Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 714 Suara Alam


__ADS_3

"Membandingkan?"



Vincent menatapnya penasarn: "Aku hanya ingin memainkan sebuah lagu untuk istriku, aku tidak ingin bersaing denganmu, kenapa juga level permainanku harus lebih tinggi daripadamu? Apakah aku jadi tidak layak bermain piano untuk istriku karena level permainanku tidak terlalu bagus?"



"Jadi, menurutmu permainan siapa yang lebih ingin di dengar oleh istrimu?" Mateo menjadi semakin kesal.



Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini.



Semua orang pasti selalu bersikap hormat padanya, tapi sekarang, orang ini bersikap sangat kasar pada dirinya sendiri!



Dia tidak tahan lagi!



"Hari ini adalah hari ulang tahun istriku, aku hanya ingin memainkan sebuah lagu untuknya sebagai hadiah ulang tahun." Kata Vincent dengan tenang.



"Kamu… tidak masuk akal! Oke! Karena kamu terus memaksa, maka aku akan membiarkanmu bermain!"



Mateo kesal, dia bangkit berdiri, berbalik dan berteriak pada para tamu yang hadir: "Semuanya, tolong diam!"



Kehebohan di sekitar segera menjadi lebih tenang.



Semua orang menatapnya dengan seksama.



“Mateo, kenapa kamu berhenti bermain? Apakah ada yang salah?” Minos langsung bertanya.



"Maafkan aku, Minos, bukannya aku tidak ingin melanjutkan pertunjukan ini untukmu, tetapi pria ini sangat meminta agar dia bisa memainkan sebuah lagu untuk istrinya, jadi aku minta maaf, aku akan jadi seorang pendengar untuk sementara, untuk orang-orang yang sangat ingin mendengarkan pertunjukanku lagi, aku minta maaf. ”Kata Mateo tulus.



Ketika kata-kata ini terdengar, tempat itu langsung heboh.



"Apa??"



"Ini … apa yang sudah terjadi?"



"Siapa pria itu? Tuan Mateo sangat jarang bisa bermain untuk kita, ini adalah kesempatan yang sangat berharga, apa dia tidak kenal tuan Mateo? Dia sudah mengusir tuan Mateo untuk bermain piano sendiri???"



"Benar-benar tidak masuk akal!"



"Idiot! Cepat pergi sana, apakah kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?"



"Betul, pergi sana! Kami tidak ingin mendengarmu bermain piano!"



"Pergi!"



"Manajer! Di mana manajernya? Cepat keluarkan pria bodoh ini!"



"Mana manajer tempat ini?"



Para tamu di tempat kejadian bangkit berdiri dan berteriak pada Vincent, beberapa bahkan memanggil manajer dan penjaga keamanan untuk mengusir Vincent.



Minos tersenyum dan mengabaikannya.



Mateo juga menatapnya dengan senang.



Yang dia inginkan adalah efek seperti ini, dia yakin bahwa penonton akan membantunya.



Jane sudah sangat cemas, dia buru-buru berjalan menuju Vincent, mencoba membawanya pergi dengan paksa.



Tapi Vincent sudah langsung duduk dan tidak memperhatikan semua orang, meletakkan tangannya di atas tuts piano.



“Pria ini, apakah masalah dalam hidupnya masih kurang ?” Jane sedikit kesal.


__ADS_1


Tetapi saat ini, Vincent sudah mulai bermain.



Dalam teriakan dan cacian semua orang, dalam kejaran orang yang tak terhitung jumlahnya, dia langsung mulai memencet tuts piano dengan tangannya.



Seketika, suara piano seperti alunan musik dari surga terdengar.



Penjaga keamanan dan Jane sama-sama terkejut.



Mateo di ujung tiba-tiba mengerutkan keningnya dan menatap Vincent.



Dia melihat sepuluh jari Vincent dengan cepat memencet tuts dengan sangat cepat dan anggun.



Setiap kali tangannya bergerak, akan ada suara yang indah dan menyegarkan.



Suara ini sangat memabukkan!



Saat jari Vincent terus menari, orang-orang di seluruh aula berangsur-angsur terdiam.



Semua orang perlahan menutup mata mereka dan perlahan-lahan menikmati pertunjukan ini.



Saat ini, mereka merasa bahwa hati dan jiwa mereka serasa terlahir kembali...



Jenis musik apa ini!



Tubuh banyak orang perlahan bergetar, tetapi mereka tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun.



