
Vincent terlihat berpikir cukup banyak selama perjalan.
Garou juga terlihat cukup berhati-hati.
Dia menatap Vincent sesekali, lalu melihat ke luar jendela lagi, tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.
Mungkin karena dia merasa ini sangat memalukan, Vincent akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Apakah kamu sangat menyukai Sifa?"
Begitu kata-kata ini terdengar, ekspresi Garou sedikit berubah, dia dengan cepat kembali tersadar.
"Awalnya aku sangat menyukainya, tetapi setelah memikirkannya, aku tiba-tiba merasa bahwa yang disebut ‘suka’ ini sudah tidak layak lagi."
"Apakah cintamu hanya berdasar pada layak dan tidak layak?"
“Kamu tidak tahu, saat pertama kali aku turun dari gunung, aku bertemu dengan Sifa.” Garou melihat keluar jendela dan berkata dengan suara yang berat: “Saat itu, aku tidak mengerti apa-apa dan cukup penasaran dengan dunia yang fana ini, Sifa lah yang membimbingku ke dunia ini, jadi secara tidak langsung aku punya perasaan tersendiri untuknya.
Vincent mendengar ucapannya itu hanya mengangguk tanpa suara.
Ada banyak ahli seni bela diri seperti Garou di Alhambra.
Sebagian besar dari orang-orang ini berasal dari sekte tertentu, mereka telah berlatih seni bela diri sejak mereka masih muda, yang membuat mereka hanya memiliki sedikit kontak dengan dunia yang penuh warna ini.
Jika seseorang bisa membantu mereka keluar dan membimbing mereka untuk menikmati indahnyadunia ini, sudah pasti mereka akan memiliki perasaan yang unik untuk orang tersebut.
Entah persahabatan, atau mungkin bisa lebih dari sekedar persahabatan.
Jelas, dalam kasus Garou dan Sifa.
Mungkin ada cinta di dalamnya.
Namun, Sifa hanya memanfaatkan Garou.
"Setelah turun dari gunung, aku pergi ke banyak tempat dan semakin dekat dengan Sifa, aku selalu mengikuti perkataannya, aku mulai bertarung kesana kemari, menjadi terkenal, bahkan bertarung dengan Emperor, lalu aku mulai punya peringkat dalam daftar Emperor, setelah itu dia membawaku ke Asosiasi Wushu dan berjanji akan jadi pacarku, dia bilang jika aku bisa mengalahkanmu, dia akan menikah denganku..." Pada titik ini, Garou tiba-tiba berhenti berbicara.
"Sepertinya aku sudah menggagalkan pernikahan kalian." Kata Vincent sambil meliriknya.
“Jangan pernah bilang begitu, sejujurnya, aku harus berterima kasih padamu, setidaknya kamu sudah membuatku sadar bahwa Sifa hanya memanfaatkanku, jika dia memang benar-benar mencintaiku, bagaimana mungkin dia meninggalkanku seperti sekarang ini? Jika aku menikahinya, mungkin hidupku akan sengsara kedepannya!" Garou tersenyum pahit.
Vincent tidak mengatakan apa-apa.
Dia tahu apa yang dikatakan Garou bertentangan dengan isi hatinya.
Mungkin dia terdengarsangat kecewa pada Sifa.
Tapi di dalam hatinya, dia benar-benar masih mencintai Sifa...
__ADS_1
Hanya saja dia harus melepaskannya.
"Lalu kenapa kamu mau memberitahuku di mana Flimty Herb berada? Bahkan sampai mau membawaku ke sini?" Vincent tiba-tiba bertanya.
"Itu karena aku sudah sadar."
Garou melihat keluar cukup jauh, dengan suara yang berat berkata: "Aku tidak bisa melarikan diri lagi, aku ingin mengulang kembali dan menebus dosa-dosaku!"
"Menebus dosamu?"
Vincent sedikit tercengang.
"Aku sebenarnya sudah membuat kesalahan sebelum meninggalkan Sekte Kirin, meskipun itu bukan sepenuhnya salahku, guruku berharap aku bisa pergi dari Sekte Kirin untuk sementara waktu agar bisa menghindari masalah yang ada, itu sebabnya aku pergi keluar, tetapi malah meninggalkan guruku sendirian di Sekte Kirin untuk menanggung hukumannya, sekarang ketika aku memikirkannya, aku merasa sangat menyesal." Garou menghela nafas.
Vincent tidak mengatakan sepatah kata pun.
Dia tidak ingin terlibat dengan masalah orang lain, dia hanya ingin mendapatkan Flimty Herb dan segera kembali untuk merawat Nycta.
Pesawat segera mendarat di bandara Gunung Hakurei.
Frank juga sudah menyiapkan mobil untuk membawa mereka berdua naik gunung.
Vincent tidak membawa orang lain bersamanya, sekte seperti Sekte Kirin termasuk dalam barisan sekte tersembunyi, sangat tabu bagi orang biasa untuk datang dan mengganggu ketenangan mereka.
