
“Ada apa ini? Siapa kamu? Biarkan aku turun! Cepat hentikan mobilnya!”
Warren yang duduk di kursi belakang menyadari ada yang tidak beres, segera berteriak dan ingin mencengkeram supir itu.
Dan detik berikutnya, supir tiba-tiba mengeluarkan sebatang pistol dari balik jasnya dan menggerakkannya di depan wajah Warren.
Warren langsung gemetar dan menjadi jauh lebih patuh. Ekspresinya begitu buruk, dan berkata dengan nada heran
“Aku tidak tahu kamu siapa, namun aku bisa memberitahumu siapa aku, namaku Warren, merupakan anggota keluarga Mint dari Prontera, kalau kamu tidak mau mati, aku sarankan sebaiknya kamu melepaskanku baik-baik, kalau tidak aku jamin kamu akan menyesal bertemu denganku!”
Namun semua orang yang memiliki sedikit wawasan pasti tahu Keluarga Mint, terhadap sampah dunia kelas atas ini, mungkin tidak ada orang yang berani mengganggunya.
Namun supir itu seolah tidak pernah mendengar nama Warren, sama sekali tidak memperdulikannya dan lanjut mengendarai mobilnya.
“Woi, apakah kamu dengar apa yang kukatakan?” Warren kesal dan membentak sekali lagi. “Tuan muda Mint, siapa kamu, siapa yang ada dibelakangmu aku tahu, sehingga kamu tidak perlu banyak bicara!” ucap supir itu.
Ucapan ini bisa dikatakan membuat hati Warren menjadi berdegup kencang karena terkejut.
Orang ini sudah tahu siapa dia namun masih berani menculiknya? Ini cukup membuktikan bahwa orang ini sama sekali tidak memperdulikan kemampuan dibalik keluarganya!
Siapa orang ini?
Siapa yang begitu berani?
Hati Warren begitu tidak tenang, nafasnya mulai memburu.
Dan entah mobil sudah melaju berapa lama, mobil berhenti di sebuah pabrik kosong di daerah terpencil yang ditinggalkan.
Melihat ini wajah Warren menjadi jauh lebih pucat. Tempat seperti ini begitu terpencil, paling cocok untuk apa sudah tidak perlu dikatakan lagi..
“Turunlah!”
Supir itu turun dan mengarahkan pistolnya kearah Warren. Warren tidak berani melawan, hanya bisa ikut turun dari mobil dengan orang itu.
“Cepat jalan!” supir itu membentak, pistol ditodongkan ke punggungnya dan memaksa Warren berjalan masuk ke dalam pabrik.
Dan begitu masuk ke dalam pabrik, Warren langsung merinding. Didalam pabrik ini penuh dengan orang.
Ada Armint, ada Frank,juga ada orang Area Terlarang Kota Izuno dalam jumlah besar.
Orang-orang ini terlihat begitu garang dan mengerikan, tatapan mata mereka dingin menatap Warren yang berjalan masuk, tatapan mereka seolah ingin menguliti dan menelannya bulat-bulat.
Warren ketakutan sampai tidak berani berjalan maju lagi.
Namun ketika dia berjalan lagi kedepan, dia baru menyadari kalau ditengah orang-orang ini terletak sebuah kursi panjang, dan diatas kursi itu.. ternyata Vincent !!
“Ternyata kamu si manusia tidak berguna ini?”
Warren berseru dengan suara hampir tercekat.
Dan ketika ucapan ini terlontarkan, seseorang yang berdiri disamping langsung maju dan menampar Warren.
Plakk!
Warren langsung dipukul sampai terjerembab.
Dia terjatuh di tanah, bekas tamparan berbentuk tangan yang merah dan segar terlihat jelas di wajahnya.
“Kau... kau berani memukulku?”
__ADS_1
Warren memelototi orang itu dengan penuh amarah, lalu memelototi Vincent dan berteriak: “Kamu mau mati? Apakah kamu tahu seberapa besar kemampuan Keluarga Mint kami? Kamu ingin menjadi musuh Keluarga Mint kami?”
