Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 720 Tagihan Setinggi Langit


__ADS_3

Brazi, yang sedang duduk di dalam mobil dan mencari Vincent di sepanjang jalan, dia masih belum bisa tenang, lalu telepon di sebelahnya bergetar.



" Paman Brazi, ini panggilan Keluarga Kayaraya." Asisten itu berbisik.



“Keluarga Kayaraya? Huh, aku barusaja akan menelepon mereka!” Paman Brazi mengambil teleponnya langsung menjawab panggilan tersebut.



“Goldi Kayaraya! Apakah kamu menelepon untuk membahas apa yang baru saja kulakukan?” Paman Brazi berkata dengan dingin.



" Paman Brazi, anak-anak masih tidak tahu apa yang mereka lakukan, kenapa kau harus marah seperti itu? Jika dia memang sudah menyinggungmu, kamu bisa memarahinya saja, kenapa sampai menamparnya di depan orang banyak? Jika dia memang tidak bisa bicara baik-baik denganmu, aku, Goldi Kayaraya, secara pribadi yang akan langsung bertemu denganmu, gimana? Keluarga kita telah beterman selama bertahun-tahun, tidak perlu sampai berakhir hanya karena masalah kecil kan! "Suara di telepon terdengar cukup serius, meskipun pihak lain juga tidak puas, tapi kalimat barusan hanya menambahkan api amarah lainnya.



"Bicara? Apa yang harus dibicarakan? Keluarga Kayaraya milikmu sudah menyebahkan masalah besar untukku kali ini, aku sudah cukup menghormatimu dengan tidak membunuh si bodoh Doni itu!" Teriak Paman Brazi.



Goldi segera mengerutkan keningnya, dia merasa ada sesuatu yang salah, oleh karena itu, dia segera merendahkan suaranya dan berkata " Paman Brazi, apa yang sudah terjadi?"



"Ada apa? Karena anak bodohmu itu, semua kontrakku dengan Grup Vallamor sekarang dibatalkan secara sepihak! Saat menandatangani kontrak tersebut, aku berinisiatif untuk meminta pihak lain agar bisa mengakhiri kontrak kapan saja, sekarang, tidak hanya semua proyekku dihentikan secara paksa, bahkan tidak ada kompensasi sepeser pun yang kudapat, kerugianku sudah sampai ratusan miliar! Ini semua berkat putramu yang luar biasa itu!!” Paman Brazi sangat marah.



“Apa?” Goldi tercengang.



Setelah menanyakan secara detail, tiba-tiba dia tersadar.



"Pemuda itu… siapa memangnya dia itu?"



"Andai saja aku juga tahu! Sekarang aku sedang mencari pemuda itu sepanjang perjalanan, tetapi aku tidak bisa menemukannya! Goldi, orang itu bisa membuat Frank untuk mengambil inisiatif agar mengakhiri kontrak dengan sangat mudah, dengan kata lain, orang itu pasti memiliki status yang sangat tinggi di Vallamor, astaga, putramu telah menyinggungnya! Keluarga Kayaraya milikmu itu cepat atau lambat pasti akan dalam masalah! Kamu harus memikirkan cara untuk menyelamatkan putra kamu yang berharga itu! Untuk masalah kita, aku akan mengurusnya perlahan-lahan dengan Keluarga Kayaraya milikmu!"



Paman Brazi mencaci kemudian menutup telepon.



Goldi di sisi lain hanya bisa menatap telepon dengan ekspresi serius dan tetap diam untuk waktu yang cukup lama.



Entah sudah berapa lama, dia kembali membuat panggilan.



Tutt...



“Ayah, ada apa? Apakah kamu sudah memarahi pria tua itu dengan baik?” Doni langsung bertanya.



“Kamu cepat segera pulang sekarang.” Goldi berkata dengan suara serak.



“Pulang? Ayah, apa yang sudah terjadi?” Doni bertanya dengan bingung.



"Sialan! Cepat! Pulang! Sekarang! Juga!" Goldi tiba-tiba berteriak dengan keras.



Suara ini benar-benar membuat Doni takut.


__ADS_1


Dia juga menyadari ada sesuatu yang salah, jadi dia harus segera mematuhi perintah ayahnya.



20 menit kemudian...



"Ayah!"



Doni berjalan ke ruangan Goldi dengan cemasr.



Goldi duduk di belakang meja dengan ekspresi muram, tatapan matanya dingin, dia menatap langsung ke Doni.



“Siapa tuan Bermoth yang kamu singgung hari ini?” Goldi bertanya dengan dingin.



“Dia hanya menantu rendahan yang tidak berguna, ada apa?” Doni berkata dengan hati-hati.



"Rendahan? Jika dia hanya seorang menantu tidak berguna, kenapa semua kontrak antara Paman Brazi dan Grup Vallamor dibatalkan?" Tanya Goldi.



