
Ucapan itu akhirnya membuat orang yang datang dari Keluarga Bermoth ini tahu betapa seriusnya masalah ini.
Vincent dari awal sama sekali tidak berpikir kembali ke Keluarga Bermoth!
Dia akan pergi ke Keluarga Bermoth!
Tapi itu bukan untuk kembali melainkan untuk meminta keadilan kepada Keluarga Bermoth!
Dia sudah tidak peduli dengan Keluarga Bermoth.
Bahkan, dia ingin menghancurkan Keluarga Bermoth..
Orang ini berkeringat dingin, tatapan matanya menunjukkan kengerian.
Dia sudah meremehkan orang tidak berguna ini!
Keberadaannya dari awal tidak seharusnya diabaikan! Tapi semua orang malah mengabaikannya!
“Sudah! Kamu sudah harus pergi.” Vincent mengangkat pistolnya lagi.
Tapi di saat ini, mulut pistol yang berwarna hitam itu tidak mengarah ke pahanya, melainkan ke dahinya.
Orang itu terkejut, langsung berdiri, tapi orang di sampingnya langsung mengulurkan tangan menekan pundak dia, memaksanya duduk kembali.
“Vincent, tu...tunggu, ma..masih ada yang ingin aku katakan, tunggu dulu!” Orang itu berteriak panik.
“Katakan.” Vincent berkata tanpa ekspresi.
Mata orang itu terlihat bergetar, ekspresinya sangat kacau, akhirnya dia berkata dengan panik: “A.aku tahu penyebab ibumu mati.”
“Aku sudah tahu itu.”
“Aku juga tahu siapa yang menindas dia, siapa yang ingin usir kamu keluar dari rumah utama, yang provokasi dan juga membuatmu masuk ke Keluarga Dormantis...”
“Aku juga tahu ini.” Vincent menggeleng: “Kalau kamu tidak ada informasi yang baru, tutup mulut saja.”
“Kamu...Vincent, kamu benar-benar berani membunuhku? Apa kamu tahu akibat jika aku mati di sini? Seorang dari keluarga Bermoth mati di Kota Izuno, apa kamu masih ingin berada di Kota Izuno? Saat itu walaupun kamu dokter jenius Bermoth, juga pasti tidak ada tempat untuk bersembunyi di Kota Izuno, saat itu seluruh Kota Izuno akan kacau karenamu! Kamu pasti tidak akan bisa kabur!” Orang keluarga Bermoth itu berkata.
“Jadi kamu kira aku seharusnya takut karena orang keluarga Bermoth datang?’ Vincent langsung bertanya kembali.
“Bukankah begitu?” Orang keluarga Bermoth itu berusaha terlihat tenang.
“Sepertinya aku pernah beritahu kamu, aku akan segera pergi ke rumnah keluarga Bermoth, menyelesaikan ini semua! Kamu benar-benar kira orang keluarga Bermoth bisa menekanku?” Vincent membungkukkan badan, berkata sambil menatap orang keluarga Bermoth itu.
Orang keluarga Bermoth itu langsung gemetaran, dia bisa melihat kekejian dari tatapan Vincent.
Kekejian dan kekejaman yang tidak terbatas.
Lalu detik berikutnya...
__ADS_1
Tuk!
Pelatuk Vincent ditarik lagi.
Orang itu langsung gemetaran, darah dibelakang kepalanya mengalir deras.
Saat pistol ditodongkan ke kepala orang itu lagi, dia sudah jatuh ke atas lantai dengan lemas, langsung mati.
Frank dan Armint yang di samping terkejut, tidak berani percaya dengan adegan mengerikan yang terjadi di depan mereka ini.
Orang keluarga Bermoth dari kota Azuka ini dihabisi seperti ini?
Bukankah sudah gila?
Apa CEO Bermoth sudah gila?
Ini adalah orang keluarga Bermoth!
Membunuhnya bukankah sama saja dengan menyatakan perang dengan Keluarga Bermoth?
Dan apa maksud pembicaraan mereka berdua tadi?
CEO Bermoth juga orang keluarga Bermoth?
Pikiran Frank dan Armint saat ini kosong, kebingungan. Semua ini benar-benar terlalu sulit diterima...
“Baik, CE0 Bermoth.” Armint bergegas mengangguk.
