
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Jane, Warren sudah tidak fokus lagi, keringat sebesar biji kacang mengucur deras dari keningnya.
“Aku... aku..” Warren tidak bisa menemukan alasan untuk berkelit, dia hanya berdiri disana dengan terbata-bata, sama sekali tidak ada yang bisa dia katakan.
“Tidak kusangka kamu orang seperti ini?” Jane kesal sampai wajahnya memerah, dia baru sadar kalau selama ini dia sudah salah paham pada Vincent.
Tidak perduli uang operasi, ataupun Direktur Bermoth ini, semuanya adalah hasil kerja keras Vincent, namun Warren malah mengambil semua jasa ini tanpa rasa malu. Sungguh rendahan!
Vincent pasti sangat sedih sekarang?
Rasa bersalah menyelubungi wajah Jane, tubuh kecilnya bergetar.
Dia sudah tidak punya suasana hati untuk memarahi Warren lagi, baginya orang yang bisa menipunya seperti Warren ini, sudah tidak pantas untuk dipercaya sama sekali.
Orang seperti ini, bahkan sebagai teman pun tidak pantas.
Jane melirik kearah Warren dengan tajam, lalu mengeluarkan ponsel, lalu menghubungi nomor Vincent.
Gawat!
Ekspresi Ceo Bermoth yang juga Vincent langsung berubah, tangannya segera dia masukkan ke dalam saku.
Namun tepat pada saat ini..
Drt! Drt! Drt! Drt! Drt!
Nada dering yang begitu dikenal oleh Jane berdentang.
Jane tercengang, lalu menoleh kearah Ceo Bermoth dan berkata: “Ceo Bermoth, nada deringmu sama dengan milik Vincent.”
“I.. iya... aku angkat telepon dulu ya.”
Vincent tersenyum, lalu berbalik dan berjalan ke depan tangga. Jane tidak memperdulikannya. Dan ketika Ceo Bermoth menghilang di ujung koridor, teleponnya langsung tersambung.
“Ada apa?” terdengar suara Vincent yang begitu familiar dari seberang sana.
“Itu... maaf...” Jane menggetatkan bibirnya, dan pada akhirnya mengatakannya.
“Oh..” Vincent tahu jelas, tentu saja dia tahu apa yang dikatakan Jane.
“Aku sudah tahu kebenarannya, sebelumnya berkata seperti itu padamu, maaf..” Jane merasa suaranya begitu serak, jelas-jelas ada banyak yang ingin dikatakan, namun ucapan itu tidak bisa dia lontarkan.
“Aku akan membayar kesalahanku.” Setelah terdiam sejenak, Jane berkata lagi.
“Tidak perlu, aku hanya berharap kamu bisa menyetujui satu hal.”
“Apa? Katakan, aku pasti akan menyetujuinya!” ucap Jane.
“Kelak lebih percayalah padaku.” Ucap Vincent, kemudian telepon dimatikan.
Begitu mendengar perkataan ini, wajah Jane lansung pucat, jantungnya berdetak kencang.
Pada saat ini, dia menurunkan ponselnya dengan lemas, ekspresi wajahnya terlihat lesu.
Benar... Sejak awal dia tidak pernah memilih untuk mempercayai Vincent.
Kalau dia percaya pada Vincent, bagaimana mungkin muncul begitu banyak masalah?
Jelas-jelas itu suaminya, namun dia memperlakukannya bagai orang lain...
Jane tidak bicara, hanya bersandar pada dinding sambil menutupi wajahnya seolah sedang memikirkan sesuatu.
“Jane, kamu tidak apa-apa?” Warren segera bertanya.
“Warren, tolong pergi! Mulai sekarang dan seterusnya, tidak ada hubungan apapun diantara kita!” Jane tiba-tiba mengangkat kepala dan berkata dengan dingin.
“Jane, apa maksudmu?” Warren mengerutkan alisnya.
“Kamu membawa orang untuk menghadang Ceo Bermoth apa maksudmu? Kamu ingin ibuku cepat mati?!” Jane berkata dengan penuh amarah.