Mobil berhenti di lereng gunung, sudah tidak ada cara untuk naik lebih jauh lagi, jalannya penuh dengan batu besar dan hutan lebat, hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki.
Keduanya berjalan sekitar satu jam, matahari perlahan terbenam, meninggalkan langkah kaki mereka di belakang.
Diakhir langkah mereka, akhirnya terlihat sebuah bangunan tua seperti kuil.
Di depan bangunan itu terpasang sebuah papan nama yang sudah tua.
Sekte Kirin !
Vincent cukup bersemangat ketika melihat ini, dia segera melangkahkan kakinya ke anak tangga di depannya.
Namun ketika telapak kakinya baru saja menginjak anak tangga pertama, tiba-tiba terdengar suara yang lantang.
"Siapa yang datang untuk menganggu Sekte Kirin ?"
Suara itu terdengar, terlihat sosok seseorang datang entah darimana asalnya, dia mendarat di depan mereka berdua seperti angin yang sangat ringan.
Kecepatan yang luar biasa.
Vincent sedikit mengernyit.
"Senior Somaru? Garou memberi hormat pada senior!"
__ADS_1
Garou segera mengatupkan tinjunya dan memberi hormat pada orang yang baru datag.
Seseorang itu adalah pria berusia tiga puluhan yang memakai jubah hitam.
Dia memiliki janggut, tangannya diletakan di belakang, tatapan matanya sangat arogan.
Dia melirik Garou dengan santai, kemudian berkata dengan datar "Kupikir siapa yang datang, ternyata hanya seekor anjing rendahan! Kamu punya nyali untuk kembali kesini?"
Ekspresi Garou sedikit berubah, dia langsung bicara perlahan "Senior Somaru, aku datang untuk mengunjungi guruku, aku ingin tahu apakah guru dalam keadaan sehat..."
"Heh, gurumu? Jelas tidak bagus! Kondisinya sangat buruk! Dia telah dikurung di penjara sekarang, dia harus menunggu setidaknya setengah tahun lagi sebelum bisa dibebaskan."
"Apa?"
Ekspresi Garou kali ini berubah drastis "Kakak, ada apa?"
"Oh, bukankah itu karenamu, muridnya yang tersayang yang membuat masalah? Setelah kamu menyerang dan melukai Senior Agito, kamu melarikan diri dari sekte tanpa izin, gurumu rela menanggung akibatnya untukmu, ketua sekte mengambil keputusan untuk memenjarakannya sebagai hhukuman ! Saat dalam masa tahanan, dia hanya diperbolehkan memakan tikus dan serangga mati setiap hari, ini semua berkat muridnya yang sangat berbaki!" Pria yang bernama Somaru tertawa ringan.
Ekspresi Garou memucat.
Dia tidak pernah berpikir bahwa gurunya akan sangat menderita sendirian...
“Aku ingin bertemu dengan Ketua Sekte! Aku ingin bertemu dengannya!” Garou langsung berteriak, dia menjadi emosional.
“Oke, ayo sini!” Somaru mencibir, lalu memimpin Garou dan Vincent berjalan dengan cepat menuju Sekte Kirin.
Segera setelah itu, terdengar suara ramai dari banyak orang di Sekte Kirin.
Banyak orang sudah berkumpul di aula.
Vincent melirik ke aula, terlihat sangat megah, di tengah aula ada sebuah Patung Kirin yang sangat besar.
Di kedua sisinya, ada banyak orang sedang berdiri.
Setiap orang itu memancar aura yang luar biasa.
Dilihat sekilas dari bentuk tubuh orang-orang ini … benar-benar terlihat mengerikan.
Sebuah firasat buruk perlahan muncul dalam benaknya.
“Siapa Senior Agito yang disebutkan tadi?” Vincent menoleh dan bertanya pada Garou dengan suara pelan.
"Dia adalah putra wakil kepala sekte, dia adalah seorang pemuda yang sangat berbakat, di Sekte Kirin, dia dan aku bisa dibilang adalah murid yang berbakat, beberapa tahun yang lalu, sekte mengadakan kompetisi antar para murid, dia dan aku harus bertarung satu sama lain dan pemenangnya akan jadi murid nomor satu di sekte ini, tetapi pada malam sebelum kompetisi berlangsung, dia tiba-tiba terluka, kemudian ada yang melaporkan kepada sekte bahwa hal itu disebabkan oleh serangan yang kulakukan secara diam-diam! Banyak orang dari sekte itu sangat marah, jadi mereka ingin mengadiliku, tetapi guruku tahu bahwa aku tidak akan melakukan hal seperti itu, jadi dia mencoba yang terbaik untuk melindungiku, tetapi wakil kepala sekte bersikeras untuk mengadiliku dan menjatuhkan hukuman mati, jadi guruku diam-diam mengirimku pergi untuk keluar dari sekte." kata Garou.
Ekspresi Vincent cukup terkejut ketika dia mendengarnya.
"Kalau memang begitu, berati kita sedang dalam situasi yang sangat buruk..."
__ADS_1