
Umbrella Pharmacy, Ruang Rapat.
Satan duduk di kursi utama, melihat beberapa orang berjas rapi yang berdiri di samping kanannya dengan wajah tersenyum. “Umbrella Pharmacy memang Umbrella Pharmacy, aku bisa melihat niat kalian, kemampuan kalian aku juga sudah melihatnya, aku rasa kerjasama kedua belah pihak pasti akan berlangsung dengan menyenangkan.” Seorang pria berjas dengan rambut sebahu berkata dengan datar sambil tersenyum.
“Meskipun membunuh Efesus akan membuat Sekolah Rakizen membalas Umbrella Pharmacy kami tanpa memperdulikan apapun, namun kalau ini bisa membuat kita menjalin hubungan kerjasama yang baik, aku rasa hanya seorang Efesus sangatlah pantas untuk itu.” Ucap Satan sambil tersenyum.
“Punya keberanian! Aku memang suka dengan orang yang to the point seperti tuan! Aku merasa kerjasama kita pasti akan menyenangkan.” Pria itu berkata sambil tersenyum, lalu berdiri dan berjabat tangan dengan Satan: Tuan Satan, aku masih punya urusan lain, aku tidak akan berlama-lama.”
“Kalau begitu kerjasama Umbrella Pharmacy dengan kalian sudah deal bukan?”
“Pimpinan kami akan sangat senang, kalau ada kesempatan, Pimpinan pasti akan datang langsung mengunjungi anda!”
“Umbrella Pharmacy kami siap menyambut kapan pun!”
“Hehe, jangan sungkan, tidak perlu banyak bicara lagi, saya pamit dulu!”
“Baik, baik, Murphy, antarkan tamu kehormatanku!”
“Baik, panitia!”
Murphy berdiri, lalu berkata pada orang-orang ini dengan wajah tersenyum: “silahkan!”
“Terima kasih.” Pria itu mengangguk.
Beberapa orang segera meninggalkan ruang rapat.
Satan masih duduk di kursinya, mengantarkan kepergian orang ini dengan wajah tersenyum.
Setelah mereka keluar dari ruang rapat, para guru baru mengalihkan pandangan dari mereka.
“Panitia, orang-orang ini datang dari jauh, pasti punya maksud tertentu, apakah kita bisa mempercayainya? Jangan sampai dimanfaatkan mereka!” Guru Ferreira berkata dengan tegas dan alis yang menekuk.
“Maksudmu tentang mereka yang ingin kita membunuh Efesus?” Ucap Satan sambil tersenyum.
“Benar, karena kalau begini, seluruh dendam dari Sekolah Rakizen akan langsung dialihkan sepenuhnya pada kita, aku mendengar alasan utama beberapa orang ini ingin melawan Sekolah Rakizen, karena beberapa resep rahasia yang ada ditangan Dokter Jenius Bermoth! Aku takut mereka ingin membuat kita bertikai dengan Sekolah Rakizen, agar mereka bisa mengambil keuntungan dari hal ini!” ucap Guru Ferreira.
“Hehe, Guru Ferreira, kamu terlalu khawatir, kalau cara pandang orang ini begitu dangkal, bagaimana cara mereka berdiri di tempat seperti Anjing?” ucap Satan dengan senyum tipis.
“Aku tetap merasa khawatir.” Ucap Guru Ferreira dengan lirih.
__ADS_1
“Tidak perlu khawatir, karena meskipun orang ini tidak menyuruh kita menyentuh Efesus, kita juga tidak akan membiarkan Efesus berjalan keluar dari Umbrella Pharmacy.” Ucap Satan sambil tertawa.
“Kenapa?” Guru Snape yang berada disamping bertanya dengan heran.
“Alasannya sangat sederhana, karena kita harus memperlihatkan wibawa, harus menggertak, membuat orang Sekolah Rakizen tahu, siapa mereka dimata kita, Efesus hanyalah produk gagal diantara kedua akademi saja! Dia hanya orang yang sedang sial!” dalam mata Satan terpancar kekejaman,
“Dan... sama sekali tidak berminat pada beberapa resep yang ada ditangan Dokter Jenius Bermoth sama sekali, dan bukan hanya orang-orang itu, kita juga perhitungan kita sendiri! Pimpinan sudah mempersiapkan serangkaian rencana, dan ini hanya salah satu langkah dalam rencana.”
“Tetapi. Konferensi sebentar lagi akan diadakan, dan kita malah menyatakan perang pada Sekolah Rakizen pada saat in.. bukankah kurang baik.”
