Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 294 10 jenius teratas


__ADS_3

Sampai di ruang pemain, Vincent baru sadar jika tempat ini sudah penuh.


Total ada 6 ruang pemain, dalam setiap ruang ada beberapa ratus orang di dalamnya.


Awalnya Vincent mengira partisipan kompetisi penilaian obat seperti ini mungkin hanya mencapai ratusan orang, tapi tidak disangka ternyata mencapai ribuan orang.


Tapi jika dipikirkan benar juga, Umbrella Pharmacy memang bukan akademi biasa, skalanya juga termasuk besar, dengar-dengar murid di umbrella pharmacy mencapai puluhan ribu, dan juga pernah berhubungan dengan banyak sekolah medis dalam negeri, sudah termasuk sebagai sebuah akademi yang lumayan kuat.


Karena kompetisi ini disiapkan untuk penanggung jawab Umbrella pharmacy selanjutnya, maka aturan kompetisi tentu saja tidak akan mudah.


Vincent menghela napas, berharap kompetisi ini segera berakhir.


Bagaimanapun situasi Kota Izuno sekarang tidak termasuk bagus, dan dia masih harus melihat pergerakan Keluarga Bermoth di sana, menghabiskan banyak waktu di tempat ini bukanlah hal yang baik untuk dia. Tapi karena sudah datang, tentu saja harus membawa pulang bunga lotus soul.


“oh? Ryuken ada apa denganmu? Kenapa pakai topeng? Jika bukan karena kartu identitasımu, aku tidak akan tahu itu kamu!” Saat ini, seorang pria tinggi berjalan kemari sambil menyeringai.


Vincent mengernyit.


Dia tidak tahu bagaimana hubungan orang ini dengan Ryuken, setelah berpikir sesaat, dia hanya mengangguk saja untuk menyapa, malas untuk berbicara banyak.


“Eh, Ryuken, kenapa kamu tidak bicara? Pergi kemana kamu? Kemana tidak jawab pertanyaanku?” Orang itu sepertinya berencana tidak akan melepaskan Vincent, dia segera mengejar dan berkata sambil tertawa. “Hei, lepaskanlah Ryuken, dia sudah cukup menderita, jatuh ke sarang lebah demi memetik sebuah obat, wajahnya sudah disengat sampai tidak bisa dikenali, jangan ungkit bekas lukanya lagi!” Seorang wanita di samping berkata sambil tertawa.


“Kalau begitu bukankah Ryuken sudah jadi babi sekarang?”


“Penampilannya iya.”


“Hahahaha...” Sekumpulan orang itu tertawa senang.


Vincent tidak mengerti, karena dia tidak tahu apa yang lucu dari ucapan orang-orang ini.


Dia menutup matanya, malas mempedulikan orang-orang ini.


Tapi di saat ini, suasana di ruang pemain menjadi panas.


Beberapa murid yang melihat ke pintu tiba-tiba berteriak.

__ADS_1


“Senior Barka sudah datang!”


Saat ucapan ini terdengar, semua orang langsung berdiri dan menatap ke arah luar.


Lalu terlihat sekumpulan pria dan wanita muda berjalan masuk dari pintu, dan yang memimpin mereka adalah seorang pria yang memakai pakaian biru gelap.


Dan di tubuh pria itu masih ada tiga label berwarna putih, di umbrella pharmay, satu label berarti identitasnya sebagai senior, dua label berarti identitas sebagai orang elit, dan tiga label sudah seperti orang jenius, adalah orang yang menjadi fokus pengembangan umbrella pharmacy.


Di umbrella pharmacy, ada total sekitar 10 orang yang mendapatkan kehormatan tiga label.


Dan 10 orang ini lalu disebut sebagai 10 Jenius Teratas umbrella pharmacy.


Barka adalah salah satunya, berada di posisi ke 9, orang seperti ini jika keluar dari umbrella pharmacy, pasti akan menjadi orang yang direbut berbagai kelompok atau perusahaan, walau tidak meninggalkan umbrella pharmacy, juga tetap bisa mendapat pekerjaan yang bagus di sini.


Tentu saja, orang yang memiliki kemampuan mana mungkin bisa pergi dengan mudah? Tujuan Barka adalah merampas posisi pertama, langsung masuk ke manajemen atas umbrella pharmacy.


Jika bisa masuk ke dalam area itu, tidak peduli siapa pun, masa depannya pasti akan sangat cerah.


Melihat Barka yang berjalan kemari, tatapan semua murid terlihat sangat kagum, tidak peduli siapa pun, tidak ada yang berani melakukan kesalahan.


“Halo senior Barka!”


“Halo senior Barka!”


“Senior Barka, semangat untuk kompetisi nanti!”


“Senior Barka, aku adalah penggemarmu!”


Satu persatu murid menyapa, pandangan seorang murid wanita muda bahkan terlihat sangat cerah, walau penampilan Barka tidak jelek, tapi di mata mereka, Barka yang berbakat ini benar-benar seperti artis Eddie Peng.


Tapi.


Barka dan yang lainnya malah langsung mengabaikan sapaan dari para murid, pandangan mereka tertuju ke depan, terus berjalan maju dengan langkah besar dengan cepat, dia akhirnya berhenti.


Tapi dia malah berhenti di depan Vincent.

__ADS_1


Dia melihat topeng Vincent, lalu melirik kartu identitas yang tergantung di dadanya dan berkata dingin: “Kamu adalah Ryuken kan?”


Semua orang tercengang mendengarnya.


Vincent juga kebingungan, mengangguk dengan bingung: “Benar, ada Urusan?”


Saat mendengar itu, Barka langsung mengulurkan tangan menarik kerah baju Vincent, lalu berteriak dengan dingin: “Dengar-dengar saat kamu pergi petik bahan obat dua hari yang lalu, ingin melakukan hal tidak senonoh pada senior Beverly, benarkah?”


Beverly?


Siapa itu?


Vincent menatap Barka dengan bingung.


Orang-orang di sekitar langsung heboh.


“Apa? Ada kejadian seperti ini?”


“Astaga, apa Ryuken sudah gila?”


“Senior Beverly adalah peringkat ke enam di 10 Jenius Teratas, Ryuken begitu tidak tahu diri? Beraninya mengejar senior Beverly?”


“Hehe, juga tidak lihat diri sendiri, tidak lihat status diri sendiri?”


“Tidak tahu kemampuan sendiri!”


Orang-orang di sekeliling terus menghina dan mengejek.


Dan di saat ini, Barka mendorong Vincent dengan kuat dan berkata tanpa ekspresi: “Walau senior Beverly tidak peduli dengan masalah ini, tapi aku tidak akan anggap masalah ini tidak pernah terjadi, aku akan segera laporkan kepada para instruktur, kamu tunggu saja dipecat, tapi sebelum itu, hatiku tidak nyaman jika tidak memberimu pelajaran! Tapi memukulmu akan buat tanganku kotor!”


Selesai berkata dia berjalan mundur, lalu muncul beberapa murid dengan tubuh tinggi di belakangnya, satu persatu mengepalkan tinju, menyeringai dingin, lalu berjalan ke arah Vincent.


“Apa yang ingin kalian lakukan?” Vincent bertanya.


“Apa yang kalian lakukan? Pukul dia!” Barka berteriak keras.

__ADS_1


Beberapa murid ini langsung menyerang ke arah Vincent....


__ADS_2