
Menghadapi cacian juga makian bagaikan ketumpahan air seperti ini, Vincent terlihat begitu tenang.
Dai Anmei menggertakkan rahangnya dengan tatapan penuh dengan kebencian.
Dia tidak bisa memaafkan orang-orang yang telah menghina Kak Bermoth-nya. Tidak perduli apapun yang dia lakukan.
Apa lagi orang-orang ini sedang memutar balikkan fakta!
Terutama gadis ini, yang berdiri disini semua dokter, ada beberapa yang namanya tidak terkenal, apakah mereka tidak bisa melihat gadis ini sudah sembuh dari flu paru-parunya atau belum?
Namun semua orang tahu, gadis ini melakukan ini untuk menjaga harga diri Mako, dan yang paling penting adalah untuk menjaga harga diri Sekolah Kaisen!
Karena... Mako adalah orang Sekolah Kaisen.
Sehingga pada saat ini tidak ada satu orang pun yang bersedia mengakui kemenangan Vincent
Dan Vincent tentu saja paham akan hal ini.
Namun penyebab dia bersikeras untuk bertanding dengan Mako, pertama karena ingin mengetahui trik Sekolah Kaisen, kedua untuk menguji bagaimana sifat organisasi yang dibangun oleh Sekolah Kaisen ini.
Dan sekarang hanya bisa disimpulkan dengan empat kata. Hanya nama kosong belaka!
“Aku ingin bertemu dengan rektor kalian.” Ucap Vincent dengan datar.
“Kamu tidak layak!” Mako tersenyum dengan dingin.
“oh iya?” tatapan Vincent begitu dingin.
“kamu masih tidak mau berlutut?” beberapa penjilat disamping Philip menghampiri sambil berteriak, lalu melayangkan pukulan kearah kepala Vincent.
Namun detik berikutnya, sebuah tangan mencengkram erat pukulan itu, lalu membalas dengan tenaga yang kuat.
Krekkk!
Terdengar suara retakan tulang yang renyah.
“Aaaa!”
Orang itu mengerang kesakitan, kepalan tangannya sampai berubah bentuk.
“Hah?”
“Apa yang kamu lakukan?”
“Memukul orang! Membunuh orang!”
Orang disekitar langsung heboh dan berteriak dengan kencang.
“Penjaga, penjaga, cepat panggil penjaga, cepat tangkap orang ini!” Wanita itu juga berteriak dengan kencang.
“Kamu berani kurang ajar di Sekolah Kaisen bagus! Bagus sekali! Sekolah Kaisen berdiri sekian tahun, masih belum ada orang yang berani berbuat onar, kamu adalah yang pertama, aku tidak perduli siapa kamu, mampus kamu!” Mako begitu kesal, lalu memaki Vincent dengan penuh amarah.
Vincent tidak bicara, hanya melangkah dengan langkah cepat kearah wanita itu.
“Kamu mau apa?” Wanita itu merinding dan segera melangkah mundur.
“Pergi kamu!”
Pria gemuk yang tadi maju kedepan ingin menahan Vincent. Namun Vincent sudah langsung menamparnya.
Plakk!
Cap tangan merah terukir diwajahnya dengan jelas, kepalanya langsung pusing dan pandangannya kabur, setelah berputar dua kali dia langsung terduduk di lantai.
Semua orang sekali lagi dibuat terkejut.
Pada saat ini tidak ada yang berani maju mengganggu Vincent lagi.
Vincent langsung maju mencengkram lengan wanita itu lalu menyibak lengan bajunya. Lengannya yang putih terlihat memerah, dan ini bukan merah yang sehat.
“Kamu bilang kamu sudah sembuh, kalau begitu kamu bisa menjelaskan apa ini?” tanya Vincent.
“Ini... ini?” wanita ini hanya terbata tanpa bisa menjelaskan.
__ADS_1
Semua orang langsung terdiam.
Ini adalah salah satu gejala demam paru-paru.
Wanita ini tidak membiarkan orang lain melihat termometernya, banyak orang yang merasa penasaran, namun perbuatan Vincent ini, langsung membuat semuanya menjadi jelas...
