Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 512 Kalian Pilih


__ADS_3

Manajer Yudit yang tegas pun membuat orang keluarga Yuga merasa ketakutan, nafas mereka pun hampir berhenti.



Vincent tidak ingin membesarkan masalah ini, jadi dia pun melambaikan tangannya, berkata: “ Manajer Yudit, ini juga bukan masalah besar, jangan persulitkan Bos Holma,”



“Terima kasih Pak Bermoth, terima kasih Pak Bermoth !” Ringgo merasa sangat senang, dia pun langsung berterima kasih pada Vincent dengan sambil membungkuk.



“Potong kaki dan tangannya saja.” Vincent berkata lagi.



“Apa? Pak Bermoth, ampuni aku! Manajer Yudit, jangan!” Ringgo merasa ketakutan sampai kedua kakinya menjadi lemas, dia berlutut di bawah dengan sambil bergemetaran, berteriak dengan cemas.



Hosna berdiri di samping, wajahnya terlihat serius, dia hanya diam di sana saja.



Melainkan Tuan Caven yang sudah tidak bisa menahan lagi.



Tuan Caven menyadari rencananya sudah menjadi kacau, Wenzel pun menjadi pusat perhatian, ini bukanlah yang diinginkan oleh dia.



“ Pak Bermoth, apakah kamu sudah keterlaluan? Manajer Yudit, kamu juga, Bos Holma hanya bercanda dengan Pak Bermoth saja, kamu perlakukan dia dengan seperti ini, tampaknya juga tidak terlalu berikan muka ke temanmu?” Misha berkata dengan suara yang serius.



“Muka?” Manajer Yudit mengerutkan keningnya, dia menatap Misha : “ Tuan Caven, Pak Bermoth adalah klien Grup Vallamor! Ringgo perlakukannya dengan seperti ini, apakah aku harus anggap semua ini tidak pernah terjadi?”



“ Bos Holma hanya sedang bercanda saja, Manajer Yudit jangan terbawa emosi!” Misha berkata dengan datar.



Misha bukanlah merupakan Bos kecil seperti Hosna dan Ringgo, di dalam negeri, PT Indimovie juga merupakan pemimpin pasar di industri hiburan, jika harus bersaing, apakah dia akan takut Grup Vallamor?



Wajah Manajer Yudit terlihat serius, dia juga tidak tahu harus membantahnya dengan seperti apa.



Tetapi Vincent malas untuk membuang waktunya di sini, dia menatap Ringgo, berkata: “Lupakan saja, Bos Holma, meskipun masalah ini tidak terlalu besar, tetapi juga tidak kecil, hanya saja hari ini keluarga Quina juga ada di sini, aku juga tidak akan permasalahkan lagi, jika tidak, Quina juga akan susah jadi orang, hari ini aku maafin kamu!”



“Apakah benar? Terima kasih Pak Bermoth, terima kasih…” Ringgo menyeka keringat yang ada di keningnya, tetapi kedua kakinya sudah menjadi lemas, sesudah selesai berterima kasih pada Vincent, dia pun tetap menatapnya dengan hati-hati, dia takut Vincent akan mengatakan sesuatu lagi.



“ Bos Octo, Bos Holma, sekarang Manajer Yudit juga sudah datang, dia juga sudah buktikan aku adalah Wenzel, harusnya kalian berdua juga sudah yakin? Masalah keluarga Yuga, kasih mereka waktu satu bulan lagi, gimana?” Vincent berkata.



“Tidak masalah, sama sekali tidak masalah!”



“ Pak Bermoth sudah bilang, mana mungkin kami berdua akan keberatan?”



Mereka berdua pun langsung berkata dengan sambil tersenyum.


__ADS_1


“Bagus kalau gitu.”



Vincent mengangguk, dia melihat ke samping, bertanya pada Quina : “ Quina, apakah kamu sudah puas?”



Mendengarkan suara Vincent, Quina pun berkata dengan sambil tersenyum: “Terima kasih, Kak Vincent!”



“Ayo, kita keluar saja.” Vincent berkata dengan sambil tersenyum.



Awalnya Vincent masih ingin memberikan pelajaran kepada orang-orang yang menghinanya, tetapi memikirkan ini berkaitan dengan keluarga Yuga, Vincent juga tidak ingin membuat masalah bagi Quina lagi, dia pun menghentikan niatnya.



Tetapi Misha pasti tidak akan membiarkan Vincent membawa Quina pergi.



“Tunggu!”



Misha berteriak.



“Kenapa? Tuan Caven, masih ada apa?” Vincent bertanya dengan sambil mengerutkan keningnya.



“Tentu saja, kamu itu siapa? Kenapa Bos Holma dengan Bos Octo harus berikan muka ke kamu? Meskipun Grup Nogo Sosro sangat hebat, tetapi itu juga hanya di luar negeri saja, jika di dalam negeri kalian bukan apa-apa!” Misha berkata dengan dingin.



Sesudah itu, Ringgo, Hosna, orang-orang keluarga Yuga pun menatap ke arah Misha.




