Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 621 Pakaian Miliaran Rupiah


__ADS_3

Pakaian pria itu terlihat sangat sederhana.



Dia memakai kemeja putih dan celemek terikat di pinggangnya, dia juga terlihat sangat tampan, setidaknya dia jauh lebih tampan daripada penampilan Vincent saat ini, tetapi dibandingkan dengan Dokter Jenius Bermoth, jelas ada perbedaan seperti langit dan bumi.



Pria itu saat ini juga menatap Vincent dengan ekspresi tak terduga.



Sama seperti tiga yang lainnya, mungkin semua orang tidak mengira Vincent tiba-tiba akan pulang.



Tentu saja, Vincent juga sangat terkejut.



Siapa lelaki ini? Kenapa dia ada di sini?



Asal tahu saja, Jane tidak akan pernah mengundang teman prianya untuk datang ke rumahnya, dia sangat anti dengan para lelaki, karena menurutnya, pria mana pun yang mendekatinya pasti punya tujuan tertentu.



Bahkan Vincent sekalipun.



Tapi pria ini benar-benar berada di sini dan berpakaian seperti ini!



Vincent ingat bahwa dia pernah membeli celemek yang berada di pinggang pria itu seharga 60 ribu di supermarket daerah sekitar sini, ada juga pola aneh yang terlihat diatasnya...



"Kenapa bocah ini datang kesini?"



Katrina mengerutkan keningnya, memecahkan keheningan dan langsung berteriak.



"Harusnya aku tidak perlu datang?" Vincent juga mengerutkan keningnya.



“Hmm, itu bagus kalau kamu sudah datang, setelah kita selesai makan, kamu juga harus segera bertemu dengan Jane untuk menyelesaikan masalah kalian!” Katrina berkata dengan nada sinis.



Vincent langsung tahu masalah apa yang dimaksudnya.



Jane terlihat agak malu, dia segera bangkit dan berkata "Bu, jangan bicarakan masalah itu, Vincent, karena kamu sudah datang, ayo kita makan bareng dulu!"



“Betul, ini hanya masalah menambahkan sepasang sumit lagi.” Pria di sebelahnya tersenyum dan berkata.



"Menambahkan sepasang sumpit?"



Vincent mengerutkan alisnya dan menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat dijelaskan: "Apa maksudmu, sepertinya kamu menganggapku bukan sebagai suami Jane ya?"



Pria itu terdiam, tanpa ada rasa malu sedikit pun, dia hanya tersenyum: "Kamu salah paham, aku tidak bermaksud begitu."


__ADS_1


"Siapa dia?" Vincent bertanya pada Jane.



"Dia adalah teman sekelas dari kampusku dulu, namanya Kiluwa Grev! Setelah lulus dari universitas, dia pergi ke luar negeri untuk studi lebih lanjut, dia datang mengunjungiku pagi ini dan ingin memulai bisnis baru di Izuno, jadi dia datang kesini untuk belajar dariku." Jane menjelaskan sambil tersenyum.



"Apa benar begitu?"



Vincent menatap pria itu dari atas ke bawah, lalu berkata: "Orang seperti ini entah memang dari keluarga kaya atau dari keluarga bangsawan, sudah pasti dia tidak kekuarangan orang sukses di sekitarnya, kenapa dia datang padamu untuk belajar bisnis?"



Begitu kata-kata ini keluar, Jane dan yang lainnya jadi bingung.



“Vincent, apa maksudmu perkataanmu?” Jane bertanya.



"Oh, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya berpikir itu sedikit aneh, orang ini memakai banyak barang merek terkenal di seluruh tubuhnya, itu bukan merek terkenal biasa, sepatu bot di kakinya adalah sepatu bot kulit limited edition buatan tangan Fendi dari Roma, Italia, hanya ada sepuluh pasang di dunia ini, harganya kurang lebih 1,4 miliar!"



“Apa? 1,4 miliar?” Seru Katrina dan Jackson.



"Tentu saja, sepatu ini adalah yang termurah, jam tangan berlian Rolex yang juga limited edition di tangannya jauh lebih mahal daripada sepatu bot kulit itu, Luca, seorang pembuat jam terkenal dari Swiss, secara pribadi memasangkan berlian indah itu di jam tangannya, harganya pasti kisaran 13,8 miliar."



“13,8 miliar?” Katrina hampir tidak bisa memegang mangkuk di tangannya dengan tenang.



