Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 113 Aku Tidak Ada Penyakit


__ADS_3

Ezra meninggalkan lokasi acara dan tidak kembali untuk waktu yang lama, hal ini membuat Vincent agak terkejut.


Apakah Ezra pulang dulu karena ada urusan? Kenapa tidak memberi tahu dulu? Vincent melihat ke jam tangannya, kemudian menggelengkan kepalanya, mulai makan dan minum sendiri.


Sementara Celine dan teman-temannya sedang mengobrol dengan gembira.


Mungkin karena melihat Vincent minum sendirian saja, seorang gadis berambut pendek menghampirinya.


"Abang muda, siapa namamu?"


"Vincent" Vincent menjawab dengan senyuman.


"Kamu tidak tampak berusia tua, aku dengar kamu adalah bawahannya paman Ezra?"


"Bukan, aku adalah temannya ezra."


"Kamu menjadi teman paman Ezra ketika masih berusia begitu muda? Latar belakang keluargamu pasti sangat hebat ya?" Gadis berambut pendek segera duduk ke samping Vincent, bertanya dengan tatapan bercahaya, seolah-olah akan mendapatkan seekor kura-kura emas.


Orang yang bisa berteman dengan Ezra mana mungkin adalah orang biasa? Vincent malah menggelengkan kepalanya


"Keluargaku bukan siapa-siapa"


"Oh? Kalau begitu, keluargamu berbisnis di bidang apa? Orang tuamu bekerja sebagai apa?" Gadis itu tersenyum, mengira Vincent berkata seperti itu karena rendah diri.


Vincent berkata dengan jujur : "Keluargaku tidak ada bisnis apa pun. Ibuku sudah meninggal, ayahku tidak bekerja."


Begitu mendengar kata-kata Vincent, gelas anggur merah yang berada di tangan gadis berambut pendek itu pun bergetar sejenak, bahkan senyuman di wajahnya juga menjadi kaku.


"Kalau begitu.. bagaimana kamu bisa mengenal paman Ezra?" Gadis berambut pendek bertanya lagi dengan senyuman agak terpaksa.


Vincent berpikir sejenak, karena tidak ingin mengungkapkan hubungan dia dengan Ezra, dia pun sembarang menjawab


"Aku tahu sedikit pengetahuan medis, pernah mengobati penyakit ayah Ezra. Karena hal itu kami jadi saling kenal"


"Oh, kamu adalah dokter dengan kaki telanjang itu!"


Sebelum gadis berambut pendek sempat bersuara,


Celine tiba-tiba menoleh Vincent dan melihatnya dengan mata membesar,


Seluruh percakapan Vincent dan gadis berambut pendek diperhatikan oleh orang-orang ini.


"Oh? Kamu mengenalku?" Vincent merasa agak kaget.


"Aku pernah dengar kakakku cerita. Katanya ada seorang dokter dengan kaki telanjang menyembuhkan penyakit kakek. Tidak menyangka kamu adalah dokter itu" Celine mengangguk.


Begitu Celine selesai berkata, laki-laki bernama Fluke yang berada di samping pun segera berkata


"Jadi orang ini adalah dokter tanpa sertifikat yang hanya memiliki keberuntungan?"


"Tidak, aku sudah ada sertifikat sekarang" Vincent berkata.


Dia adalah presiden Asosiasi Medis kota Izuno, mana mungkin tidak ada sertifikat. Tapi pada detik selanjutnya.


Dang! Semua gelas, mangkok, piring dan alat makan di depan Vincent disapu ke lantai oleh sebuah tangan yang besar.


Semua kaca menjadi hancur pecah dan tersebar ke seluruh lantai.

__ADS_1


Begitu mengulurkan tangannya untuk menarik tangan yang menyapu semua alat makan ke lantai, tangan Vincent langsung kaku di tengah udara.


Teman-teman lain yang menghadiri acara pesta pada berhenti bicara dan menoleh ke arah Vincent.