“Kak, jangan layani dia, kita pergi saja!” Quina merasa ada yang aneh, jadi dia pun ingin membawa Vincent pergi dari sana.



“ Quina, jika kamu pergi, aku tidak akan urus masalah beberapa Bos ini dengan keluarga Yuga lagi, nanti jika keluarga Yuga tidak mampu bayar, umumkan pailit, itu juga karena salah kalian, siapa pun tidak bisa bantu kalian, aku mau ingatkan kamu, Wenzel belum tentu bisa bantu kamu!” Misha berkata dengan datar.



“ Misha, kamu jangan tindas orang!” Quina tiba-tiba berhenti, dia berkata dengan sambil membuka kedua matanya dengan lebar.



“ Tuan Caven, apakah kamu mau persulitkan klien Grup Vallamor?” Wajah Manajer Yudit juga langsung berubah, dia menanyakannya dengan dingin.



“ Manajer Yudit, kamu sangat luar biasa! Grup Vallamor juga sangat mulia, bahkan aku juga tidak bisa singgung kalian? Kenapa? Apakah kedudukan Indimovie di depan Grup Vallamor sangat rendah?” Misha berkata dengan dingin.



“Kamu…” Manajer Yudit merasa marah.



“ Bos Holma, Bos Octo, Tuan Yuga, kalian takut Grup Vallamor, tidak berani singgung Wenzel, kenapa? Apakah kalian berani singgung aku?” Misha bertanya pada mereka.



“ Tuan Caven, kami tidak bermaksud seperti itu!”

__ADS_1



Bos Holma langsung mengatakannya.



Hosna tidak bersuara, jelas sekali, dia sudah mencium bau-bau api, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memihak ke salah satu sisi.



“ Tuan Caven, maksud anda?” Tamao menarik nafas, bertanya dengan hati-hati.



“Maksudnya? Manajer Yudit hanya merupakan seorang Manajer Grup Vallamor, Wenzel juga hanya merupakan pemegang saham Grup Nogo Sosro, Bos besar Grup Nogo Sosro juga bukan dia, untuk apa kalian takut dengannya? Apa yang harus dilakukan, apakah masih perlu aku yang kasih tahu ke kalian?” Misha berkata dengan sambil tersenyum dingin, maksudnya juga sudah sangat jelas.



Saat ini Tuan Caven sedang memaksa Ringgo, Hosna, keluarga Yuga untuk melakukan pilihan.



Jika memilih Vincent, maka Misha akan menjadi musuh mereka.



Jika memilih Misha, Manajer Yudit dengan Wenzel juga bukan orang yang mudah disinggung.



Ringgo merasa ragu.



Orang-orang keluarga Yuga saling memandang dengan tak berdaya, mereka merasa cemas, tidak tahu harus melakukan apa.



“ Bro Lebron, menurutmu?” Wajah Tamao terlihat bercampur aduk, dia pun bertanya pada Lebron.



“Kak pertama, aku…aku juga tidak tahu.” Lebron berkata dengan tampak ragu.



“Apa yang kamu tidak tahu? Tentu saja harus dengarin Tuan Caven.” Jenifer yang ada di samping pun langung berkata.



“Apa yang kamu tahu?” Lebron berkata dengan emosi.



“Aku tahu apa? Kamu yang tahu apa! Kamu juga tidak lihat, Tuan Caven adalah sosok seperti apa? Dia adalah Tuan dari Indimovie ! Sedangkan Manajer Yudit dengan Wenzel ? Satunya adalah pemegang saham Grup Nogo Sosro, satunya lagi adalah Manajer Grup Vallamor, mereka mana bisa dibandingkan dengan Tuan Caven ? Apalagi aku lihat Wenzel juga tidak perlakukan Quina dengan tulus, ke depannya mereka pun belum tentu akan tetap bersama, melainkan Tuan Caven, Tuan Caven sangat menyukai Quina ! Dia sudah kejar Quina berapa tahun? Pria baik seperti ini mau cari di mana? Jika mereka mulai berpacaran, Tuan Caven juga akan jadi menantu keluarga Yuga, jika hari ini kita tidak berdiri di sisi Tuan Caven, jangan katakan keluarga Yuga akan kehilangan seseorang yang bisa diandalkan, kita berdua juga akan kehilangan seorang menantu baik!” Jenifer berkata.



Sesudah itu, kedua mata Lebron tampak berbinar-binar, lalu dia pun mengangguk: “Yang kamu bilang benar juga! Kak pertama, kalau gitu seperti ini saja!”



Tamao tidak mengatakan apa pun, menatap ke orang-orang keluarga Yuga lainnya.



Mereka semua tidak keberatan, langsung mengangguk.



Tamao juga langsung memahaminya.



Tamao menarik nafas, lalu dia pun berkata pada Quina yang berdiri di samping Vincent: “ Quina, sini!”

__ADS_1



Perkataan ini pun membuat wajah Quina menjadi sangat pucat…


__ADS_2