Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 465 bagaimana dengan sikap mu


__ADS_3

“Kenapa? Apakah kamu tidak tahu?” Vincent Bermoth menatap Smith sambil bertanya.


“Aku.. aku hanya tahu sekilas, Tuan Bermoth, mohon jangan marah, menurutku masalah ini harus diselesaikan secara damai.” Smith berkata sambil tertawa canggung.


“Damai?” Seketika Vincent Bermoth tertegun, dia menatap dengan curiga.


Mata Smith yang biru terkejut, dia merasa kaget dengan tatapan agresif Vincent Bermoth.


“Tuan Smith, kalau kamu tidak berniat menyelesaikan masalah ini, maka silakan pergi dari sini! Aku juga bisa menyelesaikan masalah ini dengan adil tanpa dirimu.” Vincent Bermoth berkata dengan wajah datar.


Ekspresi wajah Smith berubah, baru saja dia mau mengatakan sesuatu namun Vincent Bermoth sudah pergi keluar dan tidak menghiraukannya.


Orang-orang dari Cadre yang berada dibelakang merasa bingung, mereka juga tidak begitu kenal dengan Tuan Smith ini, namun mereka sama sekali tidak meragukan orang yang dihargai oleh tuan mudanya, akan tetapi anak muda yang berada dihadapan mereka ini bahkan sangat menghormatinya...bukankah ini terlalu berlebihan?


Siapa anak muda yang ada di depan mereka ini?


“Tuan Bermoth, Tuan Bermoth, tunggu sebentar!” Smith bergegas mengejar dan menghalangi Vincent Bermoth.


“Smith, apakah yang tadi aku ucapkan masih belum jelas?” Vincent Bermoth sudah tidak sabar lagi.


“Tuan Bermoth, mengenai masalah ini..apakah benar-benar tidak bisa diselesaikan secara damai? Aku yakin Cadre hanya gegabah sesaat, dia tidak berniat seperti itu, anda tahu kalau orang yang sedang marah biasanya mudah melakukan tindakan yang kelewat batas, aku rasa sekarang Cadre merasa sangat menyesal, bisakah anda memberinya satu kesempatan lagi?” Smith bertanya dengan penuh harap.


Vincent Bermoth menatap dia dengan tenang, tiga detik kemudian dia mengeluarkan handphone dan menelepon sebuah nomor.


“Guru, apakah Smith sudah membantu bertanya dengan panik diseberang telepon. Anda menyelesaikan masalah?” Anna bertanya


“Anna, ada yang ingin aku tanyakan.” Vincent Bermoth berkata dengan dingin.


Anna tertegun :“Ada apa?”


“Sebenarnya Tuan Smith ini berdiri di pihak mana?” Begitu mendengar perkataan ini, seketika Anna menyadari sesuatu.


Ekspresi wajah Tuan Smith juga menjadi sangat tidak sedap dipandang, dia buru-buru berteriak: “Guru Bermoth, tentu saja aku berdiri di pihak anda, jangan salah paham, aku sama sekali tidak berniat buruk padamu!”


Namun Vincent Bermoth tidak menghiraukan Smith.


Sepertinya Anna juga telah mengetahui betapa seriusnya masalah ini, dia langsung menjawab: “Guru Bermoth, bisakah kamu berikan telepon ini pada Smith, aku mau mengatakan sesuatu padanya?”


“Aku sama sekali tidak membutuhkan kekuatan kalian untuk menyelesaikan masalah ini, aku juga tidak berniat untuk mengandalkan orang lain, dan aku juga tidak berharap kalian mengutus orang hanya untuk menambah masalahku atau membuang waktu.”


“Aku tahu, Guru, tapi aku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi! Sekali lagi!” Anna berkata dengan panik.


Vincent Bermoth mengerutkan keningnya akan tetapi demi Anna, akhirnya dia bersedia mengulurkan handphonenya kepada Smith.

__ADS_1


Smith bergegas menerima telepon tersebut.


“Nona Anna.” Smith berkata dengan hati-hati.


“oh Tuhanku, Eh kamu ini sangat bodoh! Apa yang kamu lakukan?” Anna tidak bisa menahan dirinya untuk marah : “Aku menyuruhmu kesana tujuannya supaya membantu Tuan Bermoth menyelesaikan masalah itu, tapi apa yang kamu lakukan? Lantas apakah kamu masih ingin membela Cadre? Apakah urusan keluarga kalian bisa diatasi dengan mengandalkan Cadre?”


