
Jane berpikir berkali-kali, dan pada akhirnya memutuskan untuk menemui Warren.
Meskipun dia tahu akan dalam bahaya, sama dengan mengantarkan nyawa, namun dia juga paham, menghindar tidak akan ada gunanya. Sehingga malamnya dia memanggil Via dan beberapa teman baiknya untuk pergi ke Hotel Pearl bersama, rencananya Jane berencana masuk terlebih dahulu untuk bicara dengan Warren, kalau kondisinya tidak beres, maka Via akan melapor polisi untuk meminta pertolongan.
Meskipun Jane sangat membenci Warren, namun ada satu hal yang dikatakan Jackson dia anggap benar, dirinya sekarang tidak mampu menghadapi amarah Keluarga Mint.
Kalau Keluarga Mint membuat perhitungan dengannya, keluarganya yang sekarang mana mungkin mampu melawan Keluarga Mint?
Meskipun Jane sangat tidak rela, namun pada saat ini dia tetap memilih untuk menundukkan kepala.
Dan pada saat tiba di hotel...
“Apa? Warren tidak memesan ruangan?” Jane tercengang.
“Benar nona, Tuan muda Mint tidak datang menginap hari ini.” Manager hotel menjawab dengan tidak berdaya.
“Ada apa ini?” Jane terlihat bingung.
“Mungkin hanya untuk menakutimu saja... Jane, kamu jangan khawatir, ini adalah Kota Izuno, CEO Bermoth pasti akan membantumu, Tuan muda Mint ini tidak akan berani padamu!” Via menenangkannya.
Jane yang mendengar ini hanya bisa tersenyum pahit.
“CEO Bermoth langsung pergi tanpa bicara sepatah katapun setelah mengobati ibuku, meskipun dia tidak mengatakan apapun, namun aku bisa mendengar nada tidak senang dalam ucapannya pada Warren, sepertinya dia memiliki hubungan dengan Vincent, aku bersikap seperti itu pada Vincent, dia pasti kurang suka padaku ya kan?”
“Begitu ya.. Kalau begitu.. Apakah kamu akan bercerai dengan Vincent?” Via bertanya tanpa disangka-sangka.
Begitu mengatakan ini, dia terlihat merasa bersalah, tatapan matanya pada Jane juga langsung menjadi begitu hati-hati.
Jane tersenyum pahit, namun tidak menjawab.
Via merasa sedikit kecewa. “oh iya, Vincent tinggal di tempatmu?”
“Iya.”
“Besok pagi aku akan ke tempatmu, aku ingin bicara dengannya.”
“Bukankah kamu bisa bicara dengannya kapan saja?”
“Sebaiknya besok pagi saja.” Jane berkata dengan lirih lalu pergi dengan terburu -buru.
Via hanya menghela nafas namun tidak menghentikannya. Jane kembali ke rumah sakit, di kamar menunggu orang tuanya semalaman, keesokan harinya, dia berjalan ke parkiran rumah sakit dengan kedua mata dipenuhi lingkaran hitam, berencana pergi ke klinik Via untuk menemui Vincent.
Dan ketika dia baru mendekati mobilnya, tiba-tiba muncul beberapa orang, salah satunya adalah seorang nyonya dengan pakaian yang glamour juga bermake up tebal.
Dia menatap Jane sesaat, lalu berkata dengan dingin: “Jadi kamu yang bernama Jane “
“Benar, ada apa tante?”
“Siapa yang kamu panggil tante?” Nyonya itu langsung melayangkan sebuah tamparan ke wajahnya.
Plakkk!
Jane terkena tamparan, langsung mundur beberapa langkah karena sakit, dia memegang wajahnya dengan terkejut dan kesal: “Kenapa kamu memukul orang?”
“Memukul orang? Aku bahkan ingin membunuh orang!” Nyonya itu langsung mengulurkan tangan dan mencekik leher Jane.
