Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 114 ezra ditangkap


__ADS_3

Vincent sangat percaya diri dengan pengetahuan medisnya, dia juga percaya matanya tidak akan salah, penilainnya juga tidak akan salah.


Tapi kenapa Celine bisa bilang dirinya tidak ada penyakit?


Vincent menatap ke mata Celine, melihat ekspresinya berbinar, matanya gemetar dan tidak berani menatap langsung dengan Vincent.


Pada detik itu, Vincent pun mengerti. Celine berbohong.


Dia sengaja berkata dirinya tidak ada penyakit, tujuannya adalah mau menjaga muak teman-temannya, tidak membuat mereka merasa malu.


Bagi Celine, Vincent hanya seorang dokter dengan kaki telanjang. Tapi teman-temannya berbeda, terutama Fluke mereka.


Pada masa depan nanti, mereka semua adalah koneksi pengenalan Celine yang berharga. Latar belakang keluarga teman-temannya sangat kuat,


Vincent tidak akan bisa berbanding dengannya. Jadi Celine mendingan memilih untuk menyinggung dokter dengan kaki telanjang ini pun tidak mau menyinggung teman-temannya.


Celine memutuskan untuk mengorbankan dokter yang tidak penting ini. Meskipun dokter ini pernah menyelamatkan nyawa kakeknya.


Begitu Celine selesai berkata, semua orang pun mulai rusuh.


"Hahaha, kamu dengar? Dengar tidak? Bajingan, Celine sendiri sudah bilang dia tidak ada penyakit. Kamu masih mau bilang apa?"


"Sialan, pria jelek juga ingin mendekati wanita cantik? Dasar sampah yang tidak berkelas!" "Sudah tidak bisa bohong lagi kan? Kamu juga pantas dipanggil dokter?" Semua orang mulai memfitnah.


"Pembohong yang suka berbohong tidak tahu mengapa kebetulan menyembuhkan penyakit kakek Celine, hanya karena itu kamu merasa dirimu sangat hebat? Coba ngaca dulu, kamu kira dirimu itu beneran dokter dewa?"


"Kenapa dia itu pembohong?"


"Ini saja tidak tahu? Karmu pikir saja, tuan tua Ezra jatuh sakit, kamu rasa keluarga Ezra akan mencari orang ini untuk menyembuhkannya? Pasti tidak akan. Yang mereka cari pasti dokter terkenal, kalau dokter terkenal saja tidak bisa mengobati penyakit tuan tua Ezra, tapi orang ini malah bisa. Apakah kamu tidak merasa anch? Aku rasa pasti orang ini memang lagi beruntung, penyakit tuan tua Ezra kebetulan sembuh sendiri dan keluarga Ezra mengira orang ini yang menyembuhkannya. Kalau tidak, pasti orang ini yang membuat-buat penyakit tuan tua Ezra, menggunakan hal ini untuk membohongi keluarga Ezra! Kalau tidak, dia masih berusia begitu muda, kalian beneran percaya dia itu dokter terkenal?"


"Kata-katamu masuk akal!" Semua orang berekspresi "ternyata begitu" Sampai Celine juga melamun sejenak. Iya juga, penyakit kakek benar-benar terlalu aneh.


Celine pernah mendengar, sampai King of Hell Dai Anwen saja tidak sanggup mengobati penyakit kakek. Tapi orang ini malah bisa... bukannya hal ini terlalu tidak nyata? Dai Anwen saja tidak sanggup!


Dia adalah dokter dewa tingkat teratas di Provinsi Etihad, bahkan di seluruh Alhambra, dia juga termasuk dokter kelas pertama.


Mana mungkin dia bisa kalah dengan seorang anak muda? Celine mengerutkan alisnya, tatapan dia melihat Vincent juga menjadi tidak natural.


"Pulang saja! Tempat ini tidak menyambut kamu, pembohong!" Gadis berambut pendek yang mengajak Vincent berbicara tadi berteriak.


kata-kata dia terasa seperti api yang menyalakan kemarahan semua orang.


"Iya, pulang sana, pembohong sialan!"


"Tempat ini bukan tempat yang bisa didatangi bajingan seperti kamu!"


"Cepat pulang sana! Kalau tidak aku akan menghabisimu sekarang, sialan!"


"Jangan kira Ezra sopan kepadamu berarti dia memihak kepadamu. Pertama, sini bukan kota Silason, kedua, aku memukul kamu, Ezra juga tidak bisa membuat apa pun kepadaku!"


"Cepat pulang! Segera!" Semua orang berteriak dengan marah.


Beberapa laki-laki bahkan langsung mulai memfitnah dengan kata-kata yang sangat jelek. Kali ini Celine tidak berkata apa pun lagi.

__ADS_1


Jelas, dia percaya apa yang dikatakan teman-temannya.


Celine paling membenci permbohong! Jadi dia memilih untuk diam.


Senyuman yang dingin muncul di wajah Fluke, sampai matanya juga ikut menyipit. Ini adalah hasil yang dia mau.


Meskipun orang ini tidak bersalah kepadanya, tapi masalah tadi membuat dia sangat tidak senang. Siapa pun yang membuat dia tidak senang, Fluke tidak akan melepasnya begitu saja. Suara marah dan fitnah mengalir seperti air, anehnya semua teman-teman ini berpendapat yang sama. Vincent sangat frustasi.


Tapi dia tidak marah, wajahnya juga sama sekali tidak tampak marah.


Vincent mengangguk : "Baik! Baik! Kalau begitu, aku pulang dulu saja. Semoga kalian tidak menyesal!"