“Siapa yang mengatakan ini adalah demam paru-paru, aku.. aku hanya memakai baju terlalu tebal saja! Sebaliknya kamu, kamu memukul orang di Sekolah Kaisen kami namun masih berani begitu sombong? Semuanya cepat tangkap dia!” wanita itu meronta untuk melepaskan tangannya dari Vincent sambil berteriak.
“Benar, semuanya maju bersama, tangkap dia!” Mako segera bereaksi, dan ini bukan saatnya bertikai dengan Vincent.
“Semua maju!” Pria gemuk yang berada di lantai berteriak sambil memegang wajahnya, lalu menjadi yang pertama maju menerjang kearah Vincent dengan penuh amarah. Dan yang lainnya menyusul.
Lobby akademi dalam sekejap menjadi begitu kacau.
Menghadapi kerumunan orang yang begitu banyak, meskipun Vincent kuat juga tidak akan bisa melawannya?
Namun Vincent tetap tenang menghadapinya.
Telapak tangan Dai Anmei sampai berkeringat. Situasi sudah diluar kendali.
Dan tepat disaat ini, sebuah bentakan yang penuh dengan kemarahan terdengar. “Semuanya hentikan!”
Suara ini begitu nyaring.
Semua orang terkejut, lalu menoleh kearah asal suara.
Melihat kerumunan orang yang terpisah.
Seorang pria tua yang mengenakan setelan baju tradisional segera mendekat dengan cepat.
Kedua tangan pak tua itu diletakkan dibelakang, wajahnya terlihat penuh amarah, tidak ada senyuman yang terlihat sama sekali, terlihat begitu tegas.
Dan kehadirannya membuat banyak orang yang disana berseru kaget: “Itu adalah King Of Hell!”
“Astaga, dia datang!”
“Ini adalah dokter hebat yang sangat ternama di Provinsi Etihad!”
Banyak orang yang langsung berbinar dan bersemangat.
“Hai Senior King!”
“Lama tidak jumpa Senior King!”
Semua orang menyapa, bahkan ada yang berniat untuk menyapa dari dekat.
Namun Dai Anwen malah memasang wajah masam dan memelototi orang-orang ini juga membentaknya dengan penuh amarah: “Apa yang kalian lakukan? Ini adalah Sekolah Kaisen, apakah ini tempat kalian bersikap liar seperti tadi?”
“Senior King, kebetulan sekali anda datang, cepat usir orang ini keluar, beraninya dia memukul orang di Sekolah Kaisen kita, sikap macam apa itu!” ucap Mako setelah mendekat.
“Kakek, tidak seperti itu.” Dai Anmei segera maju dan menjelaskan.
“Kakek?”
Tidak sedikit orang yang berseru kaget.
Mako juga tercengang.
Siapa yang menyangka gadis cantik disamping Vincent ini.. ternyata adalah cucu Dai Anwen..
Ekspresi wajah para penjilat Philip itu juga langsung berubah menjadi begitu buruk.
Dai Anmei menjelaskan kondisi yang terjadi dengan singkat, dan ekspresi wajah Dai Anwen terlihat jauh lebih buruk lagi.
Dia melirik kearah wanita yang tadi mengatakan dia baik-baik saja, lalu berkata dengan tegas: “Kamu... kemari!”
Wanita itu langsung tercengang, lalu berjalan mendekat dengan hati-hati.
Dai Anwen langsung menarik lengannya dan memeriksa denyut nadinya.
Detik berikutnya, wajahnya langsung terlihat begitu marah dan membentak! ” Dia jelas-jelas masih demam paru-paru, kenapa kamu mengatakan dia sudah sembuh?”
“Waah...” Semuanya berseru kaget.
__ADS_1
Bahkan Dai Anwen saja berkata seperti ini?
Bukankah itu artinya Mako tidak menyembuhkan wanita ini? Bukankah ini artinya ilmu pengobatan Sekolah Kaisen tidak sebanding dengan ilmu seorang anak muda?
Bukankah ini sama dengan Dai Anwen sedang menampar wajah Sekolah Kaisen ?
Dai Anwen memberi hormat dan melihat kearah Vincent tanpa mengatakan apapun.
“Guru Mako, ada apa denganmu? Apakah kamu yang menghasut anak ini berbohong?” Dai Anwen memelototi Mako dan bertanya.
“Ini.” Mako juga membisu.
