Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 88 Tontonan Publik


__ADS_3

Semua orang tercengang, secara bersamaan menatap ke arah sumber suara, lalu mereka menyadari orang yang sedang berbicara adalah Christo Avricon, putra tertua Tetua Avricon.


Christo memiliki hak bicara yang kuat di Keluarga Avricon, tidak hanya karena dia yang menjalankan sebagian besar bisnis keluarga, tapi juga karena dia memiliki koneksi hubungan yang rumit dan membingungkan di provinsi Hansami, Tapi dia selalu tidak menyukai keluarga Katrina ini, terutama Jackson, yang dilihat sebagai musuh.


Menurut rumornya, 20 tahun yang lalu Katrina awalnya dijodohkan untuk menjadi menantu sebuah keluarga besar. Begitu Katrina menikah ke sana, jalan Christo juga akan lebih mudah berkat hubungan pernikahan ini, asalkan pernikahan berhasil, kesuksesan Christo tidak akan jauh lagi, tapi karena Katrina yang keras kepala, dia kehilangan semua ini, jadi Christo dan keluarganya sangat memusuhi Katrina. Ditambah lagi istri dan anaknya kembali dengan tubuh penuh luka saat mereka pergi ke Kota Izuno. Christo menyalahkan hal ini pada keluarga Jackson, karena itu tatapan dia pada mereka semakin dingin.


"Oh, Christo, apa maksud ucapanmu? Apa kamu juga punya Lukisan Previous Month?" Tetua Avricon bertanya sambil mengernyit.


"Benar." Christo mengangguk, lalu dia mengibaskan tangannya.


Muncul dua sosok tubuh yang berjalan kemari dari pintu masuk. Itu adalah Yosua dan ibunya, Rinai, tapi Yosua saat ini didorong masuk di atas kursi roda. Anggota tubuhnya digips dan ada sebuah gulungan lukisan dalam pelukannya.


"Cucuku, ada apa denganmu?" Tetua panik, dengan segera bangkit dan bertanya dengan penuh perhatian.


"Kakek, aku baik-baik saja, akan pulih dengan istirahat selama beberapa waktu. Hari ini adalah ulang tahunmu, maafkan cucu tidak bisa memberi hormat dengan bersujud, ini adalah hadiah ulang tahun yang diberikan oleh kami sekeluarga, Lukisan Previous Month dari Gu Kaizhi, semoga kakek bisa abadi seperti bulan dan matahari, berumur panjang seperti gunung selatan yang kokoh serta selalu makmur seperti pohon cemara dan pinus." Yosua berkata sambil tersenyum, tapi suaranya sangat lemah, saat berbicara pun sedikit terengah-engah. Tetua sangat tidak tega.


"Pa, apa kamu tahu Yosua secara khusus pergi ke kota Izuno demi lukisan ini, jika bukan karena lukisan ini, Yosua tidak akan pergi ke Kota Izuno, juga tidak akan mengalami kecelakaan, tidak mengalami kecelakaan, maka tidak akan menjadi seperti sekarang ini." Rinai yang di belakang mulai menangis terisak-isak.


"Cucu berbakti ya."


"Satu keluarga ini sangat berbakti."


"Benar"


"Mengharukan sekali." Para tamu yang ada di sekitar menyeka air mata mereka. Tetua juga sangat terharu.


"Cucuku, untuk apa kamu berbuat seperti ini?"


"Asalkan kakek suka, yang Yosua lakukan ini bukan apa-apa." Yosua berkata sambil tersenyum.


Tetua menghela napas berat : "Cucuku, kamu sudah menderita..."


"Kakek, terimalah lukisan ini."


"Ah, baik.." Tetua Avricon menerima lukisan itu dengan sedikit gemetaran, tatapan matanya terlihat gembira.


Para tamu di sekitar tanpa sadar bertepuk tangan saat melihat adegan ini, bahkan ada beberapa orang yang bersorak. Adegan ini terlalu mengharukan, membuat orang meneteskan air mata.


