Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 620 Siapa Pria Ini?


__ADS_3

Di atas kapal, Vincent berdiri diatas dek kapal, melihat jauh ke laut di depannya.



Nycta datang, melihat Vincent dari belakang, menggigit bibir bawahnya dan melangkah maju.



"Kakak … kakak..." Kata Nycta perlahan.



Dia adalah putri ketiga Elva Lavore, masih ada dua kakak laki-lakinya lagi di atasnya, Kharim Lavore dan Khasir Lavore, namun, bahkan di hadapan keduanya, Nycta tidak pernah memanggil kakak, tetapi di depan Vincent, dia tidak bisa menahan diri untuk memakai kata ini.



“Ada apa?” Vincent sepertinya langsung tersadar dari pikirannya, dia bertanya sambil tersenyum.



"Oh, ini tentang masalah Blood Soul..." Nycta berbisik: "Kakak, kamu memiliki begitu banyak Blood Soul, kenapa … kamu ingin menunjukkannya kepada semua orang, jika kamu mengungkapkan rahasia ini, kamu tidak takut … dengan begitu banyak Blood Soul akan menarik perhatian orang lain yang menginginkannya, bukankah itu akan menimbulkan masalah?"



Sepertinya Nycta telah mengkhawatirkan masalah ini.



Memang betul.



Delapan belas tetes Blood Soul… itu terlalu menakutkan!



Mungkin tidak akan ada yang akan percaya berita ini jika sudah tersebar..



"Masalah?"



Vincent tertawa.



"Aku memang takut kalau akan jadi masalah, tetapi ketika masalah sudah datang, jelas aku harus menghadapinya, karena aku telah memberi tahu orang-orang di Pulau Overwatch tentang jumlah Blood Soul milikku, maka aku tidak akan takut akan hal itu, tentu saja, aku juga punya tujuanku sendiri, aku ingin menghentikan Pulau Overwatch, agar mereka tidak menggangguku lagi! Adapun mereka yang memang menginginkan Blood Soul … aku ingin lihat orang seperti apa yang bisa tahan godaan dari 18 tetes Blood Soul itu !"



Nycta langsung terkejut ketika mendengar ini.



Ya...18 tetes Blood Soul...tingkatan level seperti apa yang bisa dicapai?



“Kakak, dari mana kamu mendapatkan Blood Soul ini …?” Nycta bertanya lagi.



Ini adalah pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan.



"Kenapa? Apakah kamu menginginkannya?" Vincent bertanya sambil tersenyum.



Nycta buru-buru menggelengkan kepalanya: "Kakak, kamu sangat berbakat, jika kamu memiliki Blood Soul untuk membantumu, itu sama saja seperti memberi harimau ganas sepasang sayap, aku tidak layak, mengambil Blood Soul hanya akan jadi percuma, jadi lupakan saja."



"Asal usul Blood Soul ini semuanya hanya kebetulan, jangan khawatir, aku akan memberikanmu Blood Soul nanti, tetapi untuk sekarang, aku sangat membutuhkan 20 tetes Blood Soul! Aku belum bisa memberikannya kepadamu. "Vincent tersenyum kecil.


__ADS_1


"Kakak ingin mencapai Soulcalibur ?"



"Ya… dan itu harus dicapai sesegera mungkin!"



"Apakah waktunya sudah mepet?"



"Heem."



"Kapan?"



"Sebelum konferensi." Kata Vincent dengan tenang.



Tubuh mungil Nycta bergetar tiba-tiba, menatapnya dengan heran dan menjadi sangat bersemangat.



"Kakak, apakah kamu ingin mewakili Keluarga Lavore kami di konferensi nanti? Bagus, kalau memang begitu, Keluarga Lavore-ku akan menjadi bintang besar di konferesi kali ini!"



“Aku tidak akan mewakili siapa pun, aku hanya mewakili diriku sendiri.” Vincent menggelengkan kepalanya, ada sebuah tatapan dingin terlintas dimatanya.



Kapal berlayar cukup lama dan akhirnya tiba di pelabuhan, saat ini, Frank sudah mengatur seseorang untuk menjemput Vincent di pelabuhan.



Setelah masalah Nycta diselesaikan, Vincent meminta seseorang di pulau untuk menelepon Frank sehingga dia tidak perlu datang untuk meminta bantuan, jadi Frank sudah menunggu di sini.




"Hmm."



Vincent mengangguk: "Segera siapkan sebuah pesawat privat, panggil juga beberapa pengawal untuk mengantar adik perempuanku kembali ke Keluarga Lavore!"



"Adik perempuan?"



"Itu putri ibu angkatku, Elva Lavore." Vincent menjelaskan.



Mendengar penjelasannya, Frank langsung mengerti, dia segera menoleh dan berkata: "Cepat segera siapkan sebuah pesawat privat."



“Siap Direktur Saul!” Pengawal di sebelahnya langsung mengangguk.



“Kakak, maukah kamu kembali ke Kota Azuka bersamaku?” Nycta bertanya dengan cepat.



"Aku masih punya banyak urusan untuk ditangani di Izuno, jadi aku tidak akan bisa pulang ke Azuka untuk saat ini, Nycta, mengenai identitasku, kuharap kamu bisa melakukan yang terbaik untuk tetap menyembunyikannya, saat ini, bahkan ibuku sendiri tidak tahu identitasku ini, kamu tahu maksudnya kan?"



Nycta tercengang: "Kakak, kamu sangat hebat dan berkuasa, kenapa kamu tidak memberitahu mereka?"

__ADS_1



"Sebelum konferensi, aku masih punya banyak hal yang harus dilakukan dan banyak pekerjaan yang harus disebarkan, jika banyak orang mengetahui identitasku, itu akan sangat merepotkanku dan semua rencanaku akan terganggu."



“Aku mengerti, jangan khawatir, kakak, aku akan menutup mulutku rapat-rapat.” Nycta mengangguk.



“Bagus, cepat pulang sana, aku akan datang ke Azuka untuk menemuimu kalau punya waktu luang.” Vincent mengusap kepala kecil Nycta dan berkata sambil tersenyum.



Wajah Nycta tersipu malu, melihat wajah tampan Vincent, jantungnya langsung berdebar cepat.



Frank secara pribadi mengantar Nycta kembali ke Azuka, sementara Vincent melanjutkan rencananya, dia dengan santai memanggil pengawal untuk mengatarnya kembali ke Lavistha International.



Malam pun tiba.



Saat ini sudah saatnya untuk makan malam.



Aku belum melihat Jane selama beberapa hari, aku jadi sedikit merindukannya.



Jane mengirim beberapa pesan, semuanya menanyakan ke mana Vincent pergi, Vincent masih tetap terlihat santai.



"Sudah waktunya untuk kembali."



Vincent larut dalam pikirannya, dia melangkah keluar dari lift dan berjalan menuju rumah Jane.



Tapi saat dia mendekati rumah Jane, suara pria yang agak berat terdengar dari dalam rumah.



"Jane, makan malam sudah siap, cepat sini cicipi masakanku!"



“Oke.” Tawa Jane terdengar bersamanya.



Vincent terkejut dan berjalan semakin cepat.



Terlihat seorang pria asing berdiri di samping meja makan dengan membawa semangkuk sup.



Jane, Katrina dan Jackson semuanya sudah duduk mengelilingi meja.



Gambaran hangat ini seperti keluarga berisikan empat orang yang harmonis.



"Vincent? Kamu … kamu sudah pulang?" Jane melihat orang di pintu dan terkejut.



“Siapa pria ini?” Vincent sedikit mengernyit.

__ADS_1


__ADS_2