Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 769 Jangan Sia-Siakan Aku !


__ADS_3

Melihat Vincent sedang menatapnya, Sifa langsung terlihat pucat, dia mundur dua langkah karena takut.



“Sifa, cepat pergi!” Teriak Garou.



Sifa bergegas kembali.



Garou juga kembali bergerak dan terus menyerang Vincent.



Tapi kali ini, Vincent yang berada diatas angin.



Dia menggerakkan jari-jarinya dengan santai.



Wussss...



Beberapa jarum terbang keluar dari jarinya, menyerang Garou secara langsung.



Garou menghindar dengan cepat.



“Kamu ingin mengalahkanku dengan jarum-jarum murahan ini? Mimpi!” Garou berteriak, menghentakan kakinya, batu-batu di tanah terbang lurus ke atas, Garou melompat tinggi lalu menendang batu itu.



Whoosh....



Semua batu itu melesat kearah Vincent seperti peluru.



Gerakan kaki Vincent terlihat sangat cepat, dia menghindari batu-batu yang seperti peluru itu dengan yakin, perlahan mendekati Garou, lalu dia mengulurkan tangannya dan kembali melawan Garou dalam pertarungan tangan kosong.



Meskipun Garou telah mengeluarkan sejumlah besar kekuatannya, tapi dia masih sangat kuat.



Namun, gerakan Vincent terlihat sangat santai, meskipun kecepatannya masih sangat cepat, pukulannya pada Garou tidak terlalu berdampak besar.



Sebaliknya, serangan Garou menjadi semakin ganas, pukulan dan tendangan yang menyerang Vincent menjadi semakin ganas.



Bang! Bang! Bang...



Saat kedua belah pihak terus bertarung, Garou semakin kuat menyerang Vincent dengan tinjunya, tubuh Vincent terus gemetar.



Sekitar satu menit atau lebih, gerakan Vincent benar-benar dikacaukan oleh serangan Garou.



"Ada apa Dokter Jenius Bermoth? Hanya begini saja kekuatanmu, sekarang, saatnya mengakhiri nyawamu!" Garou menarik lengan Vincent dan tiba-tiba berteriak dengan keras.



"Heaven Fist Shot!"



Teriakannya terdengar sangat keras, teriakannya diikuti sebuah pukulan yang mengarah ke jantung Vincent lagi.



Tinju ini lebih mengerikan dari yang sebelumnya, ada aura yang sangat kuat menyelimuti tinjunya, pukulan ini sudah seperti meteor yang jatuh ke bumi, tidak bisa dihentikan lagi.

__ADS_1



Pukulan mengerikan seperti itu mungkin bisa langsung menembus sebuah tank.



Semua orang terkejut melihat pukulan ini, semuanya gemetar dan ketakutan.



Vincent juga merasa tidak enak, dia segera membuka tangannya, telapak tangannya menghadap kearah pukulan tersebut.



Bang!



Tinju itu mengenai telapak tangan Vincent dengan telak, kekuatan mengerikan itu langsung menjatuhkannya ke belakang lebih dari sepuluh meter.



Dia terhuyung-huyung, mencoba menjaga keseimbangan, hampir saja dia tidak bisa berdiri dengan tegak.



Ketika dia akhirnya berhenti, lengannya langsung terkulai lemas.



Seperinya … dua tulang lengannya patah karena pukulan barusan.



Tssskkk!



Terdengar beberapa bisikan lagi dari sekitar.



Betapa mengerikannya pukulan barusan!



Sekarang Vincent benar-benar sudah kehilangan kekuatan tempurnya kan?




Vincent duduk di batu di sebelahnya, tangannya terkulai lemas di tanah, nafasnya sudah berat.



Sepertinya kekuatan fisiknya tidak bisa mengimbanginya lagi.



Semua orang terdiam.



Percuma saja!



Tidak ada gunanya!



Tidak peduli seberapa kuat kemampuan bertarungnya, Dokter Jenius Bermoth masih tidak bisa mengalahkan Garou!



Bagaimanapun, mereka berdua tidak bisa memanfaatkan keuntungan yang dipunya satu sama lain! Dia sendiri juga hanya bersikap pasif dan terus dipukuli!



"Kamu sudah kalah!"



Garou menempelkan tangannya di punggungnya, dia berjalan menuju Vincent, tatapan matanya terlihat sangat serius dan mengerikan.



“Apa yang kamu inginkan?” Vincent menatapnya.

__ADS_1



“Aku adalah orang yang tidak pernah bersikap lunak kepada lawanku, karena menurutku, bersikap lunak kepada lawan sama saja dengan menyiksa diri sendiri! Jadi kareana kamu sudah kalah, aku akan menghancurkan hidupmu agar tidak bisa melakukan apa-apa lagi, cocok kan?” Garou berkata dengan tegas.



"Menghancurkan hidupku? Kita hanya melakukan pertarungan biasa, kenapa harus sampai sejauh itu?" Vincent mengerutkan keningnya.



"Pertarungan biasa? Hahahaha, Dokter Jenius Bermoth, apakah kamu masih belum sadar? Ini adalah Duel Emperor, pertarungan yang mempertaruhkan hidupmu dan hidupku, jika kamu menang, kamu akan mendapatkan ketenaran yang lar biasa, tapi jika kamu kalah, kamu akan kehilangan ketenaranmu! Apakah menurutmu aku bertarung denganmu hanya untuk bertukar pengalaman? Kamu salah, aku datang ke sini dengan mentalitas ingin mengalahkan dan menghancurkanmu! Kamu masih belum sadar? Kamu sangat naif! "



"Jadi kamu sudah bertekad untuk menghancurkanku? Lalu kenapa kamu tidak membunuhku?"



“Membunuh itu ilegal.” Garou menggelengkan kepalanya.



Setelah berbicara untuk waktu yang singkat, dirinya sudah berdiri di depan Vincent, dia akan segera melakukan apa yang ingin dilakukannya.



"Aku akan memberimu pilihan."



Saat ini, Vincent tiba-tiba bicara.



Yang mengejutkan Garou adalah tidak ada rasa takut atau panik di wajah Vincent saat ini...



Sebaliknya, ekspresinya terlihat sangat tenang.



Ini membuat Garou sangat bingung.



“Pilihan apa?” Garou bertanya tanpa ekspresi.



“Jangan lakukan apa-apa padaku!” Vincent melanjutkan “Jika kamu melakukannya, kamu pasti akan menyesalinya!”



“Apakah kamu sedang memohon belas kasihan padaku?” Garou bertanya sambil menyipitkan mata.



"Aku hanya memberimu peringatan."



“Sayangnya, aku tidak bisa menerimanya, kamu tidak memenuhi syarat untuk bernegosiasi denganku! Bukankah yang kalah harusnya patuh pada yang menang? Belum lagi kamu sudah cari masalah dengan wanitaku, jadi aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja!"



Garou mengulurkan tangannya, dia mengangkat tangan dan meletakkannya di bahu Vincent.



Vincent menghela nafas.



Garou baru saja akan mengeluarkan kekuatannya.



Tiba-tiba...



"Yasudah!"



Tubuhnya bergetar hebat, kemudian dirinya langsung melangkah mundur lagi dan lagi, memegangi dadanya dan berlutut di tanah...


__ADS_1


Semua orang di sekitar terkejut.


__ADS_2