Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 201 Orang Yang Bernama Vincent Bermoth


__ADS_3

Di tengah-tengah sekumpulan vila di selatan Kota Prontera, terdapat sebuah rumah mewah yang luasnya beberapa kali lipat dari area vila biasa.


Pada saat ini, beberapa orang berjas dokter berjalan masuk ke rumah mewah itu.


Di depan pintu gerbang itu berdiri seorang Nyonya keluarga terpandang yang kaya raya dengan riasan tebal dan mengenakan perhiasan emas-emasan.


Nyonya itu menatap tamu-tamu itu dengan serius, dan tak mengatakan sepatah kata pun.


“Nyonya Mint.” Beberapa dokter itu datang dan menyapanya.


“Warren ada di dalam. Silahkan lihat dan periksa dia.” Kata Ibu Warren dengan dingin.


Para dokter itu pun langsung berjalan masuk ke dalam. Tapi hanya dalam waktu setengah jam, mereka sudah keluar.


“Kenapa? Apa kalian tak bisa menyembuhkannya?” kata ibu Warren dengan dingin.


“Kondisi Tuan muda Mint lebih serius dari yang kami kira, kami sarankan anda untuk langsung pergi ke Negara M untuk mencari bantuan dari asosiasi medis negara M. Mereka memiliki peralatan medis yang sangat terdepan di seluruh dunia. Mungkin akan ada kesempatan hidup jika menemui mereka.” Kata seorang dokter yang mengenakan kacamata dengan berkeringat dingin.


“Aku tahu, silahkan kalian pulang saja.” Ibu Warren menghela napas dingin.


Beberapa dokter pun menghela napas dingin juga, lalu pergi meninggalkan rumah mewah itu.


Di mata ibu Warren penuh dengan keputusasaan. Beberapa hari ini dia telah mengundang beberapa kelompok ahli medis profesional yang terkenal, tapi pendapat dari mereka, kalau tidak menyuruh menemui dokter tradisional ya pergi Negara M untuk berobat.


Keluarga Mint sudah menggerakkan semua relasi yang dimiliki untuk menghubungi beberapa asosiasi medis. Tapi, asosiasi medis internasional semacam itu bukanlah sesuatu yang dapat kamu minta seenaknya untuk membantumu berobat, lalu mereka akan mengobatinya begitu saja. Ini perlu proses yang panjang.


Dan kondisi Warren saat ini sudah tidak bisa ditunda lagi untuk mendapatkan pengobatan Negara M. Seorang ahli medis senior bilang jika tidak segera menangani dan tidak segera mengobati jaringan organ tubuh bagian bawahnya yang sudah berhenti berfungsi, maka lambat laun akan rusak.


Begitu saat itu tiba, khawatirnya Hua Tuo mungkin tidak dapat menyembuhkan Warren dengan baik di dunia ini.


Bagaimana ini? Keluarga Mint tidak boleh tidak punya penerus keluarga!


Pikiran menyakitkan hadir di hati ibu Warren, dia mengepalkan tinjunya dengan erat, rasa dingin dan marah di wajahnya tampak sangat jelas.


“Ibran!” teriak ibu Warren.


“Nyonya!” Seorang pria paruh baya mengenakan seragam pelayan berlari kecil menghampirinya.


“Bagaimana dengan kota Izuno? Apa orang rendahan itu sudah mati?” tanya ibu Warren dengan begitu galak.


“Nyonya, Frank dari Grup Vallamor telah bertindak. Dia telah menyelamatkan mereka dan membawa satu keluarga itu ke sebuah klinik. Sekarang ini, Jane sekeluarga dirawat di klinik itu.” Kata orang yang bernama Ibran.


“Frank? Grup Vallamor? Apakah segerombolan orang-orang itu ingin sekali tidak selesai masalahnya dengan kita ya? Bagus! Bagus sekali! Karena mereka ingin seperti itu, maka jangan salahkan keluarga Mint!” Ibu Warren menggertakkan giginya dan berkata : “Pergi, panggil beberapa orang untuk memberi pelajaran kepada Frank, lalu perlihatkan pada Grup Vallamor semua itu agar mereka tahu berhadapan dengan siapa mereka! Cepat minta Asuka menangani ini.”

__ADS_1


“Baik Nyonya.”


“Ada lagi, minta orang untuk membakar klinik yang ditinggali Jane dan keluarganya.” Kata Ibu Warren lagi.


Ibran sedikit terkejut, dia pun menundukkan kepalanya dan berkata : “Nyonya, sepengetahuanku klinik itu didirikan oleh cucu dari Gusron, yang juga merupakan aset keluarga Gusron. Ini...”


“Aku tidak peduli aset siapa itu? Aku pokoknya tidak akan mengundang Gusron si tua busuk itu untuk memeriksa sakit, cepat bakar saja! Terbaik jika berhasil membakar orang rendahan dan seluruh keluarganya itu!” kata Ibu Warren dengan marah.


Ibran ragu-ragu sejenak, lalu agak mengangguk dan berkata : “Nyonya, masalah ini hanya bisa menyuruh preman-preman yang melakukannya.”


“Dua puluh milyar, apa sudah cukup?” tanya Ibu Warren memelototinya sebelum Ibran sempat menyelesaikan ucapannya.


“Cukup.” Kata Ibran buru-buru.


“Kalau begitu lakukan sekarang juga! Aku ingin melihat mayat orang itu di berita!” kata Ibu Warren dengan marah.


