
Setelah tetua selesai berbicara, wajah orang-orang disana menjadi pucat.
Senyuman diwajah Pamungkas juga perlahan menghilang.
Dia terdiam sejenak, kemudian menerima telepon yang diberikan tetua, dan meletakkannya didekat telinga.
Tetapi disaat itu, Vincent tiba-tiba berbicara: “Pemimpin Rich, kalau tidak keberatan, apa boleh dispeaker saja suaranya?”
Perkataan ini membuat semua orang disana menjadi hening.
Semua orang itu memandang kepada Vincent.
Ada yang terkejut, ada yang marah.
Apa maksud perkataan Vincent ini, semua bisa mendengarkannya.
Adu domba!
Jelas-jelas adu domba!
Tetapi ini tidak hanya adu domba, sepertinya juga adalah bentuk perlawanan dari Vincent!
Benar-benar pembunuhan!
Pamungkas menyuruh Vincent untuk membuka speakernya, itu bukan untuk mempermalukan Vincent, karena menurut dia, membully orang bukanlah hal yang berguna, orang yang tinggi dan berkedudukan seperti dia ini tidak mungkin mau berurusan dengan orang bawahan.
Tujuan utama dia adalah membuat hati keluarga Rich menjadi lebih tenang!
Tetapi sekarang, Vincent benar-benar mau menghancurkan ketenangan yang dia maksud tadi!
Kalau Vincent ada cara lain, rencana lain Pamungkas-pun akan hilang.
Tetapi kalau tidak membuka speaker, bukankah dari energinya saja sudah kalah?
Jika begitu, ketenangan hati akan semakin tidak stabil.
Pamungkas menarik panjang napasnya, dan akhirnya menekan tombol speaker. Disaat itu, dia juga tidak ada pilihan lain.
“Pamungkas !”
Suara dari lawan telepon terdengar suara yang sudah tua, kelihatannya sangat tegas.
“Pamungkas masih mendengar.”
Pamungkas perlahan menundukkan kepalanya, nada bicaranya terdengar sangat menghormati.
“Siapa yang menyuruh kamu menyerang Grup Vallamor?” Terdengar suara tua itu sedang bingung.
Napas Pamungkas terdengar bergemetaran, perasaan orang keluarga Rich juga semakin tegang.
Dia menjadi ragu kemudian berkata dengan suara rendah: “Grup Vallamor... tidak boleh diserang?”
“Dulu boleh diserang, sekarang dan seterusnya tidak boleh, Dokter Jenius Bermoth boleh diserang, tetapi beberapa pabrik obat itu tidak boleh!” suara yang terdengar tua itu menjadi emosi.
__ADS_1
Perkataan ini, bisa dibilang membuat tegang banyak orang.
Dokter Jenius Bermoth boleh diserang, tetapi pabrik obatnya tidak boleh?
Kenapa ini?
Praja sangat terkejut.
Satu keluarga beserta Pamong semuanya terbuka mulutnya.
Efesus sudah dari awal bingung.
Ada apa ini?
Ternyata pimpinan tua keluarga Rich malah menyalahkan Pamungkas dengan langkah ini?
Cara apa yang digunakan guru, sampai menekan pimpinan tua keluarga Rich maju?
Tidak bisa dipercaya!
Benar-benar tidak bisa dipercaya!
Apa yang terjadi sebenarnya?
Apakah....ada kekuatan terpendam dari guru? Efesus tidak berani memikirkannya.
Harus diketahui, ini adalah keluarga Rich !
Dia termenung memandang Pamungkas.
Mungkin, dia juga tidak menyangka pimpinan tua bisa berkata demikian?
Tetapi masalah sudah sampai pada tahap ini, kalau dia mau mundur, bukankah akan sangat memalukan?
Dia menarik panjang napasnya, lalu berkata: “Apa aku boleh menyerang Dokter Jenius Bermoth?”
“Sudah kukatakan, dulu boleh, sekarang dan seterusnya tidak boleh! Dulu sudah menyerang, bisa dikatakan bahwa dulu kita tidak tahu hubungan Dokter Jenius Bermoth dengan siapa. Kalau tidak tahu, maka tidak salah, membunuh mereka pun kita masih mempunyai alasan yang tepat. Tetapi sekarang, tidak mungkin, buanglah semua pikiran ini, lakukan semua permintaan Dokter Jenius Bermoth, suruh dia cepat pergi dari keluarga Rich !” Selesai berbicara, suara dari lawan telepon berhenti.
Orang-orang keluarga Rich menjadi terdiam.
Pamungkas juga tidak berbicara.
Telepon ini seperti sebaskom air dingin yang dilemparkan ke wajah, dan langsung membasahi wajah keluarga Rich.