Fluke menarik kerah baju Vincent Bermoth dan berkata dengan dingin


"Aku kira kamu adalah tokoh penting, tidak sangka ternyata hanya sampah yang tidak berkelas. Siapa yang memberi kamu keberanian duduk di sini?"


"Sejak kapan dokter adalah sampah yang tidak berkelas?" Vincent bertanya dengan alis mengerut.


Dia mengerti kenapa Fluke bisa begitu marah. Tadi Ezra memarahinya, membuat dia merasa sangat malu.


Dia menahan semua frustasi dan dendam, tidak berani menantang Ezra. Jadi dia bermaksud untuk melampiaskan semua kemarahan kepada Vincent.


Awalnya dia bisa mengusir Vincent itu karena mau mencari muka di depan Celine, sementara sekarang, dia hanya ingin mencari muka untuk dirinya.


"Kenapa? Bukankah dokter itu sampah? Yang duduk di sekitar meja ini, selain kamu, siapa yang rumahnya tidak memiliki harta belasan M? Kamu harus jadi dokter berapa tahun baru bisa mendapat penghasilan sebanyak itu? Di depan kami semua, kamu rasa dirimu itu berkelas atau tidak?" Seorang laki-laki yang agak gendut berkata sambil tertawa.


"Sudah, kenapa kalian mengatakan Vincent seperti itu? Mau bagaimanapun dia pernah menyelamati kakekku! Kalian jangan terlalu kelewatan!" Celine tampak agak tidak senang.


"Sudah sudah, hari ini adalah ulang tahun Celine, dia yang paling besar.


Semuanya jangan ribut lagi, turuti apa yang dikatakan Celine! Ayo ayo, kita minum lagi!" Teman-teman pada setuju.


Pada saat itu Fluke baru mau menenangkan diri, tetapi permusuhan di matanya tidak pernah menghilang.


Sebelumnya Ezra ada di sini, jadi dia merasa agak ketakutan.


Sekarang Ezra sudah tídak ada, latar belakang keluarga Vincent juga biasa saja, tentu saja Fluke bisa bertingkah sesuka hati.


Gadis berambut pendek yang duduk di samping Vincent mencibir dengan tidak senang


Vincent menggelengkan kepalanya, tidak mengerti tentang ketidakjelasan orang-orang ini.


Setelah minum beberapa putaran, mencicipi semua makanan. Beberapa teman sudah mulai mabuk.


"Ayo ayo, semuanya bersulang dengan bintang ulang tahun hari ini!"


Pada saat ini, Fluke dan beberapa teman laki-lakinya saling memberi kode mata, kemudian berdiri dan mengangkat gelasnya.


"Celine, selamat ulang tahun!"


Semua teman berdiri dan berteriak, setelah itu semuanya menghabiskan alkohol di dalam gelasnya.


Hanya Celine yang memegang gelasnya dengan ekspresi yang agak aneh. Pipinya tampak sangat merah, bibirnya sedikit pucat dan keringatnya tampak basah karena keringat.


Alis Vincent mengerut begitu melihat kondisi Celine.


"Celine, ayo cepat minum!" Fluke yang di samping membujuk.


"Aku.. sepertinya aku tidak sanggup minum lagi..." Celine berkata dengan wajah bersalah.


"Aduh! Celine, mana boleh begitu? Kalau alkohol lain, kamu boleh tidak minum. Tapi kalau ini, kamu harus minum. Karena alkohol ini mencakup doa semua orang, apakah kamu mau mengecewakan semua orang?" Laki-laki gendut di samping Fluke berkata.


"Benar, Celine. Jarang-jarang semuanya bisa begitu senang, hari ini ulang tahunmu juga, karmu tidak boleh merusak suasana!" Seorang gadis yang kurus berkata dengan senyuman.


"Semuanya sudah minum, hanya kamu saja yang belum minum. Tidak ada pengecualian!"

__ADS_1


"Benar benar. Celine, ayo minum!"


"Minum saja Celine!" Teman-teman pada berkata yang sama. Celine merasa agak kesulitan.


