Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 402 Kamu Sudah Boleh Serius


__ADS_3

Vincent mundur beberapa langkah, seluruh tubuhnya hampir tidak bisa berdiri dengan stabil. Tubuhnya langsung menabrak ke dinding yang di belakangnya baru berhenti.


Dinding tersebut, juga muncul retakan besar karena itu, seolah-olah akan pecah.


“Bagus!” Orang Keluarga Rich berseru dengan gembira.


“Guru!” Efesus juga berseru terkejut.


Namun orang Keluarga Rich menekannya di tempat, membiarkan dia bagaimana berontak, juga tidak bisa berlari ke sana.


Vincent jelas mengalami kerugian.


Situasi juga berubah menjadi jelas.


Vincent batuk dua kali, lalu tubuhnya berdiri dengan tegak.


Namun lengan kirinya jelas tidak bisa bergerak.


“Dokter Jenius Bermoth, apakah kamu masih ingin bertarung denganku? Atau kekuatanmu hanya begini saja? Jika memang begitu, sepertinya aku akan memenangkan pertarungan ini.” Pamungkas berkata dengan acuh tak acuh.


Dan meletakkan sepasang tangannya ke belakang punggung, lalu berjalan menuju ke arah Vincent.


Langkahnya semakin mendekat, membuat suasana di sekitar menjadi lebih Suram.


“Sepertinya satu pukulan lagi, bisa menentukan siapa pemenangnya.” Ujar Praja dengan tersenyum.


“Lumpuhkan dia, lumpuhkan!” Sepasang mata Cukong menjadi berbinar-binar, tangannya juga dikepalkan, bergumam tanpa henti sambil menatap Vincent.


“Ini adalah akibat melawan Keluarga Rich kami. Cukong, nanti siapkan sebuah peti saja, kamu boleh membawa jasadnya!” Pamong tersenyum, dengan sangat bahagia.


“Membawa jasadnya? Hmph, Ayah, aku sangat ingin menghancurkannya sampai berkeping-keping. Masih membawa jasadnya, suruh dia bermimpi saja.” Cukong tersenyum menyeringai.


Orang-orang di sekitar juga tertawa.


Lalu Pamungkas berjalan kemari, banyak orang yang mengakui pertarungan ini sudah selesai.


Karena Vincent tinggal satu tangan yang bisa bergerak. Atas dasar apa untuk bertarung dengan Pemimpin Keluarga Rich ?


Namun pada saat ini, Vincent tiba-tiba mendongakkan kepala, menatap Pamungkas dengan tenang dan berkata : Benar apa yang dikatakanmu, jika bertarung seni bela diri, aku bukan tandinganmu!”


“Kalau begitu, kenapa kamu masih ingin bertarung seni bela diri denganku?” Tanya Pamungkas dengan tenang.


“Karena aku ingin melihat keunikan seni bela diri dari Keluarga Rich.”


“oh? Mengujiku? Menarik sekali, hanya saja ingin menguji juga harus memiliki kemampuan. Ujianmu ini masih mengorbankan satu lengan, apakah layak?” Pamungkas menggelengkan kepala.


“Luka seperti ini, apa yang perlu dikhawatirkan?” Vincent berkata dengan tidak peduli sama. Lalu mengangkat satu tangan yang lain, meraba ke tangan yang sudah patah tulang.


Ssh...ssh....ssh...


Beberapa buah jarum, langsung ditusuk ke pundaknya.


Lalu, melihat Vincent menggerakkan lengan itu. Muncul adegan yang membuat semua orang ketakutan, lalu melihat lengan yang jelas-jelas sudah patah tulang, pada saat ini seolah-olah tidak terjadi apa-apa, digerakkan sesuka hati Vincent.


Mana ada penampilan seperti pernah terluka?

__ADS_1


“Apa?”


Orang yang ada di sana semuanya terkejut, bola matanya juga membelalak lebar, seolah-olah akan jatuh keluar dari rongga mata.


Keterampilan medis yang seperti dewa ini, jelas sekali mereka pertama kali melihatnya.


“Kamu akhirnya rela menggunakan kemampuan aslimu? Dokter Jenius Bermoth, ternyata memang ahli! Jika begitu, maka aku juga menggunakan sedikit kekuatanku saja!” Pamungkas berkata dengan acuh tak acuh. Dia menyipitkan matanya, tiba-tiba membuka sepasang kakinya, tubuhnya bagaikan angin, maju menuju ke arah Vincent.


Kali ini, aura muncul dengan ganas.


Jika orang biasa, menghadapi aura yang begitu menakutkan, sepertinya tidak memiliki tenaga sedikitpun untuk bergerak.


Namun berbeda dengan Vincent.


Ekspresinya serius, hawa yang dingin juga terlintas di pupilnya. Tanpa ragu-ragu, dia segera mengangkat tangannya, melambai ke arah Pamungkas.


Siu...siu..siu...


Banyak Suara pecah yang muncul.


Lalu melihat kilauan yang bagaikan meteor keluar dari telapak tangan Vincent, itu semua jelas adalah jarum baja.


Kecepatan jarum baja melaju dengan cepat, bahkan kecepatan peluru juga tidak secepatnya.


