Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 454 Mulai Membalas


__ADS_3

Vincent tidak banyak bicara lagi dengan Satan, karena itu hanya akan menjadi percakapan yang tidak bermakna, setelah menunjukkan sikapnya, di langsung naik mobil dan meninggalkan Umbrella Pharmacy.


“Dasar bajingan, sombong sekali!”


“Kamu pikir siapa kamu? Membuat Umbrella Pharmacy lenyap? Apakah kamu pantas?”


“Mimpi saja sana!”


“Berani main-main dia!”


Para murid Umbrella Pharmacy baru sadar dan mulai mengumpat, bahkan ada yang sampai melempari mobil dengan batu.


Dakk!


Bagian belakang mobil Benz seharga miliaran dilempari sampai penuh dengan bekas lemparan batu.


“Sungguh keterlaluan!” Frank benar-benar marah dan ingin menghentikan mobilnya.


“Jalan saja.” Ucap Vincent.


“Tuan Bermoth...”


“Kembali!” Vincent sekali lagi menyentak dengan wajah yang sangat tegas.


Frank mengepal setir dengan erat, dadanya terasa panas oleh api amarah, namun Vincent sudah bersabda, dia juga tidak bisa berbuat apapun, hanya bisa menancap gas meninggalkan Umbrella Pharmacy.


Meskipun sudah menjauh, namun Frank masih bisa mendengar gelak tawa dari arah Umbrella Pharmacy.


Jangankan Frank, bahkan pengawal yang ikut datang juga menahan amarah yang meluap-luap.


Tetapi, Vincent sejak awal sampai akhir begitu tenang, sama sekali tidak memperlihatkan gejolak apapun.


Apakah Direktur Bermoth tidak marah?


Frank tidak bisa memahaminya.


Begitu sampai di Grup Vallamor, masuk ke dalam ruangan, Vincent baru berkata. “Segera utus orang pergi ke Provinsi Hansami”


Frank tercengang: “Direktur Bermoth, untuk apa pergi ke Provinsi Hansami?”


“Mengumpulkan orang.”


Vincent mengambil pena dan juga kertas di meja kerjanya, lalu menuliskan deretan nomor telepon dan nama untuk diberikan pada Frank.


Begitu Frank melihatnya, ekspresinya langsung berubah.


“Direkutur Bermoth, ini.. kalau begini, lebih baik aku yang pergi langsung.” Nafas Frank sampai bergetar dan berkata sambil berdiri.


“Tidak perlu, asal kirimkan satu orang saja sudah cukup, katakan pada mereka, langsung bergerak, alku tidak mau orang mereka datang langsung ke Umbrella Pharmacy, namun aku mau mereka beraksi, aku tidak perduli cara apa yang mereka gunakan, menggunakan kekuasaan dari mana, aku hanya menginginkan sebuah hasil, aku ingin melemahkan seluruh kekuatan Umbrella Pharmacy, mengerti?” ucap Vincent dengan tenang.

__ADS_1


“Seluruh kekuatan? Sampai tahap mana?”


“Umbrella Pharmacy membuka satu toko obat, maka aku ingin dia tutup satu toko obat, dia menerima satu murid, aku akan membuatnya kehilangan satu murid!”


“Ini... aku mengerti, namun Direktur Bermoth... hanya mengandalkan tenaga dari Provinsi Hansami saja, untuk menyentuh Umbrella Pharmacy lebih susah, karena mereka berada di Provinsi Hansami, semuanya sangat terbatas, kalau ingin menyentuh Umbrella Pharmacy, tetap membutuhkan bantuan dari tempat lain.” Setelah Frank ragu sejenak, dia berkata dengan hati-hati.


“Sekarang gerakan Grup Vallamor dan Sekolah Rakizen, tidak perduli apapun resikonya, lawan Umbrella Pharmacy, berapapun kerugiannya tidak masalah.”


“Baik, Direktur Bermoth.” Frank mengangguk dengan keras.


“Diluar itu, kami kirim lagi orang ke beberapa tempat berbeda.” Vincent kembali mengangkat penanya dan menuliskan sesuatu untuk diserahkan pada Frank.


Begitu Frank melihatnya, perasaan terkejut diwajahnya sama sekali tidak bisa ditutupi.


Dia merasa nafasnya hampir berhenti.


Setelah sejenak, dia menyimpan kertas itu dengan tangan bergetar, dan diam-diam menelan ludah.


“Segera kerjakan.”


“Baik... Direktur Bermoth, namun Direktur Bermoth, anda mengutus orang lain untuk mengabari tempat-tempat ini, kalau begitu.. bagaimana denganku?” tanya Frank dengan hati-hati.


“Kamu mewakili aku pergi ke Kota Azuka.” Ucap Vincent dengan serak.


“Kota Azuka ?” Frank langsung terkejut.


...


...


...


Asap jernih mengepul dari ceret.


Pimpinan Umbrella Pharmacy sedang duduk disana menyeduh teh dengan pakaian tradisional, yang duduk diseberangnya adalah seorang pria muda berjas yang berparas tampan dengan tatapan begitu tegas.


Pimpinan Umbrella Pharmacy menyeduh teh dengan begitu terlatih, kemudian menuangkan segelas teh untuk pemuda itu.


Pria itu juga menyeruputnya dengan khidmat, lalu meniupnya sejenak, kemudian berkata dengan wajah tersenyum: “Teh Paman Noval memang tiada duanya!”


