
Kening Vincent berkerut.
"Apa yang ingin dilakukan orang tua itu? Jane, jangan pergi, keluarga Dormantis pantas mendapatkan ini!" Katrina berkata dengan marah.
"Ibu. nenek sudah seperti itu, kita jangan memperhitungkan dengannya lagi, aku akan pergi mendengarkan apa yang ingin dia katakan." Ucap Jane.
"Apa yang ingin kamu dengar? Apa yang bisa dia katakan? Kamu tidak berpikir bagaimana dia memperlakukan kita beberapa tahun ini? Ayahımu adalah putranya, tapi bagaimana dia memperlakukan ayahmu? Kemampuan bisnismu begitu bagus, menangani keuangan perusahaan keluarga Dormantis dengan begitu baik, tapi apa hasilnya? Dia ingin menyerahkannya pada Jonas dan Jay! Dan mengabaikanmu, putriku, kita tidak berhutang pada keluarga Dormantis, jangan pergi!" Katrina membujuknya.
Dia tidak sabar ingin melihat anggota keluarga Dormantis segera mati semua.
"Ibu, sudahlah, jangan mengatakannya lagi, aku hanya pergi menemuinya, tidak melakukan apapun, ayah, ayo kita pergi."
Jane bersikeras ingin pergi menemuinya, jadi turun dari ranjang.
Katrina sangat marah. Vincent tidak mengikutinya. Jane melihatnya, wajahnya sedikit menunduk dan ekspresinya agak gugup.
"Apa yang telah nenekmu katakan padamu?" Vincent bertanya.
Nafas Jane menjadi tegang, dia segera mengalihkan pandangannya berkata : "Tidak. tidak mengatakan apapun."
"Kamu bisa memberitahuku semuanya."
"Apa gunanya memberitahumu? Bisakah kamu membantuku? Apakah kamu menyangka orang yang kita hadapi kali ini seperti orang-orang sebelumnya? Kamu tidak mengerti sama sekali!"
Jane berkata dengan suara rendah, lalu keluar dari ruangan dengan terburu-buru. Vincent terdiam.
Setelah memastikan Jane baik-baik saja, Vincent langsung kembali ke perusahaan.
Dalam hati Jackson, Vincent masih sebagai menantunya, tapi Jane tidak berpikir seperti ini lagi.
Vincent tidak tahu mengapa Jane tiba-tiba berubah, tapi dia percaya ini berhubungan dengan Agil.
Setelah kembali ke perusahaan, Vincent memanggil Frank, memintanya mengirim seseorang untuk mengawasi para petinggi di kota Izuno.
Frank merasa terkejut tapi segera kembali tenang, setelah mendapat kabar dari Ezra. Frank keluar dari ruangan dan siap-siap untuk melaksanakannya. Tapi tidak lama kemudian, dia kembali lagi.
"Ada urusan lainnya?" Vincent yang scdang melihat dokumen bertanya.
"Tuan Bermoth, ada seseorang di luar yang ingin menemuimu."
"Menemuiku?" Vincent agak kaget.
Setelah dia menjadi terkenal, orang yang ingin bertemu dengan Direktur Bermoth tak terhitung jumlahnya.
Biasanya Frank akan menolak secara langsung, tapi mengapa kali ini Frank menyetujuinya?
"Siapa dia?"
"Katanya dia adalah pelayanmu."
"Pelayan?" Vincent tertegun sejenak, lalu tiba-tiba teringat sesuatu, alisnya berkerut
"Biarkan dia masuk."
"Baik."
Frank keluar lagi. Tidak lama kemudian, seorang pria tua beruban yang mengenakan jas berwarna coklat berjalan masuk, duduk di depan meja Vincent, dan menatap Vincent dengan tatapan dalam.
Aura pria tua itu sangat kuat, berpakaian rapi, sopan, terlihat jelas pasti berasal dari keluarga bangsawan.
"Tuan muda." Dia berkata perlahan dan tenang.
"Mengapa kamu datang?" Vincent mengalihkan tatapannya yang dingin, dan kembali melihat dokumen di tangannya.
__ADS_1
"Tuan muda sudah masuk ke keluarga Dormantis selama 3 tahun, aku berpikir untuk datang mengunjungi Tuan muda."
