Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 428 Air Mata Lelaki Tidak Akan Mudah Menetes


__ADS_3

Kemudian seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian panjang yang lama dan kusam melangkah ke arah kerumunan orang.


Dia terlihat tegas, dia memiliki raut wajah yang tajam, kedua alisnya tebal, bibirnya tebal dan dahinya lebar, tapi punggungnya agak sedikit bungkuk.


“Master Zoldyc!”


“Master Zoldyc!”


“Apa kabar Master Zoldyc!”


Orang-orang keluarga Lavore langsung menganggukkan kepala menyapa pria paruh baya ini begitu mendengar namanya.


Meskipun mereka memanggil dengan ramah dan sopan, akan tetapi Vincent merasakan ekspresi wajah orang-orang itu terlihat sedikit menghina dan menyindir.


Penghormatan mereka tidak berasal dari dalam hati.


“Hmm.”


Pria paruh baya itu menerobos kerumunan itu dan mengangguk, kemudian terus berjalan hingga ke hadapan vincent.


Vincent memejamkan matanya, tidak berkata apa-apa.


Dia kenal orang ini, tapi dia yakin orang ini belum tentu mengenali dirinya.


Tapi dia muncul, berarti dia ada hubungan dengan Estinen dan Estela, bisa jadi mereka juga tahu identitas Vincent...


Kenyataannya adalah, hanya orang itu yang mampu menghentikan dirinya.


Karena orang ini adalah suami Elva Lavore, Zoldyc Lavore!


Zoldyc adalah orang yang tegas dan sangat tradisional, setelah Elva mengangkatnya sebagai anak, Zoldyc tidak menolak sedikit pun, bahkan terkadang dia suka menggoda Vincent, tapi karena Vincent tidak terlalu banyak berhubungan dengan dirinya jadi tidak terlalu dekat, akan tetapi dengan memandang posisi Elva, maka Vincent juga setidaknya menghormati dia...


“Tuan Bermoth, anda ikut aku dulu, aku akan jelaskan beberapa hal padamu, apakah anda bersedia?” Zoldyc memandang Vincent dengan ekspresi yang bercampur aduk, dan berkata dengan lembut.


“Kamu juga ingin membujuk diriku?” Vincent berkata dengan suara serak.


Dia bukan hanya mau membalas dendam untuk Jane, tapi juga untuk Elva, lantas apakah Zoldyc mau menentang dirinya.


Hatinya begitu dingin?


Lalu meskipun demikian tinju Zoldyc terkepal erat, dia menggertakkan gigi dan matanya memerah, dan berusaha berkata : “Anakku, kamu.. kamu dengarkan Ucapanku.”


Nada bicaranya sudah hampir memohon.


Vincent mengurungkan niatnya sementara, lalu menatap ke arah Zoldyc.

__ADS_1


Entah waktu berlalu berapa lama, barulah Vincent berkata dengan suara serak: “Baiklah, aku akan berikan kamu satu kesempatan, aku akan mendengar apa yang kamu katakan!”


Selesai bicara, Vincent melangkah masuk ke sebuah gudang di sampingnya. Zoldyc juga bergegas mengikutinya.


“Paman Zoldyc, kamu harus bisa membujuk Vincent !” Estinen yang berada di depan pintu diam-diam berdoa.


Saat ini kelihatannya hanya Zoldyc yang bisa dipergunakan...


Melihat kerumunan orang diluar masih banyak, Estinen segera berteriak: “Sudah tidak ada apa-apa, semua bubar, ayo bubar!”


“Kak Estinen, siapa orang itu, dan sebenarnya ada apa ini?” Ada orang yang bertanya dengan nada tidak mengerti.


“oh, dia hanya tamu Keluarga Lavore, kalian tidak usah kaget, apanya yang menerobos rumah Keluarga Lavore, tidak ada apa-apa kok, pokoknya jangan bicarakan hal yang barusan terjadi, ok? Siapapun yang sembarangan bicara, maka nanti tetua akan mengulitinya!”


“Baik, Kak Estinen!”


Orang-orang itu masih kasak-kusuk tapi sorot mata mereka masih terlihat bingung


Estinen malas menjelaskan pada orang-orang ini, dia bergegas menghampiri orang tua yang tergeletak di atas tanah, lalu memapahnya bangun.


“Paman Weber, apakah kamu tidak apa-apa?” Estinen bertanya dengan hati-hati.


“Aku.. aku tidak apa-apa, hanya saja aliran chi tidak begitu lancar... “ Paman Weber berusaha bernapas beberapa kali, kelihatannya cukup lemah.


“Rumah sakit? Tidak usah... tidak usah, aku akan beristirahat saja, nanti akan pulih sendiri.”


