
“ Misha Caven ?”
Hosna dan Ringgo juga terlihat kaget, mereka sama sekali tidak menyangka sosok seperti Tuan Caven akan muncul di sini.
Harus diketahui bahwa, Tuan Caven adalah orang berpengaruh di dalam negeri, karena perusahaan yang dikelola oleh keluarga Caven adalah PT Indimovie yang terkenal di dalam negeri.
Indimovie adalah perusahaan seperti apa? Jangan katakan dunia bisnis, bahkan masyarakat biasanya juga tahu.
Perusahaan itu adalah pemimpin pasar di industri hiburan!
Misha adalah orang keluarga Caven, tentu saja posisi dia juga sangat luar biasa.
Sesudah melihat kedatangan Misha, semua orang pun merasa sangat kaget.
“ Tuan Caven sudah datang! Tuan Caven sudah datang!”
“Bagus sekali, kita sudah terselamatkan!”
Efta dan Almen merasa sangat senang, mereka berdua pun menepuk tangan dengan gembira.
Sedangkan wajah Quina terlihat pucat, tampak linglung.
“ Tuan Caven datang ke sini, sungguh adalah kebanggaan kami, sini sini, Tuan Caven, silakan duduk!” Tamao merasa sangat gembira, dia langsung berdiri untuk menyambutnya.
“ Paman Tamao, maaf sekali kalau sudah ganggu.” Misha berkata dengan sambil tersenyum.
“Mana mungkin? Kamu dengan Quina adalah teman, kalau gitu kamu adalah tamu keluarga Yuga, mana mungkin kami akan terganggu? Kamu terlalu sopan!” Tamao berkata dengan sambil tersenyum.
“ Misha, kamu duduk dulu, nanti Paman akan diskusikan sesuatu denganmu!” Lebron berkata dengan gembira.
Mengenai masalah apa yang hendak didiskusikan, juga sudah terdapat banyak orang yang mengetahuinya, termasuk Misha sendiri.
“ Paman Lebron, tidak perlu buru-buru!” Misha menyipitkan matanya, dengan sambil menatap Quina, lalu dia pun berkata dengan sambil tersenyum: “ Quina, apakah kamu baik-baik saja?”
Wajah Quina terlihat sangat kaku, tetapi dia pun menjawabnya dengan suara yang rendah: “Baik…baik…”
“Bagus kalau gitu.” Misha mengangguk, dia berbalik dan menatap Hosna dengan Ringgo, sesudah itu dia pun tersenyum: “Berikan muka padaku, hutang keluarga Yuga, berikan satu bulan lagi ke mereka! Gimana?”
“ Tuan Caven juga sudah ngomong, gimana pun kami juga harus bilang iya? Deal! Seperti ini saja, hutang keluarga Yuga diperpanjang satu bulan lagi!” Hosna bangkit dan berkata dengan tanpa merasa ragu.
“ Bos Holma ?”
“Apa yang Tuan Caven katakan? Kamu juga sudah ngomong, mana mungkin aku tidak berikan muka ke kamu?”
“Hahaha, baik kalau gitu, karena kalian berdua begitu hargai aku, hari ini kita harus minum sebanyak-banyaknya! Aku mau temani dua Bos minum bersama!”
Mereka pun tampak sangat bersemangat.
Krisis keluarga Yuga juga berhasil diselesaikan oleh Misha dengan gampang.
Ini adalah kekuatan Tuan Caven !
Ini adalah kharismatiknya!
Kedua mata orang-orang keluarga Yuga pun tampak berbinar-binar, mereka semua menatap Misha dengan sangat kagum.
“ Quina, segera pergi bantu Tuan Caven mereka tuang minum?” Pada saat ini, Jenifer berkata pada Quina.
Quina mengepalkan tangannya, wajahnya terlihat penuh dengan penderitaan, terlihat sangat ragu.
Tetapi pada saat ini, Hosna sepertinya pun mengingat sesuatu, dia menatap Vincent, berkata dengan sambil tersenyum: “ Tuan Caven, masalah keluarga Yuga, aku tidak akan permasalahkannya karena kamu, tetapi pria ini tidak.”
“Siapa dia?” Tuan Caven menatap Vincent.
__ADS_1
“Orang yang dicari oleh Nona Yuga, untuk permainkan aku dengan Pak Holma.”
“Oh? Quina, kenapa ini?” Tuan Caven menatap Quina dengan sambil tertawa.
“ Misha, aku tahu maksudmu, tetapi aku kasih tahu kamu, aku tidak akan setuju! Kamu jangan berharap apa pun!” Quina berkata dengan sambil menggertakkan giginya.
“Ini bukan yang bisa kamu tentuin.” Tuan Caven menggelengkan kepalanya, berkata dengan sambil tersenyum.
“Karena Nona Yuga tidak berikan muka ke Tuan Caven, kalau gitu jangan salahkan kami, hey! Segera merangkak ke sini, jilat sepatuku!” Ringgo mengangkat sepatunya, menatap Vincent dengan tidak berekspresi.
“ Bos Holma, kamu mau lakukan apa?” Quina merasa kaget.
“ Nona Yuga, masalah ini tidak berhubungan dengan kamu, kamu juga tidak bisa ikut campur! Jika kamu tidak turuti perkataanku, aku akan suruh orang untuk patahkan kakimu! Jika kamu masih tidak merangkak ke sini, aku akan patahkan tangan kamu! Jika kamu masih tidak mau jilat, aku akan potong lidahmu, kamu percaya atau tidak?” Ringgo menyipitkan matanya, berkata dengan sambil menatap Vincent.
