya kemampuan.


Tapi masalah sekarang adalah tingkatnya memang berbeda, apakah seni bela diri bisa melawan pisau terbang? Atau bisa melawan tembakan pistol? Ezra mengeluh di dalam hati, berpikir harus bagaimana membujuk Tuan Bermoth ini.


Melihat Vincent yang hanya memejamkan mata dengan diam, Ezra pun semakin tidak tahu bagaimana memulai.


"Kenapa kamu mengemudi begitu lambat?" Vincent sepertinya sudah mulai curiga.


"Oh... itu Tuan Bermoth, aku baru teringat keponakanku mengajak aku makan bersama. Atau tidak kita pergi makan dulu saja" Ezra berkata. "Tidak bisa kamu pergi sendiri setelah menyelesaikan semua masalah?" Vincent mengerutkan alisnya.


"Bukannya sekarang sudah jam makan? Lagian dengarnya parman Umogaru mereka masih di luar kota, sepertinya belum pulang. Kalau kita pergi sekarang, bukannya sama saja tidak berguna?"


"Frank bilang paman Umogaru baru saja dari bandara hari ini, kenapa pergi ke luar kota lagi?"


"Oh, itu... dia masih berada di bandara sana, belum pulang lagi."


"Masih sekitar berapa lama?"


"Bandara berada di bagian pinggiran kota, jalan sana lagi perbaiki, ditambah jalannya terlalu macet. Aku rasa setidaknya setelah jam 9 lebih baru bisa sampai! Seharusnya sekitar habis makan!" Ezra tersenyum. Vincent mengangguk


"Kalau begitu, baiklah!"


"Baik Tuan Bermoth, kita akan pergi ke universitas Marriot sekarang!"


"Universitas Marriot?"


"Iya, keponakanku kuliah di sana"


"Begitu ya.."


"Tuan Bermoth, seharusnya anda pernah dengar kan? Universitas Marriot banyak wanita cantik, sana adalah tempat para wanita cantik provinsi Etihad berkumpul. Atau tidak malam ini aku mengenalkan satu untuk anda?" Ezra tertawa. Ekspresinya tampak sangat mengerikan.


Vincent mengerutkan alisnya


"Ezra, kamu juga termasuk seorang bos di kota Silason, sejak kapan belajar hubungan pasangan yang tidak bersih seperti ini?" Ezra tercengang sejenak, hanya bisa tersenyum dengan pahit.


Ezra hanya berharap Tuan Bermoth ini jangan mencari mati sendiri. Ezra tidak bisa mengatakan kesusahannya.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, mobil masuk ke univeritas Marriot.


Sesuai peraturan, mobil luar seharusnya tidak boleh masuk ke daerah kampus.


Hal yang membuat Vincent kaget adalah Ezra memiliki posisi di universitas Marriot. "Tidak ada solusi lain. Awalnya mau membiarkan anakku kuliah di universitas Silason, karena mau bagaimanapun sana baru merupakan tempat milik keluarga Gabrial. Tapi gadis ini sangat keras kepala, bersikap keras mau datang ke sini. Demi menjaga keamanannya, aku menyumbang sebuah gedung ke kampus ini atas namanya" Ezra berkata sambil tersenyum.


Vincent hanya mengangguk tanpa berkata apa pun.


Mobil berhenti di depan gerbang restoran di dalam Universitas Silason.


Restoran ini berada di dalam kampus, lingkungannya sangat bagus.


Dengarnya juga disumbang oleh orang tua mahasiswa yang kaya, khusus digunakan untuk acara pesta.


Dekorasi hari ini sangat indah, restorannya tampak sangat ramai dan sejahtera.


Setelah masuk ke dalam restoran, Vincent baru tahu ternyata hari ini adalah ulang tahun keponakan Ezra yang bernama Celine Gabrial.


Pada saat Vincent dan Ezra masuk ke dalam restoran, acara ulang tahun kebetulan baru saja mau mulai.


"Paman kedua!"


Sebuah suara yang gembira berdering, kemudian seorang gadis cantik yang berpakaian seperti angsa putih berlari kemari sambil memegang roknya.


Vincent melihatnya dengan cermat, Celine memiliki penampilan yang mirip dengan kakaknya Tasya, tapi wajahnya lebih polos murni dan cantik daripada kakaknya. Hidung yang cantik, kulit yang putih dan lembut, bibir yang imut dan kecil. Rambut hitamnya yang panjang dibiarkan begitu saja, ditambah gaun baru Only, semua itu berhasil membuat dia tampak seperti peri yang jatuh dari langit.


Seiring suara Celine berdering, teman-teman yang datang menghadiri acara semuanya menatap ke arah gerbang.


"Paman kedua? Jangan-jangan orang itu adalah Tasya Gabrial dari kota Silason?"


"Dia tampak sangat lembut."


"Shhh, kecilkan suaramu. Kalau menyinggung Ezra, dia bisa menghabisi kamu dalam sekedip mata!"


Ada yang kagum, ada yang takut, ada yang emosional dan ada yang jijik.


Ezra sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, mau bagaimanapun dia adalah tokoh yang terkenal di seluruh kota.


"Celine, selamat ulang tahun. Paman kedua datangnya agak buru-buru, tidak sempat bawa kado untukmu. Tunggu pulang nanti kamu pilih sendiri saja di toko paman kedua, mau apa pun boleh" Ezra berkata sambil tersenyum.


"Terima kasih paman kedua!" Celine tersenyum dengan mata menyipit, senyumannya tampak sangat cantik.


