Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 433 Tidak Akan Menundukkan Kepala


__ADS_3

Di aula utama kediaman Keluarga Lavore, saat ini sudah duduk beberapa orang tetua Keluarga Lavore.


Setya dan Zoldyc juga hadir, lalu Sasha yang masih berdandan tebal juga hadir.


Beberapa orang tua di samping Setya, sedangkan yang berada di ujung duduk seseorang yang usianya paling tua, dia adalah Novanto yang mengepalai urusan rumah kedua.


Novanto sedang menikmati teh sambil memejamkan mata, ekspresi wajahnya terlihat tenang, tidak gelisah atau panik, juga tidak terlihat ekspresi apapun.


“Kakak kedua, dimana kakak pertama?” Setya berdiri dan bertanya.


“Setya, ini bukan masalah besar, dan kondisi kesehatan Kakak pertama tidak bagus, lebih baik dia tidak usah hadir, biarkan kita saja yang memutuskan masalah ini.” Si orang tua Novanto yang berada di atas berkata.


“Ini bukan masalah besar? Kakak kedua! Sudah muncul masalah yang sangat besar di keluarga ini, kenapa masih dibilang bukan masalah besar? Si anak sialan ini hampir memukul mati anggota keluarga kita! Anak yang tidak berbakti dan dibiarkan oleh ayahnya begitu saja, entah Keluarga Lavore ini mau jadi seperti apa, tidak ada aturan yang jelas! Apakah keutuhan Keluarga Lavore masih bisa dipertahankan? Menurutmu ini adalah hal kecil?” Setya marah menggebu-gebu hingga menggebrak meja dan melotot.


“Aku sudah mendengar tentang masalah ini, bukankah masalahnya Sasha yang mencelakakan Elva, benarkan? Sekarang bagaimana keadaan Elva?” Novanto mengelus janggutnya sambil bertanya.


“Sekarang masih diselamatkan, masih belum jelas apakah kondisinya hidup atau mati!” Setya menjawab dengan berat.


“Oh? Begitu parah ya? Aku tidak mengira kondisinya begitu parah, tapi, Setya, Elva adalah orang berdosa di Keluarga Lavore, kamu harus tahu waktu itu dia telah menyinggung orang dari Overwatch, dan hampir saja memprovokasi musuh besar keluarga kita, dan sekarang dia sudah ditendang keluar dari rumah ini, seharusnya dia sudah bukan anggota Keluarga Lavore lagi, kalau Sasha sudah berbuat sesuatu padanya ya sudah terjadi, lantas apa yang kamu risaukan?” Novanto berkata dengan nada biasa.


“Tapi dia adalah istri keponakanku! Istrinya Zoldyc, dan ibunya Nycta ! Meskipun namanya sudah dicoret dari daftar nama keluarga tapi ikatan darah tidak bisa diputuskan!!” Setya berteriak marah dan membuang semua gelas teh ke lantai.


Pranggggl


Gelas tehnya jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping, suaranya membuat orang-orang kaget.


Sekujur tubuh Sasha mendadak kaku tidak bergerak, dia tidak menyangka kalau Setya akan marah besar seperti ini.


Sedangkan Zoldyc tidak berkata sepatah kata pun, hanya kedua tinjunya terkepal erat.

__ADS_1


Novanto mengerutkan keningnya, dia juga tidak menyangka respon Setya akan sebesar ini.


Sedangkan seorang pria paruh baya yang berdiri disamping-Nya bersuara: “Paman ketiga, anda jangan marah, anda sudah berumur, tubuh anda juga tidak begitu sehat, jangan sampai emosi anda merusak badan.”


“Kamu masih berani bicara? Lihat anak perempuan yang kamu ajar dengan baik!” Menunjuk hidung pria tersebut dan memakinya.


Ternyata pria ini adalah Hulky Lavore, ayahnya Sasha.


Hulky tidak panik, juga tidak marah, dia hanya tersenyum biasa: “Paman ketiga, Sasha masih kecil, umurnya masih muda dan belum mengerti, anda kan sudah berumur kenapa harus perhitungan dengan dirinya?”


“Masih muda? Kamu lihat saja dia sudah bisa mengerjakan semuanya sendiri, apakah itu masih dibilang kecil? Sudah besar harusnya kalau berani berbuat ya harus berani bertanggung jawab dong? Setya menggerutu.


“Kalau begitu, Paman Ketiga, menurutmu bagaimana?” Hulky bertanya dengan pasrah.


“Segera suruh dia pergi menghadap dan berlutut pada Elva, dan juga masalah ini harus dilaporkan pada Kakak Pertama, dan sebagai kompensasinya maka kembalikan posisi Elva ke dalam Keluarga Lavore lagi!” Setya berkata dengan tegas.


Ekspresi wajah Hulky sekejap berubah ketika mendengar perkataan ini.


