Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 34 orang yang pernah singgung aku


__ADS_3

Belajar Medis? Jadi guru? Bagaimana mungkin!


Vincent adalah orang yang tidak suka berurusan dengan banyak hal, apalagi masih terdapat banyak hal yang belum dilakukan oleh dirinya, dari mana dia mempunyai waktu seperti itu? Apalagi masih mengajar kepada seorang wanita luar negeri, Vincent tidak mempunyai kesabaran ini. Vincent langsung mengelaknya. Anna masih tidak ingin menyerah, dia mengikuti Vincent terus, Vincent tidak mempunyai waktu untuk melayaninya, kemudian Vincent pun langsung masuk ke dalam mobil, dan pergi.


"Kamu tunggu saja! Aku pasti akan buatmu ajarkan Medis padaku, Guru Bermoth !" Wajah Anna dan kedua mata biru safirnya pun terlihat tegas. Setelah meninggalkan rumah sakit, Vincent langsung pulang ke rumah.


Waktu sudah siang. Jane, dan Katrina sudah pulang dari Perusahaan, tetapi yang membuat Vincent merasa kaget adalah Jackson juga ikut pulang.


Bukannya Jackson selalu makan siang di kantin Perusahaan? Kenapa hari ini dia akan pulang? Vincent merasa bingung, setelah masuk ke dalam rumah, dia baru menyadari ada tamu yang datang. Tamunya adalah keluarga sepupunya. Vincent sangat berkesan terhadap mereka.


Vincent ingat ketika dirinya menikah dengan Jane, sekeluarga ini datang dengan menggunakan mobil Bentley, dapat dikatakan bahwa mereka pun menjadi pusat perhatian pada hari itu.


Dulu ketika Vincent datang dari kota Azuka, dia tidak mempunyai uang, apalagi dia harus mengikuti wasiat Ibunya untuk menyamar sebagai sosok yang tidak berguna, jadi acara pernikahan pun berjalan dengan tidak terlalu baik, semua biaya yang digunakan adalah hasil pinjaman Katrina dan Jackson. Meskipun Katrina biasanya suka memarahi Vincent, tetapi jika terjadi masalah besar, dia tetap akan membantu Vincent dan Jane untuk menemukan solusi.


Seperti yang sering dikatakan oleh Katrina, Jane mirip dengan dirinya, hal ini memang benar. Jackson adalah sosok yang lemah, karena ini, Katrina pun harus menjadi sosok yang agresif. Karena terpaksa, sifat seseorang juga akan ikut berubah.


Kemudian Vincent baru tahu bahwa, Santos menyukai Jane, setelah mengetahui Jane akan menikah, dia pun marah, jadi dia pun menyewa seunit mobil Bentley, dan membawa kedua orang tuanya untuk pergi mengganggu acara pernikahan pada hari itu. Acara pernikahan berjalan dengan tidak terlalu lancar. Seharusnya dua keluarga ini tidak akan saling kontak lagi, kenapa hari ini mereka akan tiba-tiba datang untuk makan bersama?


"Yo? Vincent sudah pulang ya? Sini, mari duduk, dan minum teh."


Sepupunya, Pogba berkata dengan sangat ramah. Mereka duduk mengelilingi meja, sedangkan Jane sedang sibuk di dalam dapur.


Mereka sudah lama tidak berjumpa, tentu saja mereka akan membahas masalah-masalah keluarga, masa depan generasi Jackson mereka juga sudah tidak penting lagi, jadi topik mereka pun berfokus pada generasi muda. Benar saja, tidak lama kemudian, topik bahasan mereka pun beralih pada Vincent.


"Katrina, Vincent sekarang kerja di mana?" Bibinya, Emily bertanya dengan sambil menyipitkan matanya.


"Oh, dia...dia kerja di kamar pasien " Katrina berkata dengan tidak tenang.


" kamar pasien ? Kenapa? Vincent pandai mengobati orang?" Emily merasa kaget.


"Bu, orang yang kerja di kamar pasien belum tentu adalah dokter, mungkin adalah perawat, mungkin juga adalah seorang tukang!" Santos yang ada di samping berkata dengan sambil tersenyum.


"Benar juga." Emily juga tidak percaya Vincent mempunyai kemampuan itu. Vincent tidak ingin membantah, lalu dia mengangguk dan berkata: "Iya, aku menyapu di kamar pasien."


