Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 135 Lagipula Kamu Istriku


__ADS_3

Selama tiga tahun menikah, bisa dihitung berapa kali Vincent masuk kamar Jane.


Ketika menikah Jane bersikeras tidak ingin disentuh Vincent, dan Vincent juga memiliki kesepakatan dengannya. Jadi biasanya Vincent tidur di ruang tamu.


Dan sekarang berbeda. Sebenarnya, ini pertama kalinya Jane memanggilnya masuk ke dalam kamar.


Kamar itu gelap, gordennya tertutup, hanya lampu meja yang menyala. Kamarnya sangat rapi, dan aura Jane terlihat sangat putus asa.


Dia duduk di tepi tempat tidur tanpa mengucapkan sepatah kata pun, seolah memikirkan sesuatu, kemudian kedua tangannya yang kecil dipelintir dengan erat.


Suasana menjadi sedikit mencekam.


Vincent merasa ada yang salah, dan tidak tahan untuk bertanya: "Apakah ada yang


masalah?"


"Hhm!"


"Apakah tetang perceraian?"


"Aku tidak ingin cerai!" Kata Jane tanpa ekspresi.


"Apakah kamu menganggap ini main-main?" Vincent


mengerutkan kening.


"Apakah tidak boleh?"Jane menoleh dan menatapnya dengan dingin.


Vincent terkekeh, tanpa membantah.


Vincent sangat menjunjung tinggi pernikahan, kalau tidak dia tidak mungkin berkali-kali membantu Jane, dan pernikahan keduanya pada


akhirnya hanyalah angan-angan para tetua,


pernikahan tanpa dasar cinta hanyalah emosional berbahaya.


"Untuk saat ini kita tidak cerai, tetapi ini tidak berarti kita tidak akan cerai ke depannya. Selain itu, Vincent ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" Setelah itu, Jane mengambil sesuatu dari lemari, kemudian mengeluarkan beberapa kartu bank, dan menuliskan pin, lalu menyerahkannya kepada Vincent.


"Apa ini?Vincent terkejut.


"Ini tabunganku, ada sekitar empat ratus dua puluh juta."


"Tabungan?"


"Jangan lihat aku banyak berinvestasi, itu semua uang investor, aku tidak akan menyentuhnya. Perusahaanku belum dapat untung, jadi aku tidak punya banyak uang." Kata Jane dengan dingin.


"Lalu untuk apa kamu berikan uang ini?"


"Aku harap kamu dapat terima uang ini, lalu keluar dari Kota Izuno."Kata Jane dengan serius.


Begitu kata-kata ini diucapkan, Vincent tertegun.


"Kamu ingin aku tinggalkan Kota Izuno?"


"Iya."


"Kenapa?"


"Karena keberadaanmu hanya akan merusak reputasiku! Kamu hanya akan membuatku menjadi bahan tertawaan di Kota Izuno!"Jane menatapnya dan mengutuk. Tampangnya, terlihat sedikit histeris..

__ADS_1


Vincent terkejut. Dalam ingatannya, Jane bukanlah orang yang mementingkan harga diri.


Meskipun dia memaki Vincent, itu hanyalah ucapan belaka, pandangannya kepada Jane tidak berubah.


Kenapa hari ini, dia meminta Vincent pergi karena alasan ini?


"Kamu datang dari Kota Azuka, kan? Kembali ke Kota Azuka sana, Kota Izuno tidak menerimamu, aku juga tidak bisa menampungmu, pergilah, semakin jauh semakin baik, dan jangan pernah muncul di Kota Izuno lagi!" Wajah kecil yang cantik itu sedikit merah.


Ekspresi Vincent menjadi serius. Melihat wajah kecil Jane, dia menarik nafas dalam-dalam.


"Apakah terjadi sesuatu? Kalau ada katakan padaku, aku akan bantu kamu."


"Tidak ada."Jane langsung menolak.


"Jane!"


"Sudah kukatakan tidak ada, apa lagi yang kamu inginkan? Dan bagaimana kamu bantu aku? Kamu pikir dengan kenal beberapa orang hebat sudah bisa menentang hukum? Kamu pikir semua


orang takut padamu? Kamu hanya seorang pengecut! Seorang pengecut yang bergantung pada seorang wanita! Aku suruh kamu pergi! Untuk apa begitu banyak omong kosong?"Teriak Jane tidak sabar, kemudian memberikan beberapa kartu bank ke tangan Vincent dan terengah-engah.


Vincent terdiam.


"Itu saja, pergilah! Jangan halangi mataku!"Kata Jane dengan dingin.


"Jane, sebenarnya beberapa tahun ini kamu salah paham padaku." Vincent berpikir, dan dengan tenang berkata: "Aku bukan sampah seperti kalian bayangkan, aku tidak sekompeten seperti yang kamu lihat. Sebaliknya, kemampuanku sangat besar,


kalau kamu ada masalah, bisa cari aku, aku bersedia selesaikan masalah itu untukmu, aku tidak tahu masalah apa yang kamu hadapi, singkatnya..kalau suatu hari, kamu merasa tidak bisa menangani masalah ini, kamu bisa telepon aku, lagi pula, kamu istriku!" Vincent tidak ingin menyembunyikannya lagi.