Yang membuatnya paling marah adalah ini. Kalau Dokter Jenius Bermoth tidak bisa datang, maka ibunya tidak akan tertolong!
Orang ini demi mendapat kesan baik, demi memenangkan taruhan Vincent, malah menggunakan trik seperti ini! Cara ini sungguh keji!
Begitu memikirkan hal ini, Jane langsung merasa mual.
“Kau..” Warren dibuat kesal sampai bingung, ekspresinya juga terlihat sangat buruk.
Dan pada akhirnya dia mendengus dengan dingin dan berkata dengan kesal juga tegas: “Jane, aku melakukan begitu banyak hal untukmu, atas dasar apa kamu mengkritikku? Kalau kamu menjadi pacarku baik-baik, apakah aku perlu melakukan begitu banyak hal?”
“Kau... Tidak tahu malu!”
“Kuberitahu padamu ya Jane, kalau aku menginginkan seluruh keluargamu bagiku itu adalah hal yang sangat mudah, aku menyukaimu itu adalah keberuntunganmu, jangan tidak tahu diuntung kamu! Dengar, kuberi kamu kesempatan terakhir, jam 7 malam, aku akan menunggumu di Hotel Pearl kamar nomor 2, kalau kamu tidak datang, jangan salahkan aku yang tidak segan-segan!” Warren mendengus kesal, lalu berbalik dan pergi.
Begitu Jane mendengarnya, dia merasa kesal juga terkejut.
Kali ini Warren langsung memperlihatkan wujud aslinya!
Sementara Jane tidak berdaya menghadapinya. Jackson juga merasa bingung.
“Ini, ini, ini.. Bagaimana ini? Jane, Warren ini pasti bukan orang biasa ya kan?” ucap Jackson dengan nada gemetar.
“Ayah, tenang saja, Warren, mana mungkin dia berani membuat masalah?” ucap Jane dengan rahang mengetat.
“Jane, kamu terlalu lugu, kalau relasinya cukup kuat, maka habislah kita, sekarang kita bisa mengandalkan siapa? Tidak ada yang bisa kita andalkan!” Jackson menghela nafas.
“Ayah, kalau begitu apa maksudmu? Apakah ayah benar-benar ingin aku ke Hotel Pearl?” mata Jane membelalak.
“Bukan itu maksud ayah, ayah hanya ingin kamu pergi memohon pada seseorang!”
“Siapa?”
“Vincent !”
“Dia?!
“Benar, Vincent bisa mengundang Ceo Bermoth, bahkan bisa mendapatkan 10 miliar, anak ini pasti sudah maju, kamu segera temui dia, lihat apakah dia punya cara! Kamu adalah istrinya, mungkinkah dia membiarkanmu masuk ke sarang serigala? Minta di untuk memohon pada Ceo Bermoth, kalau ada Ceo Bermoth, kita tidak perlu takut pada Warren !” ucap Jackson.
Sepertinya perlu memuji Jackson yang masih punya muka menyuruh Jane meminta tolong pada Vincent, kalau mengingat dulu Jane adalah orang terus membujuk Jane untuk bercerai dengan Vincent.
Jane menghela nafas berturut-turut, memegang ponselnya cukup lama, namun pada akhirnya menutup ponsel dan memasukkannya kembali ke kantung.
“Jane, ada apa?” Jackson bingung.
“Ayah, sudahlah..”
__ADS_1
“Apa maksudmu?”
“Pada dasarnya memang aku yang bersalah pada Vincent, sekarang masih ada muka untuk meminta tolong padanya? Apalagi kita masih berhutang miliaran pada Vincent, ayah, sudahlah, masalah ini biar aku yang pikirkan caranya!” Jane berkata sambil mengetatkan rahangnya.
Dia adalah wanita yang punya harga diri tinggi.