“CEO Bermoth, bagaimana jelaskan pada keluarga Bermoth?” Frank segera bertanya.
“Tidak perlu jelaskan, buat jadi seperti sebuah kecelakaan, biarkan orang keluarga Bermoth yang datang selidiki sendiri.”
Vincent menepuk bajunya lalu berbalik dan berjalan keluar.
Frank langsung terdiam saat mendengar itu.
Melihat maksud dari Vincent, sepertinya dia benar-benar akan menyatakan perang dengan Keluarga Bermoth.
Tapi hanya dengan kekuatan Vallamor yang kecil seperti ini, ingin menyatakan perang dengan Keluarga Bermoth? Bukankah sama saja cari mati?
“Kali ini akan merepotkan.” Frank menghela napas.
Vincent berjalan ke parkiran dengan wajah tanpa ekspresi setelah meninggalkan hotel.
Walau sudah menghabisi seorang keluarga Bermoth, tapi itu tidak bisa menghapus kekhawatiran dan kekesalan dalam hatinya.
Keluarga Bermoth tetaplah keluarga Bermoth! Dan keadilan milik ibunya juga belum didapatkan...
Dan saat Vincent baru saja membuka pintu mobil dan bersiap naik untuk pulang ke rumah, ponselnya tiba-tiba berdering.
__ADS_1
Vincent mengambil ponselnya, melirik sekilas ke layarnya, ternyata itu adalah telepon dari Anwen.
“Anwen, ada apa?” Vincent menjawab dan bertanya.
“Guru, Anmei sudah tertolong! Anmei sudah tertolong!” Anwen yang di sana berteriak dengan penuh semangat.
“Ehm?” Vincent tercengang.
Kata-kata yang diucapkan Anwen sedikit tidak jelas, lalu Vincent menjawab dengan suara rendah: “Tunggu aku, aku akan segera ke rumah sakit.”
“Baik, baik, guru, aku akan tunggu kamu!” Anwen berkata.
Vincent menginjak pedal gas dan langsung menuju rumah sakit.
Sesaat kemudian, Vincent akhirnya sampai di parkiran rumah sakit.
Dia melihat ada dua orang di lorong saat berjalan menuju kamar pasien Anmei.
Satu orang tua dan satu anak muda.
Yang tua adalah Anwen, saat ini kedua tangannya berada di belakang punggung, berjalan bolak-balik di lorong, wajahnya terlihat sangat gelisah.
Dan satu lagi adalah seorang wanita.
Wanita itu berambut pendek, dengan kulit coklat yang sehat, memakai pakaian formal, tidak ada sedikit pun lemak di tubuh proporsionalnya, fitur wajahnya sangat indah, dan bahkan masih terlihat sedikit heroik. “Guru, kamu sudah datang?”
Anwen langsung senang saat melihat Vincent yang berjalan kemari, dia langsung pergi menyambut.
Wanita itu juga melirik Vincent sekilas, dan pandangannya berhenti di pergelangan tangan Vincent, seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ada apa? Apa ada perubahan pada kondisi Anmei?” Vincent bertanya.
“Tidak ada perubahan pada kondisi Anmei, hanya saja bahan obat Bunga Lotus Soul yang terus kamu minta agar bisa selamatkan Anmei sudah diketahui keberadaannya!” Anwei berkata sambil tertawa.
“Apa?” Vincent sedikit tercengang.
Ini adalah benda langka yang legendaris, menurut perkiraannya, jumlah Bunga Lotus Soul di dalam negeri mungkin hanya ada 3 pucuk.
Karena kondisi pertumbuhan vegetasi benda langka seperti ini sangat keras.
Awalnya dia berencana pergi mencari ke Getsemani, mencoba keberuntungannya, tapi tidak disangka ternyata Anwen sudah mengetahui keberadaannya.
“Di mana Bunga Lotus Soul?” Vincent segera bertanya.
“Itu harus ditanyakan pada Nona ini!” Anwen berbalik dan berkata senang sambil menunjuk wanita berambut pendek itu.
“Oh?” Vincent baru memperhatikan orang ini.
Wanita itu berjalan maju, mengulurkan tangan pada Vincent: “Halo Tuan Bermoth, namaku Varita, pertama kali bertemu, mohon bimbingannya.”
__ADS_1