"Apakah mereka menyuruhmu?"
"Bukan, aku datang karena keinginanku sendiri. Jarang ada yang membicarakanmu, karena.." Pria tua ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi.
"Karena aku adalah anak haram, seorang pria tidak berguna, orang yang memalukan keluarga, sebagai noda yang tidak seharusnya dimiliki Keluarga Bermoth, benarkah?" Vincent tersenyum mengatakannya.
Suaranya itu cukup keras. Tapi tidak ada perubahan apapun di wajah pria tua.
"Aku tidak bisa menyalahkan mereka, pokoknya melihat Tuan muda baik-baik saja, aku juga merasa lega."
"Kamu datang hanya ingin melihatku, apa benar sesederhana itu? Katakan saja apa yang kamu inginkan! Jangan menyia-nyiakan waktuku." Vincent berkata.
Pria tua menghela nafas dan berkata dengan suara serak : "Tuan muda, aku secara tidak sengaja mendengar seorang Dokter Jenius Bermoth muncul di Kota Izuno, berusia muda tapi keahlian medisnya sangat hebat, dan juga tiba-tiba muncul sebuah Grup Vallamor di kota Izuno, karena Tuan muda berada di sini, jadi aku menyelidikinya, dan sepertinya berhubungan dengan Tuan muda."
"Dokter Jenius Bermoth itu aku."
"Dengan begini bisa dijelaskan, Tuan muda, kalau ini hanya hobimu, tidak masalah kamu melakukan sesuatu tentang itu, tapi aku berharap kamu jangan memikirkan tentang masalah ibumu lagi, karena kamu tidak memiliki kualifikasi. Dengan ini, tidak mungkin bisa bersaing dengan keluarga Bermoth, harus sadar diri!" Pria tua itu berkata dengan jujur.
Menghadapi orang yang begitu besar, Vincent memang tidak berkualifikasi, bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk membayangkannya.
Vincent tidak marah, malah tertawa
"Jadi maksudmu, ibuku memang seharusnya mati dengan tidak jelas, sebagai putranya, aku bahkan tidak berkualifikasi mendapatkan pengadilan untuknya?"
Pria tua itu tidak menjawab, hanya berkata : "Beberapa kakakmu sangat hebat, kamu tidak sebanding mereka."
Tatapan Vincent menjadi dingin, dan tidak berkata.
Pria tua itu bangkit, berbalik dan berjalan keluar.
"Tuan muda, aku memanggilmu seperti begini karena Tuan bukan karena ibumu, ibumu tidak berkualifikasi melahirkan keturunan Keluarga Bermoth, sekarang kamu telah meninggalkan Keluarga Bermoth, aku berharap kamu dapat hidup baik-baik, ingatlah, jangan lagi memikirkan hal itu, dan jangan menyebutkan dirimu sebagai anggota keluarga Bermoth! Karena, kamu tidak berkualifikasi!"
Selesai berkata, pria tua itu hendak pergi. Tidak ingin tinggal lebih lama.
"Aku akan pergi ke keluarga Bermoth." Saat ini, Vincent berteriak.
Pria tua itu tertegun, lalu mendesah : "Hidup baik-baik, memangnya tidak bisa?"
"Aku juga akan meminta pengadilan untuk ibuku." Vincent berkata lagi.
Pria tua itu berturut-turut menggelengkan kepalanya, sangat tidak berdaya.
"Kamu benar-benar bodoh, bagaimana semut bisa melawan manusią?"
Selesai berkata, pria tua itu langsung pergi.
"Aku bukan semut! Kalian akan segera tahu, sejak awal kalian telah salah menilaiku, semuanya.. salah menilaiku!"
Vincent diam-diam memandangi pintu yang tertutup dan bergumam.
Beberapa saat kemudian, dia duduk kembali ke kursi dan memejamkan matanya memikirkan sesuatu.
Dan tepat pada saat ini, Frank masuk lagi ke dalam kantor.
"Orangnya sudah pergi?"
"Sudah,"
"Tuan Bermoth, siapa dia?" Frank bertanya dengan hati-hati.
Dia hanya melihat pria tua itu datang mengendarai sebuah Rolls Royce dari Kota Azuka, melihat dari nomor plat mobil, jelas bukan orang biasa.