“Nona Anna, Cadre sangat membantu dalam urusan mengembangkan pemasaran daerah timur, dan dia juga sangat penting bagi keluarga kita, dan lagi... aku rasa masalah ini bukan masalah besar, aku berniat supaya Cadre mengakui kesalahannya pada Tuan Bermoth, kalau bisa diselesaikan dengan damai, bukankah ini adalah jalan keluar yang terbaik?” Ekspresi wajah Smith terlihat tak berdaya.


“Hal itu bukan kamu yang menentukan, kalau kamu ingin berdiri di pihak Guru, maka kamu harus teguh dan berpikir demi dirinya, kalau kamu ingin jadi penengah maka silakan pergi, kalau tidak aku khawatir Guru akan membenci diriku! Dasar bodoh!” Anna terus memarahinya.


“Ini...” Smith pun dibuat tertegun.


“Smith, kamu ini sangat idiot, aku katakan padamu sekali lagi keinginan keluarga kita, kalau Guru Bermoth membutuhkan segenap kekuatan kita untuk mencapai tujuannya, maka keluarga kita akan membantunya sekuat tenaga, harusnya kamu sudah mengerti bukan?” Anna berkata dengan tegas, lalu menutup telepon.


Smith melongo seperti disambar petir, dia memegang handphone dan tidak bergeming.


Apa maksudnya?


Kalau begitu artinya apabila Vincent Bermoth ingin membereskan Smith, maka anggota keluarga yang berada di belakang Anna akan menyerang Smith.


Tidak diragukan lagi!


Bunuh semuanya!


Napas Smith mulai tersengal-sengal, dia baru menyadari betapa bodoh dirinya!


Dia bergegas menyerahkan handphone kepada Vincent Bermoth. “Guru Bermoth, aku akan membawa anda pergi menemui Cadre!” Smith berkata dengan serius dan penuh hormat.


“Lalu, bagaimana dengan sikapmu?” Vincent Bermoth bertanya dengan datar.


Ekspresi Smith menegang, lalu dia berkata tanpa ragu-ragu dan penuh amarah: “Perilaku Cadre sangat tidak pantas, dia harus meminta maaf pada anda, dan juga menerima hukuman dari anda, kalau tidak aku tidak akan memaafkan dirinya!”


Kelihatannya teguran Anna cukup berhasil.


Vincent Bermoth menyimpan handphonenya lalu berjalan ke arah lift.


Smith bergegas mengikutinya.


Sedangkan sekelompok orang Cadre yang berdiri di belakangnya mematung dan tidak tahu harus berkata apa.


“Ini.. apa yang terjadi?”


“Cepat telepon Tuan Muda dan beritahukan padanya, cepat!”

__ADS_1


Di pameran.


Cadre masih memegang gelas wine dan berjalan diantara kerumunan tamu VIP, menjalin relasi dengan orang yang menguntungkan.


Meskipun ada banyak hal yang terjadi akan tetapi tidak mempengaruhi suasana hati para tamu.


Kringgg-


Terdengar suara dering telepon.


“Maaf, tidak menemani dulu ya!” Cadre tersenyum sambil menganggukkan kepala kepada tamu VIP, lalu dia berjalan ke samping dan mengeluarkan handphonenya.


“Tuan Muda, Tuan Smith sudah datang!” Orang disampingnya mengingatkan dengan nada rendah.


“Oh ya?” Cadre terkejut lalu melihat layar handphonenya, ternyata bawahannya yang menelepon tapi tidak dihiraukan, dia mematikan telepon dan bergegas menuju ke arah pintu utama.


“Tuan Smith, bisa dibilang anda sudah pulang ya? Hahaha, aku ingin mengobrol denganmu mengenai masalah tadi, supaya bisa menguraikan kesalahpahaman anda!”


Tapi... Smith tidak menghiraukan Cadre, dia malah memandang ke belakangnya.


Cadre merasa bingung, dan dia juga ikut menoleh.


Dia baru menyadari kalau di belakang Smith ada seseorang yang terlihat sangat berbeda.


Laki-laki ini sangat tampan, bagaikan dewa dari langit! Kalau dibandingkan dengan artis-artis boyband saja, mereka tidak ada apa-apanya.


Tapi orang ini... rasanya pernah ketemu dimana?


Cadre mulai bertanya-tanya dalam hati.


Detik berikutnya, Smith mengeluarkan kata-kata yang sangat mencengangkan.


“Guru Bermoth, menurut anda bagaimana?”


Guru Bermoth?


Anak muda ini?


Dalam sekejap kepala Cadre terasa kosong.


Namun dia malah mendengar Tuan Bermoth berkata dengan nada datar: “Apakah orang ini adalah Cadre? Ayo kita mengobrol di dalam saja!”


“Baik!” Smith mengarahkan dengan penuh hormat.

__ADS_1


__ADS_2