__ADS_1
Jane kesakitan sampai mencengkeram tangan nyonya itu, berusaha melepaskan tangannya, namun tenaga nyonya ini terlalu kuat, dia sama sekali tidak bisa melakukannya.
Nyonya itu mendorong dengan tiba-tiba.
Jane langsung terjatuh di lantai, bekas terlihat jelas di leher jenjangnya yang putih. Cekikkan tangan yang merah langsung terlihat
“Kuberitahu padamu ya, aku adalah ibu Warren !Aku dengar kamu menolak putraku, putraku menyukaimu, itu adalah keberuntungamu, kalau bukan karena putraku menyukaimu, aku pasti sudah mencabik wajahmu!” ucap nyonya itu dengan dingin.
“Kau..” air mata Jane hampir saja mengalir keluar!
“Aku apa aku? Dengar, sekarang putraku menghilang, sebaiknya kamu berdoa aku menemukannya, kalau sampai terjadi sesuatu padanya, aku akan menguburmu hidup-hidup, membuatmu menemani putraku dibawah sana!”
Nyonya itu mendengus, lalu mengibaskan tangannya dan membawa orangnya pergi dari parkiran.
Jane menggigit bibir tipisnya, airmata menitik dari wajahnya yg pucat dengan sedih.
Namun dia tidak mengatakan apapun, hanya naik ke mobil dalam diam, lalu menuju klinik Via.
Meskipun di jalan dia tidak hentinya mengusap wajahnya, agar pipinya yang merah tidak terlihat jelas, namun begitu tiba di klinik, Via tetap menemukan ada yang berbeda, begitu juga Vincent.
“Ada apa dengan wajahmu?”
Vincent yang sedang sarapan langsung meletakkan makanannya dan bertanya dengan alis mengkerut.
“Tidak apa, hanya bertengkar dengan ayahku tadi, dia terlalu marah sehingga menamparku.” Ucap Jane lirih.
“Ayahmu masih di gips sekarang, apakah dia sehebat itu?” Vincent tidak senang dengan kebohongan Jane dan langsung membongkarnya.
Jane hanya menggigit bibirnya, dan pada akhirnya menceritakan semuanya. “Apa? Keterlaluan! Memang tidak heran satu keluarga, Warren itu binatang, ibunya juga tidak beda jauh!” Via kesal sampai menggertakkan bibirnya.
“Jane, apakah kamu pikir orang seperti itu akan diam saja meskipun kamu tidak meladeninya? Kamu salah, ini adalah peringatan, lain kali dia pasti tetap akan melakukan sesuatu.” Ucap Via dengan tegas.
“Tetapi aku juga tidak tahu harus bagaimana..” ucap Jane lirih.
Via langsung membisu, diam-diam melirik Vincent yang ada disamping dan tidak bersuara juga.
Jane teringat sesuatu, lalu mengeluarkan sebuah kartu ATM dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya pada Vincent.
“Apa ini?” Vincent memakan bihunnya dan bertanya dengan mulut penuh. “Didalam ini ada 4 miliar, aku menyimpan semua uang penjualan rumah juga tabungan selama ini di dalam sini. Masih ada sisa 4 miliar, aku akan mengembalikannya padamu segera.” Ucap Jane.
“Apa? Jane, kamu menjual rumah? Kalau begitu kamu tinggal dimana?” Via tercengang.
“Untuk sementara aku pindah ke kantor, sekarang perusahaan sudah mulai meningkat, seharusnya bisa mendapat keuntungan dengan cepat, tenang saja, semua akan segera membaik.” Senyum Jane merekah.
Via menatapnya dengan cemas, namun tidak mengatakan apapun.
Namun Jane malah menambahkan: “Aku menyisakan satu kamar untukmu, kamu boleh tinggal dikantor bersamaku.’”
Setelah mengatakannya, dia melirik kearah Vincent dengan hati-hati. Via juga terkejut.
