Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 99 Mendapat Peringatan


__ADS_3

Jane bukan tipe orang yang kejam, apalagi ada Katrina disini, meskipun dia menderita, dia juga tidak akan berpikir untuk membalas dendam.


Namun.. berbeda dengan Vincent. Jelas sekali dia bukan orang yang bisa diam saja. Voila gemetar. Galac , Yosua, kedua kakak beradik ini begitu ketakutan.


Para tuan muda yang dipukuli Vincent sampai bersimbah darah itu, membuat mereka yang melihatnya ketakutan sampai hampir mengompol dicelana.


Mereka sungguh tidak mengerti, bukankah menantu Keluarga Dormantis ini adalah pria lemah, bahkan tidak berguna? Kenapa bisa menjadi begitu brutal? Tentu saja, yang begitu terkejut disana tidak terkecuali Katrina. Dia selalu merasa Vincent adalah orang yang begitu ramah dan baik, namun hari ini dia baru menyadari kalau orang ini juga bisa begitu brutal.


Setelah membuat perhitungan satu per satu, satu jam pun berlalu. Tidak sedikit tamu yang terkejut juga merasa fisik Vincent sangat kuat disaat bersamaan.


"Sudah cukup bukan?" Dakota menahan amarah dalam hatinya, bertanya dengan rahang menggertak.


"Uhm, kurang lebih sudah!" Vincent melempar kursi ke lantai. Dia sudah menghantam hancur 12 kursi. Lantai dipenuhi oleh serpihan kursi yang hancur, juga darah tentunya.


"Kejadian hari ini, sungguh membuat Dakota membuka matanya dengan lebar, baik! Sangat baik!" Dakota mengangguk, amarah dalam tatapan matanya begitu jelas terlihat, dan ketika dia bersiap pergi.


"Tunggu dulu." Tiba-tiba Vincent memanggilnya.


"Mau apa?" Dakota menghentikan langkahnya.


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" ucap Vincent. Begitu dia mengatakan ini, ekspresi wajah semua orang yang ada disana langsung berubah.


"Apakah kamu juga akan memukulku?" Dakota berteriak dengan penuh emosi dan amarah meledak-ledak.


Semua orang yang ada disana hampir menggila.


Menyentuh Dakota ?


Keluarga Lanister memang hebat, namun hanya bisa menekan Dakota untuk menundukkan kepala, masih belum sampai membuatnya bertekuk lutut!


Apa maksud Vincent?


Apakah dia benar-benar ingin mengandalkan Keluarga Lanister untuk menghabisi orang?


Namun kedatangan Keluarga Lanister kali ini untuk Jane, apa hubungannya dengan dia?


Sikapnya ini apa tidak keterlaluan?


"Vincent !" Tuan Besar Avricon tidak dapat menahan diri dan membentak.


"Vincent, sudahlah, kalau menyentuhnya kelak akan menyusahkan." Renata berkata dengan nada yang sedikit berat.


"Kamu tenang saja, meskipun tidak mengandalkan Keluarga Lanister, aku tetap bisa menghajarnya." Ucap Vincent dengan tenang : "Aku tidak akan menyusahkan Keluarga Lanister -mu."


"Tetapi." Ucapan Renata terhenti lagi. Vincent melangkah kearah Dakota . Mata Dakota membelalak besar.


"Kurang ajar, beraninya kamu!"


"Bahkan Tuan besar Carn saja ingin kamu hajar? Kamu sudah gila?"


"Apakah kamu tahu seberapa besar pengaruhnya?"


"Vincent ! Kamu hanya orang yang mengandalkan kekuasaan orang, jangan terlalu sombong!" Seluruh tamu menggila, semua memarahi dan juga menyalahkannya,

__ADS_1


pada saat ini tidak ada satupun orang yang tinggal diam. Namun Vincent tetap maju dan mengabaikan mereka. Dakota sama sekali tidak menyangka di dunia ini ada orang yang begitu arogan!


Dan tepat ketika Vincent akan menghajar Dakota, dua lengan yang kecil dan putih mendekap Vincent dari belakang dengan hangat. Vincent menghentikan langkahnya.