“Selain itu, jas yang ada di sofa juga pasti miliknya, ini juga limited edition, kerahnya dijahit dengan benang emas, ini mungkin yang paling mahal dari semua yang menempel di tubuhnya saat ini, harganya tidak akan pernah kurang dari 16 miliar! Faktanya, hal terpenting tentang semua ini bukanlah harga barangnya, tetapi koneksi yang dia punya untuk membeli barangnya, karena barang-barang tersebut tidak akan dijual kepada orang biasa, Jane, teman sekelasmu datang ke rumahmu dengan membawa barang lebih dari 20 miliar di tubuhnya, tapi dia bilang ingin belajar bisnis darimu, menurutmu… pengalaman bisnis seperti apa yang bisa kamu ajarkan padanya? Bagaimana orang sepertinya bisa kekurangan orang berbakat disisinya?"




Lebih dari 20 miliar hanya untuk pakaiannya!



Seberapa kaya sebenarnya orang ini … harus sekaya apa untuk bisa berpakaian seperti ini?



Namun.., Jane tampaknya tidak terlalu terkejut, sebaliknya, dia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tenang: "Vincent, aku sebenarnya tahu bahwa Kiluwa sangat kaya, meskipun dia memang mengenakan pakaian lebih dari 20 miliar, ini luar biasa, tapi aku tidak berpikir itu mempengaruhi persahabatan antara teman sekelas kami."



Jane masih tidak terlalu mempedulikannya.



“Jadi menurutmu dia datang kepadamu, hanya ingin bernostalgia denganmu?” Vincent bertanya lagi, tapi sebenarnya hatinya sangat kecewa.



“Iya.” Jane mengangguk.



Dapat dilihat bahwa Kiluwa ini sangat dipercaya oleh Jane.



Ekspresi Vincent sedikit berubah, tetapi dia dengan cepat pulih, tetapi dia tidak bicara apa-apa lagi.



Suasana di dalam ruangan jadi agak canggung.

__ADS_1



Sebaliknya, Kiluwa tidak merasa malu sedikitpun, sebaliknya, dia tersenyum dan memecahkan keheningan aneh ini, dia dengan santainya berjalan ke arah Vincent lalu mengulurkan tangannya.



"Apakah ini suami dari Jane, Vincent Bermoth? Halo, Tuan Beroth, namaku Kiluwa Grev, senang bisa bertemu denganmu!"



"Halo juga!" Vincent tidak memiliki banyak ekspresi di wajahnya, dia hanya menerima salamnya.



"Tuan Bermoth, kami bertemu untuk pertama kalinya, aku baru saja tiba di Izuno kemarin, hari ini aku menemui Jane untuk menceritakan berbagai kisahku, awalnya, Jane berencana mengundangku untuk mencoba masakannya, tetapi setelah lulus, Jane dan aku tidak pernah bertemu lagi, karena aku terlalu bersemangat, jadi akhirnya aku sendiri yang memasak untuknya, jika Tuan Bermoth tidak keberatan, silahkan cicipi masakan yang kubuat dan berikan komentar bagaimana rasanya!" Kiluwa berkata sambil tersenyum.



Kata-katanya ini bisa dibilang telah memenangkan hati Jackson dan Katrina.



Jane juga diam-diam mengangguk, menatap mata Kiluwa penuh kekaguman.



Vincent sangat tidak senang.



Dia bisa bicara dengan sangat santai dan bersikap sangat sopan.



Terlihat sangat jelas perbedaan kedua orang ini, hal ini membuat Kiluwa menjadi orang yang berhati besar, sementara Vincent dibuat sedikit cemburu dengan sikap orang di depannya ini.



Tapi Vincent tidak akan menolak, dia juga tidak akan terlalu peduli.



"Oke, terima kasih." Vincent mengangguk setuju.



Masing-masing dari mereka mengambil tempat duduk masing-masing.



Katrina sangat kesal, diam-diam dia terus menatap Vincent, dia terus berbisik dan mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.



"Awalnya, aku sangat senang bisa makan dengan teman sekelas Jane, tetapi pada akhirnya anjing rendahan ini malah datang, benar-benar sangat sial!"



“Sudahlah, ada tamu di sini, jangan buat masalah.” Jackson membujuk.



"Hmm, baiklah, bagaimanapun, setelah makan malam ini selesai, pria ini harus segera pergi dari sini, aku sudah muak melihat wajahnya!" Katrina berkata dengan sangat kejam.



Suaranya tidak terlalu kecil, jelas semua orang di sekitar meja bisa mendengarnya.



Jane sedikit malu.



Kiluwa melihat ke arah Vincent, adapun Vincent, tidak ada banyak perubahan dalam ekspresinya.



Tapi tidak ada yang tahu, hatinya sudah hampir rusak karena Katrina …

__ADS_1


__ADS_2