__ADS_1
Vincent menggelengkan kepalanya.
Frank sangat pengertian, jadi tidak banyak bertanya.
"Oh ya Tuan Bermoth, aku baru saja mendapat kabar, Nenek Dormantis telah menyerahkan sebagian besar harta milik keluarga Dormantis pada Nona Jane tanpa syarat, Jonas dan Jay mereka hanya mendapat kurang dari 10%."
"Hah? Mengapa Nenek Dormantis melakukan ini?
Bukannya dia sangat membenci Jane sekeluarga?" Vincent agak terkejut.
"Mungkin karena Nenek Dormantis merasa Jane dapat menyelamatkan keluarga Dormantis."
"Apa maksudnya?"
"Tuan Bermoth, apakah kamu tidak tahu? Sekarang seluruh kota Izuno menyebarkan bahwa Direktur Bermoth dari Grup Vallamor sedang mengejar Jane." Frank berkata. Vincent agak tidak berdaya.
"Mungkin Nyonya besar merasa Jane akan terjadi sesuatu dengan Direktur Bermoth yang misterius ini, jadi menyerahkan keluarga Dormantis padanya, berharap bisa memimpin keluarga Dormantis menjadi kaya."
"Nyonya besar ini benar-benar licik.." Vincent tersenyum.
Dia tiba-tiba teringat sesuatu, menyipitkan matanya dan bertanya : "Bagaimana kondisi Nenek Dormantis? Sudah mati?"
"Belum, dirawat di UGD, katanya tidak dapat bertahan lama." "
Lalu mengenai keputusan Nenek Dormantis, bagaimana reaksi anggota keluarga Dormantis?"
"Awalnya sangat menolak, tapi sekarang semuanya telah diam-diam menyetujui."
"Benarkah? Hehe.. Nenek Dormantis ini benar-benar cukup licik! Tanpa terduga sampai saat ini, dia masih ingin mempergunakan Jane! Tapi sayangnya dia salah memperhitungkannya."
"Tuan Bermoth, maksudmu Nenek Dormantis pura-pura sakit?"
"Ya, dia hanya mempergunakan belas kasihan Jane, kalau aku tidak salah menebak, pemegang saham pengendali perusahaan Keluarga Dormantis saat ini seharusnya ada di tangan Jackson, dan hati Jackson sangat baik, begitu keluarga Dormantis mengandalkan hubungan Jane dan Grup Vallamor menjadi besar, Nenek Dormantis pasti akan meminta Jonas ataupun Jay segera merebut kembali saham di tangan Jackson! Lalu menendang Jane!"
"Apakah Jackson benar-benar putra dari Nyonya besar ini?" Frank mendesah.
"Pergilah hitung berapa sisa harta keluarga Dormantis?"
"Tuan Bermoth bermaksud untuk mengakuisisi properti keluarga Dormantis sekarang?"
"Tidak, sekarang kita tidak menyentuh mereka!" "Tuan Bermoth ingin.."
"Serahkan 60 milyar dari Grup Vallamor untuk perusahaan keluarga Dormantis atas nama Jane, biarkan mereka merasakan manisnya, dan tunggu sampai waktu yang tepat baru bertindak, kalau mengangkatnya tinggi-tinggi lalu menjatuhkannya, itu akan terasa lebih kejam." Vincent berkata dengan ekspresi kosong.
Mata Frank bersinar dan terus mengangguk
"Aku tahu bagaimana melakukannya."
"Pergilah." Vincent melambaikan tangannya, Frank segera meninggalkan kantor.
Saat ini, ponsel Vincent berdering. Vincent melirik ponselnya dan membuka pesan teks, tatapannya menjadi dingin, kemudian langsung menghubungi Ezra.
"Tuan Bermoth, ada apa?"
"Segera datang ke Kota Izuno."
"Untuk apa pergi ke Kota Izuno malam-malam gini?" Ezra bertanya dengan curiga.
"Aku akan mendapatkan Kota Izuno untukmu!" Selesai berkata,
Vincent langsung menutup telepon
Jam 8 malam. Ezra menghentikan mobil di depan gedung Grup Vallamor dengan gelisah, menunggu kedatangan Vincent..
__ADS_1