Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 600 Pertarungan


__ADS_3

“Kenapa? Apakah kekuatan Overwatch hanya segini saja?”


Vincent hanya menatap Psyko dan Ventley dan berkata sinis.


“Gawat!”


“Mundur!”


Kedua orang itu bergegas mundur.


Namun disaat mereka mundur, Vincent justu memanfaatkan momen itu dengan menahan pedang patah tersebut dan menerjang maju kedepan.


Klaaangg!


Percikan cahaya bagaikan kilat yang menyebar, dan mengarah langsung ke kedua orang tersebut.


Pandangan mereka terkunci dan terpaku melihat kilatan cahaya tersebut, mereka dibuat tercengang.


Apakah kepala mereka akan dipenggal?


Dia menyerang balik dengan sangat cepat, siapa yang bisa merespon?


Apakah mereka telah menganggap remeh musuhnya?


Tidak, ini adalah kekuatan Emperor Bermoth yang sebenarnya, jauh melampaui apa yang dipikirkan orang-orang!


“Kakak seperguruan!”


“Kakak seperguruan!”


Orang-orang disekeliling berteriak khawatir.


“Jangaaan!”


Para tetua pun segera menghambur maju kedepan dan ingin mencegah hal tersebut, tapi sayangnya sudah terlambat!


Kedua orang itu hanya punya dua siasat lagi untuk menghadapi Vincent, akan tetapi mereka sudah hampir kalah!


Pantas saja Dokter Ajaib Bermoth ini berani berkata sombong, kelihatannya..kekuatannya bukan sekedar bualan belaka!


Sorot mata Pimpinan Pulau mendingin, dia menatap lekat pemandangan itu.


Nycta mengigit bibir kecilnya dengan panik, ada semburat sinar yang muncul dari sorot matanya.


Saat ini Vincent bagaikan dewa yang turun dari langit, yang terus-menerus memberikan kejutan.


Ventley dan Psyko yang tadinya sangat angkuh seakan-akan mereka tidak terkalahkan, akan tetapi di hadapan Vincent, mereka hanya bagaikan pasir kecil yang tidak berarti.


Sebenarnya seberapa kuat kakak angkatnya ini?


Nycta hampir tidak bisa membayangkannya!


Tapi!


Dan tepat pada saat ini, tiba-tiba ada sebuah pedang panjang yang menerobos diantara leher Ventley dan Psyko, hingga membuat mereka berdua terkejut.


Tanggg!


Sekali lagi terdengar bunyi pedang yang nyaring.


Kilatan cahaya tersebut menghilang, lalu yang terlihat adalah sebuah pedang menembus udara dan jatuh diatas tanah.


Ternyata itu adalah Kratos !


Akhirnya dia turun tangan!


Orang-orang disekeliling terpana, lalu menghembuskan napas lagi, mereka semua menaruh harapan pada Kratos .


Pada saat inilah mereka harus mengandalkan dirinya!


“Kakak seperguruan Kratos !”


Ventley dan Psyko baru sadar dan buru-buru menatap Kratos .

__ADS_1


“Kelihatannya kita telah menganggap remeh si Emperor Bermoth ini! Melihat serangannya tadi, memang benar dia punya kekuatan untuk mengalahkan Cadre!” Kratos menatap Vincent dengan dingin.


“Apakah kamu tidak merasa kalau aku bisa mengalahkan dirimu dengan kekuatan ini?”


“Jangan mengira karena kamu telah mengalahkan mereka maka kamu bisa bertarung dengan diriku, meskipun ada 20 orang Emperor, akan tetapi jarak diantara masing-masing peringkat cukup besar, meskipun aku adalah peringkat 18 tapi aku bisa mengalahkan Cadre dengan satu tangan saja!” Kratos berkata dengan tenang.


“Benarkah?” Vincent merasa tidak percaya.


Tapi Kratos malah mengacungkan pedangnya ke arah Vincent.


Itu adalah sebuah pedang panjang yang berwarna gelap dikedua sisinya dan bagian tengahnya berkilau terang, aura pedang tersebut sangat mendominasi, dan ketika mendekat ada rasa dingin yang mencekam.


Pedang ini pasti dibuat dan ditempa oleh master yang kemampuannya sangat luar biasa.


“Kakak seperguruan, kami akan membantumu!”


Ventley dan Psyko membuang pedang mereka yang patah lalu memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang.


“Minggir sana, dasar kalian tidak berguna, apakah kalian masih ingin menambah jumlah orang yang kalah?” Kratos menyindir mereka.


Ekspresi wajah mereka berdua berubah, tidak berani bersuara.


“Kalian lihat saja dari pinggir, apakah aku perlu bantuan untuk melawan dirinya?” lagi-lagi Kratos memerintahkan mereka.


“Baik.”


“Emperor Bermoth, senjata apa yang kamu gunakan?” Tanya Kratos .


“Biasanya aku tidak perlu menggunakan senjata, namun kalau mau dhitung, maka jarum baja ini anggap saja sebagai senjataku.”


“Jadi kamu mau menggunakan jarum rajut kecil itu untuk melawan diriku?”