Itu adalah Jane. Hanya terlihat kepala Jane yang bersandar perlahan pada punggung Vincent sambil terisak : "Vincent, jangan seperti ini, kumohon, hentikan..." Vincent terdiam, dia menarik nafas panjang, lalu meletakkan kursi ditangannya. Melihat ini, semua orang menghela nafas lega. Terutama tuan besar.


"Kalian tidak buta rupanya." Dakota mendengus dingin.


"Minta maaf." Ucap Vincent datar.


Dakota yang baru akan pergi terkejut : "Apa yang kamu katakan?"


"Minta maaf pada istri juga kakekku, dengan begitu kamu baru boleh pergi, kalau tidak, aku tidak perduli siapa kamu, punya kekuatan apa, hari ini aku pasti akan membuatmu keluar dalam posisi terkapar."


"Kau." Dakota hampir dibuat pingsan karena emosi.


"Tuan besar Carn, hanya minta maaf saja, sama sekali bukan apa-apa." Renata juga berkata,


Tubuh Dakota bergetar hebat, rasanya ingin menghajar Vincent ini. Namun pada akhirnya dia tetap menundukkan kepalanya.


"Nak, hari ini aku yang salah." Ucap Dakota dengan rahang mengetat.


"Maaf, Tuan besar, aku juga tidak ingin seperti ini.." ucap Jane dengan lirih.


"Huh!" Dakota tidak terima dan menoleh kearah Tuan Besar Avricon sambil berkata dengan tegas : “Agil , hari ini kakak salah, aku meminta maaf padamu disini."


"Tidak ada yang perlu disalahkan." Tuan Besar Avricon berkata dengan ekspresi datar.


"Silahkan!" ucap Tuan Besar Avricon dengan datar. Dakota mendengus kesal, lalu membanting minuman yang dia bawa kelantai, lalu berjalan keluar dengan kesal. Dakota pergi, keluarga lain yang hadir juga segera meninggalkan rumah ini.


Dan saat ini akhirnya aula kediaman keluarga Avricon menjadi tenang kembali. Para tamu sungguh kecewa. Sama sekali tidak menyangka setengah keluarga berpengaruh di Hansami malah tidak bisa melawan Keluarga Lanister dari Kota Azuka. Kota Azuka ini sungguh termpat berbahaya.


"Tuan besar, maaf, membuat acara ulang tahunmu menjadi seperti ini." Vincent mendekat dan berkata dengan wajah bersalah.


"Tidak apa nak, asalkan kalian baik-baik saja sudah cukup." Agil hanya terbahak, dia merasa semakin senang melihat Vincent. Meskipun dia hanya cucu menantu, namun cara dia membela istrinya tanpa perduli konsekuensi sungguh membuat orang kagum.


Hanya saja. anak ini emosinya terlalu besar, itu bukan hal yang baik. Kali ini ada Keluarga Lanister yang melindungi, kalau lain kali? Kelihatannya dia perlu mencari waktu untuk membujuk anak ini. Pikir Agil.


"Sudah, karena orang yang tidak diharapkan sudah pergi, ayo kita mulai acaranya!" ucap Agil dengan wajah tersenyum.


"Masalahnya masih belum selesai." Ucap Vincent. Begitu dia mengatakan ini, ekspresi wajah Voila, Galac dan yang lainnya langsung berubah.


"Oh? Nak, kamu masih berniat membuat perhitungan dengan kami? Atau kamu berencana memukul tubuh tua ini sampai mati?" ucap Nyonya besar Avricon dengan kesal.


"Vincent, kamu jangan keterlaluan! Lagipula Nona Lanister bukan datang untuk mendukungmu, kamu jangan merasa hebat karena kehebatan orang lain!" Ucap Galac dengan rahang mengetat. Namun Yosua malah gemetar hebat.


Dia tahu, Vincent sama sekali tidak butuh dukungan Renata , dirinya sendiri. memang tidak perlu takut pada keluarga besar seperti itu!


Dia adalah CEO Bermoth dari Grup Vallamor yang hebat itu!


