Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
bab 54 tutup pintu


__ADS_3

Mendengar perkataan pelayan itu, Katrina benar-benar sangat emosi.


"Apa maksudmu? "


Dia menepuk meja dan meraung. Semua tamu yang ada di restoran itu pun melihat ke arah mereka.


"Kalian sengaja menindas kami, bukan? " tanya Jane.


"Harap tenang bapak ibu. Jika kalian membuat keributan seperti ini, kami berhak mengeluarkan kalian dari restoran kami. " Pelayan itu berkata dengan serius.


"Panggil manajer kalian ke sini! " Jackson yang penyabar pun tidak bisa tahan lagi.


"Manajer kami sedang tidak di tempat. "


"Lalu, di mana supervisor kalian?"


"Supervisor kami baru saja keluar!"


"Restoran sebesar ini tidak ada penanggung jawabnya? " Jackson memelototinya dan berkata dengan marah.


"Jika ada masalah, anda bisa memberitahukannya pada saya." Pelayan itu tersenyum.


"Kamu..." Jackson sangat marah hingga tak bisa berkata-kata.


"Saya tidak mau pindah!' Katrina langsung duduk di kursi dan berkata : "Jika kamu tidak memanggil manajer kalian, maka kami tidak akan pindah! "


"Melihat perilaku bapak dan ibu, kami hanya bisa mengambil tindakan paksaan. Pelayan itu tidak berdaya. Dengan itu, beberapa penjaga keamanan datang menyampiri mereka.


"Dasar bajingan! " Wajah Katrina sangat merah.


"Saya akan pergi ke Asosiasi Konsumen untuk menuntut kalian! " Jane berkata dengan marah.


"Silahkan. " Pelayan itu tersenyum. Mereka bertiga sangat marah, namun tidak punya pilihan lain selain bangkit. Di tempat orang lain mau tidak mau mereka harus tunduk.


Pada saat ini, tiba-tiba beberapa orang datang. Dan orang tersebut adalah John Dormantis.


Dia merangkul seorang wanita dengan riasan tebal di wajahnya dan berpura-pura lewat. Ketika dia melihat Jackson dan keluarganya, dia pun tersenyum menyeringai.


"Eh? Bukankah ini paman dan bibi keempat? Kalian juga ke sini untuk makan malam? "


"Apakah kamu yang melakukannya?" Jane langsung bangkit dan bertanya dengan marah.


"Hehe, lalu kenapa jika aku yang melakukannya? " John tersenyum.


"Ternyata kamu bajingan yang melakukannya! " Katrina juga sangat marah dan kemudian berkata kepada John : "Beraninya kamu mempermainkan paman dan bibimu? Dari mana datangnya keberanianmu itu? "


"Paman dan bibi? Ha? Aku hanya menyapa kalian dan kalian sungguh menganggap diri kalian sebagai paman dan bibiku! Kalian sudah lama diusir dari Keluarga Dormantis oleh nenek. Kalian bukan anggota keluarga Dormantis, dan tidak ada hubungan apapun denganku! " John meremehkan mereka.


"Maka itu, sekelompok orang miskin masih ingin berhubungan tuan muda Dormantis? Apakah mereka tidak melihat diri mereka sendiri? " Wanita yang dirangkul oleh John mencibir.


"Tuan muda Dormantis? " Jane tertegun. Vincent juga tertegun. Keluarga Dormantis tidak membiarkan para bos untuk melakukan proyek di Daerah Asgard. Berdasarkan prinsipnya, para bos itu seharusnya tidak mungkin menyerahkan proyek mereka kepada Keluarga Dormantis. Keluarga Dormantis harus menanggung hutang dalam jumlah banyak dan kemarahan para bos itu. Sebagai putra dari Jonas, John pasti tidak memiliki banyak uang. Tetapi sekarang, sepertinya semua barang yang dikenakan John saat ini tidak kurang dari 200 juta rupiah? Dia bahkan mempunyai kunci mobil Porche di pingggangnya. Keluarga Dormantis sudah kaya?


