
Ding dong!
Bel pintu yang nyaring terdengar.
Anna berdiri sedikit gugup di depan sebuah rumah, wajah kecilnya terlihat lesu, mata birunya juga penuh dengan kecemasan.
"Siapa itu?"
Suara wanita paruh baya terdengar dari dalam.
"Ibu, ini aku, Anna!"
Suaranya terdengar, hanya ada keheningan terjadi selama beberap saat.
Pintu segera terbuka setelahnya, ada seorang wanita paruh baya yang gemuk berjalan keluar.
Meskipun wanita itu gemuk dan cukup besar, dia agak mirip dengan penampilan Anna.
"Kenapa kamu pulang? Bukankah kamu sudah bekerja di perusahaan Mike ?" Wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya dan bertanya.
Anna membuka mulutnya dan menghela nafas "Ibu, Mike tidak bisa lagi mempekerjakanku, perusahaannya... juga sedang dalam masalah, jadi aku... pulang."
“Lalu kenapa kamu tidak kembali ke rumah sewaanmu?” Wanita itu bertanya dengan marah.
"Rumah sewaanku juga telah diambil olehnya, pemiliknya lebih suka ada yang membelinya dengan kontrak jangka panjang daripada menyewakannya padaku!"
'OMG, siapa yang sudah kamu singgung sebenarnya? Wanita paruh baya itu berkata sambil memegangi dahinya.
"Ibu, aku sedikit lapar!"
"Cepat masuk" ekspresi wanita itu juga tidak terlihat baik, katanya dengan pasrah dan segera berbalik.
Wanita itu bekerja dengan cepat, dia langsung membawa beberapa makanan lezat ke meja.
Anna mengambil suapan besar, meskipun mulutnya tidak bisa terbuka terlalu besar.
“Bibi dan pamanmu akan datang nanti, kusarankan kamu segera pergi setelah selesai makan.” Wanita itu berdiri di pinggir meja makan, menatap Anna dengan tatapan kosong.
"Kenapa ibu? Ini rumah kita, mereka yang menumpang, kenapa kamu mengusirku? Ini tidak masuk akal!" Anna mengangkat kepalanya dan berkata dengan rasa tidak percaya.
"Putriku, apakah kamu tahu karena entah apa perbuatanmu! Bibi, paman, dan bahkan beberapa anggota keluarga lainnya juga terkena imbasnya, mereka dipecat atau diturunkan pangkatnya, mereka semua menerima berbagai tindakan tidak menyenangkan! Sial! Kamu sudah jadi dampak buruk bagi keluarga kita!" Wanita itu berteriak dengan suara nyaring.
Anna menatap ibunya dengan tatapan kosong sambil memegang pisau dan garpu.
Pada akhirnya, dia menghela nafas pasrah dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Saat ini, ada suara langkah kaki terdengar dari luar.
Keduanya terkejut, melihat ke arah pintu, mereka melihat bahwa ayah Anna memimpin sekelompok orang berjalan masuk.
Ayahnya kekar, dengan rambut pirang, memakai kacamata hitam, terlihat sangat gagah.
__ADS_1
Dia berjalan masuk, melirik Anna yang sedang makan dan duduk di sofa tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Anna?"
Ketika orang-orang yang di belakangnya masuk, mereka terkejut.
"Sialan, kamu masih punya nyali untuk pulang ke rumah?"
"Anna, tahukah kamu apa yang sudah kamu lakukan? Apakah kamu tahu apa yang sudah kami terima? Karena kamu, aku kehilangan pekerjaan untuk selamanya!"
"Apakah kamu ini roh jahat yang dikirim oleh raja neraka?"
"Siapa yang sudah kamu singgung dan kenapa kamu harus melibatkan kami?"
"Kamu wanita \*\*\*\*\*\*, kamu wanita sialan!"
"Keluar, kamu tidak pantas untuk duduk disini!"
"Betul, keluar sana!"
Sekelompok anggota keluarga menyalahkan Anna satu persatu, semua orang terlihat sangat emosional.
Anna bukan orang yang bisa menahan amarah, dia langsung bangkit berdiri karena kesal.
"Paman, bibi, apa yang kamu lakukan? Ini adalah rumah orang tuaku, ini juga rumahku, kamu tidak punya hak untuk mengusirku!"
"Kamu... Jay ! Lihat putrimu yang luar biasa ini! Lihat dirinya sekarang ini! OMFG, apa yang akan dia lakukan? Apakah dia sekarang berniat melawan kita?" Bibinya berteriak, terlihat sudah sangat marah dan langsung bicara pada ayahnya Anna.
"Ayah..." Anna menatapnya kosong.
