
"Dokter Jenius Bermoth?"
Mendengar tiga kata ini, orang tua itu langsung gemetar.
" Dokter Reti ! Terima kasih atas kerja kerasmu, maaf, orang tua ini mungkin tidak mengerti resep yang sedang kubuat, ini bukan masalah besar." Vincent menoleh dan tersenyum.
“Bagus kalau begitu, kukira ada masalah yang terjadi, Paman Troy, kamu sudah salah paham, pemuda ini bukan seseorang yang baru saja paham obat tradisional, dia adalah seorang dokter terkenal, Dokter Jenius Bermoth!” Kata Dokter Reti sambil tersenyum.
“Apa … dia adalah Dokter Jenius Bermoth yang masih muda itu?” Orang tua itu seperti baru saja tersambar petir.
“Keterampilan medis kita mungkin tidak akan sebanding dengannya! " Dokter Reti menepuk bahu Paman Troy dan berjalan pergi.
Ekspresi orang tua itu berubah dan menjadi sangat rumit.
"Nak, berani sekali kamu menggodaku?"
Dia merasa sedikit malu, tetapi dia tetap mencondongkan tubuhnya ke depan dan berkata pada Vincent.
"Pak Tua, aku tidak melakukan apa-apa." Vincent berteriak tanpa salah.
"Hmph, karena kamu adalah Dokter Jenius Bermoth yang terkenal, yah, akan kulihat, racikan hebat seperti apa yang akan kamu buat!" Kata orang tua itu dengan dingin.
Meskipun dia sudah tua dan terus berada di apotek ini sepanjang hari, dia juga langsung terkejut ketika mendengar kata ‘Dokter Jeniu Bermoth’.
Karena orang ini bisa menyembuhkan Stroke Otak dan Rinitis, pasti ada sesuatu yang luar biasa pada dirinya.
Hanya saja cara meracik obat seperti ini yang belum pernah dia dengar! Hari ini, bisa dibilang pertama kalinya dia melihatnya!
Mata orang tua terlihat bersinar.
Dia melihat Vincent memegang kipas kecil, dengan lembut mengipasi kompor untuk merebus dan meracik obatnya.
Pengaturan suhu panasnya sangat luar biasa.
Dia melihat nyala api itu seperti sebuah roh, menari di bawah botol racikan obat, bergoyang kesana kemari, tiba-tiba juga mekar seperti bunga, terkadang sepenuhnya berkumpul di tengah, sangat ajaib.
Orang tua itu benar-benar tidak bisa berkata-kata.
Saat ini, dia merasa bahwa Vincent tidak sedang mengipasi api.
Tapi… dia sedang mengendalikan api dengan tangannya!
Sekitar setengah jam kemudian, Vincent dengan hati-hati mengeluarkan selembar kain putih yang terbungkus dalam saku jaketnya, dia mengeluarkan sepotong tumbuh-tumbuhan yang terlihat berwarna biru dari dalamnya.
__ADS_1
“Ini?” Ora tua itu tercengang.
Dia belum pernah melihat hal yang sangat luar biasa seperti ini.
"Ini adalah tanaman herbal bernama Flimty Herb."
Vincent menjelaskan lalu memasukkannya ke dalam panci dan terus merebusnya.
Tetapi tidak lama setelah Flimty Herb dimasukkan ke dalam panci, aroma yang menyengat dari obat-obatan tradisional segera menjadi harum, aroma itu memenuhi seluruh apotek.
Orang tua itu sedikit merasa mabuk.
Setelah satu jam kemudian, Vincent mengambil panci obat tersebut, menuangkannya ke dalam mangkuk, menutupnya lalu pergi.
Semua langkah yang diambilnya tanpa ada kesalahan sedikitpun...
Orang tua itu akhirnya bereaksi.
"Dokter… Dokter Jenius Bermoth!" Teriaknya.
“Ada apa lagi pak tua?” Vincent langsung bertanya.
“Cara merebus dan meracik obatmu barusan … bagaimana caranya?” Orang tua itu ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya bertanya.
Orang tua itu berdiri dengan tatapan kosong di apotek, melihat ke arah yang ditinggalkan Vincent.
Setelah waktu yang lama, dia menghela nafas lega dan duduk di kursi sambil mengayunkan kipas angin.
"Hal-hal yang sudah ditinggalkan leluhur tidak bisa hilang … tidak akan pernah hilang..."
....
Setelah menuangkan ramuan Nycta, Vincent memberinya beberapa suntikan lagi.