"Celine, minum saja. Tidak apa-apa kalau kamu memang mabuk. Kita sekarang berada di dalam kampus, semua teman asramamu di sini, Nanti mereka akan bawa kamu pulang ke asrama. Tidak apa-apa"


Fluke menghampiri Celine dan memberi dia segelas bir


"Ayo minum!"


"lya, minum saja!"


"Kak Celine, tim penyelamatan asrama nomor 501 sudah siap!"


"Tidak akan kenapa-kenapa, minum saja!" Semua orang terus membujuk Celine.


Celine sudah sedikit terguncang, melihat alkohol di dalam gelasnya, dia pun mengangkat tangannya.


Pada saat ini, sebuah suara berdering.


"Dia tidak boleh minum" Suara ini terdengar sangat mendadak


Semua orang menoleh ke arah suara berasal. Pada saat itu mereka baru sadar orang yang berbicara adalah Vincent!


"Kamu berhak bicara di sini? Kalau bukan paman Ezra yang bawa kamu ke sini, kamu kira kamu ada hak berdiri di tempat ini? Diam, minggir sana!" Fluke berteriak dengan marah.


Dia juga sudah agak mabuk, sehingga sangat gampang diprovokasi. Vincent menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin mencari masalah dengan para mahasiswa yang muda ini.


Dia mengabaikan Fluke dan berkata kepada Celine : "Dia tidak bisa minum bir bukan karena dia lemah, tapi karena tubuhnya memang tidak sanggup!"


"Omong kosong!" Salah satu gadis langsung berkata : "Celine sangat sehat!"


"Benar, Celine bahkan adalah anggota tim bulu tangkis kampus, tubuhnya sangat sehat!"


"Kamu jangan sembarang berkata di sini!" Teman-teman lain juga pada ikut berkata.


"Aku bilang tubuhnya tidak bisa, berarti beneran tidak bisa. Mau bagaimanapun aku adalah seorang dokter" Vincent berkata.


"Hahaha..." Semua orang tiba-tiba tertawa.


"Dokter? Kamu?"


"Sertifikat saja tidak ada, masih berpura-pura di sini?"


"Minggir sana!" Laki-laki yang pemarah langsung memarahi Vincent.


"Beberapa waktu lalu, kami ada melihat hasil pemeriksaan fisik Celine. Tubuhnya sama sekali tidak ada masalah. Kamu si dokter dengan kaki telanjang mau berpura-pura apa di sini? Haha, kamu berpikir terlalu banyak! Kamu keluar sekarang!" Fluke berteriak kepada Vincent sambil menunjuk ke arah gerbang.


"Aku tidak ada sembarang berkata. Kondisi seperti dia memang tidak disebut penyakit. Hanya mirip dengan arlegi alkohol, tapi tidak alergi total juga. Begitu overdosis, tubuhnya akan mengeluarkan efek penolakan. Pemeriksaan fisik itu tidak bisa mendeteksi hal seperti ini. Kalau kalian tidak percaya, boleh tanya ke Celine!" Vincent berkata.


Semua orang pun menoleh ke Celine. Termasuk Fluke.


Meskipun kata-kata Vincent kedengaran aneh, tapi kalau dia mengarah semuanya ke Celine, cara termudah adalah bertanya kepada Celine langsung.


Pada saat ini hanya Celine yang bisa memberikan hasil langsung. Tapi. Celine tidak segera menjawab. Dia menatap ke Vincent, kemudian melihat ke teman-temannya dengan alis yang mengerut.


Setelah meragu beberapa saat dia baru berkata dengan suara rendah : "Aku tidak ada penyakit, tidak punya kelainan tersembunyi juga. Tubuhku sangat sehat. Dokter Bermoth ini... salah.."

__ADS_1


Begitu Celine selesai berkata, suasana di dalam aula pun langsung meledak.


Vincent juga tercengang, melihat ke Celine dengan wajah yang tidak percaya.


__ADS_2