Napas Pamungkas sedikit kencang, ekspresinya juga menjadi serius. Dia segera memperlambat kecepatannya, menghindar ke kiri dan kanan, gerakan kakinya dibuka, tubuhnya juga tampak lincah. Semua jarum baja yang dilambaikan Vincent dihindari olehnya.


Namun pada saat ini, langkah kaki Vincent menuju kemari, satu pukulan menghantam ke Pamungkas .


Pamungkas baru bangkit dari hindaran jarum baja, pukulan ini juga sudah sampai.


Piang!


Dan muncul suara teredam.


Pamungkas mundur ke belakang beberapa langkah, tubuhnya terhuyung -huyung dan hampir terjatuh ke lantai.


“Hah?”


Suara seruan kaget di sekitar juga bergema.


Orang Keluarga Rich semuanya maju ke depan.


“Pemimpin!”


“Pemimpin, apakah kamu baik-baik saja?”


“Bagaimana denganmu, Pemimpin?”


Orang-orang berkata dengan perhatian, cemas.


“Pergi semuanya!” Setelah Pamungkas berdiri dengan stabil, lalu dia berseru.


Orang Keluarga Rich menjadi gemetar dalam seketika, semuanya mundur dengan terburu-buru.


Pamungkas memalingkan tatapannya, menatap Vincent, lalu menganggukkan kepala dan berkata. ”Sepertinya rumor yang beredar di luar itu benar, hanya dengan beberapa jurus jarum ini, sudah bisa memastikan keterampilan medismu sudah mencapai tingkat yang luar biasa. Begitu muda, sudah memiliki keahlian seperti ini. Benar-benar kagum!”

__ADS_1


“oh yah? Tetapi teknik seni bela diri Keluarga Rich juga hanya begitu saja.” Ujar Vincent.


“Dokter Jenius Bermoth, jangan membual terlalu awal, aku masih belum serius juga.” Pamungkas berkata dengan tenang.


“Kalau begitu, sekarang kamu sudah boleh serius. Kalau tidak nanti tidak akan memiliki kesempatan lagi.”


“Kalau begitu Dokter Jenius Bermoth harus perhatikan baik-baik!” Pamungkas berkata dengan acuh tak acuh. Dan mulai melangkahkan kakinya, ke arah Vincent.


Namun kali ini, aura sekujur tubuh Pamungkas sudah berubah menjadi tidak sama, terutama ekspresi matanya, juga berubah menjadi suram, acuh tak acuh dan tajam.


Seolah-olah dalam waktu singkat, dia telah memasuki ke situasi yang tidak sama.....


Vincent sedikit mengerutkan alisnya.


Dan melihat kedua kaki Pamungkas .


Siu!


Orang itu datang kemari lagi.


Namun kali ini, kecepatannya sudah lebih dari satu kali lipat dari sebelumnya.


Tidak hanya begitu saja, jurus hitam keluarga Rich juga semakin tertampak.


Orang itu bagaikan bayangan, tidak bisa diprediksi, mendekati Vincent dalam seketika. Sepasang telapak tangannya bagaikan rintikan hujan, yang menghantam ke Vincent. Setiap pukulan dan setiap tamparan, mengunci titik vital tubuh Vincent.


Vincent menahannya dengan terburu-buru.


Namun dalam hal seni bela diri, Vincent benar-benar buruk. Dia hanya bisa menangkis tidak lewat dari tujuh atau delapan jurus saja, Pamungkas sudah menghancurkan pertahanannya. Dada dan sendi kerongkongannya juga terkena pukulan yang kuat. Sekujur tubuhnya juga mundur beberapa langkah ke belakang.


Pamungkas tidak seperti pesilat lain yang di tempat Persekutuan Eden dan Dojo Gomora.


Dia mewakili seni bela diri kuno.


Dia adalah master tersembunyi.


Meskipun Vincent sudah terbiasa dengan jurus bela diri di temnpat Persekutuan Eden dan Dojo Gomora, namun menghadapi pesilat yang luar biasa, tetap tidak bisa mendapatkan keuntungan.


Vincent mundur ke belakang berturut-turut, seolah-olah tidak memiliki tenaga untuk melawan.


Kondisi seperti ini bertahan sekitar setengah menit, beberapa tulang di tubuhnya sudah retak, seluruh tubuhnya juga sudah penuh dengan luka. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk terus bertarung.


“Selesai!”


Pamungkas tiba-tiba mengedipkan matanya, langsung mengangkatkan kedua jarinya, menuju ke arah sepasang pupil mata Vincent.


Melumpuhkan sepasang mata Vincent, tidak peduli sehebat apa keterampilan medisnya juga tidak berguna lagi. Meskipun sepasang matanya lumpuh, Vincent tidak akan mati, dia juga harus menepati janjinya, untuk bunuh diri di Gunung Darkhole.


Tindakan ini, adalah kunci menentukan kemenangan!


Namun...


Pada saat kedua jari itu menyerang, ada sebuah tangan tiba-tiba memegang pergelangan tangannya.


Kedua jari yang tampak seperti jari elang, langsung berhenti di tempat tidak setengah inci di depan Vincent....

__ADS_1


__ADS_2