Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 138 Apakah Kamu Menyesal?


__ADS_3

Seiring dengan suara Tuan Mirz, suasana di tempat langsung menegang


Fluke terus mundur karena terkejut, menatap Tuan Mirz dengan mata membelalak dan kaget.


Sejenak kemudian, dia menggigil dan berteriak: "Brengsek! Mana mungkin kakakku mati. Menurutmu, dia itu siapa? Jangan omong kosong di sini!"


Fluke tidak percaya dan tidak dapat menerima hal ini...


"Fluke, bagaimana kamu ngomong dengan paman keduaku?" Si Rambut Biru berkata dengan marah.


Tuan Mirz mengangkat tangannya dan memberikan isyarat kepada Si Rambut Biru untuk tidak berbicara, kemudian menatap ke arah Fluke, menggertakkan gigi dan berkata: "Fluke, aku tanya kamu, apakah baru-baru ini kamu masih bisa hubungi Whizy?"


Nafas Fluke pun terengah-engah.


Hubungi?


Hubungi taik!


Jangankan Whizy, bahkan salah satu bawahan Whizy saja tidak bisa terhubung. Semua orang tiba-tiba menghilang, bahkan KTV Imago saja tidak buka.


Meskipun Fluke menyadari telah terjadi sesuatu, tetapi ketika memikirkan kekuatan Whizy di Kota Izuno, dia merasa lega.


Di Kota Izuno, tidak ada hal yang tidak dapat diurus oleh kakaknya. Jangan khawatir, tidak perlu khawatir tentang hal ini!


Fluke berusaha menenangkan dirinya sendiri. Namun detik berikutnya, Tuan Mirz menyampaikan


sebuah berita yang menakjubkan lagi.


"Tidak bisa hubungi sudah bisa jelaskan masalah ini. Fluke, singkirkan saja pemikiranmu itu, Zovac tiada lagi, Armint juga sudah bekerja dengan Ceo Bermoth, mengenai kakakmu Whizy, mungkin sudah terjadi apa-apa dan mati! Di seluruh kota Izuno, sudah tidak ada tokoh area terlarang! Aku sarankan kamu segera minta maaf dengan Ceo Bermoth. Jika tidak, resikonya kamu tanggung sendiri !". Tuan Mirz berkata dengan dingin.


Kata-kata ini bisa dikatakan telah mengejutkan semua orang.


Sepasang kaki Fluke langsung melemah dan duduk di atas lantai


Tiga tokoh area teralang di kota Izuno... semuanya tiada lagi?


Benarkah? Siapa yang percaya


Tetapi kata-kata itu diucapkan dari mulut Tuan Mirz!


Mungkinkah ungkapan dia... palsu?


Semua orang panik dan ketakutan.


Pada saat inilah, orang-orang mengetahui alasan mengapa tuan kedua dari keluarga Mirz begitu hormat dan takut pada Vincent Bermoth.


Ketika melihat Tuan Mirz menarik napas dalam-dalam, menarik Si Rambut Biru berjalan kemarin dan berdiri di depan Vincent.


"Kamu, berlututlah!" Tuan Mirz berkata dengan Si Rambut Biru.


"Paman Kedua, kamu.. kamu minta aku berlutut padanya?" Si Rambut Biru tampak terkejut.


Tuan Mirz mengulurkan tangannya, dan pria yang berada di sebelahnya itu mengambil sebatang besi dan menyerahkannya padanya.


Tanpa sepatah kata pun, Tuan Mirz langsung memukul lutut Si Rambut Biru.


Brak!


"Aaahhhh!"


Si Rambut Biru mengeluarkan suara kesakitan yang menusuk hati, seluruh tubuhnya langsung berguling di atas lantai sambil memeluk lututnya yang cedera, dan berteriak dengan keras.


Tuan Mirz sekali lagi mengambil batang besi dan memukul ke kaki Si Rambut Biru yang lainnya.


Brak!


Terdengar suara renyah lagi.


Si Rambut Biru langsung pingsan karena kesakitan yang dahsyat.

__ADS_1


"Tuan Kedua!"


Anggota keluarga Mirz yang berada di belakang sudah tidak tahan melihatnya.


