Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 237 Telepon Dari Keluarga Bermoth


__ADS_3

Vincent mengetahui Keluarga Bermoth mempunyai kekuatan yang sangat kuat.


Vincent adalah orang yang diusir dari Keluarga Bermoth, dia juga sudah lama tinggal di Keluarga Bermoth, bagaimana mungkin dia tidak mengetahui seluk-beluk Keluarga Bermoth?


Tetapi bagaimanapun Vincent pernah berada di dalam garis keturunan beberapa tahun, lalu dia pun pergi ke Kota Izuno selama tiga tahun, jadi dia juga tidak terlalu mengetahui keadaan Keluarga Bermoth pada saat ini.


Menyuruh Keluarga Silop pergi awasi Keluarga Bermoth, sebenarnya memang agak keberatan bagi mereka, tetapi Vincent juga tidak peduli lagi.


Bagaimanapun di mata Vincent, Keluarga Silop hanya merupakan pion bagi dia.


Tetapi masa depan Keluarga Silop akan seperti apa, semuanya juga hanya tergantung pada Joakim seorang.


Setelah Vincent keluar dari Bandara Kota Izuno, Armint pun datang untuk menjemputnya.


Vincent pergi melihat Jane di rumah sakit, lalu dia pun ikut Dai Anwen pergi memeriksa kondisi Dai Anmei.


Dai Anmei masih dalam kondisi buruk, tetapi jika ingin sembuhkan dia, harus menggunakan Potion.


Meskipun Sekolah Rakizen baru mulai terbentuk, tetapi orang-orang di dalamnya juga sudah cukup, Dai Anwen pun sudah menyuruh orang-orang pergi mencari Potion, mengenai ini, Vincent sama sekali tidak keberatan.


Bagaimanapun Dai Anmei menjadi seperti ini juga bisa dibilang berkaitan dengan dirinya.


Vincent baru tiba di Kota Izuno saja, dan Efesus pun sudah menemukan keberadaannya.


“Tuan Bermoth, apakah anda sudah boleh mulai obati aku?” Efesus bertanya dengan penuh harapan.


Saat ini, Efesus hanya ingin kedua tangannya segera pulih.


“Aku sudah bilang, jadi aku pasti akan tepati janji.”


Vincent menyetujuinya, dan dia pun langsung mulai mengobati Efesus di dalam Sekolah Rakizen.


Di dalam Sekolah Rakizen.


Sebuah ruangan yang baru dibangun untuk sementara, Vincent mengeluarkan jarum baja, lalu dia mulai melakukan sterilisasi pada jarum, dan mengalirkan energinya, setelah itu dia pun mulai melakukan akupuntur.


Gerakannya sangat cepat, Vincent melakukannya dengan sekaligus, dan tanpa berhenti.


Efesus menatapnya dengan diam di samping, Bearry juga sedang berada di sana.


Mereka berdua menatap Vincent dengan sangat serius, bahkan Efesus saja juga sudah tidak mempedulikan lengannya lagi, mereka berdua sudah terobsesi dengan teknik jarum Vincent yang begitu indah.


“Tuan Bermoth, teknik jarum anda... tampaknya lebih mahir dari aku yang sudah berlatih selama puluhan tahun, bagaimana.. anda bisa jadi seperti ini?” Setelah Vincent berhenti, Bearry pun menghela nafas panjang, dan berkata dengan sangat mengaguminya.


“Kamu mau belajar?” Vincent menatapnya.


Bearry tertegun sejenak, dia seperti menyadari sesuatu, jadi dia pun langsung membungkuk, dan berkata: Jika Tuan Bermoth tidak keberatan, Bearry tentu saja bersedia!”


“Boleh, ke depannya kita cari waktu, aku akan ajar kamu.” Vincent mengangguk, dan lanjut melakukan akupuntur.


“Terima kasih Guru.” Bearry merasa sangat gembira.


Meskipun sudah berusia, dan tidak terlalu berbakat, tetapi dalam hal keterampilan medis, Bearry sangat menginginkannya daripada siapa pun.

__ADS_1


Sedangkan Efesus pun menunjukkan ekspresi yang sangat mengagumi Vincent, dan sekujur tubuhnya juga mulai bergemetaran.


Tetapi bagaimanapun dia adalah Efesus.


Ego Efesus sangat kuat, meskipun keterampilan medis Vincent sangat hebat, tetapi dia masih terlalu muda.


Menyuruh dirinya untuk menjadi muridnya, Efesus sungguh tidak bisa melakukannya.


Bagaimanapun Efesus juga tidak bisa menerimanya.


Efesus menghela nafas dengan diam. Juga tidak diketahui berapa lama kemudian, Vincent baru melepaskan jarum baja tadi secara bertahap.


“Kamu coba dulu.” Vincent berkata dengan datar.


Efesus mengangkat kedua tangannya, dia membuka jari-jarinya, dan mengepalkannya, sejenak kemudian, dia mengambil sebatang jarum baja yang ada di atas meja, dan melemparkannya.


Sou!


Jarum baja itu langsung masuk ke dinding dengan tepat.


“Sudah pulih...aku...aku sudah pulih? Burn Soul masih bisa diobati?” Kedua mata Efesus terbuka lebar, sekujur tubuhnya pun mulai bergemetaran lagi.


