Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 626 Siapa Yang Barusan Bicara?


__ADS_3

“Syarat?” Jane sedikit terkejut “Apa syaratnya?”



"Ini … aku tidak enak ngomongnya, Jane, kamu bicara langsung saja dengannya!"



Kiluwa menyalakan speaker teleponnya dan mengulurkannya di depan Jane.



Jane mengambilnya, sedikit gugup, tetapi dengan hati-hati menyapa dengan bahasa asing yang tidak terlalu fasih.



"Halo dokter."



“Nona, kamu tidak perlu bicara dengan bahasa inggris, aku bisa bicara bahasa lokal tempatmu.” Terdengar suara wanita yang manis di telepon.



Mendengar suara ini, Vincent sedikit mengernyit dan melihat kearah telepon.



Suara yang cukup familiar.



Orang ini adalah...



"Ah … ya … apakah tidak apa? Oke, dokter..." Jane sedikit gugup, tetapi masih mencoba yang terbaik untuk mempertahankan ketenangan dirinya, dia mengambil napas dalam-dalam dan berkata "Dokter, untuk situasi pamanku, Kiluwa seharusnya sudah memberitahumu, aku tidak tahu apakah kamu..."



"Aku bisa mengobati pamanmu secara gratis, tapi seperti yang dikatakan Kiluwa, aku punya syarat!"



"Syarat seperti apa yang kamu punya, katakan saja! Aku bisa mengabulkan segalanya!" Jane buru-buru berkata.



"Aku ingin kamu pergi makan malam dengan Kiluwa malam ini, pergi berbelanja, menonton film dan ikut dengannya dalam acara Rapat Medis Nasional yang akan diadakan di Azuka besok! Aku tidak tahu apakah kamu bisa menyetujuinya!" Suara wanita di telepon terdengar sambil tersenyum.



Begitu kata-kata ini diucapkan, Jane langsung terkejut.



Kiluwa tersenyum dan menatap telepon miliknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.



Ekspresi Vincent sudah sangat dingin.



"Ini...dokter, untuk alasan apa...kenapa kamu membuat permintaan seperti itu?" Jane agak sungkan.



Dokter ini… terlihat sangat jelas bahwa dia ingin menjodohkannya dengan Kiluwa...



“Apa? Kamu tidak setuju?” Suara wanita di ujung telepon terdengar menjadi sedikit tidak sabar.

__ADS_1



"Dokter, bisakah kamu mengganti syaratmu … aku … aku sudah menikah..." Kata Jane pasrah.



“Kudengar kamu akan segera bercerai, karena kamu sudah akan bercerai, tidak ada salahnya melakukan hal seperti itu kan?” Dokter itu tersenyum.



"Tapi..."



"Jika kamu tidak mau, lupakan saja, kamu bisa cari dokter lainnya, satu hal yang ingin kuberitahu adalah bahwa biaya perawatan untuk penyakitnya sangat mahal, kalau tidak punya setidaknya 6 miliar mungkin tidak akan bisa menyelesaikan perawatannya, dokter terkenal dari luar negeri lainnya juga mungkin tidak akan mau menerima pasien itu, lagi pula, proses perawatannya terlalu lama, kamu tidak akan mungkin mengundang mereka untuk datang, singkatnya, kalau bukan aku yang mengobatinya, mungkin kamu akan kesulitan mencari dokter lain untuk menyembuhkan pamanmu, nona, silakan pertimbangkan dengan baik.” Kata dokter sambil tersenyum.



Ini sudah seperti ‘skakmat’ terakhir untuk Jane.



Jane menggigit bibirnya dengan erat, dari tatapannya dia terlihat bingung dan cemas, dia melihat ke arah Kiluwa.



Dia bukan orang bodoh, dia tahu sangat jelas apa yang sedang terjadi...



Kiluwa tersenyum pasrah: "Jane, maaf, dokter ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluargaku, dia tahu bahwa aku datang ke Azuka untuk mencarimu, dia juga secara tidak sengaja menebak bahwa aku mungkin tertarik padamu, jadi dia membuat syarat seperti ini dan sengaja ingin menjodohkan kita."



“Lalu apa maksudmu?” Jane bertanya.