Namun, Tuan Mirz mengabaikannya. Sebaliknya, dia menatap Vincent dan menundukkan kepala lalu berkata, "Ceo ... Ceo


Bermoth, gini... apakah kamu


puas?x


Vincent memperhatikan Si Rambut Biru yang pingsan dengan santai, dan menggelengkan kepala lagi


Tuan Mirz tidak berani mempertimbangkan dan mengetahui bahwa dirinya tidak boleh ragu-ragu lagi, kemudian dia mengambil batang besi dan memukul kedua tangan Si Rambut Biru lagi.


Brak!


Brak...


Terdengar suara yang mengejutkan.


Si Rambut Biru yang pingsan itu terbangun oleh rasa sakit kemudian pingsan lagi. Seluruh tubuhnya sudah tidak mirip seorang manusia lagi


"Direktur Bermoth... apa kamu... puas?" Tuan Mirz memegang batang besi sambil bergetar.


Jika Vincent masih belum puas, maka dia tidak tahu harus memukul daerah mana lagi. Kemungkinan, pukulan berikutnya akan membunuh Si Rambut Biru...


"Sudah."


Akhirnya, Vincent sudah berbicara.


Seiring dengan suara ini, Tuan Mirz menghembuskan napas dengan kuat. Dia memejamkan mata, dia membuat sebuah keputusan di dalam hati. Dia kemudian membungkuk dan langsung berlutut.


Semua orang yang berada di tempat itu tercengang.


"Ceo Bermoth, aku bersedia wakili keluarga Mirz untuk serahkan semua aset atas nama keluarga Mirz padamu,. Selain itu, kami sekeluarga juga bersedia pergi dari kota Izuno dalam waktu satu malam dan berjanji tidak akan kembali ke kota Izuno selamanya! Aku hanya berharap Tuan Bermoth bisa maafkan kebodohanku, ampuni keluarga Mirz! ".


Setelah mangatakan demikian, dia bersujud pada Vincent.


Pria Gemuk, wanita berambut pendek beserta sekolompok generasi kedua yang kaya itu tercegang.


Orang tersebut adalah Tuan Mirz loh!


Meskipun tidak dapat sebanding dengan tiga tokoh besar, tetapi dia juga merupakan tokoh terkenal di Kota Izuno! Namun, di depan Vincent, dia begitu rendah hati dan kasihan..


Sebenarnya, seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Ceo Bermoth ini?


Orang-orang berkeringat dingin, mereka bahkan tidak berani menarik napas.


Kali ini, Fluke juga menyadari apa yang dikatakan Tuan MirZ... mungkin benar ..


Vincent menepuk abu yang melekat di tubuhnya, kemudian menatap Tuan Mirz dengan santai: "Biasanya sembah leluhur di mana?"


"Aku... aku akan atur pindah kuburan." Kata Tuan Mirz dengan pelan.


"Tidak perlu." Vincent berkata: "Almahum itu paling


besar, sentuh tanah itu tidak baik. Setiap tahun, kalian keluarga Mirz boleh kembali ke Kota Izuno untuk sembayang leluhur. Selain itu, ambil setengah dari aset keluarga Mirz pergi, sisa setengah lainnya akan disumbangkan ke daerah pegunungan yang malang! Besok jam lima sore adalah batas waktu kalian, dan ini juga merupakan kesempatan terakhir kamu!"


Setelah mendengar ini, Tuan Mirz seperti menerima amnesti, dan terus bersujud dengan kegembiraan: "Terima kasih Ceo Bermoth, terima kasih Ceo Bermoth!"


Vincent mengangguk, kemudian melihat ke arah Fluke.


Fluke dan Pria Gemuk itu sangat ketakutan sehingga mereka terus mundur. Mereka sudah tidak bisa berdiri tegak lagi.


"Siapa masih pelajar? Maju satu langkah."


Orang-orang ini gemetaran, tidak mengetahui apa yang akan dilakukan Vincent, tetapi mereka tetap mengikuti perintahnya.


Vincent melirik Fluke beberapa kali, dan berkata : "Seluruh siswa segera lari seratus putaran mengikuti sepanjang jalan sungai, yang tidak selesai lari tidak boleh pergi. Tuan Mirz, sisanya kamu atur saja, jangan sampai bunuh siapa pun!"

__ADS_1


Setelah berbicara, dia langsung berjalan ke 918 miliknya, masuk ke dalam mobil dan menyalakannya, kemudian melaju pergi.