"Menyesal? Menyesal apaan? Cepat pulang sana! Kenapa berbicara begitu banyak!"


"Kamu termasuk siapa?"


"Pulang sana!" Laki-laki gendut itu berteriak dengan tidak sabar.


Vincent berjalan keluar dari lokasi acara tanpa berkata apa pun.


"Bagus!"


"Haha, bajingan yang merusak suasana akhirnya pergi!"


Semua orang mulai berseru, bahkan ada yang tepuk tangan, seolah-olah baru saja memenangi sebuah perang. Fluke dan teman-temannya juga tertawa dengan gembira. Celine tidak berkata apa pun, ekspresinya juga tidak ada perubahan yang jelas.


"Tapi kak, kita mengusir orang itu. Nanti kalau paman Ezra datang, bagaimana kita menjelaskan kepadanya?" Laki-laki gendut bertanya dengan suara rendah.


"Baik!" Beberapa orang itu mengangguk.


"Celine, kamu jangan khawatir. Nanti aku akan beritahu paman keduamu, kita habisin bir ini dulu. Malam ini sewa tempat karaoke, aku traktir!" Fluke berkata.


"Oke!"


"Terima kasih Kak Fluke!" Sekelompok teman mulai berseru


Celine meragu sejenak, ujung-ujungnya memutuskan untuk tidak merusak suasana, menghabiskan semua alkohol di dalam gelasnya.


Tapi baru saja minum setengah, tubuh Celine tiba-tiba bergetar, dia menarik nafas dengan sesak, kemudian penglihatannya menggelap dan dia langsung jatuh ke lantai dengan tidak sadar diri.


"Celine!"


"Celine! Kamu kenapa?"


"Cepat panggil ambulan!" Semua orang tercengang di tempat, suara teriakan yang cemas dan panik berdering sana sini, suasana langsung menjadi rusuh.


Semua orang tercengang di tempat, suara teriakan yang cemas dan panik berdering sana sini, suasana langsung menjadi rusuh.


Tidak ada yang menyangka kenapa bisa terjadi hal seperti ini! Wajah Fluke dan teman-temannya langsung menjadi pucat.


"Jangan-jangan. kata-kata orang itu beneran?" Salah satu dari mereka bertanya.


"Dia pasti pakai tebak, pasti berpura-pura saja!" Fluke menggigit giginya.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, ambulan masuk ke kampus dan mengangkat Celine yang tidak sadar diri masuk ke dalam.


Pihak kampus saja kaget mendengar berita ini. Untuk Vincent, dia berdiri di depan gerbang kampus, melihat semua itu dengan tenang. Vincent menggelengkan kepalanya, melihat ke jam di ponselnya dan alisnya langsung mengerut.


"Sudah jam 9, kenapa masih tidak melihat Ezra? Dia pergi ke mana?" Setelah meragu sejenak, Vincent memutuskan untuk menelpon Ezra.


Telpon tetap tidak terhubung setelah mencoba beberapa kali. Jantung Vincent mengerat, merasa ada sesuatu yang salah.


Biasanya kalau Vincent menelpon, mau ada urusan apapun Ezra akan mengangkatnya. Kenapa sekarang dia tiba-tiba menghilang, bahkan tidak mengangkat telpon? Sesuatu pasti telah terjadi.


Pada saat ini, ponsel Vincent berdering. Yang menelponnya adalah Ezra. Alis Vincent mengerut, menekan tombol mengangkat telpon.


"Ezra!" Vincernt memanggil.


"Takutnya Ezra tidak ada tenaga telpon bersamamu sekarang"


Yang berkata adalah sebuah suara yang sangat rendah dan berat. Vincent menahan nafasnya, tapi kembali menjadi tenang dalam waktu singkat.


"Kamu siapa?" Vincent bertanya.


"Kamu pasti tidak pernah mendengar namaku, tapi orang-orang yang memberi aku wajah akan memanggil aku Kak Nogo!" Suara itu berdering lagi.


"Namarmu Whizy?" Vincent tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Kalau aku tídak salah tebak, kamu seharusnya adalah CEO Bermoth dari Farmasi Vallamor?" Whizy bertanya dengan dingin.


"Kenapa kamu bisa tahu aku?"


"Ezra sebagai orang kota Silason terus berlari ke kota Izuno, ditambah dia sering keluar masuk Farmasi Vallamor. Aku tidak buta, mana mungkin tidak sadar hubungan dia dengan Farmasi Vallamor" Whizy berkata dengan dingin.


"Kamu dimana?" Vincent tiba-tiba bertanya.


Whizy agak kaget dengan pertanyaan Vincent. Pada kondisi biasanya, bukannya Vincent seharusnya bertanya kepada Whizy : kamu mau apa? Atau meminta Whizy melepaskan Ezra, kemudian Whizy baru mengatakan syaratnya? Kenapa Vincent bisa berkata seperti itu?


"Aku di Karaoke!" Whizy berkata secara refleks.


Tapi begitu selesai berkata, Whizy merasa ada sesuatu yang salah.


"Kamu mau buat apa?" Whizy bertanya.


"Tunggu aku." Vincent berkata, kemudian mengakhiri telpon.


"Apa?" Whizy melihat ke layar ponselnya dengan alis mengerut.


"Manusia yang sangat arogan! Apakah anak ini sedang mencari mati?"


Whizy memuntahkan air liurnya, kemudian mulai memarahi Vincent.


"Bos, apakah mau sediakan orang?" Orang yang di samping bertanya.


"Kalau hanya 1 orang, biarkan dia masuk saja!" Whizy berkata.


"Baik!"

__ADS_1


__ADS_2