Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 682 Apa Kamu Bisa Menyembuhkannya ?


__ADS_3

"Guru!"



Anna menatap Vincent dengan gembira, terlihat sangat bersemangat.



Saat ini, Vincent memakai jas putih dan berpakaian cukup formal, di atas meja di depannya ada alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengobatan tradisional, seperti jarum perak, alkohol, alat bekam dan sebagainya.



“Yang mana Putri Margaret? Bawa dia ke sini.” Vincent tersenyum pada Anna dan mengangguk, menoleh ke Raja Harald yang ada di depannya juga.



"Pengobatan tradisional?"



Raja Harald terkejut.



Para pengawal saling menatap satu sama lain.



"Apakah ada masalah?" Vincent bertanya sambil tersenyum.



“Nona, kamu hanya membuang-buang waktu kami, kamu sepertinya sudah main-main tentang nyawa Putri Margaret! Apakah kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan?” Pengawal wanita itu berteriak pada Anna dengan sangat marah.



"Tina, jangan kehilangan etikamu sebagai pengawal kerajaan." Kata Raja Harald dengan suara serak.



Setelah mendengar suara itu, pengawal wanita itu menahan emosinya dan berhenti berbicara.



"Nona, kami sangat mempercayaimu, bahkan putriku juga sangat mempercayaimu, tetapi aku tidak berharap kamu hanya akan membawa kami untuk mencari bantuan dari pengobatan gaib tradisional ini! Ini sangat konyol, kuharap tidak akan terjadi apa-apa pada putriku, jika ada sesuatu terjadi padanya, kamu yang akan bertanggung jawab penuh dari masalah ini!"



Raja Harald berkata dengan dingin, dia akan segera pergi bersama Putri Margaret.



“Yang Mulia, dengarkan penjelasanku dulu!” Anna sangat cemas dan ingin menghentikannya.



Tapi pihak lain tidak peduli sama sekali.



Sampai pada akhirnya, terdengar aksen inggris yang sangat murni.



"Tunggu!"



Langkah Raja Harald terhenti, menatap kearah asal suara dengan dingin.



"Yang Mulia, kamu sudah sampai di sini, kenapa tidak mencobanya terlebih dulu? Terlebih lagi, situasi tuan putri Yang Mulia cukup parah, dengan situasinya saat ini, bahkan jika kamu membawanya ke Asosiasi Medis untuk meminta bantuan, pasti sudah akan terlambat! Jika kamu memang ingin putrimu sembuh, tolong turunkan dia." Vincent tersenyum.


__ADS_1


Ekspresi Raja berubah seketika mendengar kata-kata Vincent, dia tidak bisa berbuat apa-apa dan juga pergi kemana-mana.



"Yang Mulia." Pengawal di sebelahnya ragu-ragu dan berkata.



Sang Raja menarik napas dalam-dalam dan berkata dengan suara yang berat: "Kamu segera panggil Presiden Tinson dan memintanya untuk bergegas ke tempat ini dan memintanya untuk membawa peralatan canggih untuk merawat Tuan Putri."



"Yang Mulia, apakah kamu berencana untuk membiarkan dia memeriksa dan merawat sang putri?" Tanya pengawal wanita itu.



"Tina, aku tidak punya pilihan lain, ini adalah takdir dari yang mahakuasa..."



Raja melirik putrinya, rasa sakit yang terlihat di wajahnya sangat jelas, dia segera berjalan dengan cepat menuju Vincent.



Ketika Anna melihat ini, dia sangat gembira.



"Anna, cepat sini dan bantu aku, sterilkan jarum peraknya dulu!"



"Siap guru!"



Anna berlari dengan penuh semangat dan mulai bekerja.




“Apakah tidak ada tempat bagi putriku untuk berbaring?” Raja berkata dengan cemberut ketika dia berjalan ke meja dengan gadis kecil di pelukannya.