Setelahnya, Vincent mengangguk pelan: “Iya.”
Via langsung menghela nafas.
“Aku boleh bertanya satu hal padamu?” setelah ragu sejenak Jane akhirnya bertanya.
__ADS_1
“Kaku ingin tahu bagaimana aku bisa mengundang Dokter Jenius Bermoth? Bagaimana mendapatkan 8 miliar, iya kan?” ucap Vincent.
“Benar.” Jane mengangguk dengan serius.
Vincent ragu sejenak.
Dia percaya, kalau dia memberitahu Jane siapa dirinya sekarang, Jane pasti akan percaya, namun dia juga pasti akan sulit menerimanya.
Disisi lain kalau dia memberitahukan siapa dia, pihak Kota Azuka pasti akan langsung menemukannya, karena orang Keluarga Mint dan orang Sekolah Kaisen semua berada di Kota Izuno, banyak orang yang mengincar, muncul pada saat ini bukanlah hal yang baik.
Setelah memikirkannya beberapa kali, Vincent memutuskan untuk menutupinya, setelah pergi ke Kota Azuka baru menjelaskannya pada Jane.
“Karena CEO Bermoth melihat kemampuanku!” ucap Vincent dengan sembarang.
“Kemampuanmu?” Jane tercengang.
“Benar, seharusnya kamu juga tahu bukan, aku mengerti ilmu pengobatan, CEO Bermoth tertarik dengan pengetahuan yang ku miliki, sehingga berteman denganku, dan meminjamkan 8 miliar padaku tanpa syarat!”
“Semudah itu?” Jane sulit mempercayainya.
“Semudah itu!” jawab Vincent dengan yakin.
Jane tetap sulit menerimanya.
Namun dia segera menghembuskan nafas panjang, berkata dengan wajah serius: “Karena CEO Bermoth bersedia menjadi temanmu, kamu harus berusaha, jangan mengecewakan kepercayaan CEO Bermoth! 8 miliar itu kamu tetap kembalikan pada CEO Bermoth, kamu bantu aku sampaikan pada CEO Bermoth, berikan waktu 1 bulan pada kita, satu bulan kemudian, aku akan memikirkan cara untuk mengembalikan 4 miliar itu padanya.”
“Jane, kamu tidak perlu mengembalikannya tergesa-gesa, tidak apa.” Ucap Vincent.
“Ini adalah uang CEO Bermoth, bukan uangmu, uang orang lain, sebaiknya jangan berhutang lama -lama... Aku kembali dulu.” Jane berkata dengan tegas, lalu bangkit berdiri, berjalan kearah pintu keluar.
Namun baru sampai depan pintu, dia langsung menghentikan langkahnya.
“Vincent !”
“Ada apa?” Vincent bertanya dengan penasaran.
Namun mendengar Jane menghela nafas panjang, berkata dengan suara lirih: “Kamu bisa mendapatkan perhatian CEO Bermoth, itu adalah kesempatanmu, semoga kamu bisa berusaha kali ini, berusaha menjadi sukses dibidang ini, jangan membuat semua orang kecewa, ya?”
“Hmpp..” Vincent tidak tahu entah mengatakan apa baiknya.
“Ada lagi, kali ini.. Terima kasih..” Jane mengatakan ini lalu segera pergi tergesa-gesa.
Vincent mengusap hidungnya dan tersenyum pahit.
Dan setelah Jane pergi tidak lama...
Skirttt!
Terdengar suara mobil mengerem.
Lalu terdengar suara erangan, berikutnya terdengar banyak pejalan kaki yang berteriak kaget.
“Kecelakaan! Terjadi kecelakaan!”
Begitu terdengar, Via dan Vincent langsung terkejut dan berlari keluar dengan terburu-buru.
__ADS_1
Begitu melihat apa yang ada di jalan raya, Vincent terkejut sampai wajahnya pucat...