"Eh? John, kamu sudah memiliki keberanian itu? Beraninya kamu datang untuk menindas kami? Apakah kamu tahu siapa menantu saya? Jika kamu berani bersikap lancang di depan kami lagi, hati-hati saya akan meminta Vincent untuk memanggil keluarga Geni untuk berurusan denganmu! " Katrina berkata dengan marah.


"Keluarga Geni? Hahaha, sudahlah jangan bercanda lagi. Jangan mengira kami tidak tahu bahwa keluarga Geni ataupun Keluarga Gabrial tidak memiliki hubungan apapun dengan menantu kalian. Dan sebenarnya, Vincent juga tidak bertanggung jawab atas proyek di daerah Asgard. Malarn itu, Keluarga Geni hanya membantunya saja! Dan kamu malah menganggapnya serius? " John tertawa.

__ADS_1


Ekspresi wajah Katrina berubah seketika dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Masalah ini memang tidak dapat disembunyikan. Selama Nenek Dormantis menyelidikinya, maka dia pasti akan mengetahuinya. Dan Vincent juga memang tidak bertanggung jawab atas proyek daerah Asgard.


"Jika kalian tahu bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan Vincent, lalu kenapa kalian masih ingin mempersulit kami? Dan bagaimana kalian menjelaskannya kepada para pengembang?" Tanya Jane.


"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Dan alasan kenapa aku ingin mempermainkan kalian? Sederhana saja! Karena kala itu kalian beraninya tidak mendengar perkataan nenek dan beraninya tidak mendengar perkataan kami semua. Karena kalian ingin melawan kami, maka kami tidak perlu segan lagi. " John tersenyum dan kemudian melambai


"Pelayan, segera usir orang-orang miskin ini! "


"Baiklah Tuan Dormantis! Bapak ibu, harap segera keluar dan tunggu sebentar. Kami akan mengemas makanan di meja dan mengantarkannya kepada kalian! " Pelayan berkata sambil tersenyum.


"Kalian..." Katrina sangat kesal dan langsung berkata: "Berapapun uang yang dia bayar, aku akan menggandakannya!"


"Menggandakannya? Hahaha, apakah kamu sanggup? " John dan sekelompok temannya tertawa terbahak-bahak.


"Mungkin kalian tidak tahu aturan di sini. " Wanita itu berkata sambil tersenyum, lalu berkata kapada John : "John, tunjukkan kartumu pada mereka. "


"Hehe, baiklalh. " John mengeluarkan sebuah kartu hitam dari sakunya.


"Apa ini? " Katrina tercengang.


"Ini adalah kartu eksklusif di restoran ini, dan hanya dapat dinikmati oleh tamu yang dapat menghabiskan lebih dari 2 miliar rupiah di restoran kami selama setahun. " Pelayan itu berkata sambil tersenyum


"Jika kalian dapat mengajukan dua kartu eksklusif di restoran kami, maka karmi akan menyediakan tempat untuk kalian. "


Mendengar ini, wajah Katrina pun memucat. Dua kartu? Bukankah itu berarti 4 miliar? Bahkan uang hasil jual rumah pun tidak cukup.


"Bagaimana kamu bisa memiliki begitu banyak uang? " Jane bertanya. John menyipitkan matanya dan berkata


"Kalian akan segera mengetahuinya. "


Segera?


"Pa ma, ayo kita pergi ke tempat lain saja! " Jane menggertak kan giginya.


"Baik! Makanan di restoran ini tidak enak, aku sudah ingin pindah sejak awal. Katrina berkata dengan kesal. Wajah Jackson juga terlihat kesal. Tetapi pada saat seperti ini, tidak ada pilihan lain selain pergi.


Namun pada saat ini, Vincent tiba-tiba berbicara.


"Pa ma, sebentar! "


"Apakah masih kurang memalukan? " Katrina memelototinya.


"Tidak perlu terburu-buru." Vincent menyesap anggurnya dan berkata dengan tenang : "Bukankah lebih baik jika kita duduk di sini sambil melihat kartu senilai 2 miliar John hangus sia-sia. "


Begitu kata-kata itu dilontarkan, semua orang pun tercengang.


"Apa maksudmu? " John bertanya sambil tersenyum.