“Bukan aku ingin menjadi musuh Keluarga Mint, melainkan Keluarga Mint sudah menjadi musuh denganku!”
Vincent berdiri diatas kursi, mendekat kearah Warren dengan wajah tanpa ekspresi.
Wajah Warren merah padam, dari dalam matanya terlihat amarah yang begitu membara: “Kamu mau apa?”
“Tidak mau apa-apa!” Vincent berkata dengan datar, lalu berjalan mendekat setelah mengambil sebatang tongkat yang sudah disiapkan disampingnya.
“Kau... coba saja kamu berani menyentuhku! Aku jamin kamu akan kesulitan!” teriak Warren.
Namun tidak berguna.
Warren segera berbalik dan ingin kabur, namun orang disampingnya sudah bereaksi, langsung mengulurkan tangan dan menekan bahunya, menekannya disana.
“Vincent, tunggu dulu, tunggu dulu... diantara kita tidak ada dendam yang dalam, kamu jangan berbuat gegabah, serius, anggap saja salahku...” Warren bergumam dan berteriak dengan panik.
“Kamu berani mengincar istriku, diantara kita sudah ada dendam yang lebih dalam dari samudra, aku ini tipe orang yang punya penyakit aneh, barangku, siapapun tidak boleh menyentuhnya, kalau menyentuhnya, maka harus mati! Mengerti?”
Vincent berkata sambil menghentakkan tongkatnya. “Kau... lepaskan aku! Cepat lepaskan aku!” Warren meronta dengan sekuat tenaga, berteriak sekencang-kencangnya, namun sama sekali tidak berguna.
Vincent langsung melambaikan tongkatnya, lalu memukul tepat dilengannya.
Krekkk!
Lengan Warren langsung dipukul patah olehnya, suara tulang yang patah terdengar begitu nyaring.
Aaaa!!!”
Warren berteriak mengerang kesakitan.
Vincent sekali lagi melayangkan tongkatnya, lalu memukul kearah tubuhnya dengan menggila.
Krekk!
Krekkk!
Krekkkk!
Suara tulang patah yang renyah tidak hentinya terdengar.
Entah ada berapa banyak tulang yang patah.
Tidak lama berselang, orang-orang itu melepaskan tangannya, Warren bagaikan lumpur yang tumpah ketanah, dirinya sampai hampir jatuh pingsan.
Kaki dan tangannya semua dipukul sampai patah, tulang di dadanya juga patah beberapa batang, tubuhnya tidak hentinya gemetar, sama sekali sudah tidak bisa melawan lagi.
Vincent mendekat dan menjambak rambut Warren, mengangkat kepalanya tinggi- tinggi.
“Enak tidak?” tanya Vincent dengan dingin.
“Aku... Keluarga Mint kami... akan membalas dendam...” Warren membuka matanya dengan berat dan berkata dengan Suara serak.
“Hanya saja sayangnya, kamu sudah tidak punya kesempatan ini lagi.”
Vincent mencabut sebatang jarum, menggerakkannya di hadapan Warren, lalu menusukknya perlahan di alisnya.
Dalam waktu singkat, tubuh Warren langsung bergetar dan merinding.
__ADS_1
“Kamu melakukan apa?” Warren berteriak dengan tubuh gemetar.
Namun Vincent tidak menjawabnya, lalu mengangkat bajunya, dan menusukkan jarum di perut bawahnya.
Dan dalam sekejap tubuh Warren terbaring di lantai, tubuhnya bagaikan dialiri listrik dan bergetar, dan disaat bersamaan bagian perutnya terasa hangat, dan bagian bawah tubuhnya langsung bereaksi.
Hanya melihat wajahnya memerah, mulutnya membuka lebar, terlihat seperti orang yang hampir mati, kemudian rangsangan birahi perlahan menyebar.
Orang disekitar mengkerutkan alis dan diam-diam melangkah mundur.
Namun Warren sama sekali tidak berhenti, melainkan tidak hentinya bergetar dan meringkuk, celananya sudah basah, dibuat basah oleh cairan kental dan lengket dalam jumlah yang banyak.