“Kalau keahlianmu bisa mengalahkan anak ini, itu artinya kamu punya kemampuan, karena tidak bisa menandinginya, seharusnya berlapang dada, bukannya malah menggunakan cara rendahan seperti ini, apakah kamu pantas menjadi seorang ahli medis?” Dai Anwen memarahinya tanpa ragu.
Usianya memang lebih tua dari Mako, ketika dia bergabung dengan Sekolah Kaisen
Mako sama sekali masih belum belajar ilmu kedokteran, dihadapannya, jelas Mako bukan apa-apa.
“Aku... aku salah...” Mako menundukkan kepala dan berkata dengan rahang mengetat.
“Kamu harus membuat surat penyesalan, lalu tempel di mading Sekolah Kaisen! Masalah ini aku akan melaporkannya pada yang atas!” ucap Dai Anwen dengan dingin.
“Hah?” Mako panik: “Senior King, mohon ampuni aku sekali saja, kalau anda melapor ke atas, aku... aku pasti akan dikeluarkan dari Sekolah Kaisen, senior King maafkanlah aku sekali saja!”
“Masalahnya sudah sebesar ini, ada begitu banyak orang yang melihat, menurutmu mungkinkan menutupinya?” Ucap Dai Anwen dengan emosi.
Begitu Mako mendengarnya, wajahnya langsung pucat pasi..
Benar-benar diatas gunung ada gunung..
“Selain ini, semua orang yang terkait dengan masalah kali ini, juga semua peserta yang ikut membuat keributan, semuanya akan dieliminasi dari Konferensi Raja Medis !” Ucap Dai Anwen dengan penuh amarah.
Semua orang yang mendengarnya langsung kaget sampai wajahnya memucat.
“Senior King! Ampuni kami sekali saja!”
“Jangan!”
“Aku susah payah baru mendapatkan kesempatan datang ke Sekolah Kaisen ..”
Seluruh ruangan dipenuhi oleh orang-orang yang memohon dan memelas.
Namun Dai Anwen sama sekali tidak perduli.
“Guru, ayo kita pergi.” Ucap Dai Anwen pada Vincent.
Vincent mengangguk, lalu ikut Dai Anwen berjalan keluar dari lobby akademi.
“Tuan muda, Dai Anwen ikut campur.”
Penjilat itu menghubungi Philip dan berkata dengan gigi menggertak.
“Ya sudah, kembalilah.” Ucap Philip sambil tersenyum.
“Baik “
Dan dalam waktu singkat, masalah di lobby akademi langsung tersebar ke seluruh Sekolah Kaisen.
Sekolah Kaisen langsung mengutus orang untuk mengurus masalah ini, namun karena Dai Anwen sudah turun tangan, tidak ada yang berani menjamin Mako, apalagi perbuatan memalsukan seperti ini sungguh rendahan, kalau Sekolah Kaisen tetap membiarkannya ada disini, hanya akan meninggalkan cacat. Bagi Sekolah Kaisen ini adalah hal yang sangat diutamakan, mereka tidak mungkin mempertaruhkan nama baik mereka hanya demi seorang Mako.
Tentu saja, setelah kejadian ini, Vincent langsung mendapat perhatian banyak pihak, banyak orang yang membicarakan anak muda berkemampuan dewa yang telah mengalahkan Mako.
Namun tokoh utama kami sama sekali tidak tertarik dengan ini.
Saat ini Vincent sedang menuju ke penginapan bersama Dai Anwen.
“Masalahnya sangat gawat.”
Dai Anwen duduk disamping pengemudi, berkata dengan serak.
“Apanya yang sangat gawat?” tanya Vincent datar.
“Gerakan Sekolah Kaisen terhadap Grup Vallamor.” Ucap Dai Anwen dengan tegas: “Besok mereka akan mengintegrasikan urusan di Kota Silason, lima hari kemudian... gerakan yang menargetkan Grup Vallamor resmi dilakukan, Guru, Sekolah Kaisen bukan organisasi yang murah hati, kamu bukan lawannya!”
__ADS_1
“Kalau begitu bagaimana menurutmu?” tanya Vincent.
“Serahkan resepnya pada mereka, sekarang!” Dai Anwen menatapnya dengan serius dan berkata dengan tegas..