Mereka tidak ingin merusak situasi sempurna ini karena suara mereka sendiri.



Nadanya perlahan jadi semakin tinggi!



Seolah-olah bisa membawa semua orang ini naik ke surga...




Tidak ada keraguan bahwa keterampilan piano orang ini jauh lebih baik daripada dia! Bukan hanya dia! Bahkan Mateo belum tentu lebih baik darinya.



Adapun Jane, air mata sudah mengalir keluar dari matanya saat ini.



Dia ingat!



Dia ingat semuanya!



Setiap jam 11 malam di hari ulang tahunnya, ketika dia sudah tertidur, dia bisa mendengar suara piano samar-samar.



Dia selalu berpikir bahwa dia sedang bermimpi, itu adalah suara dalam mimpinya, tetapi dia tidak pernah mengira bahwa suara ini berasa dari Vincent yang sedang bermain piano.



Meskipun setiap kali dia bangun karena mendengar suara ini, dia hanya mendengar Katrina memarahi Vincent di ruang tamu.



"Jadi … kamu selalu ingat … jadi … ternyata selama ini selalu kamu..." Jane membuka mulutnya perlahan.



Sepuluh jari Vincent masih terus menari diatas piano dengan cepat, dirinya benar-benar larut dalam suasana, suaranya terkadang terdengar lembut dan terkadang berani, setiap pendengar seperti sedang naik roller coster, perasaan mereka saat ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.



Entah sudah berapa lama situasi itu terjadi.



Tinggg...



Nada terakhir dibunyikan.



Lagu sudah berakhir!



Fiuhh!

__ADS_1



Vincent menekan tuts piano dengan kedua tangannya, menghembuskan napas, berdiri dari kursinya, dia menoleh ke Jane yang masih dalam kondisi linglung.



Ruangan itu seketika jadi hening.



Banyak orang bahkan bisa mendengar nafas mereka sendiri.



"Apakah kamu menyukainya?" Vincent bertanya pada Jane dengan santai.



Jane gemetar, sepertinya dia telah kembali mendapatkan kesadarannya, dia hanya mengangguk seperrti orang bodoh "Suka… aku menyukainya."



“Bagus kalau memang kamu suka, ayo cepat segera kembali.” Vincent tersenyum.



Jane mengangguk, menundukkan kepalanya dan mengikuti Vincent menuju pintu masuk lift.



Ketika keduanya meninggalkan tempat kejadian, semua orang di ruangan kembali sadar.



"OMG, aku… aku… apa yang barusan kudengar?"



"Tadi itu sangat enak didengar!"



"Siapa orang ini? Bagaimana dia bisa memainkan pinao dengan begitu indah?"



"Aku sudah sering mendengarkan ‘Fur Elise’ tapi tidak ada yang bisa memainkannya seperti ini!"



"Dia telah mengubahnya, aku bisa merasakannya… aku bahkan bisa merasakan perasaan yang dia tujukan dalam lagu ini."



"Fantastis."



"Aku seharusnya merekamnya dengan ponselku!"



"Aku benar-benar ingin mendengarnya lagi!"



Para tamu tidak bisa berhenti memuji.



Minos terlihat tidak senang.



Ekpresi Mateo bahkan lebih mengerikan.



"Sekelompok orang yang tidak tahu apa-apa!"



Mateo langsung marah dan dengan cepat berjalan ke piano lalu mulai bermain lagi.



Dia akan serius kali ini!



Dia ingin semua orang tahu bahwa permainan piano darinya adalah yang terbaik!



Benar saja, begitu dia mulai bermain, dia langsung menghentikan pembicaraan dari semua orang.



Mateo diam-diam tersenyum dan terus bermain, benar-benar mengeluarkan keterampilan seorang juara.



Tapi sekarang ini, banyak orang yang terlihat bosan, bahkan ada beberapa orang yang langsung bangkit dan pergi, bisa dibilang bahwa ada perbedaan yang sangat besar dari pertunjukan sebelumnya.



Mateo tercengang.



Minos juga merasakan hal yang sama.



Tapi dia segera mengerti.



Ketika pendengar telah menikmati musik yang jauh lebih baik, bagaimana mungkin mereka bisa menikmati musik yang derajatnya lebih rendah dari sebelumnya?

__ADS_1



Yang terbaik dan yang terburuk, kebenaran memang sangatlah kejam…


__ADS_2