
Mendengar ini, Vincent segera tidak senang
"Mengundangku sendiri untuk datang? Apa maksudmu?"
"Tuan Kayaraya bilang bahwa Direktur Dormantis tidak bisa ikut minum, bahkan jika dia ikut datang, dia hanya akan duduk diam, itu akan sangat membosankan, oleh karena itu, dia hanya mengundang Tuan Bermoth yang cukup tahan dengan anggur untuk makan malam bersamanya, Tuan Kayaraya secara khusus menyiapkan sebotol Lafite 1982, dia ingin Tuan Bermoth mencicipinya! Tolong terima undangan ini!" Kata pelayan itu sambil tersenyum.
"Sudah tidak ada Lafite dari tahun 1982 sekarang ini!"
Vincent langsung membantah.
"Ini asli dan tidak mungkin ada duanya."
"Masa?"
Vincent berpura-pura berpikir, dia berkata dengan tenang, "Oke, kalau begitu aku akan kesana sebentar lagi."
“Oke Tuan bermoth!” Pelayan itu langsung girang.
"Mau pergi kemana?"
Jane berjalan keluar dengan mata yang masih memerah.
"Seseorang yang dipanggil Tuan Kayaraya mengundangku untuk makan malam." Kata Vincent.
“ Tuan Kayaraya ?” Jane terlihat bingung, tetapi setelah beberapa saat dia ingat: “Apakah itu pria gendut di dalam ruangan VIP siang tadi? Aku ingat dia, namanya Doni ! Dia adalah putra pemilik dari real estate Ohana."
“Yang paling penting dia adalah teman dari Tuan Kudos.” Vincent tersenyum.
“Apa maksudmu?” Jane bertanya dengan tidak jelas.
"Tidak mengerti? Tuan Kudos itu meminta Doni untuk mengalihkan perhatianku, Doni Kayaraya mengundangku sendirian, tetapi tidak mengundangmu, dia sengaja ingin menungguku pergi dari sini, lalu Tuan Kudos nanti akan datang dan mengundangmu untuk makan malam mewah dan romantis !" Vincent mengangkat bahunya dan tersenyum.
Jane terkejut, dia langsung menjawab "Aku tidak akan pergi."
"Tidak masalah jika kamu memang mau pergi."
“Apa maksudmu?” Jane menatapnya.
__ADS_1
“Tidak ada maksud lain, aku hanya percaya padamu.” Vincent tersenyum.
Jane terdiam.
"Terlebih lagi, karena Tuan Kudos berani mengundangmu, pasti ada alasan kenapa kamu tidak akan bisa menolaknya, kalau tebakanku benar, dia mungkin akan menggunakan proyek kerja sama denganmu sebagai alasan untuk membuatmu ikut dengannya." Vincent menjelaskan.
Jane terdiam lagi.
Ekspresi pelayan disampingnya langsung berubah.
"Ayo pergi."
Vincent keluar dari kamarnya.
"Kamu … silahkan lewat sini." Pelayan itu memaksakan senyumnya untuk mengantar Vincent.
Semuanya persis seperti yang diharapkan Vincent, tidak lama setelah Vincent pergi, bel pintu berbunyi lagi.
Jane mengerutkan keningnya dan segera berjalan untuk membuka pintu.
Yang berdiri di depan pintu adalah sekretaris Tuan Kudos.
Jane mendengar kalimat barusan, wajahnya yang cantik tiba-tiba jadi pucat.
“Di mana dia akan mengundangku makan malam?” Jane bertanya.
“Tidak jauh, ada sebuah restoran dengan gaya barat di seberang jalan! Tuan Kudos sudah menunggumu!” Sekretaris itu tersenyum.
“Restoran gaya barat? Tuan Kudos tidak memesan seluruh restoran untuk dirinya sendiri, kan?” Jane bertanya lagi.
"Ini...ini..." Sekretaris itu tiba-tiba tidak bisa menjawab.
“Beri tahu Tuan Kudos bahwa jika memang ingin mau makan, lebih baik makan saja di hotel ini, selain itu, aku hanya akan bicara tentang urusan pekerjaan, aku tidak ingin membicarakan hal lainnya, kuharap Tuan Kudos bisa mengeri." Jane berkata dengan sangat serius.
"Ok...yah, aku...akan segera memberitahu pihak Tuan Kudos."
Sekretaris itu tersenyum dan berkata, lalu buru-buru pergi.
__ADS_1
Sekitar setengah jam kemudian, Tuan Kudos datang ke lantai pertama hotel.
Jane dengan santai berganti pakaian normal dan tidak memakai riasan apapun, dia bertemu dengan Tuan Kudos tanpa memakai riasan sama sekali.
“Direktur Dormantis, apakah kamu tidak suka makanan barat?” Minos berkata dengan senyum di wajahnya.
Meskipun Jane sengaja tidak memakan riasan wajah, bahkan tanpa riasan sekalipun, kecantikannya tetap tiada duanya.
"Aku hanya merasa tidak perlu membicarakan bisnis resmi dalam situasi seperti itu, ayo kita pesan makan dan bicarakan urusan bisnis kita saja." Kata Jane datar.
Minos diam-diam mengerutkan keningnya, tetapi mengangguk dengan sopan, dia meminta sekretaris untuk menyiapkan tempat.
Setelah beberapa saat, keduanya duduk di dekat jendela di lobi di lantai pertama.
"Dua gelas anggur merah italia, salad buah dan dua steak setengah matang..."
Tuan Kudos sangat terampil dalam menyiapkan makanan.
“Aku tidak bisa minum alkohol, Tuan Kudos, kamu sepertinya sudah lupa.” Kata Jane tidak senang.
“Jane, apakah kamu lupa hari ini hari apa?” Tuan Kudos tersenyum.
Ekspresi Jane langsung tidak seang, jelas, dia tahu untuk apa Tuan Kudos memanggilnya kemari, tetapi dia masih bertanya dengan bingung "Hari apa memangnya hari ini?"
"Hari ini adalah hari ulang tahunmu! Bodoh! Tidak apa-apa untuk minum sedikit anggur merah!" Tuan Kudos tersenyum, lalu mengeluarkan kotak hadiah yang dikemas dengan indah dari tangannya dan meletakkannya di atas meja sambil tersenyum: "Jane, selamat ulang tahun, ini sedikit hadiah tulus dari hatiku! Tolong jangan ditolak lagi."
Jane tiba-tiba tersadar.
"Ya… hari ini adalah hari ulang tahunku..."
"Sudah lama aku tidak merayakan hari ulang tahun..."
Jane bergumam.
"Asistenku tidak sengaja melihat ID pengenalmu ketika sedang menandatangani kontrak denganmu, jadi aku menuliskan tanggalnya, alasan kenapa aku menetapkan waktu penandatanganan hari ini untuk kerjasama proyek karena hari ini adalah untuk merayakan ulang tahunmu juga! Jane, jangan salah paham, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin membuatmu bahagia dan memberimu kejutan!"
Minos berkata dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Matanya seperti bisa melihat Jane secara keseluruhan …