Vincent sedikit tercengang. Ekspresi wajah Katrina dan Jane di belakang juga terlihat sangat pucat. Mereka sama sekali tidak menyangka masalah akan berubah menjadi seperti ini.


Dengan begini, sudah tidak penting lagi lukisan Yosua asli atau palsu, karena dalam pandangan Tetua, makna dari lukisan ini bukanlah asli atau palsu, tapi adalah bakti Yosua padanya.

__ADS_1


Saat ini yang merasa paling canggung adalah Jackson. Dia berdiri di tempat sambil memegang lukisan, menatap lukisan dengan wajah bengong, tidak tahu harus berbuat apa.


Tetap diberikan? Konyol sekali, apa lukisanmu ini bisa dibandingkan dengan milik orang lain? Tidak masalah jika itu adalah dua lukisan yang berbeda, tapi sekarang itu adalah dua lukisan yang sama persis, bagaimana memberikannya? Siapa Christo itu? Apa mungkin dia memberikan barang palsu? Dia memberikan barang asli, bahkan sampai mengalami kecelakaan. Betapa berharga dan tulusnya dia. Dan kamu hanya memberikan barang palsu.. Bukankah sedang menganggap Tetua sebagai lelucon? Jackson berdiri di tempat untuk sesaat, tidak tahu harus berbuat apa.


"Semuanya salahmu, untuk apa memberikan lukisan, lihat apa yang terjadi sekarang? Dari awal aku sudah bilang berikan beberapa ornamen giok saja!"


Katrina menatap Vincent sekilas dan segera membalikkan tubuhnya, lalu dia berbisik : "Jackson, cepat kembali, bawa ornamen giok ini ke sana, cepat."


"Baik." Jackson dengan tergesa-gesa ingin ke sana. Tapi saat itu, Rinai berteriak keras.


"Wah, adik ipar, mau ke mana? Kamu tidak berikan ucapan selamat ulang tahun untuk ayah kita?" Saat kata-kata itu terdengar, Jackson menghentikan langkah kakinya.


"Adik ipar, hari ini ayah ulang tahun, hari yang sangat bahagia, semua orang Keluarga Avricon harus datang memberi selamat dengan hati yang tulus, sebenarnya hadiah itu tidak penting, yang penting adalah ketulusan, jika kamu tidak punya uang, berikan ornamen kecil saja untuk ayah, apa maksudmu memberikan lukisan palsu pada ayah? Kamu kira ayah adalah orang yang suka menyimpan barang palsu? Jika hal ini tersebar, bukankah reputasi ayah akan hancur? Sebenarnya apa maksudmu?" Wajah Jackson langsung menjadi pucat saat mendengar itu.


"Memalukan!" Leo berseru.


"Jackson, ada apa denganmu?" Kuni bertanya.


"Kenapa Katrina menikah dengan orang tidak berguna ini?" Gale berkata dingin sambil menggelengkan kepala.


"Keterlaluan."


Jackson sangat tidak nyaman berdiri di tengah-tengah, dia sangat ingin memasukkan dirinya sendiri ke dalam lubang sekarang.


Sedangkan Katrina dan Jane, dari awal sudah sangat marah.


"Sudah sudah, jangan katakan lagi!" Tetua Avricon tidak sanggup melihat lagi.


Walau dia tidak menyukai Jackson menantunya ini, tapi bagaimanapun, putrinya sendiri sudah menikah dengannya, sudah termasuk orang Keluarga Avricon, saat ini ada banyak tamu yang berada di sini, dia tidak ingin membuat masalah untuk dijadikan lelucon oleh mereka.


"Pa.." Jackson menatapnya sekilas.


"Kamu pergi saja dulu." Tetua Avricon berkata datar.