Vincent baru saja selesai berkata, kakinya pun langsung ditendang oleh kaki Katrina. Vincent menoleh ke samping, lalu dia pun melihat Katrina sedang memberikan isyarat terhadap dirinya.


Mana ada orang yang mempermalukan diri sendiri? Pogba mereka pun tertawa dengan terbahak-bahak.


"Sudah aku katakan, apa yang bisa dilakukan oleh orang seperti Vincent ? Aku rasa pekerjaan ini juga dicari oleh Jane kepada dirinya?" Santos mencibir.


"Iya." Vincent berkata.

__ADS_1


"Menarik, sungguh menarik..." Santos pun menjadi semakin senang. Katrina pun sudah marah hingga wajahnya memerah.


"Sudah sudah, Santos, apa yang kamu tertawakan? Vincent adalah sepupumu, mana ada orang yang tertawakan anggota keluarga sendiri?" Wajah Pogba merengut, lalu dia pun berkata kepada Katrina dengan tersenyum: "Katrina, kalian jangan mempermasalahkannya."


"Tidak masalah.." Katrina tersenyum.


"Tetapi ngomong-ngomong, tidak terlalu baik juga jika Vincent pergi menyapu, aku rasa seperti ini saja, biarkan Santos atur sebuah jabatan untuk Vincent saja, Santos sekarang adalah Manajer HRD Grup Takarir, harusnya tidak susah juga."


"Benaran ya?" Katrina terlihat kaget.


"Grup Takarir yang di kota Izuno ? Santos menjabat sebagai Manajer? Sungguh luar biasa, di usia yang muda saja sudah miliki karier baik seperti ini! Bagus sekali!" Jackson memujinya.


Katrina pun merasa agak sedih di dalam hatinya. Melihat perbedaan orang lain, dan Vincent, ugh..


"Ayah, kamu tenang saja, Vincent adalah sepupuku, aku pasti akan atur sebuah jabatan untuk dia." Santos bertanya dengan sambil tersenyum: " Vincent, berapa gajimu satu bulan di kamar pasien ?"


"Empat jutaan." Vincent berkata.


"Begini ya?" Santos mengangguk, lalu dia pun berkata: " Vincent, bukannya aku berprasangka terhadapmu, begini, Perusahaan kami saat ini tidak butuh orang, kamu juga tidak pandai apa-apa, jika ditempatkan ke salah satu Departemen, pasti juga akan berpengaruh padaku, kalau begitu, aku berikan delapan juta padamu, kamu kerja di Perusahaan kami, tetapi pekerjaannya tetap sama yaitu menyapu..kamu jangan khawatir, kamu kerja dulu untuk sementara, ke depannya aku pasti akan naikkan jabatanmu!"


"Apa?" Katrina tertegun.


"Santos, kamu keterlaluan!" Jane yang ada di dapur pun tidak bisa menahan lagi, dia berjalan keluar dan berkata dengan marah: "JIka kamu tidak ingin bantu juga tidak masalah, apakah kamu perlu hina Vincent dengan seperti ini?"


"Iya juga, Jane, sepupumu ini juga berbaik hati untuk bantu suamimu, apakah sikapmu harus seperti ini? Apa maksudmu?" Emily berkata dengan dingin.


"Katrina, Jackson, bagaimana kalian didik anak-anak? Dengan karakter seperti ini?" Pogba berkata.


Katrina dan Jackson tertegun, apa pun tidak bisa dikatakan oleh mereka. Suasana menjadi semakin canggung.


"Sebenarnya, ini juga bukan salah Katrina dan Jackson, mereka juga sudah berusia, anak mereka juga sudah besar, bagaimana mungkin mereka masih bisa didik lagi? Semua ini juga karena Vincent, jika Vincent mampu, apakah Jane akan seperti ini? Sebenarnya Jane juga punya banyak tekanan, dia adalah gadis yang sangat baik, tetapi hanya kekurangan seorang suami yang baik!" Emily tiba-tiba berkata.


"Iya iya iya, Jane hanya kekurangan seorang suami yang bertanggung jawab, jika dia punya suami yang seperti itu, maka akan sangat sempurna, Katrina dan Jackson juga bisa hidup dengan tenang dan bahagia!" Pogba pun langsung melanjutkan perkataannya. Mereka berdua pun terus berkata, dan mengatakan semua ini adalah salah Vincent.


