
Selvin, Vodo dan lainnya duduk di pesawat yang terbang menuju Azuka dengan kesal.
Ekspresi wajah Selvin begitu kesal, Vodo dan Varamir terlihat gemetar dengan wajah pucat bahkan duduk pun tidak tenang.
“Kenapa bisa jadi begini.. Kenapa bisa jadi begini?” Varamir tidak hentinya bergumam, matanya membesar dengan tubuh yang gemetar diatas tempat duduk.
“Tuan, apakah anda merasa tidak enak badan?” pramugari yang melihat Varamir gemetar langsung bertanya.
Namun Varamir sama sekali tidak mendengar apa yang dia katakan, dirinya seolah tenggelam dalam ketakutan yang begitu dalam, dan tubuhnya terus gemetar.
“Tuan... tuan...” pramugari memanggil beberapa kali.
“Dia baik-baik saja, dia hanya terlalu lelah, setelah istirahat sejenak akan membaik, anda lanjutkan saja pekerjaan anda.” Vodo yang disampingnya tersenyum sambil berkata pada pramugari.
“Baiklah Tuan, kalau butuh sesuatu, silahkan memanggil saya.” Pramugari tersenyum dan pergi.
Seiring dengan kepergian pramugari, senyum diwajah Vodo juga perlahan sirna.
Dia memegang erat sandaran tangan, meskipun tidak ketakutan separah Varamir, namun perasaan panik juga khawatir tetap tidak bisa membuatnya tenang.
Selvin yang duduk disamping memejamkan mata tanpa mengatakan apapun, meskipun ekspresinya begitu tenang, mamun kelopak matanya terus berkedut.
Terlihat jelas kalau dia tidak bisa tenang.
“Adik sepupu!”bAkhirnya Vodo tidak bisa duduk lagi, dia mengangkat kepala dan memanggil Selvin.
Selvin tidak bergeming, bahkan sama sekali tidak meliriknya.
Vodo mengetatkan bibirnya dan berkata dengan hati-hati: “Itu... adik sepupu, apakah kamu bisa membelaku sedikit...”
“Menurutmu aku masih mengatakan apa? Apa yang harus kukatakan?” Selvin perlahan membuka mata dan balik bertanya.
“Ini.. adik sepupu, masalah ini juga bukan salahku, aku... aku hanya bertanggungjawab mendapatkan resep, sementara suplemen dan lainnya sama sekali bukan aku yang menyimpulkannya, keluarga besar... keluarga besar tidak seharusnya menyalahkan kita!” Vodo berkata dengan tergesa-gesa.
Dirinya sendiri juga sudah begitu kacau.
Awalnya mengira kalau dia akan menjadi orang yang berjasa besar, kenapa sekarang tiba-tiba menjadi orang yang berdosa besar...
“Pihak keluarga besar tidak menyalahkanmu, dan kenyataannya tidak ada yang menyalahkan kalian, namun... kejadian ini tetap harus dijelaskan!” Selvin berkata sambil menggeleng: “Kalian tidak mungkin membiarkan para petinggi yang menanggung ini semua bukan?”
Begitu mendengar ini, ekspresi Vodo dan Varamir terlihat lebih pucat lagi.
Dan memang, orang Keluarga Bermoth bukan idiot.
Mereka bisa melihat dengan jelas, kalau semua ini sama sekali bukan kesalahan mereka, karena ilmu mereka dalam kedokteran sama sekali belum setinggi itu.
__ADS_1
Tidak ada yang menyalahkan Varamir dan Vodo, karena resep ini terlalu rumit.
Namun... tetap dibutuhkan kambing hitam, dalam masalah kali ini tetap harus ada orang yang maju untuk menanggungnya!
Vodo tahu, siapapun yang membela sekarang tidak akan berguna! Kecuali ada perubahan kondisi, namun sangat jelas, ini adalah hal yang tidak mungkin.
Pesawat perlahan mendarat, dan berjalan dengan lembut.
Setelah menunggu pesawatnya berhenti, saatnya berjalan keluar dari pesawat, beberapa mobil hitam yang mewah berhenti di depan bandara.
Menatap pria berjas dan berkacamata hitam, Vodo dan yang lainnya langsung menahan nafas.
“Naiklah.” Seorang pria membuka pitu mobil dan berkata pada Selvin dan Vodo juga lainnya.
Semua hanya bisa berjalan mendekat dengan tidak berdaya.
“Antar Nona Selvin pulang terlebih dahulu.