Dan dalam waktu singkat, Warren sudah tidak bergerak lagi, sekujur tubuhnya langsung terlihat kurus, wajahnya juga menjadi begitu pucat, kedua matanya kosong, sama sekali tidak terlihat tanda kehidupan dimatanya, seolah sudah hampir akan mati..
Orang di kedua sisi membelalakkan mata melihat kearah Warren, tidak ada yang tahu apa yang terjadi.
“Kamu.. apa yang kamu lakukan padaku? Warren berteriak dengan lemah, suaranya begitu lirih.
“Bukan apa-apa, hanya membuatmu kelak tidak bisa menjadi manusia lagi saja.” Ucap Vincent.
“Apa?”
Warren ketakutan sampai wajahnya pucat pasi, matanya membelalak besar dengan nanar menatap Vincent, kulit kepalanya merinding, amarahnya diiringi dengan teriakan yang begitu lemah: “Kau.. kau membuatku jadi cacat? Kamu membuatku menjadi cacat? Dendam kita tidak akan pernah berakhir! Vincent ! Dendam kita tidak akan berakhir!”
Emosionya terlalu kacau, bahkan berniat bangkit untuk memukul Vincent, namun karena terlalu lemah ditambah emosional yang terlalu menggebu-gebu, Warren langsung jatuh pingsan.
Warren yang sekarang sudah menjadi manusia tidak berguna sepenuhnya.
Orang disekitar dibuat terkejut oleh kekejaman juga tekhnik mengerikan yang dipakai Vincent.
“Ceo Bermoth ! “
Frank mnendekat dan berkata: “Karena anda sudah membuat cacat Warren, lebih baik sekali saja habisi orang ini, jangan sampai dia pulang dan kembali mencari masalah dengan kita!”
“Kamu pikir dengan membunuhnya, keluarga Mint dari Prontera tidak akan mencurigai kita?” Vincent menggeleng: “Membunuh orang untuk menutup mulutnya, ini sungguh perbuatan yang naif, apalagi begitu melakukannya, kita hanya akan meninggalkan celah untuk keluarga Mint dari Prontera, dan pada saat itu mereka akan mendapat alasan dan akan lebih mudah bagi mereka untuk melawan kita!”
“Kalau begitu maksud Ceo Bermoth adalah...”
“Antarkan dia kembali ke keluarga Mint di Prontera, anggap sebagai peringatan bagi keluarga Mint di Prontera ! Peperangan ini sudah dibuka, tidak bisa dihindari lagi, kalau begitu bertarunglah sampai akhir, apalagi bagiku, membunuhnya adalah hal yang terlalu enak untuknya, biarkan dia menjadi orang cacat bukankah jauh lebilh baik!” Ucap Vincent datar, lalu berbalik dan pergi.
Frank tidak bicara.
Setelah menunggu Vincent pergi naik 918 miliknya, Armint yang berada disamping tidak bisa menahan diri lagi dan langsung bicara.
“Direktur Saul, apakah seperti ini tidak terlalu menyulitkan!”
“Aku juga merasa terlalu menyusahkan, namun ini perintah Ceo Bermoth, kita juga tidak berdaya!” Frank menghela nafas:
“Sebelah sini menyinggung Sekolah Kaisen, sementara sebelah sana melawan keluarga Mint dari Prontera, Grup Vallamor kita... apakah benar kuat menahannya?”
“Kalau tidak cari waktu untuk bicara dengan Ceo Bermoth saja, kalau tidak kita akan kewalahan kalau terus seperti ini.”
“Aku tahu, tapi hal ini juga tidak bisa menyalahkan Ceo Bermoth, bagaimanapun orang ini sudah berani mengincar istri Ceo Bermoth”
“pantas saja Ceo Bermoth semarah itu...”
“Armint, untuk sementara waktu kamu akan jadi lebih sibuk, pantau pihak Sekolah Kaisen, juga utus beberapa orang untuk mengawasi keluarga Mint dari Prontera, aku akan mencari waktu untuk bicara baik-baik dengan Ceo Bermoth, maaf merepotkanmu.”
“Sama sekali tidak repot...”
__ADS_1
.