Dia sama sekali tidak menyangka masalahnya kali ini malah diselesaikan oleh suaminya yang tidak pernah dipandangnya, ketika dirinya begitu putus asa, dialah orang yg diam-diam membantunya, meskipun Jane begitu terkejut, namun perasaan yang lebih mendominasi hatinya adalah perasaan bersalah dan juga berat hati.
Dia tidak mengerti kenapa Vincent bisa memiliki kemampuan seperti itu.
Dia juga merasa bersalah pada sikapnya terhadap Vincent, jelas-jelas dia sudah demikian terhadap Vincent, namun dia masih bersedia membantu, bahkan diam-diam menelan semua sendiri.
Sekarang dia punya masalah seperti ini lagi, dia sungguh tidak ingin Vincent ikut campur, kali ini bukan karena dia tidak percaya pada Vincent, melainkan karena merasa terlalu bersalah.
Jane duduk di kursi, kedua matanya menatap kearah lantai dengan pandangan kosong.
Tiba-tiba dia menjadi begitu kalut. Bukan hanya terhadap Vincent, melainkan pada dirinya juga.
Dan pada saat ini, Warren dan supirnya Rigen sudah berjalan keluar dari rumah sakit.
“Sialan! Jane si ****** ini! Tunggu sampai aku mendapatkanmu, aku pasti akan membuatmu tahu rasa!” Warren berjalan sambil marah-marah, wajahnya terlihat begitu kesal.
“Tuan muda, sekarang apa yang harus dilakukan?” tanya supirnya.
“Bagaimana? Masih bisa bagaimana lagi? Kalau tidak bisa dengan cara halus pakai cara kasar, Jane bisa apa? Mungkinkah dia sanggup melawanku?” ucap Warren dengan penuh amarah.
“ini.., takutnya Ceo Bermoth akan muncul untuk mencegahnya, bahkan Bang Mitu saja bisa hancur ditangannya.” Rigen mengingatkan.
“Kalau kamu tidak bila0ng aku masih tidak kesal! Ceo Bermoth ini juga tidak boleh dibiarkan, juga si penghianat Bang Mitu itu! Sialan, bahkan seorang dokter saja tidak becus mengurusnya! Sana, kamu selidiki, cari tahu kenapa Bang Mitu itu menghianatiku, mengenai Ceo Bermoth kamu tidak perlu khawatir, suatu hari tuan mudamu ini akan mengaturnya dengan baik, hanya seorang pemula saja ingin bersaing dengan keluarga Mint kita? Aku akan membuatmu mati mengenaskan!”
Warren berkata dengan penuh amarah, giginya menggertak, ekspresi wajahnya sungguh amat buruk. Sopirnya Rigen tidak berani bicara lagi.
“Kita pergi ke Hotel Pearl, aku ingin lihat si ****** ini punya nyali datang atau tidak!”
Setelah keluar dari rumah sakit, Warren langsung berkata dengan keras sambil melayangkan tangannya.
Supirnya setengah berlari untuk membukakan pintu mobil untuknya, Warren naik dan duduk didalamnya.
Rigen segera berlari kecil untuk membuka pintu pengemudi.
Namun begitu membuka pintu, dia melihat ada seseorang yang duduk di kursi pengemudi.
Rigen langsung tercengang: “Siapa kamu?”
Namun orang ini langsung menendangnya, lalu menutup pintu dan menginjak pedal gas dengan segera, menggerakkan mobil membawa pergi Warren yang terlihat kebingungan melesat maju kedepan.
Rigen yang tidak punya persiapan langsung ditendang sampai terjerembab.
“Berhenti, berhenti!” Rigen berteriak dengan panik.
Namun tidak ada gunanya, mobilnya sudah melesat jauh meninggalkan rumah sakit..
Bab 153 Barangku Tidak Kamu Sentuh
“Ada apa ini? Siapa kamu? Biarkan aku turun! Cepat hentikan mobilnya!”
Warren yang duduk di kursi belakang menyadari ada yang tidak beres, segera berteriak dan ingin mencengkeram supir itu.