"Karena restoran ini tidak menerima kita, jadi aku hanya bisa menutupnya. " Kata Vincent.


"Apa? "


"Kamu ingin menutup restoran ini? "


"Apakah kamu tahu siapa pemilik di balik restoran ini? "

__ADS_1


"Hahaha, kamu hanyalah seorang pecundang, beraninya kamu mengatakan hal ini. "


"Sangat lucu. "


"Hahahaha...." John dan sekelompok temannya tertawa. Para tamu lainnya juga tidak bisa menahan tawa mereka. Pelayan itu juga tertawa dan menyipitkan matanya, dan kemudian mencibir. "Tuan, bos kami adalah Dennis Mirz, apakah anda pernah mendengar tentangnya? "


"Apa? Dennis? "


"Tuan muda Keluarga Mirz di Kota Izuno? "


"Keluarga Mirz adalah salah satu dari empat keluarga besar di Kota Izuno! "


"Restoran ini dibuka oleh tuan muda Mirz? " Beberapa orang yang tidak mengetahui identitas pemilik restoran kaget dan tidak bisa berkata-kata ketika mendengar hal ini.


"Dengan kekuatannya, semua orang di Kota Izuno tidak akan berani menyinggung tuan muda Mirz. Apa maksud dari pria ini? Beraninya dia mengucapkan kata-kata seperti itu, apakah dia tidak takut? "


"Siapapun bisa membual! " Mulai terdengar ejekan dari sekitar. Kali ini, bahkan Katrina juga tidak tahan lagi dan langsung berkata


"Vincent! Sudah cukup!"


Vincent tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, lalu beberapa saat kemudian menutup teleponnya.


"Kamu tidak tahu malu, tetapi saya masih punya rasa malu! Kamu tidak mau pergi? Aku akan pergi! " Katrina sangat marah dan langsung berlari keluar dari restoran. Terdengar suara tawa lagi di sekitar.


"Vincent, apa yang kamu lakukan? " Jane mulai cemas. Dia menoleh ke ibunya dan kemudian menoleh ke Vincent, benar-benar sangat kesal.


"Tunggu sebentar lagi."


"Gila! " Jane sangat kesal hingga meneteskan air mata dan hendak pergi juga. Tetapi pada saat ini...


Wah!


Beberapa mobil tiba-tiba berhenti di depan restoran dan kemudian sekelompok orang berseragam masuk.


"Siapa bosnya? " Salah satu orang tersebut berteriak. Pelayan itu tertegun sejenak dan kemudian berlari menghampirinya


"Ada yang bisa dibantu?"


"Pemeriksaan mendadak. Kami menerima laporan bahwa ada masalah tentang kebersihan yang serius di restoran ini! " Orang itu mengeluarkan seberkas dokumen dan berkata dengan serius. Begitu kata-kata itu dilontarkan, John dan pelayan pun kebingungan. Semua orang di restoran itu juga kebingungan.


"Bagaimana mungkin? Dapur restoran kami sangat bersih. Kami punya sertifikatnya dan standar higienitasnya sudah sesuai. " Pelayan itu bergegas menjawab.


"Itu semua tidak bisa dibuktikan dengan perkataanmu, kami harus melakukan pemeriksaan! "


Pria itu melambai. Beberapa orang langsung berlari masuk. Sesaat kemudian, seseorang datang dengan membawa tikus mati di tangannya.


"Master, lantai, parit drainase, dinding, plafon, jendela dan situasi lainnya di restoran ini sangat buruk. Kondisi dapurnya sangat berantakkan dan buruk. Pembuangan limbah dan gas tidak memenushi standar nasional. Restoran ini perlu ditutup untuk perbaikan.


"Baik. " Pria itu mengangguk dan kemudian berkata kepada pelayan


"Tolong segera hentikan bisnis ini dan tunggu pemberitahuan untuk perbaikan. "


"Apa? " Pelayan itu kebingungan. Jane dan Jackson juga kebingungan.


Dan orang yang paling terkejut adalah Katrina yang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Semua orang memandang Vincent dengan tatapan luar biasa...


Ini semua... dilakukan oleh Vincent?


__ADS_2