Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 632 Aku Tidak Bisa Melakukannya !


__ADS_3

“Bibi Katrina, tenang saja, aku bisa menyelesaikannya!” Kiluwa langsung menjawab.



"Menyelesaikannya? Begitu banyak reporter di sini! Kami membawa begitu banyak kerabat dari Keluarga Dormantis, bagaimana kamu bisa menyelesaikannya? Aku tidak peduli, kamu harus segera memanggil Nona Anna, jika tidak … derajat keluarga kami akan sangat dipermalukan hari ini, bagaimana kamu ingin kami semua tetap beraktivitas tanpa malu kedepannya? "Kata Katrina dengan marah.



Tanpa ada rasa malu?



Kiluwa diam-diam sudah sangat marah.



Dia bahkan sudah tidak tahu apakah dirinya masih punya rasa malu atau tidak.



Sejak kecil, kapan dia pernah menerima penghinaan seperti ini?



Dia adalah pewaris dari Grup Grev!



Orang-orang sialan, tunggu saja sampai aku meninggalkan putrimu setelah aku puas dengannya, jangankan jadi manusia rendahan! Akan kubuat seluruh keluarga kalian diperlakukan seperti anjing!



Kiluwa berpikir dengan penuh amarah dalam hatinya, tetapi dia tetap tidak menunjukan kemarahan itu di wajahnya, sebaliknya, dia berkata dengan pasrah dan malu-malu: "Bibi Katrina, tolong tunggu dulu, aku akan menelepon ayahku dan memintanya untuk membantu menyelesaikan masalah ini."



"Kamu … kamu lebih baik cepat lakukan itu!"



Katrina sudah emosi.



Dia sudah ragu apakah Kiluwa ini memang betul orang yang berkuasa atau tidak.



Karena daritadi dia akhirnya sadar bahwa Kiluwa hanya bisa bicara saja, tidak ada yang membuktikan bahwa dia memang kaya atau identitasnya itu kuat.



Kiluwa tidak mengatakan sepatah kata pun, dia segera menelepon ayahnya.



“Nak, ada apa?” Sebuah suara tua terdengar di telepon.


__ADS_1


“Ayah, ada masalah!” Kiluwa terdengar serius.



“Apa yang sudah terjadi?” Suaranya langsung terdengar berat.



"Orang-orang dari Asosiasi Medis sepertinya tidak mau bekerja sama dengan kita lagi, baru saja Nona Anna bilang dia tidak kenal denganku! Dia mempermalukanku di depan orang banyak!" Kiluwa berkata dengan marah.



Begitu kata-kata ini diucapkan, suara di telepon segera menjadi lebih berat.



"Apa yang terjadi? Ceritakan semuanya dengan jelas!"



Kiluwa segera menjelaskan semuanya yang sudah terjadi.



Tentu saja, dia tidak bilang bahwa dia hanya ingin bersenang-senang dengan Jane, tetapi memuji Jane sangat tinggi, dia bilang bahwa dia ingin menikahi Jane dan membawanya pulang.



Ayah Kiluwa sangat bahagia karena putranya ingin segera menikah dan memiliki anak, dia langsung senang ketika mengetahui bahwa putranya akan pergi ke Izuno untuk bertemu dengan calon istrinya.



Namun, mengetahui bahwa Anna pura-pura tidak mengenal putranya, menyebabkan putranya dipermalukan di depan calon menantunya, dia langsung marah dan terus memukul meja.




"Ayah, aku tidak tahu apa yang sudah terjadi! Pelacur itu bahkan menyuruhku untuk menyalakan speaker, kemudian dia berkata di depan semua orang bahwa dia tidak kenal denganku! Aku bisa bilang bahwa semua ini sudah berakhir, semua orang di sekitarku menertawakanku! Jane pasti akan meragukan kemampuanku, ayah, jika kamu tidak memanggil Anna kembali dan menemuiku sekarang juga, aku paling hanya akan mendapat masalah kecil seperti kesulitan mencari istri nantinya, tetapi kehilangan kehormatan dari Keluarga Grev adalah masalah besar!” Kata Kiluwa menjelaskan.



"Nak, jangan khawatir, jangan ragu untuk terus mengejar wanitamu yang bernama Jane itu! Aku akan segera menelepon presiden Asosiasi Medis dan bertanya apa yang sebenarnya sudah terjadi? Ini hanyalah sebuah masalah kecil untuk menyelamatkan nyawa seseorang, tapi kalau sampai mempengaruhi Keluarga Grev, aku tidak akan tinggal diam!!"



Ayah Kiluwa berteriak penuh amarah, lalu mengeluarkan ponselnya dan segera menelepon sebuah nomor.



.....



Sekitar setengah jam kemudian, Anna sudah naik kendaraan yang disiapkan oleh Frank dan tiba di Bandara Izuno.



Ketika dia hendak naik ke pesawat, presiden Asosiasi Medis sudah meneleponnya.

__ADS_1



Setelah melihat id penelepon, ekspresi wajah Anna langsung berubah, dia menghela nafas pasrah dan menjawab panggilan teleponnya.



“Presiden, halo, ada masalah apa?” Anna mencoba membuat nada suaranya lebih santai.



Namun, hanya ada keheningan di ujung telepon.



Sekitar sepuluh detik kemudian, terdengar sebuah teriakan keras.



"Wakil presiden Anna, aku butuh penjelasanmu secepatnya!!"



Suaranya sangat serak dan ada sebuah aura mendominasi yang tak tertandingi.



“Penjelasan untuk apa?” Jantung Anna sedikit berdebar, tapi nadanya masih pura-pura tidak mengerti.



"Wakil presiden Anna, tolong jangan perlakukan aku sebagai orang idiot, apakah kamu tahu betapa berharganya sekumpulan peralatan medis itu bagi kita? Itu sudah mendapat hak paten dari Grup Grev, berapa banyak negara berkembang yang bersaing dengan harga setinggi langit untuk mendapatkan sekumpulan peralatan medis tersebut? Apakah menurutmu peralatan medis itu dapat diukur dengan uang? Kamu salah, sekumpulan perangkat medis ini sangat berharga! Alasan mengapa Grup Grev bersedia memberikannya kepada kita adalah hanya agar bisa menjalin hubungan persahabatan dengan Asosiasi Medis kita, tapi kamu menghancurkan segalanya! Kamu sudah menghancurkan segalanya!"



Suara di seberang telepon terdengar sangat marah, setiap kata yang diucapkannya penuh dengan emosi.



"Presiden, maaf..." Anna tahu bahwa dia tidak bisa berpura-pura tidak tahu lagi, jadi dia hanya bisa membalasnya perlahan.



"Tidak perlu meminta maaf, karena semuanya yang sudah terjadi masih bisa ditebus, sekarang, Nona Anna, aku ingin kamu segera menelepon tuan Kiluwa, kamu harus meminta maaf kepadanya secara langsung dan memenuhi semua persyaratannya! Apa pun yang dia ingin kamu lakukan, kamu harus melakukan semuanya, apakah kamu mengerti? Hanya dengan cara ini kita mungkin bisa berdamai dengan Grup Grev, hanya dengan cara ini kita bisa mendapatkan sekumpulan peralatan medis itu!!!"



"Presiden, apakah kamu ingin..."



“Telepon kembali secepatnya dan minta maaf!” Presiden berteriak dengan keras.



Anna menegang, memegang ponselnya dan berdiri diam di tempatnya, dia tidak menjawab untuk waktu yang cukup lama.



Namun, setelah beberapa saat, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan suara serak.

__ADS_1



"Maaf...presiden, aku...tidak bisa melakukannya!"


__ADS_2