Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 31 Krisis Di Asosiasi Medis Tradisional


__ADS_3

Tidak pernah ada orang yang berani melawan Gusron! Tidak pernah ada!


Harus diketahui, Gusron adalah seorang dokter terkenal, jangan katakan masyarakat biasa, bahkan pejabat-pejabat publik pun sangat menghormatinya, dan tidak berani memperlakukannya dengan tidak sopan.


Terdapat banyak orang yang bermimpi-mimpi untuk menjadi muridnya, karena selain bisa dapatkan nama baik, juga bisa dapatkan banyak keuntungan.


Tetapi saat ini, terdapat orang yang menolakmya, bahkan.masih menghina dirinya.


Gusron menarik nafas dalam, untuk menahan amarahnya yang membara.


Wajahnya pun kembali terlihat acuh tak acuh.


"Tuan Melken, kita berdua tampaknya tidak cocok, sebaiknya aku pergi dulu." Vincent malas untuk berbicara dengannya lagi, jadi dia pun berbalik, dan pergi.


"Siapa yang suruh kamu pergi?" Gusron berkata dengan dingin.


Perkataan Gusron baru selesai dikatakan, ruang tamu yang kosong pun tiba-tiba terdapat belasan orang yang mengenakan setelan Tang, dan mereka semua pun langsung mengepung Vincent.


Vincent tidak merasa takut, dan dia pun berkata: "Sekarang adalah zaman di mana segala sesuatu berlandasan pada supremasi hukum, kenapa? Siang bolong ini, apakah kamu ingin pukul orang?"


"Caraku dalam lakukan sesuatu tidak akan begitu rendahan, jika ingin bereskan kamu, aku juga tidak akan melanggar hukum!" Gusron berkata dengan tidak berekspresi.


Orang seperti Gusron, jika ingin bereskan seseorang, maka itu akan sangat mudah, apalagi Gusron juga tidak akan memiliki tanggung jawab secara hukum, karena dia pasti tidak akan melakukannya dengan sendiri.


"Oh ya?" Vincent tersenyum.


Pada saat seperti ini, Vincent pun masih bisa tersenyum.


"Aku berikan kesempatan terakhir padamu, terima uang, lalu berlutut, bersujud, dan suguh teh padaku, selain itu, kamu juga harus umumkan keterampilan medismu, diajarkan oleh aku, jika kamu lakukan semua ini, aku bisa anggap apa pun tidak pernah terjadi." Gusron memejamkan kedua matanya dan berkata dengan acuh tak acuh.


Ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan oleh Gusron kepada Vincent. Ini juga merupakan ultimatum terakhir.


Vincent percaya, jika dia menolak, sekelompok orang ini pasti akan menyerang dirinya, kemudian dirinya pun akan menjadi lumpuh.


Nanti ketika polisi datang, juga muridnya yang akan dijadikan kambing hitam, keluarga Melken hanya perlu menanggung biaya pengobatan, hanya begitu saja.


Tidak berdaya juga, jika Gusron tidak menginjak batas itu, juga tidak akan terdapat sesuatu yang terjadi. Gusron sungguh pintar.


Hanya saja, Gusron tidak memahami Vincent. Vincent menghela nafas, dia mengulurkan tangannya, untuk mengelus dadanya. sejak keluar dari kantor polisi juga sudah beberapa saat, kekuatannya juga sudah perlahan mulai pulih, meninggalkan tempat ini seharusnya bukanlah suatu masalah.


Vincent pun berpikir. Lalu Vincent mendongak, cahaya yang dingin melintasi kedua matanya, lalu dia pun meletakkan tangannya di pinggang.


Tetapi pada saat ini..


"Berhenti!" Suara rendah yang penuh dengan rasa sakit pun terdengar.


Mereka semua tertegun, lalu mereka pun menatap ke arah sana, dan mereka tidak menyadari sejak kapan Via meraih sebuah cangkir, dan memukul tiang yang ada di samping.


Pyarr.


Cangkir itu pecah, dan telapak tangannya pun terluka, akhirnya darah pun mulai menetes. Tetapi Via tidak merasa sakit, dia memegang serpihan cangkir itu, dan langsung mendekatkan serpihan itu ke lehernya.


"Via!" Ekspresi wajah Gusron seketika berubah. "Nona!" Mereka semua juga merasa kaget.


"Kakek, biarkan Vincent pergi!" Via berkata dengan sambil menggertakkan giginya. Gusron merasa agak marah hingga kedua tangannya bergemetaran, tetapi dia pun tidak bersikeras lagi.


"Biarkan dia pergi saja!" Gusron berkata.