Dan detik berikutnya, supir tiba-tiba mengeluarkan sebatang pistol dari balik jasnya dan menggerakkannya di depan wajah Warren.
“Aku tidak tahu kamu siapa, namun aku bisa memberitahumu siapa aku, namaku Warren, merupakan anggota keluarga Mint dari Prontera, kalau kamu tidak mau mati, aku sarankan sebaiknya kamu melepaskanku baik-baik, kalau tidak aku jamin kamu akan menyesal bertemu denganku!”
Namun semua orang yang memiliki sedikit wawasan pasti tahu Keluarga Mint, terhadap sampah dunia kelas atas ini, mungkin tidak ada orang yang berani mengganggunya.
Namun supir itu seolah tidak pernah mendengar nama Warren, sama sekali tidak memperdulikannya dan lanjut mengendarai mobilnya.
“Woi, apakah kamu dengar apa yang kukatakan?” Warren kesal dan membentak sekali lagi. “Tuan muda Mint, siapa kamu, siapa yang ada dibelakangmu aku tahu, sehingga kamu tidak perlu banyak bicara!” ucap supir itu.
Ucapan ini bisa dikatakan membuat hati Warren menjadi berdegup kencang karena terkejut.
Orang ini sudah tahu siapa dia namun masih berani menculiknya? Ini cukup membuktikan bahwa orang ini sama sekali tidak memperdulikan kemampuan dibalik keluarganya!
Siapa orang ini?
Siapa yang begitu berani?
Hati Warren begitu tidak tenang, nafasnya mulai memburu.
Dan entah mobil sudah melaju berapa lama, mobil berhenti di sebuah pabrik kosong di daerah terpencil yang ditinggalkan.
Melihat ini wajah Warren menjadi jauh lebih pucat. Tempat seperti ini begitu terpencil, paling cocok untuk apa sudah tidak perlu dikatakan lagi..
“Turunlah!”
Supir itu turun dan mengarahkan pistolnya kearah Warren. Warren tidak berani melawan, hanya bisa ikut turun dari mobil dengan orang itu.
“Cepat jalan!” supir itu membentak, pistol ditodongkan ke punggungnya dan memaksa Warren berjalan masuk ke dalam pabrik.
Dan begitu masuk ke dalam pabrik, Warren langsung merinding. Didalam pabrik ini penuh dengan orang.
Ada Armint, ada Frank,juga ada orang Area Terlarang Kota Izuno dalam jumlah besar.
Orang-orang ini terlihat begitu garang dan mengerikan, tatapan mata mereka dingin menatap Warren yang berjalan masuk, tatapan mereka seolah ingin menguliti dan menelannya bulat-bulat.
Warren ketakutan sampai tidak berani berjalan maju lagi.
Namun ketika dia berjalan lagi kedepan, dia baru menyadari kalau ditengah orang-orang ini terletak sebuah kursi panjang, dan diatas kursi itu.. ternyata Vincent !!
“Ternyata kamu si manusia tidak berguna ini?”
Warren berseru dengan suara hampir tercekat.
Dan ketika ucapan ini terlontarkan, seseorang yang berdiri disamping langsung maju dan menampar Warren.
Plakk!
Warren langsung dipukul sampai terjerembab.
Dia terjatuh di tanah, bekas tamparan berbentuk tangan yang merah dan segar terlihat jelas di wajahnya.
“Kau... kau berani memukulku?”
Warren memelototi orang itu dengan penuh amarah, lalu memelototi Vincent dan berteriak: “Kamu mau mati? Apakah kamu tahu seberapa besar kemampuan Keluarga Mint kami? Kamu ingin menjadi musuh Keluarga Mint kami?”
“Bukan aku ingin menjadi musuh Keluarga Mint, melainkan Keluarga Mint sudah menjadi musuh denganku!”
__ADS_1
Vincent berdiri diatas kursi, mendekat kearah Warren dengan wajah tanpa ekspresi.
