
Ketegasan pria gendut melebihi harapan semua orang, Jane juga sangat terkejut sekali.
Hanya sebuah tabrak kecil saja, tidak tergores juga tidak terluka, juga tidak ada masalah serius, kenapa orang ini bersikeras ingin melawan Vincent?
Jane merasa agak aneh.
Saat ini, pria gemuk sudah maju ke depan, melototi Vincent sambil bertanya: “Bocah tengik, kamu mau berlutut apa tidak?”
“Tuan, jika kamu merasa permintaan maafku tidak cukup tulus, kamu bisa lapor polisi, siapa yang benar dan siapa yang salah, biarkan polisi yang menentukannya.” Vincent duduk kembali ke posisinya, berkata dengan tenang.
“Lapor polisi? Hmm, kamu pikir masalah bisa semudah itu? Bocah, apakah kamu tahu siapa aku?” Pria gemuk itu mendengus dingin sambil berkata.
“Siapa kamu?” Vincent bertanya.
“Orang desa yang buta, bahkan tidak tahu suamiku? Suamiku adalah bos dari Eminem Properties, tahu tidak? Hanya orang rendahan seperti dirimu, juga berani menantang suamiku? Percaya atau tidak, hari ini suamiku mengeluarkan sedikit uang sudah bisa membuatmu bermalam di rumah sakit?” Wanita dengan riasan tebal di sebelah berteriak.
Ini sudah merupakan ancaman pribadi.
Seketika ekspresi Jane berubah, bergegas maju ke depan: “Harap keduanya jangan marah dulu, ini bukanlah masalah besar, semuanya lebih bersabar sedikit sudah bisa terlewati, sifat suamiku agak keras, mungkin dia ada bersalah, aku mewakili dia untuk minta maaf pada kalian!”
Selesai bicara, Jane membungkuk pada mereka berdua.
Meremehkan ya meremehkan, tapi Jane melaksanakan kewajibannya sebagai istri dengan baik.
Selain itu, tidak peduli apa yang terjadi dan apa yang dihadapi Vincent, dia pasti akan keluar, walaupun harus menghadang semua masalah untuk Vincent.
Vincent memandang Jane, diam-diam menghela nafas.
“Kenapa? Cantik, apakah kamu tidak mengerti bahasa manusia? Sudah aku katakan, mau dia berlutut untuk minta maaf, kamu membungkuk seperti ini sudah anggap tidak apa-apa? Kamu anggap aku anak tiga tahun yang begitu mudah untuk dibujuk? Jika kamu sungguh ingin menggantikan dia untuk minta maaf, maka kamu juga harus berlutut baru bisa!” Pria gemuk itu melototi Jane sambil mengatakannya.
Seketika ekspresi Jane tegang: “Tuan, bukankah anda terlalu mempersulit orang? Kamu juga tidak apa-apa, hanya terjatuh sedikit, untuk apa sampai seperti ini? Ini adalah tempat umum, jika sampai memperbesar masalah, semuanya juga akan kehilangan harga diri!”
“Kehilangan harga diri? Aku memang sudah tidak punya harga diri, masih perlu mempedulikan kalian? Aku beri tahu kalian, hari ini jika bocah ini tidak berlutut untuk minta maaf padaku, aku akan mempertaruhkan semuanya, pasti akan membiarkan dia melihatnya!”
Selesai bicara, pria gemuk melambaikan tangan, dua pria berjas berjalan keluar dari kerumunan.
“Kak Ndut!”
“Bos Ndut!”
Mereka berdua menganggukkan kepala pada pria gemuk.
__ADS_1
Dalam situasi ini, sepertinya pengawal atau pengikut tidak bisa masuk, bahkan sekretaris juga tidak bisa masuk, dari luar identitas kedua orang ini jelas bukan pengawal, tapi sebenarnya orang apa, hanya si gendut yang tahu.
“Kalian berdua, apakah sudah lihat gelandangan ini? Hajar dia! Pukul sampai mati! Patahkan kedua kakinya untukku! Agar dia berlutut di hadapanku!” Pria gemuk penuh api amarah.
“Baik, bahkan berani membuat marah Kak Ndut, aku pasti tidak akan membiarkan dia hidup dengan baik!!”
“Jarang sekali Kak Ndut bersuara, kalau begitu lihat kami saja.”
Keduanya sambil bicara lalu melangkah ke depan untuk memukul Vincent.
“Apa yang kalian lakukan? Tidak boleh berbuat sembarangan! Kalau tidak....kalau tidak, aku akan lapor polisi!” Jane cemas sekali, segera mengeluarkan ponsel, berkata dengan penuh kepanikan memandang dua orang yang berjalan ke sini.
Tetapi kedua orang itu bahkan tidak mempedulikan Jane.
Para penonton di sekitar memperhatikan dengan fokus, semua orang tidak berani menggerakkan matanya.
Cadre yang ada di luar kerumunan juga menyaksikannya.
Dia menggoyang gelas anggur dengan pelan, tidak ada banyak ekspresi di wajahnya.
