
“Halo! Tuan Kudos !” Jane juga mengulurkan tangannya dan menjabatnya.
Melihat ini, Vincent diam-diam mengerutkan kening.
Meskipun dia tahu ini hanya tata krama yang normal, dia masih merasa tidak nyaman melihat istrinya berjabat tangan dengan orang lain seperti ini.
Mungkin karena kejantanan dalam hatinya, dia jadi lebih sensitif.
“Direktur Dormantis, kamu pasti lelah karena perjalanan jauh, silahkan masuk ke mobil dulu, biar aku, Minos Kudos, melayanimu!” Pria itu membuka pintu sambil tersenyum.
“ Tuan Kudos, tidak perlu, siapkan saja tempat untuk kami tinggal.” Jane menolak.
"Eh! Bagaimana boleh begitu? Kamu sudah jauh-jauh datang ke Ohana, kamu adalah seorang tamu disini,, bagaimana bisa kami tidak menyambut tamu dengan baik? Atau jangan-jangan, Direktur Dormantis tidak mau menerima hormat dari pria kecil sepertiku ini?" Pria itu berkata dengan sedikit nada bercanda.
“Bukan begitu maksudnya … yah, karena aku tidak bisa lagi menolak kebaikan Tuan Kudos, maka aku hanya bisa menerimanya.” Jane akhirnya mengangguk.
Jane masuk ke mobil, Vincent juga mengikuti
Pria itu melirik Vincent, terlihat sedikit bingung, kemudian berkata: "Direktur Dormantis, seingatku asistenmu dulunya seorang wanita muda, tapi sekarang..."
“Ini suamiku, dia kebetulan ada urusan bisnis juga di Ohana, jadi aku memintanya untuk ikut denganku!” Jane tersenyum.
“Ternyata begitu, senang bisa bertemu denganmu!” Pria itu mengulurkan tangannya ke arah Vincent.
Vincent mengangguk dan menjabat tangannya.
Rolls royce bergerak perlahan.
Tapi suasana di dalam mobil jelas berubah dibandingkan dengan yang sebelumnya.
Vincent menggerakkan alisnya sedikit dan melirik ke kaca spion, dia melihat bahwa pria muda itu terus melihat kaca spion dari waktu ke waktu saat mengemudi, seolah-olah dia sedang melihat sesuatu.
Jalan utama di bandara ini, kecuali sedang dalam jam sibuk, biasanya tidak terlalu banyak mobil yang lalu-lalang, jadi tidak banyak mobil yang berada di sekitarnya.
Sudah bisa dipastikan bahwa pria muda ini terus mengamati Jane.
Vincent menghela nafas pasrah.
__ADS_1
Akhirnya dia sepertinya mengerti kenapa Jane tiba-tiba memintanya untuk menemani dirinya ke Ohana.
Yaitu untuk menjaganya dari pria mesum ini...
Mobil melaju selama hampir setengah jam sebelum akhirnya memasuki pusat kota, kemudian berhenti di depan sebuah hotel bintang lima.
Pelayan di depan pintu segera berlari dan membuka pintu mobil.
“ Tuan Kudos, selamat siang!” Pelayan itu tersenyum.
Terlihat jelas, Tuan Kudos sering berkunjung ke sini.
"Apakah kamu sudah menyiapkan semuanya?" Pria muda itu bertanya sambil tersenyum.
“Semuanya sudah disiapkan, ruangan VIP di lantai dua sudah siap untuk makan malam.” Pelayan itu tersenyum.
"Bagus!"
Pria muda itu mengangguk, mengantar Vincent dan Jane masuk ke dalam.
Tiga orang itu datang ke sebuah ruangan di lantai dua, ruangan itu benar-benar terbuat dari kaca yang satu sisi, bagian luar bisa dilihat dari dalam ruangan, suara piano masih bisa terdengar jelas, tapi bagian dalamnya tidak bisa dilihat dari luar.
Ketika Jane dan Vincent masuk ke dalam ruangan, mereka menyadari bahwa ada banyak orang yang sudah duduk di dalam.
Mereka semua adalah anak muda berusia dua puluhan sampai tiga puluhan.
"Eh? Bukankah ini Direktur Dormantis yang terkenal itu? Sangat cantik, sepertinya rumor itu benar!"
"Sungguh menakjubkan bahwa seorang wanita muda dan cantik sudah bisa memulai sebuah perusahaan sendiri!"
"Direktur Dormantis, halo, apa kabar?"
Mata semua orang berbinar, mereka segera bangkit berdiri dan menyapa Jane.
Jane mengangguk dan tersenyum canggung.
__ADS_1
“Direktur Dormantis, anggap saja sedang berada di rumah sendiri, ini semua adalah mitra bisnisku, ada juga beberapa teman baikku, semua orang disini sangat baik, silahkan duduk.” Kata Tuan Kudos.
"Oke."
Jane mengangguk dan duduk bersama Vincent.
“Apa yang ingin kalian berdua minum?” Seorang pria yang sedang menyisir rambutnya datang dan bertanya.
“Tidak usah, aku tidak terlalu bagus dalam urusan minum.” Jane memaksakan senyumnya.
"Eh! Ini adalah rapat khusus dengan Direktur Dormantis, bagaimana mungkin kita tidak minum bersama? Setelah makan malam ini selesai, baru kita akan mulai membicarakan urusan bisnis, Direktur Dormantis, kita semua akan menjadi mitra bisnis kedepannya, apakah kamu tidak akan menghargai undangan kami?" Pria lain dengan tubuh gemuk dan berkacamata bicara sambil memegang gelas anggur.
"Itu..." Jane terlihat bingung.
Dia benar-benar tidak pandai dalam bersosialisasi.
Vincent tiba-tiba angkat bicara.
"Istriku benar-benar tidak tahu cara minum, dia alergi dengan alkohol, kamu tidak boleh memaksanya, jika kamu memang ingin ditemani minum, biar aku yang minum bersamamu!" Vincent tersenyum.
Begitu kata-kata ini terdengar, tatapan mata semua orang tertuju pada Vincent.
"Kamu ini..." Pria gemuk itu bertanya.
"Oh, aku lupa memperkenalkannya, ini suami Direktur Dormantis, siapa tadi namanya? "Pria muda itu menatap Vincent dan bertanya.
"Namaku Vincent Bermoth!"
“Oh, Vincent Bermoth, Tuan Bermoth.” Seorang pria muda memperkenalkan.
"Apa? Direktur Dormantis sudah menikah?"
"Aku kok tidak pernah dengar Direktur Dormantis membahasnya."
"Kami bahkan tidak pernah tahu..."
__ADS_1
Semua orang terkejut dan mengerutkan keningnya.