"Jane, aku tahu kamu sangat malu dan tidak mau menerimanya, tetapi jika kamu bisa pergi makan malam bersamaku, pergi berbelanja, menonton film, kemudian bergandengan tangan untuk menghadiri acara perjamuan … itu akan membuat sebuah pengalaman yang tak terlupakan seumur hidupku, aku...aku...tentu saja sangat menantikannya..." Kata Kiluwa penuh kasih sayang.




Jane juga sedikit tersentuh.



Tapi… dia sudah menikah.



Dan… Vincent ada di sebelahnya!



Bagaimana dia bisa setuju?



Tetapi jika dia tidak setuju, apakah dia bisa melihat pamannya terus menderita seperti tadi?



Bagaimana dia bisa menahan perasaan seperti itu?



Jane menunduk, tangan kecilnya dikepal dengan erat.



Tetapi tiba-tiba Vincent bicara.

__ADS_1



"Jane, lupakan saja, tidak usah pakai dokter ini."



Ketika kata-kata ini diucapkan, Jane dan Kiluwa menatapnya bersamaan.



Dokter yang ada di panggilan telepon terkejut.



"Apakah kamu punya pilihan yang lebih baik?" Jane langsung bertanya.



"Tentu saja ada banyak pilihan, kenapa harus repot-repot memakai dokter seperti itu, jika kualitas dokternya saja seperti itu, aku rasa keterampilan medisnya juga tidak akan terlalu bagus! Kenapa harus repot-repot mau memakainya? "Vincent mendengus dingin.



Begitu kata-kata ini diucapkan, Kiluwa tidak bisa menahan tawanya, ledakan tawa terdengar.



"Kamu benar-benar tidak tahu seberapa tinggi dunia ini, tahukah kamu siapa orang yang ada di ujung telepon itu? Itu Nona Anna yang terkenal, wakil presiden Asosiasi Medis Internasional! Kamu benar-benar berani bilang bahwa keterampilan medisnya tidak bagus? Kamu…kamu sangat konyol...apakah kamu tahu statusnya?"



"Menurutmu, kemampuan medisnya mungkin memang sangat bagus, tapi menurutku, keterampilan medisnya sangat biasa-biasa saja, katakan padanya bahwa aku tidak akan menyetujui permintaannya, mau istriku pergi menemanimu? Mimpi !"



Vincent bicara dengan sinis.



Kiluwa mendengar ucapannya dan mengangkat bahu degan pasrah kearah Jane: "Jane, teleponnya masih belum ditutup, mungkin Nona Anna telah mendengar apa yang dikatakan suamimu.



"Tuan Grev, siapa orang yang baru saja bicara? Sinyalnya tidak terlalu bagus, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas barusan!" Saat ini, suara di ujung telepon langsung bertanya dengan cepat.



“Bukan apa-apa Dokter Anna, itu hanya komentar penuh amarah dari suamiku, jangan diambil hati."Jane cemas dan dengan cepat memaksakan untuk tersenyum, sebelum akhirnya dia berteriak dengan marah pada Vincent: "Bagaimana kamu bisa bicara seperti itu? Cepat, segera minta maaf pada Nona Anna! Kamu dengar ucapakanku kan?"



"Dia tidak akan memintaku untuk minta maaf." Vincent menggelengkan kepalanya dan berkata dengan santai.



"Kamu … kamu jangan buat masalah lagi, kamu … kamu pergi sekarang juga, pergi sana!" Jane sudah sangat marah dan langsung mengusir Vincent pergi.



Vincent melirik teleponnya, menggelengkan kepalanya, berbalik dan segera pergi.



Tapi terdengar suara panik di telepeon.



"Kiluwa, siapa yang barusan bicara? Jawab pertanyaanku dengan cepat! Dan juga, siapa wanita yang ada di sebelahmu ini? Cepat jawab!"



Suaranya terdengar panik dan cemas, dia langsung bertanya dengan cepat.


__ADS_1


Kiluwa tersenyum kecil: "Nona Anna, jangan marah, wanita muda di sebelahku adalah kakak perempuanku, bocah laki-laki konyol barusan adalah suaminya, suaminya memang agak ceroboh, jangan marah!"


__ADS_2