Bagi Gusron, nyawa cucunya lebih penting daripada Vincent, dia juga sangat memahami Via, berdasarkan sifat Via, mungkin saja akan melakukan sesuatu yang dapat melukai dirinya sendiri.


Setelah mendengar perkataan Gusron, murid-murid Gusron dan orang-orang keluarga Melken pun menjauhi Vincent.


"Vincent, kamu pulang saja."

__ADS_1


"Via, sebenarnya tidak perlu seperti ini.." Vincent berkata.


"Kamu cepat pergi!" Via berkata dengan cemas, air matanya pun sudah menetes.


Vincent menghela nafas, lalu dia pun berkata: "Kalau begitu, aku pulang dulu, kamu jaga diri."


"Vincent!" Pada saat ini, Via berteriak lagi. Vincent membalikkan tubuh dan menatapnya. Dirinya pun melihat Via yang sedang menunduk, dengan sambil menggigit bibirnya, sejenak kemudian, Via berkata dengan suara serak: "Terima kasih, dan...maaf.."


Perkataannya terdengar sangat berat bagi Via. Vincent tertegun, lalu dia pun menggelengkan kepalanya: "Bukan salahmu, kamu tidak perlu merasa bersalah." Selesai berkata, Vincent pun pergi.


Via terlihat bengong, dia menurunkan tangannya dengan lemah. Serpihan cangkir yang terjatuh ke atas lantai, pun mengeluarkan suara.


"Segera balut luka Nona, cepat!" Paman Griz berteriak.


Beberapa kaum hawa keluarga Melken pun bergegas menghampirinya, mereka pun mulai membalut luka tangan Via dengan menggunakan perban. Via pun seolah-olah seperti boneka, dia sudah kehilangan jiwa dan raga.


Kedua matanya terlihat kosong...


"Aku merasa kecewa terhadapmu, Via!" Gusron bangkit, dan berkata dengan dingin. Via tidak mengatakan apa pun.


Tidak tahu kenapa, Kakeknya ini tiba-tiba menjadi agak asing bagi dirinya. Kemudian, salah satu anggota keluarga Melken pun lari ke sini.


"Tuan, Direktur Flurin dari Biro Kesehatan datang!" Gusron mengernyit, lalu dia pun melambaikan tangannya.


"Nona, kita pergi ke aula dalam saja." Beberapa kaum hawa berkata, lalu mereka pun pergi bersama dengan Via.


Sejenak kemudian, seorang pria paruh baya yang mengenakan kacamata emas dan kemeja putih pun masuk ke dalam.


Wajah pria itu terlihat serius, langkah kakinya juga sangat cepat, yang seperti terdapat masalah mendesak.


"Direktur Flurin, mengenai malpraktik hari ini, besok aku akan ungkapkan kebenarannya kepada publik pada konferensi pers, jangan khawatir," Gusron berkata.


"Tidaklah seperti itu Tuan Melken, aku datang ke sini malam-malam, bukan ingin tanyakan hal itu kepada anda." Andrew Flurin berkata dengan serius.


Andrew pun langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, lalu dia pun meletakkan ponselnya di meja kopi samping Gusron.


Layarnya menampilkan sebuah berita.


"Sebuah tim perwakilan Pengobatan Ascent datang ke Alhambra pada bulan lalu dengan tujuan untuk menantang Asosiasi Medis Tradisional, mereka saat ini sudah kalahkan perwakilan Asosiasi Medis Tradisional dari Provinsi Halifax, Provinsi Manitoba, Provinsi Pokhara, dan beberapa Provinsi lainnya, mereka sudah umumkan jadwal mereka di media sosial, beberapa hari lagi, mereka akan tiba di Kota Izuno Provinsi Etihad, untuk menantang anda secara resmi, mereka akan gunakan Pengobatan Ascent...untuk menantang Asosiasi Medis Tradisional!"


"Apa?" Gusron bangkit dengan tiba-tiba.


Paman Griz dan beberapa orang lainnya pun kaget. Andrew pun membungkuk kepada Gusron.


"Tuan, Asosiasi Medis Tradisional Alhambra sudah kalah sebanyak lima kali pertandingan, saat ini pun sudah jadi bahan tawaan di dunia, jika mereka menang lagi, mereka akan kembali ke Ascent, pada saat itu Asosiasi Medis Tradisional kita pun akan berada di bawah Pengobatan Ascent, Tuan, saat ini garis batas Asosiasi Medis Tradisional sudah berada di titik keberadaannya dipertaruhkan, kita pasti tidak boleh biarkan sekelompok badut itu terus melawak, aku mohon Tuan! Harus kalahkan mereka! Dan selamatkan Asosiasi Medis Tradisional Alhambra! Aku minta tolong padamu!" Andrew menggertakkan giginya, lalu dia pun membungkuk sembilan puluh derajat, dan berkata dengan tegas.