Jackson dan Katrina pun mengernyit, perlahan mereka pun menyadari sesuatu. Vincent juga baru menyadarinya. Sepertinya mereka datang untuk. mencarikan suami baru kepada Jane ?


Tampaknya iya juga, selama tiga tahun ini, Vincent masih belum berhubungan dengan Jane, hal ini juga sudah beredar. Setelah Santos mengetahuinya, dia pun pasti tidak akan menyerah, hari ini mereka datang, hanyalah pemanasan saja, dengan tujuan untuk menginjak-injak Vincent, dan mengatakan keunggulan Santos.


Ke depannya, yaitu meminta Jane untuk bercerai, dan bertunangan?


"Cukup!" Katrina juga tidak bisa menahan lagi, dia memukul meja dengan keras dan berkata: "Jika tujuan kalian datang adalah untuk makan, kami senang menyambut kalian, tetapi jika bertujuan lain, maka silakan pergi saja!"

__ADS_1


"Katrina, apa maksudmu?" Emily bertanya dengan dingin.


"Maksudnya? Aku beri tahu kamu, Vincent sangat baik! Dia dan Jane saling cinta, di hati kami, dia adalah menantu terbaik!" Katrina berkata dengan marah.


Setelah mendengarkannya, Vincent pun merasa tidak berdaya. Biasanya di rumah, orang yang memarahinya dengan paling galak adalah Katrina.


"Hehe, menantu terbaik? Siapa yang tidak tahu Vincent itu seperti apa, Katrina, siapa yang akan percaya? Untuk apa bohongi diri sendiri?" Emily berkata dengan tidak senang.


"Kamu..." Katrina marah hingga tidak bisa mengatakan apa pun. Wajah Vincent pun menjadi agak suram.


"Sudah, sudah, Emily, kamu duduk dulu! Katrina, kamu juga jangan marah, Emily orangnya agak impulsif, jadi perkataannya jangan dimasukkan ke hati kalian." Pogba pun langsung bangkit untuk menjadi pendamai.


Tetapi Pogba pun tertawa di dalam hatinya. Saat ini amarah Katrina semakin membara, nanti setelah mereka pulang, amarah yang akan dia lampiaskan kepada Vincent juga akan semakin besar.


Jika konflik terjadi, maka rencana Pogba mereka pun berhasil. Semuanya akan terjadi sesuai dengan yang mereka rencanakan. Pogba dan Emily pun tersenyum dingin. Santos menatap Vincent dengan sambil menyipitkan matanya, lalu dia melirik ke arah dapur, dan sudut bibirnya pun terangkat.


"Tiga tahun yang lalu aku tidak bisa dapatkan kamu, sekarang, kamu tidak bisa kabur lagi?" Santos berkata dengan dengki di dalam hatinya.


Weng weng...


Pada saat ini, ponsel Vincent pun berdering. Vincent mengernyit, setelah melihat nomor ini yang tidak dikenali oleh dirinya, dia pun mengangkatnya dengan agak ragu.


"Apakah ini dengan Tuan Bermoth ?"


"Siapa kamu?" Vincent bertanya.


"Hamba adalah Frank." Nada bicaranya terdengar sangat sopan: "Hamba ingin minta maaf kepada Tuan Bermoth karena putraku Hank, aku harap Tuan Bermoth bisa maafkan aku."


"Minta maaf?"


"Jika boleh, aku ingin meminta maaf kepada Tuan Bermoth secara langung, saat ini aku berada di bawah rumah anda, apakah Tuan Bermoth boleh bukain pintu?" Frank berkata dengan hati-hati.


"Begitu ya? Kalau begitu, kamu naik ke atas untuk minum teh saja." Vincent berkata dengan datar, lalu dia pun mengakhiri panggilan teleponnya.


"Siapa? Temanmu?" Jackson bertanya.


"Tch, mana mungkin dia punya teman? Pasti adalah telemarketing." Santos berkata dengan memandang rendah.


"Bukan." Vincent meletakkan ponselnya di atas meja kopi, lalu dia pun berkata dengan tidak berekspresi: "Seseorang yang pernah singgung aku, sekarang dia ingin minta maaf padaku!"


"Orang yang pernah singgung kamu?" Santos tertegun: "Siapa?"

__ADS_1


" CEO Grup Takarir, Frank !" Vincent berkata dengan dingin.


__ADS_2