“Waktu itu Elva tidak sengaja melukai orang Overwatch, ini juga karena dia melindungi anak perempuannya, dia tidak membuat kesalahan besar, dan dia juga sudah menerima hukuman yang setimpal, setelah dia dikeluarkan dari Keluarga Lavore dia juga telah cukup menderita, harusnya ini sudah cukup bukan? Lantas apakah dia harus mati diluar barulah kalian merasa itu hukuman yang pantas? Setya mengeluarkan opininya dengan marah. Tapi kalau orang Overwatch tahu kalau kita menerima kembali Elva, maka bagaimana pemikiran mereka? Apakah mereka tidak akan marah?” Novanto meletakkan gelas tehnya lalu bertanya dengan serius


“Aku ini tidak menentang kalau Elva kembali, akan tetapi aku khawatir kalau orang Overwatch akan keberatan.”


“Atas dasar apa mereka keberatan? Bukankah Nycta juga orang Overwatch, lantas apakah orang Overwatch masih menginginkan Elva mati? Kalau begitu bagaimana Nycta bisa tenang berlatih ilmu beladiri?” Sekali lagi Setya menumpahkan amarahnya.


“Hmm. Yang kamu katakan ini masuk diakal juga.” Novanto berdeham beberapa kali, lalu mengangguk: “Baiklah, aku akan mendiskusikan dulu hal ini dengan Kakak Pertama!”


“Diskusi? Sekarang orangnya sudah aku bawa kemari, tidak perlu diskusi lagi, kalian harus setuju, kalau kalian khawatir dengan respon dari orang Overwatch, maka aku bisa mengatur orang untuk pergi ke sana dan menjelaskan hal ini! Kalau mereka tidak setuju, maka mereka harus mengembalikan Nycta, dan biarkan Nycta beserta Elva pergi bersama keluar dari Keluarga Lavore!” Setya berkata dengan kukuh, raut wajahnya yang tua terlihat sangat tegas.


Novanto menggerakkan aslinya, lalu berdeham dan berkata: “Baiklah, karena kamu adik ketiga sudah berkata seperti itu, maka aku mewakili Kakak Pertama mengizinkan permintaanmu!”

__ADS_1


Begitu mendengarnya Zoldyc langsung gembira: “Terima kasih Paman kedua!”


Setya juga mengangguk-angguk: “Kalau begitu aku mewakili Elva berterima kasih pada Kakak Kedua.”


“Dengan begini kamu sudah puas kan? Sana turun.” Novanto kelihatannya tidak begitu senang dan ingin mengusir kerumunan orang.


Namun Setya berteriak lagi, “Kakak kedua, tunggu sebentar!”


“Ada apa lagi?”


“Karena Elva telah kembali ke keluarga kita, maka dia otomatis adalah bibinya Sasha, dan kasus ini adalah kasus keponakan yang memukul bibinya, apakah kita diam saja akan hal ini?” Setya berkata.


Novanto sudah mau marah, tapi dia tahu dia tidak bisa mengabaikan hal ini, maka dia hanya menahan emosinya, lalu memandang ke arah Hulky, sambil berkata dengan nada berat: “Hulky, cepat suruh Sasha pergi meminta maaf pada Elva dan antarkan buah untuknya.”


“Baik, ayah.” Hulky menganggukkan kepala.


“Huhh, dasar orang tua, kenapa kamu tidak mati saja?” Sasha sangat marah namun dia tidak berani bersuara, hanya bisa memaki Setya di dalam hati. Berharap Sasha bisa meminta maaf kepada satu orang lagi!


Begitu ucapan ini keluar, Novanto seketika bangkit berdiri dan memelototi Setya: “Setya, apakah ini masih belum cukup? Seharusnya kamu jangan kelewat batas!”


“Kenapa? Kakak kedua, apakah ketika para anak muda berbuat salah kamu masih harus membela mereka? Kalau begitu lama kelamaan mereka hanya akan semakin kurang ajar! Masa depan Keluarga Lavore bergantung pada para penerus ini, lantas apakah kamu berharap nantinya Keluarga Lavore diserahkan ke tangan orang-orang ini?” Setya menekankan nada bicaranya.


“Kamu...”


“Sudahlah, Ayah, tidak usah bertengkar dengan Paman Ketiga lagi, akar masalah ini memang sebenarnya Sasha yang membuat keributan, karena memang harus minta maaf, maka bertambah satu juga tidak apa-apa, tapi aku tidak tahu siapa orang yang dimaksud oleh Paman Ketiga?” Hulky bertanya dengan tenang.


“Anak angkatku dengan Elva, yaitu Vincent, dan juga istrinya Jane!” Kali ini bukan Setya yang berbicara, melainkan Zoldyc yang bersuara.


“Apa? Aku masih harus meminta maaf pada bajingan itu?” Dalam sekejap Sasha emosinya meledak lalu berkata: “Aku tidak terima, dipukul sampai mati pun aku tidak akan mau minta maaf!”

__ADS_1


“Apa kamu bilang?” Zoldyc mulai emosi.


Lalu Hulky berdiri, wajahnya tanpa ekspresi dan berkata pada Zoldyc : “Kalau dua orang ini, Kak Zoldyc, maafkan aku, aku tidak akan membiarkan Sasha meminta maaf pada mereka, tidak peduli apa yang telah dia lakukan pada mereka, aku tidak akan mengizinkan dia menundukkan kepalanya di hadapan mereka!”


__ADS_2