Meskipun Ringgo adalah seorang pebisnis, tetapi dia berbeda dengan Hosna.
Pebisnis seperti dia…sungguh kejam!
Wajah Quina pun menjadi pucat karena ketakutan.
Vincent menyipitkan matanya, cahaya yang dingin pun melintas di matanya.
“Jangan!” Quina berteriak.
“Jika tidak mau seperti ini juga boleh, kamu hanya perlu temani Tuan Caven satu malam.” Ringgo berkata dengan datar.
Misha menatap Ringgo dan tidak mengatakan apa pun.
Quina duduk di atas kursi, dia sudah sangat lemas, kedua tangan, kakinya sudah menjadi sangat dingin, wajahnya juga terlihat pucat, dia sudah merasa putus asa…
Temani satu malam?
Misha sejak awal tidak berencana untuk menikah dengan Quina, dia hanya ingin bersenang-senang saja.
Sebagai pria kaya yang terkenal di dunia hiburan, setiap malam wanita yang tidur di atas ranjang Misha pun berbeda, pria kaya seperti ini, Quina paling membencinya, mana mungkin dia akan menyetujuinya?
Tetapi sekarang, Quina sudah tidak punya pilihan lain lagi.
Bahkan jika bukan untuk menyelamatkan keluarga Yuga, Quina juga harus melindungi suami Jane, jadi dia pun harus menyetujuinya.
Quina mengepalkan tangan, telapak tangannya pun sudah tergores kuku, tekanan besar seperti ini sudah membuat dia tidak bisa menahan lagi, ketika dia sudah membuka mulut, sedang ingin menyetujuinya…
Tetapi pada saat ini, Vincent pun tiba-tiba mengatakan.
“ Quina tidak akan pergi temani Misha, mau suruh aku berlutut dan merangkak ke sana? Juga tidak mungkin! Kalian jangan berharap!”
Sesudah perkataan ini dikatakan, semua orang di sana pun tertegun, ternyata orang yang sedang ngomong adalah Vincent…
“Sampah seperti kamu masih berani omong kosong disini? Segera berlutut!” Efta merasa marah, dia langsung bergegas menghampirinya, hendak menampar Vincent.
Tetapi pada detik berikutnya, kecepatan tangan Vincent lebih cepat daripada dia, Vincent pun langsung menampar pipinya.
Plak!
Efta pun langsung merasa pusing, hampir terjatuh ke bawah.
“Aa!” Almen menjerit.
“Kurang ajar! Kamu…kamu mau melawan keluarga Yuga ?” Lebron mereka pun merasa sangat marah.
Quina merasa ketakutan, tercengang di sana.
__ADS_1
“Vincent, apa yang sedang kamu lakukan? Segera berhenti!” Quina berteriak.
“ Quina, kamu mundur ke belakang, biarkan aku yang tangani saja!” Vincent berkata dengan datar.
“Kamu mau tangani dengan seperti apa, jika kamu terjadi sesuatu, aku harus hadapi Jane dengan seperti apa?” Quina pun sudah hampir menangis.
“ Bos Holma, apa yang akan kamu lakukan di kondisi seperti ini?” Misha tidak marah, melainkan bertanya pada Ringgo dengan sambil menyipitkan matanya.
Wajah Ringgo terlihat suram, dia meletakkan gelas anggur di atas meja, sesudah berdiri, dia pun langsung meraih pisau bawahannya, berjalan menghampiri Vincent.
“ Bos Holma !” Tamao bangkit, tetapi dia pun langsung didorong oleh Ringgo.
“Awas, aku mau langsung bunuh orang ini, tahan dia! Potong tangan dan kakinya dulu!” Ringgo berkata dengan kejam.
“Iya, Bos!”
Kemudian bawahannya yang ada di sekeliling pun langsung bergegas menghampiri Vincent.
“Berhenti, jangan kemari!”
Quina langsung berdiri di hadapan Vincent.
“Bawa dia pergi!”
“Iya!”
“ Quina, sini, apa yang mau kamu lakukan? Apakah kamu mau cari mati?”
Jenifer mereka pun menarik Quina.
“Tidak, lepaskan aku! Vincent, kamu segera pergi, pergi!”
Quina berteriak dengan sambil menangis.
Tetapi Vincent pun berdiri di sana dengan diam, tenang, dia tampaknya seperti tidak menganggap Ringgo mereka di matanya.
Amarah di mata Ringgo pun semakin membara.
Ringgo memegang pisau, berjalan mendekati Vincent.
Pisau yang dingin pun perlahan mendekatinya.
Semua orang yang ada di sekeliling sana pun menatap Vincent.
Ekspresi mereka semua terlihat berbeda.
Tetapi pada saat ini!
Terdapat seseorang yang berjalan masuk ke dalam ruangan pribadi, kemudian sebuah suara yang serius pun terdengar.
“ Bos Octo, kamu bilang Tuan Wenzel ada di sini? Di mana orangnya?”
Mereka semua pun menatap ke arah itu.
Sesudah itu, mereka melihat terdapat seorang pria yang berjalan masuk ke dalam.
“ Manajer Yudit, kamu sudah datang? Sini sini sini, kamu duduk dulu, sesudah pertunjukkan ini selesai, aku akan jelaskan ke anda.”
Hosna segera bangkit, menyambutnya dengan antusias.
Kemudian…sesudah Manajer Yudit melihat Vincent, sekujur tubuhnya pun bergemetaran, dia juga mengabaikan Hosna, lalu dia langsung berlari ke hadapan Vincent, membungkuk kepadanya.
__ADS_1
“CEO Bermoth!”