Wajah Warren merah padam, dari dalam matanya terlihat amarah yang begitu membara: “Kamu mau apa?”
“Tidak mau apa-apa!” Vincent berkata dengan datar, lalu berjalan mendekat setelah mengambil sebatang tongkat yang sudah disiapkan disampingnya.
“Kau... coba saja kamu berani menyentuhku! Aku jamin kamu akan kesulitan!” teriak Warren.
Namun tidak berguna.
Warren segera berbalik dan ingin kabur, namun orang disampingnya sudah bereaksi, langsung mengulurkan tangan dan menekan bahunya, menekannya disana.
“Vincent, tunggu dulu, tunggu dulu... diantara kita tidak ada dendam yang dalam, kamu jangan berbuat gegabah, serius, anggap saja salahku...” Warren bergumam dan berteriak dengan panik.
“Kamu berani mengincar istriku, diantara kita sudah ada dendam yang lebih dalam dari samudra, aku ini tipe orang yang punya penyakit aneh, barangku, siapapun tidak boleh menyentuhnya, kalau menyentuhnya, maka harus mati! Mengerti?”
Vincent berkata sambil menghentakkan tongkatnya. “Kau... lepaskan aku! Cepat lepaskan aku!” Warren meronta dengan sekuat tenaga, berteriak sekencang-kencangnya, namun sama sekali tidak berguna.
Vincent langsung melambaikan tongkatnya, lalu memukul tepat dilengannya.
Krekkk!
Lengan Warren langsung dipukul patah olehnya, suara tulang yang patah terdengar begitu nyaring.
Aaaa!!!”
Warren berteriak mengerang kesakitan.
Namun ini masih belum cukup.
Vincent sekali lagi melayangkan tongkatnya, lalu memukul kearah tubuhnya dengan menggila.
Krekk!
Krekkk!
Krekkkk!
Suara tulang patah yang renyah tidak hentinya terdengar.
Entah ada berapa banyak tulang yang patah.
Tidak lama berselang, orang-orang itu melepaskan tangannya, Warren bagaikan lumpur yang tumpah ketanah, dirinya sampai hampir jatuh pingsan.
Kaki dan tangannya semua dipukul sampai patah, tulang di dadanya juga patah beberapa batang, tubuhnya tidak hentinya gemetar, sama sekali sudah tidak bisa melawan lagi.
Vincent mendekat dan menjambak rambut Warren, mengangkat kepalanya tinggi- tinggi.
“Enak tidak?” tanya Vincent dengan dingin.
“Aku... Keluarga Mint kami... akan membalas dendam...” Warren membuka matanya dengan berat dan berkata dengan Suara serak.
“Hanya saja sayangnya, kamu sudah tidak punya kesempatan ini lagi.”
Vincent mencabut sebatang jarum, menggerakkannya di hadapan Warren, lalu menusukknya perlahan di alisnya.
Dalam waktu singkat, tubuh Warren langsung bergetar dan merinding.
“Kamu melakukan apa?” Warren berteriak dengan tubuh gemetar.
Namun Vincent tidak menjawabnya, lalu mengangkat bajunya, dan menusukkan jarum di perut bawahnya.
Dan dalam sekejap tubuh Warren terbaring di lantai, tubuhnya bagaikan dialiri listrik dan bergetar, dan disaat bersamaan bagian perutnya terasa hangat, dan bagian bawah tubuhnya langsung bereaksi.
Hanya melihat wajahnya memerah, mulutnya membuka lebar, terlihat seperti orang yang hampir mati, kemudian rangsangan birahi perlahan menyebar.
Orang disekitar mengkerutkan alis dan diam-diam melangkah mundur.
Namun Warren sama sekali tidak berhenti, melainkan tidak hentinya bergetar dan meringkuk, celananya sudah basah, dibuat basah oleh cairan kental dan lengket dalam jumlah yang banyak.
Dan dalam waktu singkat, Warren sudah tidak bergerak lagi, sekujur tubuhnya langsung terlihat kurus, wajahnya juga menjadi begitu pucat, kedua matanya kosong, sama sekali tidak terlihat tanda kehidupan dimatanya, seolah sudah hampir akan mati..