“Paman Weber, bukankah ilmu silatmu cukup tinggi, kenapa bisa begini? Jangan-jangan karena penyakit tua ya?” Estinen bertanya dengan penasaran.


Paman Weber ini adalah orang yang menjaga pintu rumah Keluarga Lavore sejak dia kecil, ditiup angin dan berjemur sinar matahari, Paman Weber selalu berada disini, dia belum pernah melihatnya sakit, kenapa sekarang tiba-tiba dia bisa jatuh?


Paman Weber tidak bersuara, kelihatannya dia bersusah payah untuk bangkit, lalu mengangkat tangannya yang kuning keriput.


Estinen hanya melirik saja, tapi dia malah melihat ada sebuah lubang jarum yang tangan tipis di pergelangan tangannya.


“Paman Weber, kapan kamu pergi infus? Kamu benar-benar sakit flu ya?” Estinen terkejut dan bertanya.


“Ini bukan tusukan jarum infus, tapi ini bekas tusukan jarum baja.” Paman Weber melihat ke arah pergelangan tangannya dengan seksama.


“Jarum baja?” Estinen melongo.


“Aku dibuat jatuh oleh anak muda itu.” Paman Weber berkata dengan suara serak.


“Apa?” Estinen semakin dibuat melongo, dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa.


Sebuah jarum baja yang kecil dan halus... bisa menjatuhkan Paman Weber?

__ADS_1


Kalau hal ini disebarkan, pasti seluruh Keluarga Lavore tidak akan ada yang percaya.. sementara itu, di dalam gudang. Zoldyc menutup pintu, tapi dia tidak langsung membalikan badan, melainkan memunggungi Vincent, sepertinya sedang memikirkan sesuatu, entah waktu sudah berlalu berapa lama, barulah dia menoleh dan bersuara.


“Kamu adalah Vincent ?”


“Ya, benar”


Vincent menggunakan jarum baja dan menusuk lehernya, kemudian wajahnya yang tadi seperti dewa kemudian berubah menjadi wajah aslinya sendiri.


“Jadi, ini adalah wajahmu yang sebenarnya?” Zoldyc bertanya dengan terkejut.


“Yang barusan tadi adalah wajahku yang sebenarnya.” Jawab Vincent.


“Bagaimana kamu bisa melakukannya?” Zoldyc hampir tidak percaya.


Bagaikan sebuah sulap.


Namun Vincent tidak menjawab.


Zoldyc menghela napas dalam-dalam, dia juga tahu kalau sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini.


“Vincent, kamu pasti sangat membenci diriku bukan?”


“Tidak, aku hanya memandang rendah dirimu, itu saja.” Vincent membalas dengan suara rendah.


“Oh, begitu ya.” Zoldyc tertawa pahit: “Bahkan aku tidak bisa melindungi istriku sendiri, aku ini memang orang yang tidak berguna bukan? Sudah sepantasnya aku dipandang rendah orang lain..”


“Kalau begitu, kenapa kamu tidak melindungi ibu angkat?” Vincent bertanya dengan datar.


Pertanyaannya terdengar simple tapi justru tajam bagaikan jarum yang masuk dan menusuk ke dalam hati Zoldyc.


Dia mengangkat kepala, kedua matanya memerah menatap Vincent, suaranya serak: “Kenapa? Kamu masih tidak mengerti kenapa? Karena aku ini tidak punya kekuatan! Aku tidak bisa apa-apa! Aku ini sampah! Puaskah kamu dengan penjelasanku?”


Sekarang gentian Vincent yang terdiam.


Dia malah melihat Zoldyc merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebungkus rokok kretek, lalu menyalakan sebatang, dan duduk di kursi kayu di sampingnya, sambil berkata dengan serak: “Sebenarnya ibu angkatmu tidak seharusnya memikul penderitaan seperti itu, dia bukanlah musuh Keluarga Lavore, hanya saja sayangnya.. dia telah menyinggung satu orang,... dia menyinggung orang yang tidak seharusnya dia singgung.. dia benar-benar...entah bagaimana... kenapa dia terlalu impulsif..”


Sambil berbicara, Zoldyc memejamkan kedua matanya rapat-rapat, air mata sebesar biji kacang menetes tanpa bisa ditahan lagi, langsung mengalir keluar dari sudut matanya.


Air mata lelaki tidak mudah menetes, setidaknya sampai ketika hatinya tersakiti.


Sama sekali tidak terpikirkan oleh Vincent, Paman Zoldyc yang begitu tegas dan kuat, juga punya sisi dimana dia tidak berdaya dan putus asa..


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Vincent bertanya dengan nada rendah.


Dia malah melihat Zoldyc menengadahkan kepalanya dan menatapnya dengan pandangan kosong, dam berkata : "Vincent, apakah kamu pernah dengar... Overwatch? "

__ADS_1


__ADS_2