“Tidak perlu khawatir, Umbrella Pharmacy kita sudah bukan Umbrella Pharmacy yang dulu, lagipula, kita masih harus berterima kasih pada Dokter Jenius Bermoth, kalau bukan karena dia, kita tidak akan bisa mendapatkan begitu banyak dukungan dari begitu banyak super specialist di dunia pengobatan, kalau Dokter Jenius Bermoth mencari masalah dengan kita, maka para senior itu akan berdiri dipihak kita tanpa ragu, dia hanyalah organisasi yang baru berdiri tidak sampai satu tahun, atas dasar apa ingin melawan kita?” ucap Satan dengan tidak senang.
“Oh? Kalau begitu kenapa para senior itu mau membantu kita?”
“Kamu masih tidak mengerti? Para pak tua itu juga tamak! Mereka juga menginginkan resep itu! Dan kemunculan Sekolah Rakizen secara kebetulan mengusik keuntungan mereka, karena kemunculan Sekolah Rakizen, ditambah lagi Dokter Jenius Bermoth yang memberikan pengobatan gratis sebagai pemicu, membuat keuntungan toko obat juga klinik yang mereka buka menurun, bagaimana mungkin mereka tidak marah? Dibandingkan dengan kita, mereka jauh lebih berharap Dokter Jenius Bermoth segera mati!”
“Hehe, menarik sekali.”
Seluruh guru langsung tertawa.
Satan juga tertawa.
Tidak lama setelahnya, Murphy kembali.
“Sudah pergi.”
“Tanyakan pada mata-mata yang dikirim ke sekitar Sekolah Rakizen, lihat bagaimana kondisi disana sekarang.”
“Panitia, aku sudah tanya, semua orang yang di Sekolah Rakizen sudah dibuat ketakutan setengah mati.” Ucap Murphy sambil tersenyum.
“Hahahaha..” Gemuruh tawa kembali membahana.
“Bagaimana reaksi Dokter Jenius Bermoth ?”
“Dokter Jenius Bermoth tidak mengatakan apapun, hanya memasang wajah kelam lalu pergi dengan mobilnya!” ucap Murphy sambil tertawa.
“Haha, ternyata ida dibuat terkejut sampai menjadi bodoh!” Guru Snape berkata dengan tawa yang keras.
“Hanya seorang anak muda, mana mungkin pernah mengalami hal seperti ini, aku yakin dia sekarang sedang bersembunyi entah dimana dengan badan gemetar!” ucap Guru Ferreira sambil tertawa.
__ADS_1
Satan hanya tertawa tanpa mengatakan apapun.
Namun tepat pada saat ini, seorang murid membuka pintu ruang rapat dan berlari masuk.
“Para guru, Panitia, gawat!”
“Hm? Dodit ? Ada apa sampai sepanik itu?” tanya Satan dengan alis mengkerut.
“Orang Sekolah Rakizen datang!” murid yang bernama Dodit itu berkata dengan panik.
“Oh?”
Semua orang di dalam ruangan terkejut.
“Cepat juga datangnya.” Satan tercengang sesaat, lalu berkata dengan senyum dingin yang meremehkan:
“Bagus juga kalau sudah datang, kita jadi tidak perlu menunggu! Dodit, berapa orang yang datang?”
“Tidak banyak, hanya sekitar empat atau lima orang, yang lainnya terlihat seperti pengawal, yang kukenal hanya Dokter Jenius Bermoth dan Frank.”
“Bawa mereka ke ruang Ruang Rapat sebelah, suguhkan teh, jangan sampai mengabaikan.” Ucap Guru Snape.
“Baik.” Dodit mengangguk dan bersiap keluar.
“Jangan, jangan suguhkan teh, kita juga tidak akan menemui mereka di Ruang Rapat!” Satan mengangkat tangan dan mencegah Dodit.
Semua orang langsung tercengang. “Panitia, apa tujuan anda?”
“Tujuan? Kita sudah dengan terang-terangan menjadikannya musuh, untuk apa sungkan pada mereka lagi? Segera panggil tim keamanan! Hadang Dokter Jenius Bermoth di pintu depan, kumpulkan para guru ! Semua keluar bersama... oh iya, panggil juga para pak tua itu, bukankah ini waktu yang tepat? Ada mereka yang menekan Dokter Jenius Bermoth, aku ingin lihat, hari ini Sekolah Rakizen ingin bertarung sampai mati dengan kita, atau akan menundukkan kepala pada kita!” ucap Satan dengan senyum dingin.
Semua yang mendengar ini langsung paham.
Sepertinya Satan kali ini berniat menghancurkan Sekolah Rakizen sekaligus.
“Panitia, aku akan langsung mengurusnya.” Dodit langsung keluar dari ruang Ruang Rapat.
Satan juga membawa semua orang yang ada di sana keluar.
Dan disaat bersamaan, seluruh Umbrella Pharmacy juga bergerak.
__ADS_1
Murid yang tidak terhitung jumlahnya langsung menuju pintu gerbang, para penjaga juga para guru juga ikut maju.
Dalam waktu sekejap seluruh gerbang dipenuhi oleh orang dalam jumlah yang sangat banyak..