"Vincent, sudahlah! Jangan membuat kakek kesulitan." Jane segera maju dan membujuk. Vincent melirik kearah Tuan besar.


Meskipun sebelumnya beliau marah sampai hampir meledak, namun pada akhirnya tetap memandang hubungan keluarga, meskipun dia tidak bicara, namun dalam tatapan matanya terlihat perasaan tidak tega yang tidak bisa ditutupi.

__ADS_1


"Sudahlah," Vincent menggeleng. Dia tidak perlu sampai membuat tuan besar merasa kecewa, banyak hal yang jangan terlalu kaku, bagaimana pun hari ini adalah ulang tahun tuan besar.


"Baiklah, hari ini untuk sementara aku tidak akan membuat perhitungan dengan kalian, namun apa yang kalian perbuat aku tahu, kita bicarakan lagi nanti!" ucap Vincent dengan datar.


"Kau.. keluar!"


"Kamu pikir siapa kamu?" Voila dan yang lainnya membentak dengan penuh amarah.


Dan ketika mereka baru mengatakannya, Renata langsung maju dan menampar mereka satu persatu.


Plakplakplak.


Voila dan yang lainnya dipukul sampai tercengang. Jane juga terkejut.


"Lain kali kalau sampai aku mendengar kalian menghina Vincent, jangan salahkan aku tidak sungkan-sungkan!" bentak Renata.


Mereka langsung menutup mulut mereka tanpa berani bersuara lagi.


Nyonya besar Avricon kesal sampai tubuhnya bergetar, namun dia juga tidak berdaya menghadapi gadis ini.


"Sudah, sudah, ayo mulai acaranya!" Tuan Besar Avricon berkata dengan tegas. Pada saat ini mereka baru bubar. Semua orang menuju ke tempat duduknya masing-masing, suara lagu menggema, acara pun dimulai.


Namun pada saat ini tidak ada yang memiliki mood untuk makan dan minum. Keluarga Jane juga berencana untuk langsung pergi.


Dan tepat pada saat ini, Gale tiba-tiba menerima sebuah telepon, dan ekspresinya langsung berubah.


"Ayah, gawat!"


"Ada apa?" Agil yang sedang meminum arak langsung terkejut.


"Dakota mendapat masalah!"


"Apa?" Ekspresi Agil langsung berubah. Renata yang sedang minum dengan Jane dan Vincent juga tersentak. Dan pada saat ini, ponselnya juga berdering. Renata melirik ponselnya, dan wajahnya langsung menjadi pucat pasi.


"Renata , ada apa?" Vincent bertanya dengan alis mengkerut.


"Dakota mendapat masalah, sepertinya jatuh pingsan karena emosinya yang terlalu menggebu-gebu, begitu dia tumbang, orang dari pihak Kota Azuka langsung tergerak." ucap Renata dengan suara serak.


"Apa maksudnya?" tanya Vincent dengan alis yang mengkerut.


"Keluarga Lanister kami mendapat peringatan!" Renata segera bangkit berdiri, lalu berkata dengan tergesa-gesa : "Vincent, kamu segera bawa Jane dan lainnya meninggalkan Hansami, semakin cepat semakin baik, Keluarga Lanister kami tidak bisa membantu, tidak bisa menggertak keluarga Borland, mereka pasti akan membalas! Kalau sampai kabar ini tersebar, aku takut mereka akan kembali lagi, cepat pergi!"


"Ketika Dakota pergi baik-baik saja, tidak terlihat seperti orang yang punya tekanan darah tinggi."


"Kemungkinan Dakota sengaja pura-pura pingsan, lalu menyuruh orang keluarga Borland memberitahu pihak Kota Azuka, untuk mengendalikan Keluarga Lanister kami, Vincent, masalah ini sudah berada diluar kendaliku! Kalian cepatlah pergi!" ucap Renata cemas.


Vincent memejamkan mata, tidak mengatakan apapun.


Namun pada saat ini, ada sebuah telepon masuk lagi.


Renata sempat termenung sesaat sebelum mengangkatnya. Setelahnya, matanya membelalak besar lalu berkata dengan suara yang hampir tidak keluar


"Ini... serius?"

__ADS_1


__ADS_2