“Tidak, aku ikut kalian pergi ke Castlevania saja! Paman Velmor sangat netral, namun mengenai hal ini, aku juga ingin melihat bagaimana pandangan yang lainya.” Ucap Selvin dengan santai.
Pria itu mengangguk dan langsung menancap gas.
Mobil berbelok dan berputar, entah sudah berjalan berapa lama, datang kesebuah puncak gunung, di puncak gunung ada sebuah villa, seluruh villa itu berwarna hitam, mulai dari warna bangunan sampai lantai, semuanya memberikan kesan kesan seperti kastil tua.
Terhadap tempat ini Selvin sama sekal tidak merasa asing.
Dan pemiliknya adalah Paman Selvin dan Vodo, Velmor!
Mobil masuk ke dalam villa di gunung, lalu berhenti di depan pintu utama.
Saat ini, disini sudah terparkir belasan mobil mewah, dan tidak ada satupun yang harganya dibawah 2 miliar.
Semua plat mobilnya kalau bukan angka urut merupakan angka ganda, di tempat seperti Azuka, untuk mendapatkan plat mobil seperti ini bukan hal yang mudah.
Vodo dan Varamir melihat kearah plat mobil, kurang lebih sudah tahu siapa yang datang, ekspresi keduanya terlihat begitu buruk.
“Kak Vodo.. Kak Vodo, aku... apakah kita akan mati! Apakah kita akan dihukum mati oleh clan keluarga kita!” Seorang anggota Keluarga Bermoth melihat kearah Vodo dengan panik.
Dia benar-benar sudah dibuat takut setengah mati.
“Manusia tidak berguna, apa yang kamu takutkan? Masalah ini bukan salah kita, tenang saja, clan keluarga hanya akan menghukum kita untuk formalitas, tidak akan melakukan apapun pada kita!” Vodo berkata dengan dingin.
“Sung... Sungguh...”
“Kalau tidak? Semuanya tunggu sebentar.” Ucap Vodo dengan perasaan kesal.
__ADS_1
Semua orang turun dari mobil, lalu berjalan kedalam.
Dan saat ini, di dalam Castlevania sudah dipenuhi orang, semua adalah senior
Keluarga Bermoth, sementara Velmorduduk di kursi yang berada tepat diatas, suasananya sangat serius, bahkan para tetua yang sebelumnya juga datang
Selvin langsung maju, dari yang paling tua sampai yang paling muda, memberi hormat satu per satu.
“Selvin memberi hormat pada tetua, pada sepupu, bibi, Paman, Om..”
Dia memberi hormat dengan sangat sopan, meskipun biasanya dia sangat nakal, namun pada saat seperti ini, dia selalu mengikuti tata krama.
Vodo dan Varamir juga maju memberi salam dengan pasrah.
Namun sikap semua orang terhadap mereka terlihat sangat berbeda, bahkan ada yang hanya mendengus dingin sebagai balasan sapaan.
Vodo juga tidak berani merasa tidak puas.
“Paman, kondisinya.. apakah benar separah ini?”
Setelah menyapa, melihat semua orang diam tidak bicara, Selvin menarik nafas panjang, lalu bertanya dengan hati-hati.
“Selvin, masalah ini tidak ada hubungan denganmu, kamu menyingkirlah dulu.” Velmor membuka matanya dan berkata dengan serak.
Ekspresi itu sangat tegas, seolah tidak membiarkan siapapun untuk menunda.
“Paman...”
“Selvin! “
Selvin masih ingin mengatakan sesuatu, namun seorang nyonya disamping menghentikannya.
Selvin tersentak dan melihat kearah nyonya itu.
Namun melihat wajah nyonya itu begitu tegas dan berkata dengan suara yang serak:
“Masalah ini... tingkat keparahannya sudah melampaui bayanganmu!”
Nafas Selvin tercekat.
“Bukankah katanya hanya muncul sekelompok orang yang mengalami alergi?”bVodo yang berada disamping langsung berkata.
Telepon yang dia terima adalah munculnya kelompok orang yang mengalami alergi dalam jumlah besar dibAzuka, obat baru mendapat masalah yang sangat parah, sehingga dia merasa gemetar.
Asal tahu saja, di Azuka ada banyak orang yang memiliki alergi, da nada berapa banyak di seluruh negara? Tingkat keparahan masalah ini sungguh sangat parah. Dan ini bukan yang paling parah...
__ADS_1
“Kalau begitu... separah apa kondisinya?” Tanya Selvin dengan terbata.
Velmor kembali membuka matanya dan berkata dengan suara serak: “Seluruh obat baru... semuanya palsu!”