“Kamu terlalu berlebihan.” Pimpinan Umbrella Pharmacy tersenyum datar dan menuangkan satu gelas teh lagi untuk pemuda itu, lalu berkata: “Namun sejujurnya, aku sangat terkejut, keluarga besar kalian malah mengutusmu datang, Cadre, kamu adalah permata keluarga besarmu, masalah seperti ini sampai harus membuatmu datang langsung? Sebentar lagi konferensi akan diadakan, bukankah kamu seharusnya mempersiapkannya?”


“Paman Noval anda salah, kedatanganku bukan karena keluarga besar yang menyuruhku datang, melainkan keinginanku sendiri.” Ucap pria itu sambil tersenyum.


“Keinginanmu sendiri?” Pimpinan Umbrella Pharmacy menatapnya dengan wajah terkejut.


“Benar, aku tidak akan berbelit-belit, kedatanganku, karena ingin meminta sebuah obat dari Umbrella Pharmacy.”


“oh? Obat apa?” Pimpinan Umbrella Pharmacy bertanya dengan tatapan yang meredup.

__ADS_1


“Bunga Lotus.” Ucap pria itu sambil tersenyum.


Pimpinan Umbrella Pharmacy tercengang, kemudian menggeleng dan berkata dengan senyum tipis: “Kamu jangan bercanda, Cadre, siapa yang tidak tahu kalau Bunga Lotus milik Umbrella Pharmacy ku sudah direbut oleh Dokter Jenius Bermoth, aku harus mencari kemana untuk memberikan sebuah Bunga Lotus padamu?”


“Kalau alku tidak salah menerka, seharusnya Umbrella Pharmacy mu masih ada satu.”


“Menerka?”


“Aku mengatakan padamu kalau aku menerka, itu hanya untuk menjaga harga dirimu saja Paman Noval, anda paham bukan?” ucap pria itu sambil tersenyum.


Begitu ucapan ini dilayangkan, tangan Pimpinan Umbrella Pharmacy langsung gemetar, dan raut wajahnya langsung menjadi begitu tegas, lalu menatap pria itu dengan dingin: “Cadre, keluarga besar kalian mengutus orang untuk menyelinap dalam Umbrella Pharmacy ku?”


“Umbrella Pharmacy bukanlah organisasi kecil, kalau ingin memasukkan seorang mata-mata itu sangatlah mudah.” Ucap pria itu dengan datar.


Pimpinan Umbrella Pharmacy tidak bicara.


Memang benar, mengatakan kalau menerka itu hanya ucapan yang sungkan, kenyataannya mata- mata pria ini sudah melihat Bunga Lotus yang ada di tangan Umbrella Pharmacy ...


Pantas saja dia tiba-tiba muncul!


Pantas saja dia begitu yakin...


Beberapa menit kemudian, Pimpinan Umbrella Pharmacy menarik nafas panjang dan berkata: “Seberapa berharga Bunga Lotus sudah tidak perlu kukatakan lagi, kamu menginginkannya, paling tidak harus berkorban sesuai dengan nilainya!”


“Kalau kamu memberikannya padaku, semua keuntungan yang kudapatkan di konferensi, kamu bisa mendapatkan 30 persennnya!” ucap pria itu dengan suara yang serak dan tegas.


30 persen?


Jantung Pimpinan Umbrella Pharmacy seketika berdegup kencang, nafasnya juga menjadi berat.


Dia paham apa maksud 30 persen ini, dan ini merupakan keuntungan yang terus dia perjuangkan bersama Umbrella Pharmacy, ini sungguh besar.


Namun dia tidak boleh menyetujuinya dengan mudah, sehingga mengangkat tangannya: “Paling tidak 50 persen.”


“30 persen.” Pria itu berkata pada Pimpinan Umbrella Pharmacy dengan wajah tersenyum, dalam tatapannya itu ada aura dingin yang terpancar jelas.


Dan Pimpinan Umbrella Pharmacy menyadari dengan jelas tatapan ini, alisnya langsung mengkerut dan menepuk tangan: “Sudahlah, 30 persen ya 30 persen, kamu sudah begitu loyal, kalau aku masih menawar, itu akan menyebalkan!”


“Ucapan Paman Noval tepat sekali, aku bersulang menggunakan teh ini menggantikan arak.” Ucap pria itu sambil tersenyum dengan cangkir teh yang terangkat.


Pimpinan Umbrella Pharmacy juga tersenyum, sama sekali tidak terlihat kemarahan diwajahnya.


Namun tepat pada saat ini, tiba-tiba Guru Snape lari masuk tergesa-gesa dan berkata dengan suara serius. “Pimpinan, gawat.”


“Ada masalah apa? Dokter Jenius Bermoth datang membuat keributan?” Ucap Pimpinan Umbrella Pharmacy dengan datar.


Umbrella Pharmacy sudah bersiap untuk melawan Sekolah Rakizen sejak awal.


Namun Guru Snape malah menggeleng: “Bukan, melainkan.. melainkan belasan toko obat milik kita yang berada diluar daerah... tiba- tiba semuanya disegel, yang tidak disegel semuanya dihancurkan, dan sekarang semuanya sudah ditutup secara paksa!”

__ADS_1


“Apa?” Pimpinan Umbrella Pharmacy terkejut.


__ADS_2