"Apa?" Doni terkejut dan hanya bisa berdiri diam di tempatnya, setelah beberapa saat, dia tersadar dan dengan cepat berkata: "Ayah, apakah kamu tidak salah? Vincent adalah menantu yang tidak berguna, kamu bisa periksa sendiri dengan pergi ke Izuno untuk mencari tahu, siapa yang tidak tahu bahwa pria itu adalah menantu rendahan yang tidak beguna, bagaimana orang seperti itu bisa terlibat dengan Grup Vallamor?"



"Aku tidak terlalu peduli, yang harus kamu lakukan sekarang adalah segera temui orang yang bermarga Bermoth itu dan segera minta maaf padanya, jika kamu tidak mendapatkan pengampunan darinya, jangan berani untuk pulang! Kuberitahu padamu, keluarga kita tidak boleh cari masalah dengan Grup Vallamor, jika kita jadi target dari Grup Vallamor, semua Keluarga Kayaraya bisa dipermainkan dengan mudah olehnya!" Teriak Goldi.



"Hahh? Ini… ayah, apakah kamu ingin mempermalukanku? Ayah ingin aku minta maaf pada seorang menantu rendahan yang tidak berguna? Jika ini tersebar luas, bukankah anakmu ini hanya akan jadi bahan tertawaan orang banyak?" Doni sudah ingin menangis dan berkata.



“Anak sialan!” Goldi mengutuk.




“Anak durhaka!” Goldi menamparnya karena kesal.



Plakk!



Bekas telapak tangan merah cerah segera terlihat di wajah Doni, dia langsung merasa sedikit pusing.



"Jika dia memang seorang menantu rendahan tidak berguna, apa mungkin kontrak Paman Brazi dibatalkan begitu saja dengan mudah? Sudah berapa kali kuberitahu padamu! Jangan meremehkan orang lain! Orang yang benar-benar berkuasa adalah orang yang rendah hati!"



"Ayah..."



“Cepat segera keluar dari sini dan segera temukan orang yang bermarga Bermoth itu lalu minta maaf padanya!” Teriak Goldi.



Doni hanya bisa patuh dan segera keluar.



Vincent sudah tiba di hotel daritadi.



Jane juga telah kembali dan mengemasi barang-barangnya di kamar.

__ADS_1



Ekspresinya cukup terlihat aneh, terlihat jelas ada yang salah dari tatapan matanya.



"Jane, ada apa? Kenapa kamu terlihat tidak senang begitu? "Vincent akhirnya bertanya.



"Aku tahu bahwa Minos memang bukan orang yang baik, ketika membahas proyek kerjasama hari ini, dia mengelak dengan segala cara dan menolak untuk menandatangani kontrak dengan perusahaanku! Dia juga membuat syarat yang tidak masuk akal padaku, aku langsung marah dan segera kembali kesini!" Jane menceritakan apa yang sudah terjadi.



Vincent tersenyum: "Orang bodoh juga tahu bahwa dia tertarik padamu, jadi dia sengaja menggunakan proyek ini untuk bisa mendapatkanmu, jika kamu bersikap seperti itu, bagaimana dia akan bekerja sama denganmu?"



"Ini sudah kelewatan! Apakah kamu pikir aku terlalu mudah untuk ditindas? Jika memang tidak mau tanda tangan ya sudah, memangnya tanpa proyek ini perusahaanku tidak bisa bertahan? Ayo kita segera kembali ke Izuno!" Jane berkata dengan kesal.



"Oke!"



Vincent mengangguk, dia berjalan keluar dari hotel bersama Jane.



Tiba-tiba, seorang pelayan menghentikan mereka berdua.



“Kalian berdua mau kemana?” Pelayan itu bertanya sambil tersenyum.



“Tentu saja mau check out!” Jane menatapnya bingung.



“Oh, untuk kalian, jika ingin check out, kalian harus melunasi tagihan dulu di meja resepsionis.” Pelayan itu tersenyum.



“Melunasi tagihan? Bukankah Minos sudah membayarnya?” Jane tercengang.



"Kalau begitu silahkan telepon dulu Tuan Kudos agar dia bisa bicara dengan manajer kami sebelum kamu keluar."



“Tidak usah, aku akan bayar sendiri!” Jane terdengar serius.



Bagaimana mungkin dia akan menelepon Minos? Bukankah itu sama saja seperti menyerahkan diri sendiri?



"Oke, silahkan lewat sini!"



Pelayan itu membawa Jane ke meja resepsionis.



Staf di depan meja resepsionis segera menanganinya.



Setelah beberapa saat, tagihan dikeluarkan di depan Jane.



"Halo, kamu sudah menghabiskan total 7.438.400.000, karena kamu adalah pelanggan baru, hotel kami memiliki penawaran diskon, kamu hanya perlu membayar 7,4 saja, terima kasih karena sudah memilih hotel kami!" Staf itu tersenyum.



"Apa?"

__ADS_1



Jane seperti sudah terkena sambaran petir...


__ADS_2