Ketika melihat kepergiaan Vincent, Tuan Mirz langsung tumbang ke lantai, napas terengah-engah.


"Tuan Kedua!"


Orang-orang yang berada di belakang itu buru-buru menopangnya untuk berdiri.


"Cepat, bawa brengsek ini ke rumah sakit untuk dirawat. Tidak perlu perawatan yang terlalu detail, sederhana saja, terus bawa ke luar provinsi!"


Tuan Mirz berkata dengan tergesa-gesa.


Tuan Kedua, apakah .. apakah kita benar-benar akan meninggalkan Kota Izuno?"


Seseorang bertanya dengan enggan.


"Tidak pergi, emangnya mau apa? Apakah kamu mau mati? Lakukan saja sesuai perintah Ceo Bermoth, segera sampaikan pada kepala keluarga, beri tahu pada kerabat, segera pindah dari kota Izuno... Oh ya, kamu tetap di sini awasi orang-orang ini, minta para siswa ini lari seratus putaran, siapapun yang berani malas langsung buang ke sungai! Mengenai orang-orang ini, patahkan satu kakinya!" Teriak Tuan Mirz ke arah Fluke dan yang lainnya.


"Apa?


"Jangan, jangan!"


"Tuan Mirz, apa yang kamu


lakukan?"


'Pembunuh!"


Generasi kedua yang kaya itu belum pernah melihat pertempuran seperti itu, satu per satu berteriak dengan dahsyat, dan berlari ke segala arah.


Namun, tidak ada gunanya. Mereka ditangkap oleh orang Keluarga Mirz dan kaki mereka patah satu per satu.


Mengenai sekumpulan orang-orang Fluke, mereka berlari dengan menderita. Seratus putaran, mungkin sampai fajar juga tidak akan selesai.


Tetapi, jika tidak lari akan berakhir seperti generasi kedua kaya yang dipatahkan sebelah kaki itu.


Ketika melihat penampilan orang-orang yang menderita itu, bagaimana Fluke mereka berani malas lagi?


Setelah menyelesaikan masalah keluarga Mirz, Vincent langsung mengemudi mobil pergi ke rumah sakit.


Tak lama kemudian, 918 memasuki gerbang rumah sakit. Vincent menemukan kamar tempat tinggal Celine berdasarkan nomor yang dikatakan Frank.


Terdapat seorang pria yang mengenakan baju hitam sedang duduk di kursi yang berada di luar kamar. Orang tersebut adalah orang yang diperintah oleh keluarga Gabrial untuk melindungi Celine.


Pada saat ini, kamar pasien tersebut keluar masuk orang yang datang menjengguk Celine, kebanyakan adalah orang kuliahan, guru dan juga siswa.


Selain itu, ditugaskan pula seorang konselor psikologis. Bagaimanapun, insiden Celine harus ditanggung oleh dirinya sendiri.


Pada dasarnya, dia memiliki penyakit, tapi tidak mau mendengar teguran orang. Setelah minum segelas alkohol akan mengakibatkan hal demikian, sehingga hal ini tidak bisa menyalahkan siapa pun.


Vincent berdiri dan dan menunggu di depan pintu.


Pada pukul 11, semua pengunjung berangsur-angsur pergi semua, dia baru memasuki kamar pasien.


Wajah Celine sangat kusam, dia berbaring di tempat tidur seperti orang mati, matanya memerah, wajahnya dipenuhi dengan air mata, dan badannya jauh lebih kurus, sama sekali tidak terlihat muda dan cantik seperti sebelumnya.


Dia menatap ke langit-langit dengan bengong.


Ketika Vincent datang, dia tidak bereaksi sama sekali. Tampaknya dia sudah tidak tertarik pada segala sesuatu yang berada di sekitar ..


Vincent duduk di samping tempat tidur, mengambil sebuah apel yang berada di meja samping tempat tidur, dan mengupasnya.


Saat ini, Celine sepertinya baru menyadari ada orang datang. Setelah melihat Vincent, pupil matanya menyusut dan berkata dengan suara yang serak: "Kenapa?


"Apakah kamu datang mau tertawakan aku?


"Iya."


Vincent menggigitnya apel yang sudah dikupas, dia berkata sambil mengunyah,

__ADS_1


"Ada apa? Celine, apakah kamu menyesal?"


__ADS_2