Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 276 Menyusun Strategi Untukmu


__ADS_3

Kemahiran Raja Pedang dalam menggunakan pedang sangat tinggi, meskipun menggunakan pedang kayu, namun setiap gerakan juga jurusnya begitu tepat dan terlatih.


Melihat Vincent menggunakan Cukong untuk menyerangnya, tentu saja dia langsung menarik dirinya dan menahannya menggunakan pedang.


Dia tidak berani membuat Cukong terluka.


Namun dia juga tidak bisa menggunakan Cukong sebagai titik kelemahannya dan dimanfaatkan oleh Vincent.


“Cukong, simpan tenaga!” pada saat ini, Raja Pedang segera berseru dengan tegas.


Cukong segera melakukannya.


Raja Pedang memanfaatkan kesempatan dan segera menyalurkan tenaga.


Whosh!


Tubuh Vincent tiba-tiba tergetar oleh sebuah tenaga yang kuat.


Tubuhnya bergetar hebat, darah mengalir keluar dari sudut bibirnya.


“Hah?”


Ada orang yang berseru dengan terkejut.


Cukong juga terkejut, lalu segera tersadar.


Namun tangan yang mencengkram tangannya sama sekali tidak merenggang karena ini, melainkan lanjut memutar tubuhnya dan menabrakkannya kearah Raja Pedang dengan lebih kuat.


“Benar-benar tidak kapok!” Raja


Pedang mendengus dingin, lalu menghadang dengan pedang sekali lagi, lalu menggunakan jurus Pembelah Gunung sekali lagi, tenaga dalam menyusuri tubuh Cukong menuju tubuh Vincent.


“Hmm.”


Tubuh Vincent kembali bergetar dengan sangat hebat, sudah sampai tahap hampir tidak bisa menahannya lagi.


Namun dia sama sekali tidak menyerah karena ini, dan tetap memelintir tubuh Cukong dengan tubuh bergetar hebat.


Satu kali!


Dua kali!


Tiga kali!

__ADS_1


Karena ada Cukong yang terjepit di tengah, Raja Pedang cukup kesulitan menyerang Vincent, sehingga hanya bisa menggunakan jurus Pembelah Gunung untuk menyerang Vincent.


Namun setelah serangan beberapa kali, Raja Pedang merasa ada yang tidak beres.


Ada rasa bingung sekelibat di matanya, lalu kedua kakinya mundur sedikit.


Dan tepat pada saat ini, Vincent sekali lagi mengibaskan lengannya dan melempar Cukong.


Cukong mengembalikan tenaganya ingin menstabilkan tubuhnya, namun tenaga Vincent terlalu besar, dirinya bagaikan orang yang sedang naik mobil yang ada di gunung, sepenuhnya kehilangan kestabilan, untuknya Raja Pedang turun tangan tepat waktu, sehingga bisa menangkapnya dengan tepat.


“Dokter Bermoth ini ternyata bukan sebutan yang mengada- ada, dia bisa mengalahkan Raja Pengobatan Ascent ternyata memang ada penyebabnya.”


Cukong sama sekali tidak merasa kesal, melainkan berkata dengan senyum setelah menghela nafas.


“Kamu baik-baik saja?” ucap Raja Pedang dengan serius.


“Di keluarga kami juga ada dokter yang hebat, ketika kecil aku pernah berlatih ilmu bela diri, beberapa jari yang patah bisa langsung disembuhkan olehnya dalam waktu satu minggu, bahkan tidak meninggalkan cacat sedikitpun, jari-jari ini seharusnya juga tidak akan sulit baginya.” Ucap Cukong.


Raja Pedang mengangguk: “Aku sarankan sebaiknya kamu jangan berduel dengannya lagi, standar Jurus Medis yang dia miliki sungguh tidak biasa, sudah berada diluar perkiraan kita, kamu jangan melihat dirinya terluka, sebenarnya memulihkan lukanya sangatlah mudah baginya!”


“Namun kalau aku pergi begitu saja, bukankah harga diriku akan terinjak-injak? Kalau Keluarga Rich tahu aku membuat malu di luar, aku khawatir bahkan pintu rumah pun sudah tidak bisa aku masuki lagi.” Ucap Cukong sambil menggeleng.


“Kalau begitu apa maksudmu?” tanya Raja Pedang dengan serius.