Ekspresi Gusron menjadi sangat serius, kedua matanya pun terbuka lebar. Ini juga bukan masalah emosi pribadi.


Yang diwakilkan oleh ini, juga bukan merupakan kepentingan dan reputasi pribadi.


Ini merupakan tantangan yang belum pernah ada! Siapa pun tahu bahwa, ini menandakan apa...


Gusron tidak mengatakan apa pun, dia hanya membalikkan tubuhnya, lalu dia pun menatap lukisan pinus yang dipajang di dinding.


Beberapa saat kemudian, Gusron pun menjawabnya.


"Baik!"




__ADS_1


Setelah tiba di rumah, sudah jam dua belas malam. Vincent memarkirkan mobilnya di bawah, lalu dia pun masuk ke rumahnya.


Dengan tidak disangka, di dalam rumah masih terang, Jane sedang duduk di samping meja, dengan sambil memegang dagunya, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Masih belum tidur?" Vincent tersenyum.


"Tidak tahu mobil siapa, yang suara mesinnya sangat keras, awalnya sudah tidur, tapi pun terbangun lagi."


"Um...ini.."


"Kenapa malam banget pulangnya?"


"Terjadi sesuatu di Pusat Layanan Kesehatan." "Apakah parah?"


"Akan dicetak di koran, besok kamu juga akan tahu."


"Oh..." Jane menjawabnya dengan lembut, lalu dia pun berbalik, dan kembali ke kamarnya.


"Cuaca sudah mulai panas, di ruang tamu terdapat banyak nyamuk." Vincent berteriak di luar.


Sejenak kemudian, pintu terbuka, obat nyamuk bakar pun diletakkan di atas lantai, kemudian pintu ditutup kembali lagi.


"Tidak apa-apa." Vincent menggelengkan kepalanya, setelah menyalakan obat nyamuk bakar, dia pun tidur di atas sofa.


Keesokan paginya, Jane pun berangkat kerja pagi-pagi. Yang membuatnya merasa kaget adalah Katrina juga ikut pergi ke Perusahaan keluarga Dormantis. Tampaknya karena sudah tahu masalah kemarin di Hotel, jadi Katrina pun memperlakukan Vincent dengan agak sopan.





"Apakah kamu baik-baik saja?" Vincent bertanya.


"Aku baik-baik saja." Suara Via terdengar agak serak: "Vincent...maaf sekali."


"Aku sudah katakan, ini bukan salahmu...itu, seharusnya hari ini aku tidak perlu pergi kerja?" Vincent berkata dengan sambil tersenyum.


"Tidak perlu, Pusat Layanan Kesehatan harusnya akan ditutup."


"Ditutup? Kenapa harus ditutup?" Vincent merasa agak kaget. Via merasa ragu, lalu dia pun berkata:


"Pusat Layanan Kesehatan ini didanai oleh Kakekku, aku tidak ingin andalkan dia lagi, Vincent, begini saja, kita berdua patungan untuk buka Pusat Layanan Kesehatan, gimana?" Setelah perkataan Via selesai, Vincent pun tertegun.


Sejenak kemudian, Vincent pun menggelengkan kepalanya: "Maaf, aku tidak tertarik."


"Kalau begitu, jika aku buka Pusat Layanan Kesehatan sendiri, lalu aku rekrut kamu, gimana?"


"Ini aku akan pertimbangkan dulu, tetapi aku hanya bisa lakukan pekerjaan biasa, jika mengobati pasien jangan cari aku, aku tidak punya sertifikat, jadi aku tidak boleh melakukannya dengan illegal!"


"Ok ok ok! Kalau begitu seperti yang kamu katakan saja!" Via seketika menjadi sangat senang:


"Setelah aku pinjam uang dengan temanku, aku akan merealisasikannya secepat mungkin!"


"keluarga Melken juga bukan tidak punya uang, kenapa kamu harus pinjam uang dengan temanmu?"


"Aku tidak akan gunakan uang keluarga Melken lagi!"


"Ee...baiklah. ketika grand opening, ingat beri tahu aku!"


"Ok!" Via berkata dengan sambil tersenyum.


Tiba-tiba, Via seperti mengingat sesuatu, dan dia pun langsung mengatakannya dengan terburu-buru

__ADS_1


"Vincent, apakah kamu tahu tiga hari lagi Alhambra dan Ascent akan bertanding?"


__ADS_2