Orang di kedua sisi membelalakkan mata melihat kearah Warren, tidak ada yang tahu apa yang terjadi.
“Kamu.. apa yang kamu lakukan padaku? Warren berteriak dengan lemah, suaranya begitu lirih.
“Bukan apa-apa, hanya membuatmu kelak tidak bisa menjadi manusia lagi saja.” Ucap Vincent.
“Apa?”
Warren ketakutan sampai wajahnya pucat pasi, matanya membelalak besar dengan nanar menatap Vincent, kulit kepalanya merinding, amarahnya diiringi dengan teriakan yang begitu lemah: “Kau.. kau membuatku jadi cacat? Kamu membuatku menjadi cacat? Dendam kita tidak akan pernah berakhir! Vincent ! Dendam kita tidak akan berakhir!”
Emosionya terlalu kacau, bahkan berniat bangkit untuk memukul Vincent, namun karena terlalu lemah ditambah emosional yang terlalu menggebu-gebu, Warren langsung jatuh pingsan.
Warren yang sekarang sudah menjadi manusia tidak berguna sepenuhnya.
Orang disekitar dibuat terkejut oleh kekejaman juga tekhnik mengerikan yang dipakai Vincent.
“Ceo Bermoth ! “
Frank mnendekat dan berkata: “Karena anda sudah membuat cacat Warren, lebih baik sekali saja habisi orang ini, jangan sampai dia pulang dan kembali mencari masalah dengan kita!”
“Kamu pikir dengan membunuhnya, keluarga Mint dari Prontera tidak akan mencurigai kita?” Vincent menggeleng: “Membunuh orang untuk menutup mulutnya, ini sungguh perbuatan yang naif, apalagi begitu melakukannya, kita hanya akan meninggalkan celah untuk keluarga Mint dari Prontera, dan pada saat itu mereka akan mendapat alasan dan akan lebih mudah bagi mereka untuk melawan kita!”
“Kalau begitu maksud Ceo Bermoth adalah...”
“Antarkan dia kembali ke keluarga Mint di Prontera, anggap sebagai peringatan bagi keluarga Mint di Prontera ! Peperangan ini sudah dibuka, tidak bisa dihindari lagi, kalau begitu bertarunglah sampai akhir, apalagi bagiku, membunuhnya adalah hal yang terlalu enak untuknya, biarkan dia menjadi orang cacat bukankah jauh lebilh baik!” Ucap Vincent datar, lalu berbalik dan pergi.
Frank tidak bicara.
Setelah menunggu Vincent pergi naik 918 miliknya, Armint yang berada disamping tidak bisa menahan diri lagi dan langsung bicara.
“Direktur Saul, apakah seperti ini tidak terlalu menyulitkan!”
“Aku juga merasa terlalu menyusahkan, namun ini perintah Ceo Bermoth, kita juga tidak berdaya!” Frank menghela nafas:
“Sebelah sini menyinggung Sekolah Kaisen, sementara sebelah sana melawan keluarga Mint dari Prontera, Grup Vallamor kita... apakah benar kuat menahannya?”
“Kalau tidak cari waktu untuk bicara dengan Ceo Bermoth saja, kalau tidak kita akan kewalahan kalau terus seperti ini.”
“Aku tahu, tapi hal ini juga tidak bisa menyalahkan Ceo Bermoth, bagaimanapun orang ini sudah berani mengincar istri Ceo Bermoth”
“pantas saja Ceo Bermoth semarah itu...”
“Armint, untuk sementara waktu kamu akan jadi lebih sibuk, pantau pihak Sekolah Kaisen, juga utus beberapa orang untuk mengawasi keluarga Mint dari Prontera, aku akan mencari waktu untuk bicara baik-baik dengan Ceo Bermoth, maaf merepotkanmu.”
__ADS_1
“Sama sekali tidak repot...”