Efesus langsung bangkit, dan membungkuk kepada Vincent dengan sambil berkata: “Terima kasih Tuan Bermoth!”


“Tidak perlu ucapkan terima kasih padaku, aku hanya tepati janjiku saja! Apalagi kamu juga belum pulih sepenuhnya, dan masih perlu lalkukan pengobatan sekitar tiga minggu.” Vincent berkata dengan datar.


Efesus mengangguk, dia pun sudah hampir mau meloncat-loncat.


Efesus mengira seumur hidup ini, dirinya tidak akan bisa mengambil jarum baja lagi, tetapi dengan tidak disangka, dia pun sudah mulai pulih.


Apalagi...Burn Soul masih bisa disembuhkan!


Ya Tuhan, siapakah Dokter Jenius Bermoth ini?


“Kamu istirahat dulu, aku masih ada urusan, aku pergi dulu ya, pengobatan berikutnya, aku akan telepon kamu!”


Vincent menyimpan jarum bajanya, dan bangkit untuk pergi.


“Dokter Jenius Bermoth, bentar!” Efesus berkata dengan cemas.


“Masih ada apa?” Vincent menatapnya.


“Itu...” Efesus merasa ragu, lalu dia pun berkata: “Dokter Jenius Bermoth, begini, orang kemarin yang bantu anda..gimana kalau..”


“Oh...kamu bilang orang itu ya?”


Vincent tiba- tiba menyadarinya, lalu dia pun mengangguk: “Jika kamu tidak bilang, aku pun sudah lupa...kamu bantu aku urus ya! Nanti aku akan pergi lihat dia.”


“Dokter Jenius Bermoth, sebaiknya anda segera pergi, karena orang itu.. tampaknya sudah tidak punya waktu lagi.” Efesus berkata lagi.


“Begitu parah?” Vincent tertegun: ‘Penyakit apa yang dia derita?”


“Penyakit aneh, aku juga tidak tahu.” Efesus menggelengkan kepalanya: “Pada saat itu aku juga sudah gunakan beberapa jenis obat yang berharga untuk obati orang itu, tetapi kesehatannya juga jadi semakin buruk, tampaknya sudah tidak punya banyak waktu lagi, jika pergi terlalu lambat, tampaknya akan persulit pengobatan yang akan dilakukan.”

__ADS_1


“Aku tahu.”


Vincent memegang dagunya, lalu dia pun berkata lagi: “Satu jam lagi, suruh orang datang jemput aku, aku akan pergi ke Balai Keselamatan!”


“Ok!” Efesus mengangguk, lalu dia pun pergi telepon.


Vincent pergi ke Balai Keselamatan, untuk lakukan pengobatan lanjutan kepada Messi.


Seiring dengan akupuntur dan pengobatan yang dilakukan oleh Vincent, Messi pun sudah mulai pulih.


Semua orang di sana merasa sangat senang


Terutama setelah beberapa penguasa di daerah lain mengetahui hal ini, mereka pun langsung datang untuk melihat Komisioner ini dengan membawa pengawal mereka.


Wajah mereka semua terlihat gembira.


Tetapi Messi pun menyuruh mereka untuk merahasiakannya.


Dapat diketahui bahwa, Messi sudah mempunyai rencana balas dendam di dalam hatinya! Jika kabar mengenai dirinya yang sudah sembuh tersebar, tampaknya juga tidak baik bagi dia.


Jika mau balas dendam, sepuluh tahun juga tidak terlalu lama!


Apalagi setelah Messi terluka, orang-orang sana pun menjadi semakin kurang ajar, bagaimana mungkin dia tidak ingin memukul mereka yang sudah menjadi semakin sombong dari belakang.


“Vincent, kamu adalah orang yang berharga bagi kami!”


Seorang pria yang bagian bahu seragamnya terdapat bintang pun berjalan ke depan, dia berkata dengan sambil memegang erat tangan Vincent.


“Tidaklah, sama-sama.” Vincent tersenyum.


“Vincent, malam ini makan di sini saja, kita minum bersama!” Messi berkata dengan sambil tertawa.


“Tidak Jenderal, nanti aku masih ada urusan.” Vincent tersenyum.


Kemudian, ponsel Vincent pun tiba-tiba bergetar.


Vincent mengeluarkan ponselnya, setelah melihat nomor itu, dia pun mengerutkan keningnya.


Ini adalah telepon dari Keluarga Bermoth...


“Maaf! Aku angkat telepon dulu.” Vincent melemparkan senyumannya.


“Tidak apa-apa, kamu sibuk dulu.” Messi berkata dengan sambil tersenyum.


Vincent menekan tombol untuk menerima panggilan.


Pada detik berikutnya, suara orang yang meneleponnya pun terdengar sangat dingin.


“Vincent! Apakah kamu harus berikan penjelasan kepadaku?”


“Apa yang perlu aku jelaskan ke kamu? Vincent menjawabnya.


Meskipun suara Vincent terdengar datar, tetapi setelah orang-orang di sekeliling mendengar suaranya, mereka pun langsung menatap Vincent.

__ADS_1


__ADS_2