Benar saja, tanaman herbal Flimty Herb langsung bekerja, wajah kecil Nycta segera memerah, sekarang dia terlihat lebih baik lagi.
"Terima kasih, kakak" Kata Nycta lemah.
"Kamu istirahat yang cukup, dengan adanya Flimty Herb, lukamu akan segera pulih, kemudian kamu bisa terus berlatih seni bela diri." Kata Vincent lembut.
Mata Nycta memerah, air mata langsung mengalir ke pipinya.
"Kakak, aku sangat beruntung bisa memilikimu, tanpamu, aku benar-benar tidak tahu bagaimana keluargaku akan melewati masa yang sulit ini." Dia memeluk Vincent dengan erat dan tidak ingin melepaskannya untuk beberap saat.
__ADS_1
“Gadis bodoh, aku adalah kakakmu, ibumu adalah ibu angkatku, kita adalah keluarga, kalau bukan aku yang membantumu, terus siapa lagi?” Vincent menggaruk hidungnya dan tersenyum.
Nycta tersenyum manis.
Saat ini, dia tiba-tiba merasa bahwa tidak peduli berapa banyak kesalahan dan luka yang dia derita, itu sepadan.
"Kakak, waktunya makan malam!"
Pintu terbuka, ada Elena berjalan ke kamar pasien membawa kotak makan siang.
Dia tidak terlalu sehat, wajahnya yang kecil sedikit pucat, matanya juga terlihat merah, seolah-olah dia baru saja menangis.
Melihat Vincent di kamar pasien, Elena terkejut.
Untuk menghindari masalah, Vincent sudah menyamar, bukan sebagai Dokter Jenius Bermoth.
Lagi pula, ada terlalu banyak orang di rumah sakit yang mengenal Dokter Jenius Bermoth, selain itu, dekan rumah sakit juga mencarinya.
“Kenapa kamu di sini?” Elena bertanya.
"Aku datang untuk menjenguk Nycta." Kata Vincent.
"Hah, aku tidak melihatmu ketika sesuatu terjadi di keluaga kami, ketika masalah sudah diselesaikan oleh Dokter Jenius Bermoth, sekarang kamu datang lagi? Kamu itu sudah seperti seorang pengecut! Apa gunanya ibuku punya dirimu sebagai anak angkatnya!" Elena berkata dengan sinis.
“Elena, jaga omonganmu!” Ekspresi Nycta berubah dan langsung berteriak.
"Kakak, apa yang kukatan itu adalah faktanya, jika bukan karena Dokter Jenius Bermoth, keluarga kita pasti sudah tamat … kakak, kapan kamu akan mengatur agar Dokter Jenius Bermoth bisa bertemu denganku? Aku sudah terus bermimpi untuk bicara dengannya sambil bertatap muka..." Elena berlari dan memohon sambil memegang tangan Nycta.
“Jangan terlalu berharap, Dokter Jenius Bermoth itu sangat sibuk!” Kata Nycta.
“Kakak, apakah kamu takut aku akan merebut Dokter Jenius Bermoth?” Kata Elena marah.
“Kamu ini … bagaimana mungkin? Apa yang kamu pikirkan seharian di kepala kecilmu itu?” Nycta tidak tahu harus merespon seperti apa.
“Hmph, kalau begitu katakan padaku dengan jujur, dimana Dokter Jenius Bermoth sekarang?” Elena langsung bertanya, setelah itu melanjutkan lagi “Kakak, kamu tidak pernah berbohong padaku selama ini, kamu juga tidak akan pernah bisa membohongiku! Kamu katakan padaku dengan jujur! Di mana Dokter Jenius Bermoth sekarang?"
Mendengar kalimat tersebut, Nycta melirik Vincent, terdiam sejenak, lalu berkata dengan tenang: "Oke, kalau begitu aku akan memberitahumu, sebenarnya … Dokter Jenius Bermoth ada di kamar ini?"
"Di kamar ini?"
Elena melihat ke kiri dan ke kanan, tetapi hanya ada tiga orang di dalam kamar pasien ini.
Dia melihat Vincent dengan sedikit terkejut, lalu bertanya: "Kakak, itu tidak mungkin..."
__ADS_1
"Kamu menebaknya dengan benar, bukankah kamu memintaku agar tidak bohong padamu? Lalu dengan jujur aku akan memberitahumu bahwa Vincent adalah Dokter Jenius Bermoth!" Kata Nycta.