"Anna, putriku, tahukah kamu bahwa kamu selalu menjadi kebanggaanku dan selalu begitu, tetapi kali ini, karena perbuatamu, kamu telah membuat malu seluruh keluarga dan menyakiti orang-orang dalam keluarga, kamu tahu itu?" Ucap Jay dengan suara tegas.
"Maaf ayah, aku hanya..."
"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun, seseorang telah menjelaskan semuanya padaku, jika itu di masa sebelumnya, tidak peduli apa yang kamu lakukan, ayah pasti akan memaafkanmu, tetapi kali ini, sepertinya aku tidak bisa memaafkan apa yang sudah kamu perbuat."
Ketika Anna mendengar ini, mata birunya yang cerah tiba-tiba menegang sedikit, dia langsung jadi sangat emosional dan berkata : "Ayah, apakah itu karena aku menolak permintaan tidak terpuji itu, haruskah aku yang menanggung semua ini? Kupikir, keluargaku akan mengerti keputusanku, aku awalnya berpikir ayahku bisa mengerti keputusanku, Kenapa? Kenapa kamu bahkan juga bersikap sama dengan yang lain? kenapa?"
Mata Anna sudah memerah, air mata terus mengalir ke pipinya yang halus dan putih itu.
Tapi detik berikutnya, ayahnya angkat bicara.
"Putriku, ayah tidak kecewa dengan apa yang sudah kamu lakukan, tetapi kamu telah melupakan niat awalmu, kamu telah menyerah untuk membuat obat-obatan yang bagus, kamu bahkan tidak membuat kemajuan sama sekali, putriku, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ayah terima!"
Ketika kata-kata ini diucapkan ayahnya, Anna tiba-tiba mengangkat kepalanya.
"Ayah, aku tidak mengerti..."
Jay berkata: "Peninggalan catatan dari Dokter Henry Ford adalah sesuatu yang diimpikan oleh banyak orang, kamu bisa meletakannya dengan aman di meja Asosiasi Medis, tetapi kamu tidak melakukan itu, kamu bahkan menyeret keluarga kita ke dalam jurang, putriku, yang tidak bisa kumaafkan bukanlah masalah yang kamu bawa untuk keluarga ini, tapi ketidaktahuan dan kebodohanmu, yang membuatku kecewa..."
"Tapi... aku melakukan semua ini untuk pengobatan tradisional yang luar biasa di Alhambra... aku percaya bahwa keterampilan medis guruku dari Alhambra akan lebih berharga daripada catatan Dokter Henry Ford..." Kata Anna dengan lantang.
__ADS_1
"Apakah itu Dokter Jenius Bermoth? Sangat bagus, ketenarannya memang telah menyebar ke negara kita, meskipun hanya beberapa orang yang mengetahuinya, dia dapat mencapai tahap yang sangat tinggi, pada usianya yang masih muda, memang sangat bagus, tetapi itu tidak cukup, selain itu, pengobatan tradisional masih tidak termasuk dalam jenis pengobatan yang legal, putriku, kenapa kamu bisa terjerat dengan pengobatan gaib seperti itu?"
"Ayah, pengobatan tradisional bukanlah pengobatan gaib!"
"Anna, aku tidak ingin berdebat denganmu."
"Ayah..."
"Agar semua orang tidak bertengkar denganmu, jika kamu sudah selesai makan di meja, silahkan pergi dengan tenang." Bisik Jay.
Kata-kata ini sangat membekas dihati Anna.
Tapi kali ini, ayahnya yang tersayang juga tidak bisa melakukan apa-apa untuk Anna.
Anna terlihat sangat sakit hati dan tidak berdaya.
Dia meletakkan pisau dan garpunya, lalu berjalan keluar rumah dengan tenang dengan kepala tertunduk.
Tidak ada yang mendukungnya.
Tidak ada yang menghentikannya.
Tampaknya kepergiannya sudah jadi takdir.
Hanya ada kebencian dari para anggota keluarga di belakangnya.
Seperti ada sebuah pisau yang tertancap di hatinya.
Ketika dia berjalan keluar rumah, Anna akhirnya tidak bisa menahan air matanya lagi.
Semua orang yang lewat melihatnya dengan tatapan aneh.
Tapi dia tidak mempedulikannya.
Dia hanya ingin menangis, hatinya sudah hancur...
Sampai pada akhirnya, telepon di sakunya bergetar.
Anna sepertinya perlu melampiaskan amarahnya, dia segera mengeluarkan teleponnya, tanpa melihat siapa yang menelepon, segera menekan tombol ‘jawab’ dan berteriak.
"Brengsek, jangan menagih hutang lagi, aku tidak punya uang, mati saja sana, sialan!!"
Setelah selesai bicara, Anna ingin menutup telepon.
Tapi tiba-tiba, suara yang sangat familiar dan berat terdengar dari teleponnya.
"Anna, ada apa denganmu?"
Anna merinding.
"Guru Bermoth?"
__ADS_1