"Baik.." Jackson menghela napas, pergi sambil membawa lukisan. Hadiah tidak jadi diberikan, tidak hanya memalukan, takutnya keluarga ini akan semakin tidak disukai lagi dalam hati Tetua kan? Benar-benar tidak bisa menutupi semua kerugian yang diterima..


Dan di saat Jackson akan berjalan kembali, tiba-tiba terdengar sebuah suara.


"Pa, untuk apa kamu kembali? Kamu belum berikan lukisan itu pada Tetua!" Semua orang tercengang ketika mendengarnya. Mereka semua melihat ke sumber suara, lalu menyadari jika Vincent yang berbicara.


"Vincent?" "Orang tidak berguna ini masih berani bicara?"

__ADS_1


"Sudah tahu palsu tapi masih ingin diberikan lagi? Apa ingin membuat Tetua malu?"


"Cih, keluarga ini menarik juga, Jackson tidak berguna, Vincent lebih tidak berguna! Jane dan Katrina pasti sangat kesulitan." Para tamu berkata rendah sambil tertawa.


"Vincent, apa yang kamu katakan? Masih merasa tidak cukup malu?"


"Kamu kira kakek akan menerima sebuah barang palsu di depan banyak orang seperti ini?" Voila dan Galac berkata dingin.


Sebenarnya kadang barang palsu yang bagus bahkan bisa lebih memiliki nilai untuk di simpan daripada barang asli, tapi bagaimanapun palsu tetaplah palsu, di depan banyak orang, walaupun barang palsu ini sangat sempurna, Tetua Avricon juga tidak bisa menerimanya, apalagi Karya Lukisan Previous Month dari Gu Kaizi, sangat sulit untuk ditiru, barang palsu yang adalah di pasaran saat ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan yang asli.


Hanya saja saat Voila baru menyelesaikan kata-katanya, Vincent malah menggelengkan kepala.


"Siapa yang memberitahumu ini barang palsu?"


"Apa?"


"Bukan barang palsu?" para tamu menjadi bergairah kembali.


"Konyol, jika ini bukan barang palsu, lantas adalah barang asli? Jadi maksudmu, lukisan yang diberikan oleh paman tertua adalah lukisan palsu?" Jerry, putra Kuni berkata meledek.


Semua orang juga tertawa. Orang seperti apa Christo itu, dia adalah andalan Keluarga Avricon, orang yang memiliki kedudukan di Provinsi Hansami, dan Jackson? Seorang pegawai negeri tingkat rendah, berjiwa miskin seumur hidup, tidak perlu ditebak lagi siapa di antara mereka berdua yang membawa barang asli.


"Vincent, jangan bicara lagi." Jackson panik.


Tetua dengan tidak mudah membuatnya tidak menanggung malu, tapi Vincent malah muncul untuk memancing lagi, apa Vincent ingin membuatnya mati?


"Pa, buka lukisanmu, biarkan semuanya lihat lukisanmu ini asli atau tidak!" Vincent berkata.


"Ini.."


"Masalah sudah jadi seperti ini, kamu masih ada pilihan lain?" Ekspresi wajah Jackson langsung pucat saat mendengar itu, akhirnya dia menghela napas panjang dan berkata : "Baiklah."


Lagipula dia sudah sangat dipermalukan hari ini, jadi dia hanya bisa menuruti kata-kata Vincent. Jackson lalu membuka gulungan lukisan, lalu membuka lukisan itu, memperlihatkannya pada semua orang. Semua orang menatap kesana. Tetua juga menyipitkan matanya untuk melihat.


Banyak orang yang pernah melihat Lukisan Previous Month, tapi lukisan ini memiliki sebuah pesona unik yang tidak bisa dijelaskan oleh siapapun. Setelah beberapa saat,


Tetua tiba-tiba menyadari sesuatu, dia segera bangkit berdiri, berjalan ke sana dan merampas Lukisan Previous Month itu.


"Ehm?"


Semua orang dalam ruangan sangat kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2