“Ini adalah jarum baja, bukan jarum rajut! Dikepala jarumnya tidak ada lubang.”


“Seorang pria sejati tidak akan menggunakan pedang 1 meter untuk melawan 1 inci jarum, sungguh sangat konyol, akan tetapi sudahlah, aku tidak peduli apa yang kamu gunakan, yang penting aku akan mengalahkan dirimu!”


Kratos berkata dengan yakin, dan tiba-tiba kedua matanya menyipit, dan mulai maju menyerang.


Krek!


Bagaikan peluru yang melesat, dalam seketika Kratos sudah berada di hadapan Vincent, pedang yang menakutkan itu seperti memiliki kekuatan seberat ribuan cin dan bersiap menghunus ke arahnya.


Memang kemampuanEmperor sangat berbeda, dalam sekali serangan saja mampu membuat semua orang terpana!


Semua orang terpaku dan menatap lebar-lebar, tidak ada yang berani berkedip!


Pertarungan Emperor! Apakah sudah dimulai?


Kecepatan Vincent juga tidak lambat, dia mengeluarkan sebuah jarum baja dan menjepitnya dengan jari-jemarinya lalu menyerang ke arah pedang lawan.


Clang!


Terdengar suara pedang dan jarum saling berbenturan.


Kekuatan penuh kedua orang tersebut bertemu dan menciptakan ledakan yang menyebar hingga ke empat penjuru.


Semua orang dibuat mundur begitu merasakan kekuatan tekanan yang begitu besar, tidak ada yang berani mendekat.


“Sangat mengerikan!”


“Kekuatan mereka… setara dengan ribuan cin!”


“Apakah ini adalah kekuatan Tianjiao yang sebenarnya?”


Orang-orang dibuat terkejut dan mereka semua memandang lekat.


Ketika pedang tajam dan jarum baja tersebut beradu, Kratos menatap Vincent dengan tatapan terkejut.


Dia tidak menyangka kalau sebuah jarum baja yang kecil ternyata bisa menahan serangan dari ujung pedangnya!


“Ada dua hal, lihatlah jurusku!” Kratos berkata dengan nada rendah, lengannya bergetar.


Bum! Bum! Bum.,..

__ADS_1


Pedang panjang itu mulai mengeluarkan suara-suara aneh, seakan-akan ada suara kekuatan yang muncul dari bilah pedang tersebut.


Dan dalam sekejap kekuatan pedang itu bertambah besar dan mendominasi, dan semakin menekan jarum baja yang ada yang ada di jemari Vincent, seakan-akan ingin menyerang sampai jarum itu patah.


Sekujur tubuh Vincent dipenuhi oleh kekuatan membara, tubuhnya bergetar dan tanah di bawah kakinya mulai terbelah.


Tapi.. dia tetap berdiri di tempatnya, posisi tubuhnya tidak berubah sambil menahan serangan dari Kratos .


“Hmm?”


Melihat Vincent masih bisa menahan serangannya, dia berdeham lalu kembali mengeluarkan tenaga.


…...


Kekuatan sang tiran bagaikan binatang buas yang menerkam dan menyerang Vincent.


Tanah dibawah pijakan kaki Vincent langsung terbelah dan permukaan tanahnya bergetar, retakan tanahnya semakin melebar, bagaikan jaring laba-laba.


Semua orang disekeliling mereka dibuat kaget.


Namun Kratos masih belum mau berhenti, dia terus mengeluarkan kekuatannya.


Vincent mencoba menahan serangannya.


Dar!


Dar!


Dar!


Dar...


Permukaan tanah terbelah semakin lebar.


Tekanan kekuatan yang sangat besar membuat batu-batu yang ada retak dan berubah bentuk!


Orang-orang melangkah mundur sambil terkejut.


Meskipun sudah diserang dengan kekuatan sebesar itu, namun jarum baja di tangan Vincent masih belum juga retak?


Bagaimana mungkin?


“Sebenarnya jarum apa itu?”


Recca bertanya dengan penasaran.


Tidak ada satupun orang yang bisa memberinya jawaban.


Disaat kedua orang tersebut saling menyerang…


whoosh!


Ada dua bayangan yang menerobos.


Ternyata itu adalah Ventley dan Psyko!


“Hm?”


Sorot mata Vincent berubah dingin.


Kedua orang itu saling menyerang dari kiri dan kanan, masing-masing mengeluarkan tinjunya dan langsung menyerang pelipis Vincent.


“Baiklah!”


Para tetua Overwatch mulai merasa gembira dan bertepuk tangan.


Kalau begini, Vincent pasti kalah, dan Vincent pasti terpaksa mundur demi menghindari serangan tersebut dan otomatis akan memberikan Kratos sebuah kesempatan.


Dia langsung mengangkat kakinya dan berniat menendang perut Vincent.


Dakk!


Terdengar suara pecah yang keras dan tubuh Vincent terpental ke belakang dan menabrak dinding batu, dinding batu yang tebal itu mulai retak dari tengah dan batu-batu besar jatuh ke bawah.

__ADS_1


“Vincent!” Nycta berteriak panik.


__ADS_2