“Maaf untuk situasinya sekarang ini masih belum bisa, jika dia bisa duduk, tolong biarkan dia duduk di kursi.” Vincent tersenyum.



"Konyol! Sangat tidak bisa dipercaya! Putriku tidak bisa duduk dengan benar!"



"Kalau begitu, kamu bantu memeganginya!"



"Oh my ..." Sang Raja mengeluh, tetapi dia tetap melakukannya.



Vincent mengangkat pergelangan tangan sang putri dan meletakkannya di atas bantalan kapas empuk untuk memeriksa denyut nadinya.



Setelah beberapa saat, Vincent membuka matanya.



"Aliran darah utamanya tersumbat, otot-ototnya sudah terkena atrofi, sarafnya tidak beraturan, ada kerusakan yang cukup besar dibagian sarafnya, semua ini adalah penyakit bawaan dari lahir ..."



"Dokter di seluruh dunia telah memberitahuku hal-hal ini berkali-kali, aku hanya ingin membuat putriku merasa lebih baik, aku tidak ingin melihatnya menderita lagi, tolong cepat sembuhkan dia agar bisa merasa lebih baik, oke?" Kata Raja Harald.

__ADS_1



"Sangat mudah untuk membuatnya agar merasa jadi lebih baik."



Vincent mengulurkan tangannya dan menekannya ke telapak tangan sang putri, lalu perlahan menggosoknya.



"Apa yang sedang kamu lakukan?" Raja Harald bertanya dengan gugup.



Ketika kalimat itu terucap.



"Um..." Putri Margaret mengeluarkan erangan yang sedikit menyakitkan, lalu menghela napas cukup berat.



Raja terkejut dan buru-buru bertanya: "Sayang, bagaimana perasaanmu?"



"Ayah, aku merasa lebih baik..." Sang putri perlahan membuka matanya dan membuat suara pelan.



“Benarkah? Hebat!” Raja Harald sangat gembira.



Pengawal di belakang terlihat sangat luar biasa, matanya melebar seolah baru saja melihat keajaiban.



Mungkin mereka tidak pernah memikirkannya, 'dukun' dari pengobatan tradisional ini hanya menggosok tangannya, tapi tuan putri sudah langsung membaik...



Anna di sebelahnya juga menghela nafas lega.



"Sel-sel saraf di seluruh tubuhnya perlahan-lahan menumpuk dan ditekan oleh zat seperti racun, jumlah racun yang dihasilkan sangat kecil, seiring waktu, racun tersebuh terus bertambah, yang akan menyebabkan kerusakan yang sangat serius pada saraf di seluruh tubuh, gejala ini sangat mirip dengan penyakit ‘akromegali’, tetapi yang satu ini bisa lebih serius daripada penyakit ‘akromegali’, jika terus menunggu maka jumlah racun di dalam tubuh akan terus bertambah, maka Yang Mulia Tuan Putri tidak akan bisa bicara atau berjala lagi, kalau sudah seperti itu, takutnya dia tidak akan bisa bernafas lagi, dia akan mati dengan menyedihkan!"



"Sialan!" Raja Harald memaki, mengepalkan tinjunya erat-erat, lalu memeluk Putri Margaret dengan erat dan berbisik dengan suara serak: "Sayang, jangan khawatir, ayah akan membantumu menemukan dokter yang bisa menyembuhkanmu, jangan khawatir, aku tidak akan menyerah, Tuhan akan selalu berada disisimu..."



Vincent sedikit bingung ketika mendengar kalimatnya.



"Apakah kamu masih ingin mencari dokter lain untuk merawatnya? Mengapa kamu tidak mau memakaiku?"



Ketika Raja Harald mendengarnya, dia langsung terkejut seperti terkena sambaran petir.



Dia menoleh ke belakang dan menatap Vincent dengan tatapan terkejut.



"Kamu ... apakah kamu bisa menyembuhkannya?"



"Bukannya aku sudah bilang bahwa aku tidak bisa menyembuhkannya?"

__ADS_1


__ADS_2