Ezra di bawa ke meja paling depan untuk makan, yang duduk di sana semuanya adalah teman dekatnya Ezra ataupun teman yang memiliki latar belakang keluarga yang bagus.


Sementara teman biasa dan teman yang latar belakang keluarganya biasa saja duduk di meja lain.


Di atas panggung ada teman yang sedang menampil, semuanya bernyanyi, menari, makan dan minum bersama dengan suasana yang sangat bagus.


Vincent dan Ezra diatur untuk duduk di meja paling depan.


Sementara begitu Vincent baru saja duduk.


"Kamu buat apa?"


Sebuah teriakan yang marah berdering.


Semua orang terkejut. Termasuk Vincent.


Dia mengerutkan alisnya, menatap ke arah suara berasal dan melihat seorang laki-laki yang mengenakan kacamata dengan gaya rambut disisir ke belakang berjalan kemari, kemudian menarik Vincent dari tempat duduknya.


"Fluke, kamu sedang buat apa?" Celine segera bertanya dengan alis mengerut.


"Tidak ada apa-apa. Ada beberapa orang yang tidak mengerti peraturan, aku hanya beri tahu dia saja"


Laki-laki bernama Fluke itu melirik ke Vincent, kemudian tersenyum kepada Ezra

__ADS_1


"Paman Ezra, bawahanmu seharusnya duduk di meja samping.


Meja ini adalah meja utama, dia kalau duduk di sini, banyak orang akan merasa tidak senang. Suruh dia ke samping saja!"


"Siapa bilang dia adalah bawahanku?" Ezra tiba-tiba berdiri dan berteriak dengan marah.


Laki-laki ini tertegun untuk sejenak dan tatapannya kepada Ezra menjadi agak kaget.


"Lepas tanganmnu!"


Ezra menarik tangan Fluke yang sedang memegang Vincent.


Karena terlalu emosional, Ezra menggunakan terlalu banyak tenaga, sampai tangan Fluke berbekas merah..


Rasa sakitnya membuat tubuh Fluke bergetar.


"Paman kedua!" Celine berdiri dan menarik tangan Fluke dengan cemas.


Pada saat itu Ezra baru melepaskan tangan. Ezra berkata dengan dingin


"Nak, paman Ezra malas mau berurusan denganmu. Kamu datang ke sini makan dan minum sesuka hatimu, jangan campur tangan masalah lain. Apakah orangku adalah orang yang bisa kamu sentuh?" Kata-kata Ezra membuat ekspresi Fluke tampak sangat buruk.


"Sudahlah paman, Fluke juga berniat baik. Kamu harus tahu, orang-orang yang duduk di sini semuanya adalah orang yang latar belakang keluarganya sangat kuat di kota Izuno. Kamu menyuruh bawahanmu duduk di sini tidak hanya memengaruhi reputasimu, tidak bagus juga bagi semua orang! Fluke melakukannya juga demi kebaikanmu"


"Dia bukan bawahanku tapi temanku! Antar manusia tidak ada perbedaaan kelas tinggi atau rendah. Lagian, kalian sudah mementingkan hal seperti ini ketika masih berusia begitu mudah? Etika kalian dimana?" Ezra berkata dengan marah.


"Aduh, sudahlah, semuanya duduk saja. Namamu siapa? Lupakan saja, sudah tidak penting. Ayo duduk makan!"


Celine tersenyum dengan tidak berdaya. Ezra baru tampak agak tenang, pada saat dia mau meminta maaf kepada Vincent, Vincent memotongnya dengan melambaikan tangan


"Duduk saja"


"Baik" Ezra duduk kembali,


Pada saat ini, ponsel Ezra berdering. Setelah melihat layar ponselnya, Ezra melamun sejenak.


"Kalau ada urusan, pergi urus saja. Tidak perlu peduli kepadaku" Vincent berkata sampai mencicipi minumannya.


"Maaf ya, Tuan Bermoth" Ezra tersenyum dengan bersalah, kemudian buru-buru meninggalkan tempat dengan ponselnya.


"Hunter, kamu dimana?" Ezra bertanya dengan suara berat.


"Paman Ezra, aku di depan gerbang universitas Marriot. Kamu cepat datang, aku menemukan rahasia besar paman Umogaru! Bisa jadi rahasia ini adalah sumber utama kehidupan dari jalur perdagangannya!"


Yang berbicara melewati telpon adalah Hunter, mata-mata yang Ezra letak di kota Izuno.


Begitu mendengar kata-kata Hunter, Ezra pun segera berbisik dengan emosional


"Tunggu aku! Aku akan segera tiba!"


Setelah itu, Ezra pun bergegas ke depan gerbang kampus. Berjalan sampai luar gerbang kampus pun Ezra tidak melihat Hunter. Ezra mengerutkan alisnya, menelpon ke Hunter lagi.


"Kamu dimana? Kenapa aku tidak melihatmu?"


"Paman Ezra, kamu datang ke tepi jalan raya sini. Aku jemputmu dengan mobil"


"Tepi jalan raya?" Ezra tercengang sejenak, melihat ke jalan raya yang tidak begitu ramai, beserta daerah gerbang kampus yang sepi.


Tiba-tiba firasat yang buruk muncul di otaknya. Ezra segera berputar balik badan, bermaksud untuk pulang ke kampus.


Tapi pada saat ini juga, seorang pria yang mengenakan jaket muncul di belakang Ezra dan menahan pisau ke bagian punggungnya.


"Paman Ezra, paman Nogo ingin bertemu denganmu!"


Suara yang serak berdering.

__ADS_1


__ADS_2