Alis Raja Pedang langsung mengernyit, dia mendengus dengan dingin dan berkata: “Kamu hanya sedang mendesakku untuk melawannya!”


“Kamu juga bisa berdiri disamping menonton.” Cukong berkata sambil mengangkat bahu.


Raja Pedang tidak lagi bicara, setelah melirik kearah Cukong, dia mengangkat pedang kayu dan maju ke depan.


Dia tahu kalau sampai Cukong yang maju lagi, begitu Cukong lengah, maka Dokter Bermoth akan langsung membunuhnya dengan mudah, dan kalau Cukong terluka parah, maka janjinya pada Keluarga Rich setara dengan ingkar.


Kalau begitu, lebih baik langsung turun tangan untuk membereskan orang ini.


Hanya saja..


Baru berjalan beberapa langkah, Raja Pedang langsung merasa ada yang tidak beres.


Dan tiba-tiba dia seperti menyadari sesuatu, tiba- tiba melihat ke arah pedang kayunya, dan mendapati beberapa lubang jarum yang sangat halus.


Dia mengangkat kepala, melihat Vincent yang ada disana, dan wajah tuanya seketika menjadi pucat.


“Raja Pedang, sepertinya kamu tidak akan bisa maju lagi.” Vincent menusukkan sebatang jarum diatas telapak tangannya yang patah, perlahan menyusuri luka sobeknya dan berkata dengan tenang.

__ADS_1


“Hmm?” Cukong melihat ke arah Raja Pedang.


Semua orang juga kebingungan.


Namun Raja Pedang malah menundukkan kepalanya dengan sulit, beru melihat di dadanya tertancap tiga batang jarum baja yang sehalus helaian rambut, ketiga batang jarum itu begitu ringan, kalau tidak dilihat dengan jelas, sama sekali tidak akan bisa melihat keberadaan mereka.


Melihat ketiga batang jarum ini, wajah Raja Pedang terlihat tidak percaya, juga berubah menjadi begitu buruk dan muram pada saat bersamaan.


“Kapan kamu... menusukkan jarum?” tanyanya dengan serak.


“Baru saja.” Ucap Vincent.


“Baru saja?” gumam Raja Pedang.


Cukong yang berada disamping juga tercengang, tiba-tiba dia juga sadar.


“Ternyata.. ternyata kamu barusan.. sengaja menerima jurus Pembelah Gunung Raja Pedang?” ucapnya seketika.


“Kalau tidak apakah kamu pikir aku akan sebodoh itu?” ucap Vincent dengan datar.


“Ternyata begitu... ternyata begitu...”


Raja Pedang langsung tertawa dengan kencang, namun wajahnya terlihat penuh amarah: “Ternyata sebelumnya kamu mencengkeram pedang kayuku, bukan karena ingin menghentikan seranganku, melainkan meninggalkan ketika jarum ini disana, lalu memanfaatkan serangan Cukong untuk membenturkan jarum itu sampai menembus pedang kayu, lalu menusukkannya padaku, ternyata caramu yang seperti orang bodoh tadi sebenarnya untuk melancarkan strategimu? Terutama ketika kamu menerjang Cukong.. ternyata begitu...”


Begitu mendengar ini, semua orang yang ada disana langsung terkejut.


Raja Pedang... bisa-bisanya dia dijebak oleh Dokter Bermoth?


“Sejak awal targetku memang kamu, menyerang Cukong hanya salah satu cara untuk memuluskan strategiku saja, namun karena tujuanku sudah tercapai sekarang, aku sudah bisa langsung menyerang Cukong sekarang!” Vincent menurunkan tangannya dan berkata dengan tenang.


Mendengar ini, wajah Cukong langsung menjadi pusat pasi.


Nafas orang-orang yang ada disekitar langsung terhenti.


Dan pemandangan yang menakutkan bagi semua orang pun muncul.


Vincent mengeluarkan sebuah kantong kain yang entah dia keluarkan sejak kapan, dia memencet segumpal cairan obat dari dalamnya, lalu mengoleskannya di jari yang patah.


Dan dalam sekejap, jari yang jelas-jelas sudah patah tadi... ternyata sudah bisa digerakkan..


“Ap... pa..”


“Sekarang... saatnya memulai perhitungan!”

__ADS_1


Vincent menatap Cukong, lalu berjalan mendekat dengan cepat.


__ADS_2