“Tuan muda, kapan anda akan bertindak?” Orang yang ada di sebelah berjalan ke sini dan bertanya dengan hati-hati.
“Biarkan Ndut yang memberi pelajaran pada bocah itu dulu, tunggu saat kedua orang itu akan menyentuh Jane baru aku bertindak, sebenarnya wanita adalah makhluk yang sangat istimewa, mereka suka kamu perlakukan dia dengan baik, juga suka kamu memberikan bantuan tepat waktu, di bawah pandangan banyak orang, seorang wanita yang sedang putus asa dan tidak berdaya paling ingin terjadi hal apa? Tentu saja pria tampan yang menyelamatkan wanita cantik! Apakah sudah paham? Dengan begini, akan membuat kesan mereka semakin membekas, juga akan menyebabkan efek mendebarkan, agar perasaan mereka lebih mudah semakin mencolok!” Cadre berkata dengan datar.
“Suruh mereka cepat bertindak, jangan sampai melewatkan kesempatan menunjukkan diri kali ini, beberapa tokoh terkenal juga duduk di dalam ruang pribadi, jangan sampai mereka melihat di sini membuat keributan!”
“Aku paham, tuan muda!” Orang itu mengangguk, lalu pergi.
Saat ini, di sekeliling banyak mata yang sedang memandang Vincent, orang-orang yang menyaksikan keseruan tidak akan bilang masalah terlalu heboh, ingin melihat bagaimana Vincent berencana menghadapi situasi ini.
Sedangkan kedua pria itu sudah datang ke depan meja Vincent, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, langsung melayangkan tinju mulai memukul.
Jane cemas sekali, segera mau lapor polisi.
Mengenai Vincent, tiba saat ini, dia bahkan tidak ada gerakan apapun, hanya minum anggur merah dengan tenang, seolah-olah tidak peduli terhadap semua ini, juga tidak khawatir!
Banyak orang yang kebingungan.
Apakah orang ini tidak takut?
Namun, tepat pada saat genting ini, sebuah teriakan keluar.
__ADS_1
“Hentikan!”
Semua orang terkejut dengan hal ini.
Lalu melihat lima atau enam orang keluar dari kerumunan, ada pria ada wanita, langsung berdiri di depan Vincent.
Seketika tempat itu bergejolak.
Pria gemuk itu juga tercengang, setelah melihat orang-orang ini dengan jelas, langsung kehilangan suara: “Manajer Newt?”
Melihat orang-orang ini, kedua ‘preman’ itu saling memandang dan ragu-ragu sejenak.
“Bukankah ini adalah Manajer Newt dari Perusahaan Kintan?”
“Apa yang mau dia lakukan?”
Orang-orang di sekitar mulai mencemooh, semua tidak tahu apa yang ingin Manajer Newt lakukan.
Cadre yang ada di luar kerumunan juga sedikit mengerutkan kening.
“Manajer Newt, apakah kamu mengenal orang rendahan yang tidak tahu berterima kasih ini?” Tampaknya pria gemuk mengenal orang yang datang dan segera bertanya.
“Ini adalah...” Manajer Newt ragu-ragu dan berhenti bicara, berputar dan mendengus dingin: “Ndut, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi, segera suruh orangmu menyingkir, biarkan hal ini berlalu begini saja! Kalau tidak...jangan salahkan aku tidak sungkan!” Begitu kata-kata ini terlontarkan, pria gemuk tercengang.
Cadre juga menajamkan kedua matanya.
“Manajer Newt! Kamu....kamu ingin menyelamatkan orang tidak berguna ini?” Pria gemuk membelalakkan mata.
“Aku hanya tidak tahan kau menindas orang di sini!” Manajer Newt pura-pura marah.
“Kamu...” Pria gemuk marah sekali, menepuk meja dan berkata: “Manajer Newt, aku peringatkan kamu, kita telah bertemu selama beberapa kali, tapi jika membuatku marah, maka aku akan membereskanmu juga! Kamu pergi atau tidak? Jika masih tidak pergi, jangan salahkan aku tidak sungkan!”
Kata-kata terlontarkan, kedua pria itu langsung berjalan ke arah Manajer Newt.
Orang-orang di sisi Manajer Newt mulai gugup.
Meskipun di sisinya banyak orang, tapi semuanya adalah staf perusahaan, sama sekali tidak pernah berkelahi, jika sampai bertindak kasar, dia juga tidak yakin.
Tapi ketika mereka berdua mendekati Manajer Newt, terdengar suara acuh tak acuh lagi dari kerumunan orang.
“Ndut, nyalimu sungguh semakin besar, pertemuan besar seperti ini kamu juga berani datang membuat kekacauan, kamu sungguh tidak takut mempermalukan orang dari Provinsi Hamsami kita?”
__ADS_1
Kata-kata terlontarkan, satu orang lagi yang keluar dari kerumunan.
Pria gemuk itu melihat orang ini, seketika raut wajahnya menjadi pucat pasi...