Ibran langsung berbalik dan pergi.


Pada saat ini, seorang pelayan rumah mewah masuk dengan tergesa-gesa.


“Nyonya, sudah datang! Sudah datang! Orang dari provinsi Spalit sudah datang!”


“Provinsi Spalit? Mungkinkah orang itu?” Ibu Warren tercengang sejenak, lalu terus bahagia, dia pun langsung berlari menuju pintu gerbang.


Yang tua mengenakan pakaian sederhana dengan menenteng tas usang di tangannya. Yang muda mengenakan pakaian yang rapi dan tampak sangat energik. Tapi ada semacam kesombongan yang tidak bisa disembunyikan dari ekspresinya.


Dia memapah pria tua itu berjalan masuk ke dalam rumah mewah itu.


Dan melihat Ibu Warren yang buru-buru berjalan keluar, lalu berkata dengan senang,


“Apa anda biksu tuan Gort dari provinsi Spalit? Halo halo!”


“Anda Nyonya Mint kan? Halo, aku hanya lewat kota Prontera, lalu aku dengar ada hal buruk yang terjadi pada keluarga Mint. Oleh karena itu, aku pun datang untuk memeriksanya. Apa tuan muda baik-baik saja?” Tanya Killua sambil tersenyum.


“Sangat buruk.” Ibu Warren menghela napas dingin, lalu berkata : “Kami keluarga Mint telah mengundang banyak sekali profesor dan ahli medis untuk memeriksanya, tapi mereka tak berdaya dan tak bisa melakukan apa-apa, Namun Tuan Gort apa anda dapat memberikan secercah harapan pada putraku kan.”


“Apa maksudmu? Apa yang kamu maksud dengan bilang memberikan secercah harapan pada putramu? Guruku sudah datang, itu berarti anakmu pasti selamat! Kenapa? Apa jangan-jangan kamu meremehkan guruku ya?” pemuda di samping mereka berkata dengan marahnya.


“Bjorn! Diam.” Killua menoleh dan langsung menegurnya dengan keras.


“Guru, apa yang aku katakan ini benar.” Kata Bjorn sambil mengangkat pundaknya.


Killua memelototinya dengan kesal, lalu berkata dengan rasa bersalah, “Nyonya Mint, maaf muridku tak mengerti tata krama. Tolong maafkan dia.”

__ADS_1


“Tidak apa-apa, tidak apa-apa kok. Benar apa yang dia katakan. Begitu Tuan Gort datang, putraku pasti dapat diselamatkan. Tuan Gort, silahkan masuk dan minum teh dulu saja, anda belum makankan? Aku akan meminta dapur untuk menyiapkan makanan sekarang juga.” Kata Ibu Warren dengan tersenyum.


Jelas sekali dia tidak ahli dalam bersikap seperti ini. Oleh karena itu senyumnya tampak tidak enak dipandang.


Killua melambaikan tangannya


“Nyonya Mint, pasien adalah yang terpenting saat ini. Mari kita periksa tuan muda Warren dulu.”


“Baik, baiklah! Lewat sini.” Jawab Ibu Warren dengan buru-buru.


Rombongan itu pun pergi ke kamar besar yang berada di bagian terdalam di lantai dua vila itu.


Di atas ranjang besar di kamar itu terbaring seorang pemuda yang sangat kurus dan wajahnya pucat sekali. Pemuda itu seolah sedang tidur saat ini, tapi jelas terlihat rasa sakit di wajahnya. Di sebelahnya, ada beberapa peralatan medis, di sisi lainnya ada rak. Dan selang yang memanjang dari mulut botol tergantung di rak itu menuju ke tubuh bagian bawah pria itu. Adegan yang membuat orang berhati-hati.


Yang berbaring di atas ranjang itu adalah Warren.


Demi menyembuhkan Warren, keluarga Mint sekarang hampir menggunakan seluruh kekuatan dan energi yang dapat digunakannya, tapi sayangnya tak ada hasil baik apapun...


“Nyonya Mint.” Seorang perawat berjalan menghampiri dan agak membungkuk.


“Bagaimana keadaan tuan muda?” tanya Ibu Warren.


“Tuan muda sudah tidur, tapi dia masih menolak untuk makan,” kata perawat itu dengan tak berdaya.


Ibu Warren mengerutkan kening dan menatap Killua.


Killua menunjukkan isyarat tangan untuk diam, lalu berjalan menghampiri Warren dan mulai membuka tas usangnya.


Dia mengeluarkan beberapa peralatan medis tradisionalnya dari tas itu, dan mulai memeriksa Warren.


Pertama yang dilakukan adalah memeriksa denyut nadi, lalu menusukkan beberapa jarum perak, semuanya begitu teratur dan terorganisir.


Ekspresi Killua sangat serius.


Tapi setelah beberapa saat, ekspresi seriusnya berangsur- angsur berubah menjadi terkejut. Dan setelah beberapa saat lagi, ekspresinya berubah jadi lebih terkejut.


“Ini... ini?”


“Tuan Gort, bagaimana keadaan putraku sekarang?” tanya Ibu Warren dengan segera.


“Siapa sebenarnya yang melukainya sampai seperti ini?” tanya Killua sambil menatap Ibu Warren.


Ibu Warren sedikit terkejut, lalu menggertakkan giginya dan berkata

__ADS_1


“Orang yang bernama Vincent Bermoth!”


__ADS_2