Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 802 Dokter Jenius Bermoth Dalam Penyamaran


__ADS_3

"Orang yang membunuhmu belum lahir? Bukankah itu sangat konyol? Bukankah harusnya ada di mana-mana? Selain itu, aku juga bisa!" Elena menatap Vincent dan berkata.



Elena juga dari Keluarga Lavore, dia tahu beberapa teknik bela diri kuno, menurut pendapatnya, seharusnya sangat mudah baginya untuk mengalahkan Vincent yang lemah ini.



“Elena, jangan menambah masalah, biarkan Kak Vincent ikut pergi ke sekolah bersamamu untuk memahami situasinya, mengerti?” Nycta berkata dengan sangat serius.



"Kakak, aku tidak ingin dia ikut denganku, jika orang tahu dia adalah menantu tidak berguna, bukankah akan sangat memalukan? Bagaimana aku bisa bertemu dengan banyak orang kedepannya kalau sudah begitu? Kata Elena.



"Elena, apakah kamu tidak mau menurut?"



Ekspresi Nycta ngeri.



"Kakak, aku… aku tidak bermaksud begitu..."



“Lalu apa maksudmu? Kuberitahu ya, entah kamu membiarkan Kak Vincent ikut denganmu, atau aku yang akan pergi bersamamu!” Teriak Nycta.



Elena gemetar: "Kakak, kamu … bagaimana kamu bisa pergi keluar?"



"Bagaimana caraku pergi? Bahkan jika aku harus merangkak, aku akan merangkak ke sekolah untukmu!" Kata Nycta dengan marah.



“Jangan jangan, kakak, kamu tidak boleh melakukan hal bodoh seperti itu, oke, oke, aku akan menuruti kata-katamu.” Elena pasrah.



“Bagus!” Nycta diam-diam menghela nafas lega.



"Selesai sudah, Mauren itu punya banyak kenalan, bagimana kalau identitas sebenarnya dari Vincent ketauan? Banyak orang pasti akan memeriksanya, jika dia tahu bahwa aku membawa menantu tidak berguna ini sebagai bodyguard-ku, dia pasti akan menyebarkan berita ini, mungkin aku akan menjadi terkenal dan jadi bahan tertawaan banyak orang, selesai sudah, tamat riwayatku, mulai sekarang, semua orang di kantin pasti akan mentertawakanku!" Elena bergumam pada dirinya sendiri, ekspresinya terlihat sangat cemas.



Vincent tidak bisa menahan senyumnya: "Elena, lalu, menurutmu, siapa yang ingin kamu harapkan agar bisa menyelesaikan masalahmu ini?"



"Kenapa harus ditanyakan lagi, tentu saja itu panutanku, Dokter Jenius Bermoth! Bagaimana masalah dari Keluarga Lavore bisa terselesaikan? Bukankah itu semua sudah jelas karena Dokter Jenius Bermoth? Jika bukan karena Dokter Jenius Bermoth, kakakku tidak akan bisa aman." Elena melirik Nycta dengan getir.



Tatapannya itu terlihat sinis pada Nycta.


__ADS_1


Menurut pendapatnya, Nycta menolak untuk memperkenalkannya pada Dokter Jenius Bermoth, itu karena kakaknya takut dia akan mengambilnya...



Nycta tidak tahu bagaimana cara meresponnya.



Tetapi pada saat ini, dia sepertinya memikirkan sesuatu, dia menoleh dan tiba-tiba berkata, "Elena, gimana kalau gini, biarkan Kak Vincent menyamar jadi Dokter Jenius Bermoth dan pergi ke sekolah bersamamu, bagaimana menurutmu?"



“Bagaimana dia bisa berpura-pura jadi seorang dokter?” Elena berkata dengan lesu.



Nycta melihat ke arah Vincent.



Vincent hanya bisa pasrah: "Apakah benar-benar harus sampai seperti itu?"



"Jika kita membawa Dokter Jenius Bermoth dan membiarkan semua orang tahu kalau Elena dijaga oleh Dokter Jenius Bermoth, maka Elena pasti bisa bersekolah dengan tenang, tidak akan ada yang berani mengganggunya." Nycta berbisik.



Vincent sedikit mengangguk: "Ide bagus!"



“Bukankah hanya perlu mencari seseorang untuk merias wajah Kak Vincent?” Nycta berkata kepada Elena.




“Hei, jangan begitu, sebenarnya, tinggi Dokter Jenius Bermoth sangat mirip dengan Kak Vincent bagaimana kalau kita coba Kak Vincent pakai riasan terlebih dulu dan lihat seberapa mirip dia dengan Dokter Jenius Bermoth yang ada di TV nanti?” Nycta tersenyum.



"Kalau begitu...mari kita coba..." Elena hanya bisa pasrah.



Nycta menatap Vincent dengan tatapan memohon, Vincent tidak punya pilihan lain selain segera keluar dari kamar pasien.



Sekitar satu jam kemudian, Vincent, memakai pakaian kasual dan mengenakan topi, dia segera masuk.



“Oh, kamu juga pergi berganti pakaian? Lumayan juga itu, terlihat seperti anjing kampung yang memakai topi.” Elena melihat dari atas sampai bawah tubuh Vincent lalu melanjutkan kata-katanya “Lepas topinya, biar kulihat dulu!"



Vincent langsung melepas topinya.



Wajah di bawah topi memang sangat mirip dengan Dokter Jenius Bermoth, tapi kemiripannya tidak 100%, sekitar 70 sampai 80%.

__ADS_1



Ini hanya hasil dari perubahan Vincent memakai jarum perak.



"Wow!"



Seru Elena, dia dengan cepat berbalik menatap Vincent, tatapannya sangat serius.



"Kamu … siapa kamu?"



"Apa maksudmu?"



"Vincent? Kamu … ada apa denganmu? Bagimana kamu bisa merubah wajahmu? Ini … ini … apakah ini hanya efek dari memakai riasan?"



Elena sangat terkejut.



Mungkin Photoshop saja tidak bisa merubah penampilan seseorang sampai sejauh ini.



“Elena, coba katakan sekarang, kamu mau Kak Vincent yang pergi denganmu atau aku?” Nycta buru-buru mencegah Elena melangkah maju untuk memeriksa ‘riasan’ Vincent dan segera bertanya dengan serius.



Elena melirik Nycta, tubuhnya dibalut dengan beberapa perban dan berkata dengan ragu: "Kakak, kamu harus istirahat yang baik..."



"Kalau begitu biarkan Kak Vincent yang menemanimu, oke?"



"Itu...bisakah aku pergi sendiri saja..."



"Tidak!"



"Oke..."



Elena menerima dengan pasrah.



Vincent tinggal untuk sementara dan menikmati makan siang di kantin rumah sakit, sekitar pukul 2, dia mengikuti Elena ke sekolah dengan mobil.

__ADS_1


__ADS_2