Dia merasa sudah waktunya mengatakan semuanya.


Hanya saja. Begitu kata-kata ini didengar Jane, Jane tidak menganggap seperti itu.


Dia sama sekali tidak percaya!


tentu. Vincent, aku menikah denganmu atas perintah kakek, sekarang kakek sudah tiada, tidak ada yang paksa aku lagi, perceraianku denganmu hanya tinggal waktu. Aku, Jane, cepat atau lambat akan memiliki pilihan yang lebih baik, priaku pasti bukan sampah, setidaknya tidak sepertimu, kelak kalau aku ada masalah, aku pasti akan mencari priaku, bagaimana mungkin mencarimu?"Kata Jane


tersenyum dingin.


"Oh? Ada orang yang kamu sukai?" Ekspresi Vincent suram, dan entah kenapa hatinya tidak nyaman.


"lya."


"Siapa?"


"Hehe, orang itu hanya bisa kamu lihat, dan kamu pasti pernah mendengarnya, Ceo Bermoth dari Grup Vallamor!


"Ceo Bermoth?" Vincent tertegun.


"Seluruh Kota Izuno tahu Ceo Bermoth mengejar


dan menyukaiku, selama aku setuju, aku bisa menikah dengan keluarga kaya. Vincent,


siapa kamu? Cepat ambil uang ini dan pergi!" Kata Jane dengan jijik.


"Kamu belum pernah bertemu Ceo Bermoth, bagaimana bisa menyukainya?" Tanya Vincent mengerutkan kening.


"Siapa bilang aku belum pernah bertemu dengannya?"


"Tidak ada yang pernah melihatnya."

__ADS_1


"Hmph, memangnya kenapa? Aku suka dia kaya, aku suka dia hebat, kenapa? Puas?"Kata Jane dengan dingin.


"Kamu bukan wanita yang suka kekayaan."Vincent menggelengkan kepala, melirik kartu bank di tangannya, lalu meletakkannya di atas meja, dan berkata dengan santai: "Kamu hanya ingin aku pergi, aku tidak bodoh, aku bisa melihatnya. Meskipun tidak tahu apa yang kamu hadapi, tetapi aku tetap pada pendirianku, kalau ada


masalah, kamu bisa meneleponku!"


Setelah itu, Vincent langsung berbalik pergi, keluar dari ruangan.


Dia tahu, tidak peduli berapa banyak yang dia katakan, Jane sudah membuat keputusan.


Begitu pintu dibuka, Katrina dan Jackson menguping di luar, melihat pintu dibuka, keduanya


sibuk berdiri.


Jackson batuk dengan canggung


Katrina langsung menunjuk pintu dan berteriak: "Keluar!"


Vincent tidak mengatakan sepatah kata pun, dan langsung turun.


Ketika pintu ditutup, Jane merosot duduk di tempat tidur, setelah beberapa saat, dia membenamkan kepalanya di bantal dan terisak dalam-dalam.


"Putriku..."


Katrina yang ingin masuk, begitu melihat Jane, langkahnya terhenti.


"Bu, tolong tutup pintu, aku ingin tenangkan.." Jane meneteskan air mata, dan terisak-isak.


Katrina tidak tega dan tidak banyak tanya, hanya bisa segera menutup pintu.


Jane menangis sebentar, mengangkat telepon di sebelahnya, dan dengan lembut menghubungi sebuah nomor


"Jane, kenapa?" Ada suara tua di telepon.


"Kakek, aku sudah... usir dia pergi, aku pikir dia akan naik mobil tinggalkan Kota Izuno.."


"Baguslah, hanya inilah satu-satunya cara, Ceo


Bermoth tidak bermaksud menikahimu. Ini adalah


sesuatu yang tidak kuduga, karena Ceo Bermoth tidak bisa memberimu perlindungan, kamu yang ingin Vincent tetap hidup hanya bisa biarkan dia tinggalkan Kota Izuno!"


"Kakek, bagaimana keadaan Provinsi Hansami?"


"Aku dapat kabar Keluarga Borland dan Keluarga Ifro sudah mengambil tindakan, mereka tidak tahan dengan ini, mungkin akan segera mengirim orang ke Kota Izuno...Jane, situasimu juga kurang baik, kemarilah ke tempat kakek untuk bersembunyi!"


"Aku akan minta Ayah dan Ibu pergi ke sana dulu."


"Kamu?"


"A-aku nanti saja, perusahaanku baru berdiri, aku tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini."


"Jane, kamu pikir kakek pikun? Kamu takut merepotkan kakek, jadi tidak ingin datang, kan?


"Bu-bukan itu maksudku, kakek, aku benar-benar ingin mengembangkan perusahaanku!"


"Sudah sampai seperti ini, kamu masih ingin mengembangkan perusahaan? Kamu gila?"


"Kakek. tidak apa-apa, meskipun Ceo Bermoth

__ADS_1


tidak menikahiku, tetapi secara tertulis aku memiliki hubungan kerja sama dengan Grup


Vallamor, jangan khawatir! Kalau terjadi sesuatu, sebagai rekan kerja, Grup Vallamor pasti akan turun tangan, jangan khawatir!" Jane tersenyum, lalu menutup telepon...


__ADS_2