Ringg...inggg..
Disaat itu, telepon ditangan Vincent pun berdering.
Vincent melirik layar teleponnya, kemudian langsung mengangkat, dan memencet tombol speaker.
“CEO Bermoth, CE0 Bermoth, sudah, semua sudah selesai!” Dari lawan telepon terdengar suara yang sangat cemas.
“Pabrik obat akan dibuka kembali?” Vincent berkata dengan datar.
__ADS_1
“Benar, tiba-tiba datang segerombolan orang, yang mengatakan bahwa pabrik obat ini ada beberapa barang palsu dan harus dibawa untuk diperiksa. Mereka mengakui bahwa semua ini ada orang yang menyuruh, dan mendapati ada beberapa orang yang bekerja secara tersembunyi, dari sana sudah didapati bahwa kita salah paham. Kalau pabrik dibuka kembali, semua akan berjalan normal.” Jawab Frank.
“Baik.” Vincent menganggukkan kepala, dan menutup teleponnya.
Dari pihak keluarga Rich juga sudah terkejut, menatap Vincent dengan termenung.
“Ini adalah kemampuan Dokter Jenius Bermoth?” Praja berkata dengan menarik panjang napasnya.
“Apa...apakah anak ini berani menyerang keluarga Rich seorang diri..” Pamong dengan gemetar berkata.
“Ayah, itu berarti, dendam kita tidak terbalaskan?” Cukong membesar matanya, kemudian membalikkan kepala melihat Pamong.
“Diam kamu!” Pamong menjawabnya.
“Tetapi, ayah, aku hampir dibunuh oleh anak ini. Dan anak ini sudah melukai banyak orang dari keluarga Rich, apakah kita lepaskan begitu saja? Kalau hari ini kita membiarkannya, bukankah ini sangat memalukan keluarga Rich ?” Cukong berteriak.
Bisa dikatakan dia sudah terlalu cemas.
Jelas-jelas keluarga Rich sudah menyerang, bahkan pimpinan keluarga sudah maju sendiri.
Awalnya mengira Dokter Jenius Bermoth harus dibinasakan, tetapi tidak tahu apa ide yang dia pergunakan, sampai pimpinan tua maju! Pimpinan tua sudah memberi respon, bagaimana dia membalas dendamnya di Persekutuan Eden?
Mengingat dulu pernah dibully bahkan hampir dibunuh oleh Vincent, didalam hatinya mempunyai dendam yang begitu besar.
“Pamong, ada apa ? Apa kamu tidak bisa mengurus anakmu dengan baik?” Pamungkas menyampingkan tubuhnya kemudian mengerutkan kening
“Maaf pimpinan, aku salah mendidik anak!” Pamong langsung menjawab, kemudian mengedipkan mata kepada
Medusa yang berada disamping, dan berkata: “Bawa pergi anak ini.”
“Baik...baik...” Medusa dengan segera menjawab dan membawanya pergi.
“Ibu, apa yang kamu perbuat? Lepaskan aku! Orang keparat yang mau membunuh anakmu disini, kenapa kamu tidak membalas? Bukankah kamu ingin menghancurkan mereka, dan mematahkan lutut mereka, kemudian membuat mereka tersungkur didepanmu? Kenapa kamu membawaku pergi? Lepaskan aku, cepat lepaskan!” Cukong terus memberontak.
“Cukong, ini demi kebaikanmu, dengarkan perkataan ibu, cepat pergi bersamaku!” Medusa berkata dengan suara rendah.
“Ibu...”Cukong masih ingin berbicara.
Tetapi disaat itu, terdengar suara dingin disana.
“Siapapun bisa pergi, tetapi Cukong...tidak boleh!”
Perkataan ini, membuat Pamong menjadi gemetar, dan memandang kearah suara itu berasal.
Orang yang berbicara itu...adalah Vincent!
Medusa gemetar, wajahnya menjadi pucat.
Pamong juga membelalakkan mata kepada Vincent.
Dia paling tidak ingin hal ini terjadi.
Dia bukanlah orang bodoh, untuk sekarang, kejadian ini. Sudah bukan dibawah kontrol Pamungkas.
__ADS_1
“Dokter Jenius Bermoth, apa maumu?” Pamungkas bertanya dengan datar.
“Aku sudah memberitahu syarat dariku dari awal kepada keluarga Rich, aku tidak ingin mengulanginya lagi.” Vincent menutup matanya, dan berkata dengan tenang: “Tetapi aku ingin mengganti syaratnya, awalnya aku ingin mengatasi Cukong seorang diri. Sekarang, aku ingin kalian mewakiliku, jelas?”